Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"

"Bu ketua, dari tadi ponselnya bunyi mulu noh!" tunjuk Gio pada benda pipih di atas meja.

Alana yang baru saja keluar dari dapur, sehabis membuat kopi, segera mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari daddy tercinta. Ia duduk dengan kaki bertumpu di kursi rotan bagian luar markas Avegas.

"Siang Daddy ku Sayang," sapa Alana sambil menyeruput kopi hitamnya.

"Pulang! Jangan keluyuran mulu kamu. Anak gadis kok pergaulannya bebas banget!" Omel lelaki tampan di seberang telepon.

"Maaf Dad, Alana lupa jalan pulang ke rumah. Sharelock, Alana otw sekarang."

"Alana!"

"Ayolah Dad, Alana cuma di markas ini. Lagian kan Daddy salah satu inti Avegas angkatan 1."

"Beda Alana sayang. Kamu itu perempuan, harusnya tinggal di rumah, main boneka dan ...."

"Perempuan dan laki-laki sama saja Daddy, bahkan perempuan bisa melakukan apapun yang dilakukan seorang lelaki, tapi kaum adam tidak akan bisa melalukan hal sebaliknya!"

"Contohnya?"

"Melahirkan, benar nggak?" Alana mengulum senyum mendengar helaan napas di seberang telepon. Sudah pasti ia menang berdebat jika berhadapan dengan daddynya, beda cerita jika bersama Angkara.

"Pulang sekarang!" ucap Dito, Daddy Alana tidak terbantahkan.

"Siap Dad!"

Bukannya beranjak setelah sambungan terputus, ia kembali menikmati kopi hangatnya.

"Pulang lo sana!" usir Gio.

"Berani lo sama gue?" Alana memasang wajar datar dan hanya di balas cengiran oleh Gio. Lelaki itu ikut duduk di samping Alana, menyeruput kopi hangat ketuanya yang tersisa setengah.

....

"Sayang sepertinya akan turun hujan, pakai mobil saja perginya," peringatan Salsa saat melihat putra sulungnya hendak meninggalkan rumah.

"Hanya sebentar Ma, lagian perginya cuma ke gramedia." Mencium punggung tangan sang mama. Setelah pembicaraan sepulang sekolah, Angkara belum menemui papanya.

"Hati-hati kalau begitu. Setelah pulang, temui papa di ruang kerja. Minta maaf karena tadi suara kamu meninggi Sayang."

"Tapi papa yang mulai Ma."

"Papa, urusan mama. Kamu hanya perlu minta maaf untuk menurunkan ego papamu."

"Baiklah." Angkara menghela napas panjang.

Remaja tampan itu segera meninggalkan lingkungan rumah orang tuanya dengan mengendarai motor kesayangan. Menghentikan tepat di depan rumah Tiara setelah sampai. Ia tidak turun, hanya membunyikan klakson sebagai pemberitahuan.

Kening Angkara mengerut melihat penampilan Tiara yang berbeda hari ini. Gadis itu memakai rok di atas lutut padahal ia telah mengabari akan membawa motor.

"Kenapa pakai Rok? Paha kamu bisa saja terlihat."

"Kamu nggak lihat lutut aku yang terluka? Ini semua karena adek kelas menyebalkan itu," gerutu Tiara.

Lantas, tatapan Angkara tertuju pada lutut mulus teman sekelasnya, dan benar saja lutut gadis itu memerah. Ia turun dari motor, melepas jaketnya kemudian mengikat di pinggang Tiara.

"Ayo!" ajaknya.

Tiara mengangguk antusias, segera naik ke motor dan memegang pundak Angkara. Gadis itu tahu bentul jika Angkara tidak suka dipeluk sedekat apapun hubungan mereka. Hati Tiara sungguh berbunga-bunga mendapatkan perlakuan manis dari Angkara.

Andai saja hubungan mereka lebih dari seorang teman, mungkin dia adalah gadis paling beruntung di dunia. Sayangnya, sampai saat ini Tiara tidak berani jujur pada Angkara, lantaran tidak ingin lelaki itu menjauhinya seperti teman-teman yang lain.

"Kara, itu di depan bukannya Alana ya?" tunjuk Tiara pada pengendara bermotor putih yang sedang berhenti di lampu merah, seperti yang mereka lakukan.

"Hm."

"Ternyata bukan hanya nakal di sekolah, di luar pun sama saja."

"Lingkungan sekolah dan lingkungan kehidupan pribadi adalah dua hal yang berbeda, Tiara. Kamu nggak boleh mengurusi siswa SMA Angkasa saat jam pulang sekolah, karena itu bukan hakmu!"

"Kamu benar." Tiara pun mengalihkan perhatiannya di ke arah lain, bertepatan lampu merah berubah hijau.

Para pengendara pun mulai melaju secara tertib, begitu pun dengan gadis yang sejak tadi Tiara dan Angkara bicarakan. Mata gadis itu memicing melihat ketua osis pujaannya boncengan dengan perempuan lain.

"Nggak boleh dibiarkan ini, kak Angkara milik gue!" gumam Alana.

Tanpa pikir panjang, Alana memutar balik motornya dan mengikuti Angkara ke mana pun. Tak akan ia biarkan miliknya didekati oleh nenek lampir seperti Tiara.

Sesampainya di gramedia, Alana berlari dan langsung menerobos di tengah-tengah Angkara dan Tiara.

"Kebetulan kita bertemu di sini Kak." Alana menyengir sambil merangkul lengan Angkara. Hal itu membuat Tiara naik pitam.

Siapa yang tidak kesal jika momen berduanya diganggu oleh seseorang? Terlebih siswa bandel seperti Alana.

"Bukannya tadi lo berlawanan arah sama kita?" celetuk Tiara.

"Memang benar, tapi gue tiba-tiba kepikiran mau baca buku. Eh malah bertemu pujaan hati. Memang benar ya, jodoh nggak akan ke mana."

"Cari lah buku!" perintah Angkara dan melepaskan rangkulan Alana secara paksa.

Terpopuler

Comments

Yunia Afida

Yunia Afida

angkara jangan cuek lah tar bucin lo ke alana

2024-02-05

2

Arsyad Al Ghifari 🥰

Arsyad Al Ghifari 🥰

Alana wanita tangguh tak seperti ibunya yang mudah di tindas .
bagaimana kabarnya Aurora Thor apa jadi menikah dengan Adam atau nggak

2024-02-04

1

Valent Theashef

Valent Theashef

entr klo alana dh gk ngejar2 baru brsa ya angkara,hehe jngan2 angkara djodohin ma tiara lgi,trs entr pa2 fitnah alana bis tu alana jauh baru deh angkara kehilangan,hehe moga lbih seru ya crtany..

2024-02-04

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 ~ Dasar bocah!
2 Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3 Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4 Bab 4 ~ Jauhin aku!
5 Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6 Bab 6 ~ Target salah sasaran
7 Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8 Bab 8 ~ Philophobia
9 Bab 9 - Insecure
10 Bab 10 - Mengemis Cinta
11 Bab 11 - Mr.K
12 Bab 12 ~ Menikah?
13 Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14 Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15 Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16 Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17 Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18 Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19 Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20 Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21 Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22 Bab 22 - Maaf, ini salahku
23 Bab 23 - Cinta dan Benci
24 Bab 24 ~ Razia Tas
25 Bab 25 ~ Pindah sekolah
26 Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27 Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28 Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29 Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30 Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31 Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32 Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33 Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34 Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35 Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36 Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37 Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38 Bab 38 ~ Gagal mendidik
39 Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40 Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41 Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42 Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43 Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44 Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45 Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46 Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47 Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48 Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49 Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50 Bab 50 ~ Aku egois Kak
51 Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52 Bqb 52 ~ Bukan Vano
53 Bab 53 ~ Bangun!
54 Bab 54 ~ Pendarahan otak
55 Bab 55 ~ Jasmine
56 Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57 Bab 57 ~ Mencari perhatian
58 Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59 Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60 Bab 60 ~ Cuma titanium
61 Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62 Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63 Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64 Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65 Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66 Bab 66 ~ Keburukan Alana
67 Bab 67 ~ Manis Sekali
68 Bab 68 ~ Alana Arshila
69 Bab 69 ~ Muntah Darah
70 Bab 70 ~ Menangislah!
71 Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72 Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73 Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74 Bab 74 ~ Pelakor
75 Bab 75 ~ Malam Pertama
76 Bab 76 ~ Dasar penggoda
77 Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78 Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79 Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80 Bab 80 ~ Lana milik Kara
81 Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82 Bab 82 ~ Daddy Gue
83 Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84 Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85 Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86 Bab 86 ~ Sarapan manis
87 Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88 Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89 Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90 Bab 90 ~ Keras Kepala
91 Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92 Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93 Bab 93 ~ Daddy kita
94 Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95 Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96 Bab 96 ~ Merawat Daddy
97 Bab 97 ~ Putri Daddy
98 Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99 Bab 99 ~ Alana dan Devano
100 Bab 100 ~ Lo milik gue!
101 Bab 101 ~ Hari Bahagia
102 Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103 Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104 Bab 103 ~ Tespek garis dua
105 Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106 Promosi novel
107 Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108 Bab 106 ~ Ending
109 Istri untuk Suamiku
110 Novel Baru
111 Pesona Tukang Parkir
Episodes

Updated 111 Episodes

1
Bab 1 ~ Dasar bocah!
2
Bab 2 ~ Nama aku Angkara!
3
Bab 3 ~ Kak Angkara milik gue!"
4
Bab 4 ~ Jauhin aku!
5
Bab 5 ~ Mau jadi pacarku?
6
Bab 6 ~ Target salah sasaran
7
Bab 7 ~ Sekarang kita pacaran!
8
Bab 8 ~ Philophobia
9
Bab 9 - Insecure
10
Bab 10 - Mengemis Cinta
11
Bab 11 - Mr.K
12
Bab 12 ~ Menikah?
13
Bab 13 ~ Kenapa harus Alana, Pa?
14
Bab 14 - Mengundurkan diri jadi ketua geng motor?
15
Bab 15 - Mundur dari perjodohan
16
Bab 16 - Putri Daddy adalah yang terbaik.
17
Bab 17 - Ini semua karena kalian!
18
Bab 18 - Kamu ingin dibenci?
19
Bab 19 - Nyi Roro Kidul
20
Bab 20 - Aku kira Alana cewek baik-baik.
21
Bab 21 - Vano membenci Daddy!
22
Bab 22 - Maaf, ini salahku
23
Bab 23 - Cinta dan Benci
24
Bab 24 ~ Razia Tas
25
Bab 25 ~ Pindah sekolah
26
Bab 26 ~ Jatuh cinta wajar atau menakutkan?
27
Bab 27 ~ Berhenti membuat masalah di sekolah!
28
Bab 28 ~ Kara sakit apa tante?
29
Bab 29 ~ Terjebak dalam permainan
30
Bab 30 ~ Lalu kenapa Mama dan papa nggak bisa menyelesaikannya?
31
Bab 31 ~ Jadi lo lebih memilih Kara daripada Avegas?
32
Bab 32~ Lo harus ingat, musuh abadi All Star adalah Avegas!
33
Bab 33 ~ Bukan milik Alana
34
Bab 34 ~ Keputusan gue bersikap mutlak!
35
Bab 35 ~ Ingin seperti mereka
36
Bab 36 ~ Jangan dekati putriku!
37
Bab 37 ~ Anda puas Pak Dito?
38
Bab 38 ~ Gagal mendidik
39
Bab 39 ~ Kenapa kau datang lagi?
40
Bab 40 ~ Harusnya Alana jatuh cinta sama gue
41
Bab 41~ Daddy mu ada di sini Nak
42
Bab 42 ~ Aku nggak mau pulang
43
Bab 43 ~ Aku bukan milikmu
44
Bab 44 ~ Jangan tinggalkan daddy ya?
45
Bab 45 ~ Jangan temui putriku!
46
Bab 46 ~ Kamu bisa saja membunuhku.
47
Bab 47 ~ Gue memang nggak pernah setuju lo menikah Al!
48
Bab 48 ~ Dia adalah putri daddy!
49
Bab 49 ~ Terimalah kenyataan
50
Bab 50 ~ Aku egois Kak
51
Bab 51 ~ Aku takut menyakitimu Al
52
Bqb 52 ~ Bukan Vano
53
Bab 53 ~ Bangun!
54
Bab 54 ~ Pendarahan otak
55
Bab 55 ~ Jasmine
56
Bab 56 ~ Kita suami istri, tapi bukan pasangan
57
Bab 57 ~ Mencari perhatian
58
Bab 58 ~ Dia akan pergi karena cintamu
59
Bab 59 ~ Jadi kamu orangnya?
60
Bab 60 ~ Cuma titanium
61
Bab 61~ Memutuskan untuk jatuh cinta.
62
Bab 62 ~ Sikap yang berbeda
63
Bab 63 ~ Bukan Upik Abu
64
Bab 64 ~ Pulang Nak, daddy menunggumu.
65
Bab 65 ~ Memangnya gue punya berapa daddy?
66
Bab 66 ~ Keburukan Alana
67
Bab 67 ~ Manis Sekali
68
Bab 68 ~ Alana Arshila
69
Bab 69 ~ Muntah Darah
70
Bab 70 ~ Menangislah!
71
Bab 71 ~ Berhenti menoleh ke belakang dan melukai seseorang
72
Bab 72 ~ Aku takut tapi senang
73
Bab 73 ~ Mulai Menjauh
74
Bab 74 ~ Pelakor
75
Bab 75 ~ Malam Pertama
76
Bab 76 ~ Dasar penggoda
77
Bab 77 ~ Serangan jatuh cinta
78
Bab 78 ~ Antek-antek Alana
79
Bab 79 ~ Kenapa kamu sangat membenciku?
80
Bab 80 ~ Lana milik Kara
81
Bab 81 ~ Di antara Aron dan Dito
82
Bab 82 ~ Daddy Gue
83
Bab 83 ~ Hak untuk memilih
84
Bab 84 ~ Rencana Penyerangan
85
Bab 85 ~ Hanya masalah kecil
86
Bab 86 ~ Sarapan manis
87
Bab 87 ~ Keyakinan yang berbeda
88
Bab 88 ~ Pelukan Terakhir
89
Bab 89 ~ Adzan Berkumandang
90
Bab 90 ~ Keras Kepala
91
Bab 91 ~ Bukannya lo memang mau dia pergi dari hidup lo?
92
Bab 92 ~ Meminta maaf atau memberikan maaf
93
Bab 93 ~ Daddy kita
94
Bab 94 ~ Demi kebahagiaan Istriku
95
Bab 95 ~ Setiap perbuatan jahat ada alasan di baliknya
96
Bab 96 ~ Merawat Daddy
97
Bab 97 ~ Putri Daddy
98
Bab 98 ~ Alana lebih berhak
99
Bab 99 ~ Alana dan Devano
100
Bab 100 ~ Lo milik gue!
101
Bab 101 ~ Hari Bahagia
102
Bab 102 ~ Kebahagiaan dan kesedihan
103
Novel Baru ~ Istri Amnesia Ustaz Azzam
104
Bab 103 ~ Tespek garis dua
105
Bab 104 ~ Pasangan Bucin
106
Promosi novel
107
Bab 105 ~ Persiapan acara tahunan
108
Bab 106 ~ Ending
109
Istri untuk Suamiku
110
Novel Baru
111
Pesona Tukang Parkir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!