Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!

Angkara langsung beranjak dari meja belajarnya setelah membereskan laptop yang sejak tadi menemani di dalam kamar. Lelaki tampan itu menyambar kunci motor juga jaket kulit yang menggantung di dekat meja.

Merapikan sedikit rambutnya sebelum keluar dari kamar untuk menemui sang mama, yang ternyata duduk dengan papanya di ruang tengah.

"Mau kemana anak mama? Rapi banget," ucap Salsa.

"Kara ada urusan Ma, mungkin sampai pagi," jawab Angkara. Menunduk untuk mencium punggung tangan mama dan papanya.

"Hati-hati dan jaga diri di luar sana," ucap Azka.

"Iya Pa."

Angkara pun meninggalkan rumahnya mengantongkan restu dari orang tua. Memang orang tuanya tidak pernah mengatur pergaulan Angkara sejak dulu, itu lah mengapa ia sedikit terkejut kala papanya membicaran perjodohan. Padahal sebelum-sebelumnya Azka adalah orang pertama yang mendukung setiap langkahnya.

Angkara menghentikan motornya setelah sampai di depan rumah sederhana berlantai dua, dengan chat usang di sekeliling. Terdapat banyak motor besar di bagian kanan, sementara di bawah pohon, beberapa orang sedang seru-seruan, entah menikmati gorengan atau pun sebatas menyesap benda bernikotin. Di antaranya ada gadis cantik yang sedang tertawa di apit dua lelaki tampan.

"Alana!" panggil Angkara, berhasil mengalihkan semua perhatian anggota Avegas, begitupun dengan pemilik nama.

"Tunggu sebentar," ucap Alana pada teman-temannya, kemudian menghampiri Angkara dengan senyuman mengembang. Senang rasanya dihampiri oleh pujaan hati, seolah Angkara datang untuk berkencan dengannya.

"Iya, aku mau jadi pacar kak Angkasa. Sekarang kita pacaran!" seru Alana mesem-mesem sendiri karena salting. Ia menendang-nendang rumput yang tak bersalah.

"Tawarannya sudah basi, aku nggak mau pacaran lagi."

"Lah?" Alana mendongak dengan raut kekecewaan.

"Aku juga tadi cuma bercanda, nggak ada niatan mau pacaran." Alana bersedekap dada, bersikap jual mahal. Padahal seluruh anggota Avegas dan siswa SMA Angkasa tahu betul bagaimana gilanya Alana mengejar cinta ketua osis.

"Pulang, daddy kamu bisa saja marah. Ini sudah jam 10 malam dan kamu masih asik bersama mereka."

"Apa bahayanya bersama mereka? Mereka teman-teman aku. Bagaimana kalau kak Angkasa bergabung?"

"Alana!" Tatapan Angkara menggelap, tetapi tidak membuat Alana takut sedikit pun.

"Woi, gue tidur duluan ya. Pawangnya datang nih!" teriak Alana dan dibalas jempol oleh yang lain.

Alana pun menarik paksa Angkara memasuki markas, tidak sampai di situ saja, ia bahkan membawa pujaan hatinya ke kamar.

"Aku juga laki-laki," peringatan Angkara.

"Nggak apa-apa, hamil sama kak Angkasa aku ikhlas lahir batin." Alana merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa peduli pada Angkara.

Sebenarnya dia lelah, tetapi enggang istirahat karena pintu kamar di markas sedang rusak dan tidak bisa dikunci. Jika boleh jujur ia juga takut jika tidur di markas, terlebih beberapa anggota Avegas sering bermalam di sana.

"Kenapa kak Angkasa susah di tebak? Kadang baik dan perhatian. Kadang pula kasar dan sering bentak-bentak aku. Aneh banget."

Angkara tersenyum tipis, gadis yang sedang tidur di kasur sepertinya tidak sadar dengan perkataannya sendiri. Sikap Alana pun susah untuk ditebak.

"Kak Angkasa diam mulu dah? Aku perkaos lama-lama!"

"Diam Alana, dan tidur. Kamu harus sekolah besok!"

....

Jarum jam sudah menunjukkan angka 1 dini hari, tetapi mata Angkara enggang untuk terpejam. Perasaan takut mulai menghantuinya sejak Alana memeluk tubuhnya layaknya guling hidup. Jantungnya berdebar tidak beraturan beserta keringat dingin di seluruh tubuh.

Rasa mual pun lebih mendominasi setiap kali menatap wajah gadis cantik yang terlelap di sampingnya. Angkara langsung turun dari ranjang dan duduk di lantai bersandar pada tembok. Ia bagai lelaki frustrasi.

Angkara mengatur napasnya agar kembali normal. "Nggak, aku nggak bisa!" lirihnya seperti orang gila.

Angkara melakukan hal itu hingga tenang dan terlelap dalam posisi yang sama. Lelaki itu baru terbangun saat matahari mulai menerpa tubuhnya yang tidak terlalu berisi, tetapi sempurna untuk ukuran pria.

Ia mengerjapkan matanya, merasa telah pagi, ia pun meninggalkan kamar beserta gadis yang membuatnya tidak tenang semalam. Angkara berbeda, ia tahu itu. Tetapi memalukan rasanya jika ia mengatakan pada orang lain, termasuk orang tuanya.

Ia memiliki kecemasan tentang jatuh cinta pada seseorang. Setiap kali rasa itu muncul, perasaan takut dan gelisah pun menghantuinya.

"Kak Angkasa?" gumam Alana meraba tempat di sampingnya dan tidak menemukan siapa pun. "Lah bukannya semalam dia tidur bersama gue? Sekarang ke mana?"

Tanpa memedulikan penampilan, Alana pun berlari keluar kamar untuk melihat motor Angkara.

"Sudah pergi," celetuk Gio, langsung menghadiahkan susu di hadapan Alana.

"Baru saja?" tanya Alana, meminum susu itu hingga tandas tanpa cuci muka dan berkumur. Sangat jorok.

"Hm, tapi wajahnya pucat banget. Lo ngapain anak orang?"

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Ciihh katanya MIMPI Saat Alana ajak datang kesana,Kok sekarang malah nyamperin..😂😂

2024-03-23

1

Teh Yen

Teh Yen

ankara knp yah apa dia trauma dengan kisah kedua orang tuanya ???

2024-02-08

1

Ummi_ Qiadina

Ummi_ Qiadina

owwh

2024-02-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!