Bab 6 ~ Target salah sasaran

"Lo kalah lagi kali ini!" ucap Alana dengan angkuhnya. Lagi-lagi ia memenangkan permainan melawan geng sebelah.

"Halah, gue yakin yang jago cuma lo doang, yang lainnya numpang tenar saja!" ujar Devano, ketua geng All Star.

"Jaga mulut lo ya!" bentak Alana tak suka teman-temannya diremehkan. "Perjanjiannya, Avegas menang, geng lo harus patuh sama geng kita!" ucapnya penuh tekanan.

"Halah bacot lo anjir!" Menampar pipi Alana sekeras mungkin. Devano sangat kesal karena kalah bermain dengan Alana tiga ronde.

Ya perkelahian geng motor angkatan 10 memang berbeda. Alih-alih balapan di lapangan atau saling adu kekuatan, mereka malah bermain game di warnet lima lawan lima.

"Sialan lo nampar ketua gue!" Gio mengepalkan tangannya, menarik kerah baju Devano agar keluar dari warnet tersebut.

Gigi Gio bergemeletuk sakin geramnya. Tidak ada yang boleh menyakiti Alana meski seujung kuku saja, terlebih di hadapannya langsung. Terjadi perkelahian di depan warnet, bukan hanya Gio dan Devano, melainkan anggota Avegas dan All Star yang saling beradu.

Sejak awal, mereka telah berjanji untuk menerima kesepakatan, tetapi sepertinya All Star tidak ingin berada di bawah Avegas.

"Harusnya lo di rumah saja main boneka anjir, nggak usah sok-sokan jadi ketua geng motor!" teriak Devano yang beralih melawan Alana.

"Bacot lo bangsat!" Melayangkan tendangan di perut Devano hingga lelaki itu jatuh tersungkur ke tanah. "Kabur woi, polisi!" teriak Alana.

Avegas pun bergegas meninggalkan warnet dengan wajah babak belur hasil perkelahian tadi. Niat awal hanya bermain game, malah beradu jotos.

Alana meringis sambil memperhatikan wajah di depan cermin, setelah sampai di markas. "Setan tuh si Vano, wajah cantik gue rusak," gerutunya mengompres pipinya dengan air es.

"Sini biar gue bantu kompres." Gio merebut alat kompres di tangan Alana.

"Nggak usah, noh obati luka lo sendiri." Merebutnya kembali dan fokus pada cermin, tanpa memperhatikan tatapan Gio yang sangat dalam.

Wakil Avegas itu memiliki rasa yang berbeda pada ketuanya. Melebihi seorang sahabat.

Jarum jam yang terus berdetak, tak terasa membuat hari mulai gelap. Namun, Alana tidak kunjung pulang ke rumahnya. Gadis itu tidak berani menampakkan diri dengan wajah terluka, yang ada motor kesayangannya akan disita oleh sang daddy.

"Mau makan apa Bu ketu? Kita mau ke luar ini," celetuk Jayden, inti Avegas yang memiliki gingsul di bagian kiri. Tingginya 180 cm, membuat Alana bagai bocah di dekat lelaki itu.

"Sate ayam saja."

"Siap."

Sepeninggalan Jayden, Alana pun mengirim pesan pada pujaan hatinya yang entah sedang apa di seberang sana. Mungkin memikirkannya yang terlewat cantik bak bidadari?

📩Alana: Nggak mau pulang, takut sama daddy

📩Kak Angkasa: Ngapain sampai takut?

📩Alana: Wajah aku babak-belur karena berkelahi tadi.

📩Kak Angkasa: Oh

📩Alana: Dih, nanya kek kenapa bisa terluka.

📩Kak Angkasa: Kan sudah dijelaskan di atas Alana. Pulang sana, sudah malam.

📩Alana: Nggak mau. Aku bermalam di markas saja deh, demi keamanan motor. Nanti kalau daddy nanya-nanya ke kak Angkasa, bilang saja ada tugas kelompok.

📩Kak Angkasa: Pulang! Markas nggak aman untuk cewek, di sana banyak laki-laki.

📩Alana: Aman lah, kan aku ketuanya. Tapi kalau kak Angkasa mau ke sini menemani, dengan senang hati aku menunggu.

📩Kak Angkasa: Mimpi!

Alana merengut melihat pesan terakhir Angkara. Benar-benar tidak tersentuh, padahal hari belum berganti saat lelaki itu mengajaknya pacaran secara tiba-tiba. Ia bangkit dari posisinya dan menghampiri anggota Avegas yang sedang seru-seruan di luar markas.

Menjadi anggota satu-satunya perempuan, membuat ia dijaga begitu baik, meski ia sendiri adalah ketua. Avegas bagi Alana, adalah rumah kedua yang tidak akan dia tinggalkan meski banyak pilihan yang dilayangkan.

"All Star kayaknya nggak mau nepatin janji Al. Buktinya mereka nyerang geng motor lain di luar sana," celetuk Gio yang baru saja datang bersama Jayden.

"Salah kita juga nggak ada perjanjian hitam di atas putih sebelum bermain," sahut Alana bertumpu kaki.

"Pria sejati akan memegang ucapannya," timpal Jayden.

"Berarti dia bukan pria dong?" Roy tertawa di ikuti yang lainnya. Roy Koandra adalah inti Avegas yang sangat ahli memainkan taktik saat bermain game. Mata tajamnya membuat ia lihai bersembunyi untuk mengelabui musuh di dunia nyata atau pun game.

"Nah benar tuh yang dikatakan Royko."

"Anjir Royko, bumbu dapur dong!" ejek Gio.

Roy seketika melempar kulit kacang ke arah Gio yang selalu saja bahagia jika ia dinistakan oleh ketuanya sendiri.

"Sial, gegara lewat jalan tikus gue jadi target salah sasaran," gerutu Jevian, inti Avegas yang baru saja datang ke markas. Wajah lelaki itu memerah karena pukulan dari seseorang.

"Siapa yang lakuin?" Alana berdiri.

"All Star!"

Terpopuler

Comments

ayfa

ayfa

🤣🤣🤣🤣 aku kira taurannn🤣😭😭

2024-03-21

2

Yunia Afida

Yunia Afida

jangan sampai gio, jadi jahat gara gara ditolak cintanya

2024-02-05

1

Yunia Afida

Yunia Afida

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣diluar nulur ni, ku kira perlawanan balapan motor ternyata oh ternyata perlawanan main game to

2024-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!