Bab 4 ~ Jauhin aku!

Mempunyai selera yang berbeda tentang buku bacaan, mereka bertiga pun berpencar ke rak-rak sesuai kesukaan masing-masing. Begitupun dengan Alana yang berjalan menuju rak Novel berbagai genre. Membuka plastik asal kemudian membacanya di bagian akhir. Setelahnya memasukkan ke keranjang belanjaan dan mencari keberadaan sang pujaan hati.

"Kak Angkasa kalau mau, bukunya letakkan di sini!" perintah Alana.

Angkara pun menyimpan bukunya ke ranjang Alana, dan berjalan sesekali memilih buku yang mungkin bisa menemaninya di dalam kamar.

"Kenapa nggak suka membaca novel?" tanya Alana. Gadis itu beralih duduk di lantai dan membuka plastik buku milik Angkara.

"Apa nggak menyukai sesuatu harus mempunyai alasan?"

"Nggak juga sih, tapi aku penasaran."

"Jangan terlalu penasaran, nanti matinya gentayangan." Angkara kembali menurunkan buku ke keranjang belanjaan Alana, kemudian ikut duduk sambil meneliti buku matematika di tangannya. Di dalam sana hanya ada soal-soal tanpa jawaban, dan Angkara sangat menyukai buku seperti itu.

"Aku mengantuk," lirih Alana menyandarkan kepalanya di pundak Angkara. Mereka berdua kadang akrab kadang tidak, tergantung kondisi di sekitar.

"Kalau nggak mau mengantuk, jangan begadang. Keluyuran di jalanan nggak ada gunanya, apalagi kamu itu perempuan."

"Tapi di luar sana sangat menyenangkan kak Angkasa. Kamu nggak akan mengerti sebelum mencobanya. Mau balapan berdua saja?" Mata Alana seketika cerah.

"Bayaran?"

"Apa saja. Mau aku jadi pacar kak Angkasa juga tidak masalah."

"Jauhin aku?"

"Nggak mau. Orang cinta aku sudah bersemi sejak kecil, ya kali menjauh." Alana memanyungkan bibirnya.

"Kalian di sini ternyata," celetuk Tiara.

Refleks Angkara berdiri sehingga kepala Alana membentur lantai.

"Kok berdiri nggak bilang-bilang. Kepala aku sakit!" geram Alana yang hampir terlelap.

Gadis itu ikut berdiri dan merogoh saku jaketnya untuk melihat panggilan siapa yang masuk.

"Sudah dua jam, tapi belum sampai di rumah?" Todong Dito di seberang telepon.

"Aduh, Alana lupa mengabari Daddy. Awalnya Alana mau langsung pulang, tapi tiba-tiba kak Kara mengajak ke gramedia."

"Bohong!"

"Nih cerita sendiri." Alana menyerahkan ponselnya pada Angkara.

"Iya halo, Om?"

"Jadi kamu benar sama Alana, bro?"

"Benar om."

"Ya sudah, nanti kalau selesai antar putri om pulang dengan selamat dan nggak terluka."

"Siap Om."

Setelah berbicara dengan daddy Alana, Angkara pun menuju kasir dan membayar semua buku yang berada di keranjangnya, padahal di dalam sana lebih banyak novel Alana.

"Buku kamu semua?" tanya Tiara.

"Hm."

"Bukannya nggak suka novel?"

"Mama aku," jawab Angkara dan berlalu pergi.

....

Usai mengantar Tiara pulang ke rumahnya dengan selamat, Angkara pun mengawal Alana hingga di depan rumah gadis nakal tersebut. Ia sebenarnya tidak ingin mampir, tetapi dipaksa oleh om Dito dan mommy Alana.

"Masuk dulu, langit sedang mendung!" ajak Dito menarik putra sulut sahabatnya.

"Kara suka minum apa?" tanya mommy Alana ramah.

"Apa saja, Tante."

"Kak Angkasa, makasih ya novelnya!" teriak Alana di anak tangga setelah mengambil semua novel di kantong belanjaan Angkara.

Lumayan bukan? Dia mendapatkan beberapa novel hanya bermodalkan merecoki hubungan seseorang.

"Alana, ganti baju dan mandi!" teriak sang Mommy.

"Siap Mom, laksanakan!" sahut Alana dari lantai dua.

Beberapa menit berlalu, Alana pun keluar dari kamar hanya menggunakan baju kaos kebesaran koleksinya saat di rumah. Ikut bergabung dengan daddynya juga sang pujaan hati di ruang tamu.

"Apa kabar orang tua kamu? Karena sibuk, om nggak punya waktu untuk bertemu."

"Baik Om."

"Alana bagaimana di sekolah?"

"Lah kok nanya-nanya Alana di kak Kara sih? Nih orangnya duduk di sini Dad!" protes Alana.

"Kamu suka bohong, daddy mana percaya sama kamu."

"Mommy, daddy jahat banget loh sama Alana. Masa sama putri sendiri nggak percayaan!"

Angkara tertawa melihat sikap Alana yang jauh berbeda jika berada di rumah. "Kalau di sekolah Alana nggak pernah bermasalah om, nggak tahu di tempat lain. Oh iya, Kara pamit ya. Kara ada urusan dengan papa."

"Kalau begitu hati-hati, dan bantu om jagain putri satu-satu om yang bandelnya minta ampun."

"Iya om."

Angkara pun meninggalkan rumah orang tua Alana, bertepatan turunnya hujan besar. Untung saja ia melupakan buku yang dia beli atau semuanya ikut basah bersama tubuhnya.

Karena tidak berteduh Angkara sampai di rumah hanya dalam beberapa menit. Tetapi ia urung masuk mendengar pertengkaran orang tuanya di ruang tengah.

"Kamu apa-apaan sih Azka? Aku tetap nggak setuju dengan keputusan kamu itu. Dia putraku, dia berhak menjelajah sesuai yang dia inginkan!"

"Tapi Sayang, ini semua demi masa depannya."

"Masa depan seperti apa yang kamu bicarakan Azka? Penentu masa depan tidak melulu tentang perjodohan. Jangan paksa putraku, atau kamu berhadapan langsung denganku!"

"Tanyakan pada putra kita, apa yang dia rasakan dan kenapa dia nggak mau jatuh cinta!"

Terpopuler

Comments

Mawar Berduri

Mawar Berduri

Dito nikah Ama siapa... apakah Aurora pisah Ama Adam dn nikah Ama Dito ya??atau Calista yg sepupunya itu yaaa

2024-02-16

4

Teh Yen

Teh Yen

dengerin mama salsa tuh papa.azka kali ini saja dengarkan mau anknya

2024-02-08

1

Yunia Afida

Yunia Afida

pak azka minta dihajar ni

2024-02-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!