Bab 8 ~ Philophobia

Sikap aneh Angkara hari ini membuat Alana bertanya-tanya apa kesalahan dirinya semalam. Ketua osis yang terkenal dengan aturan ketatnya itu seakan menghindari dirinya. Bahkan untuk menatap sejenak Angkara enggang melakukannya.

"Ada apa sih dengannya?" gumam Alana sedikit menggerutu. Gadis itu kini ada di kantin bersama empat sahabat cowoknya. Menghabiskan banyak makanan tanpa takut tagihan akan membludak.

Sesekali Alana melirik Angkara yang tampak asik berbincang dengan Tiara.

"Pujaan hati lo anteng benar Al kalau dekat Tiara," celetuk Jayden yang seangkatan dengan Angkara.

"Iya woi, beda cerita kalau dekat sama lo. Hawanya murung mulu." Roy tertawa.

"Diam deh lo Royko ayam, gue kesal!" tegur Alana.

"Kata Gio, tadi Angkara pulang dengan wajah pucat. Apa jangan-jangan lo perkaos anak orang." Vian menaik turunkan alisnya.

"Dahlah makan sama kalian buat gue nggak mood." Alana beranjak dari duduknya, menghampiri Angkara dan Tiara yang menikmati makan siang.

Ia langsung duduk di samping Angkara. "Selamat siang Angkasaku," sapanya ramah.

"Lo ngapain sih gerecoki hidup Kara mulu? Dasar cewek gatal!" tegur Tiara.

"Gatal? Kayaknya nggak deh, gue nggak garuk-garuk sejak tadi." Alana memutar bola mata menyebalkan.

"Kalian bisa diam?" Angkara meletakkan sendoknya di samping mangkuk dan menatap malas dua gadis yang sedang adu mulut.

"Tau tuh si Alana. Nggak ada sopan-sopannya jadi adek kelas. Kita ke kelas saja yuk!" Tiara beranjak dan merangkul lengan Angkara, sayangnya Angkara langsung melepas rangkulan tersebut dan berjalan lebih dulu.

"Kak Angkasa, aku hamil!" teriak Alana, sehingga membuat pengunjung kantin menoleh secara serempak. Begitu pun dengan Angkara yang menghentikan langkahnya.

"Woi bu ketua lo ngomong apa anjir," bisik Roy yang mendekati Alana.

"Pokoknya aku mau kak Angkasa tanggung jawab!"

....

Dua siswa berbeda jenis kelamin sedang duduk di ruang guru BK beberapa menit yang lalu. Bagi Alana ini adalah hal yang biasa untuknya, tetapi tidak untuk Angkara yang jarang mengunjungi ruangan guru BK, apalagi bermasalah seperti saat ini.

"Alana." Guru BK tersebut menatap Alana malas. "Nama kamu sudah nggak asing bagi semua guru. Bukan karena pintar, tapi pembuat onar!"

"Saya tahu Pak."

"Apa yang terjadi hari ini nggak seperti yang bapak bayangkan. Saya dan Alana tidak punya hubungan apapun, apa lagi sampai harus menghamili. Alana tadi hanya bercanda." Angkara berusaha menjelaskan, meski ia tahu hal seperti ini akan sulit ditoleransi.

Angkara mengerti, ucapan Alana tadi bisa saja menjadi bumerang untuk sekolah. Di mana nama sekolah buruk karena siswanya hamil dengan ketua osis.

"Tetap saja orang tua kalian harus di panggil!"

Guru BK tanpa rambut di kepalanya tersebut, segera menghubungi orang tua Alana dan Angkara. Memberikan banyak wejangan pada Alana agar lebih berhati-hati lagi dalam mengucapkan sesuatu apalagi di lingkungan sekolah.

Beberapa menit berlalu, para wali siswa pun datang dan masuk bersamaan ke ruang guru. Alih-alih bersikap angkuh, guru BK itu pun berdiri dan memberikan bow pada pemilik sekolah.

"Maaf karena mengganggu waktunya pak Azka."

"Nggak masalah, kesalahan tetaplah kesalahan." Azka duduk di samping putranya, begitupun Dito yang duduk di dekat Alana.

"Begini Pak, untuk kebaikan nama sekolah, kami membutuhkan konfirmasi dari masing-masing pihak, bahwa ucapan Alana nggak benar. Terlebih video tentang di kantin telah digoreng sedemikian rupa."

"Memangnya bakwan di goreng," gumam Alana. "Sakit Daddy," lirihnya kala mendapatkan cubitan di tangan.

"Video apa?" tanya Azka dengan kening mengerut.

"Video putri aku mengaku hamil karena putramu," jawab Dito.

"Kara benar-benar nggak melakukan apapun Pah."

"Tapi semalam kak Kara tidur sama aku sampai pagi ... Hhhmmpp." Mulut Alana seketika dibekap oleh Angkara.

"Saya akan mengonfirmasi, terima kasih untuk kebijakannya." Azka langsung berdiri, mengkode putranya agar segera ikut bersamanya.

"Benar kamu tidur dengan Alana, Kara? Apa ini alasan kamu pergi semalam?" tanya Azka setelah berada di dalam mobil dan berdua saja.

"Benar, Pa."

"Alasannya?"

"Karena Angkara nggak mau terjadi sesuatu pada Alana. Dia menginap di markas Avegas dan di sana banyak laki-laki. Kara berani bersumpah nggak menyentuh apalagi melecehkannya."

"Kamu mencintainya?"

"Nggak."

"Lalu kenapa kamu peduli pada Alana? Biarkan saja dia tidur di markas. Bahaya atau nggak nya bukan urusan kamu."

"Dia perempuan Pa."

"Papa tahu, tapi nggak perlu peduli pada perempuan yang nggak kamu cintai."

"Sudahlah Pa, Kara harus ke kelas." Angkara membuka pintu mobil, tapi urung turun karena ucapan papanya.

"Papa tahu apa yang kamu sembunyikan Nak. Itu bukan kelainan, jangan malu pada siapa pun."

"Papa bicara apa?"

"Philophobia."

Angkara menelan salivanya kasar, tanpa bicara lagi ia segera meninggalkan papanya. Sekarang Angkara tahu alasan sang papa ingin menjodohkan dirinya.

Terpopuler

Comments

Yunia Afida

Yunia Afida

alana emang ajaib

2024-02-06

1

Arsyad Al Ghifari 🥰

Arsyad Al Ghifari 🥰

ya ampuuun Alana .menurun dari siapa sih dirimu kocak bener🤣🤣🤣

2024-02-05

1

Eva Karmita

Eva Karmita

jangan nyesel loo nanti Alana benar" pergi menjauh sun Kara kayak papa Dito yg ditinggalkan mama Rora 🤦🏻‍♀️

2024-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!