🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Regina sedang menunggui anak nya yang masih tidur, anak nya terkena penyakit Demam berdarah karena gigitan nyamuk. Mungkin karena musim panas ,sehingga nyamuk meraja rela di sekitar rumah mereka.
Memang di daerah rumah Regina banyak sekali anak anak yang sudah terkena penyakit seperti itu,makanya kepala lingkungan disana meminta kepala rumah tangga untuk melakukan gotong royong minggu ini agar tidak ada lagi anak anak yang mendapatkan penyakit Demam berdarah
Anak nya masih tertidur setelah sarapan pagi dan bermain game di ponsel nya,Regina memang membelikan ponsel pintar untuk anak nya tapi dia selalu membolehkan anak nya bermain game di ponsel saat bersama nya . Regina pergi bekerja di pagi hari dan mengantarkan anak nya ke sekolah,sore nya baru Regina menjemput nya kembali .
Regina memilih menitipkan anak nya bersama salah satu guru di sekolah Taman kanak kanak itu dari pada dengan perawat yang dia bayar,karena semua aktifitas anak nya di awasi oleh guru disana . Apalagi jika sore hari maka akan ada les tambahan bagi anak sekolah dasar disana,sehingga Citra akan ikut duduk dan bermain bersama anak anak yang lebih besar dari nya .
Citra,anak Regina dari mantan suami nya yang berselingkuh dengan sahabat nya sendiri. Sejak saat itu Regina tidak lagi percaya dengan yang nama nya persahabatan juga cinta, dia memilih untuk fokus pada anak nya saja .
Ceklek
"Bu,apa Citra sedang tidur ?" tanya Lucy yang membuka pintu ruangan itu dan langsung masuk.
Lucy cukup dekat dengan Regina ,dia sering datang ke rumah Regina dan bermain dengan anak nya Regina saat libur. Lucy menyukai anak anak ,dia sering ikut pergi jalan jalan bersama dengan Regina dan anak nya setiap liburan karena memang ngak ada yang spesial saat Lucy libur.
"Eh....Lucy,masuk lah . Kamu bersama dengan siapa ? " ucap Regina yang melihat Lucy berdiri didepan pintu dengan beberapa paperbag ditangan nya.
Regina yakin jika apa yang dibawa oleh Lucy bukan lah punya Lucy,dia menatap ke arah belakang lucy dan melotot. Dia tidak menyangka kalau Hendri datang kesana bersama dengan Maria dan Lucy,ditangan Maria dan Hendri juga banyak bungkusan.
Regina melirik ke arah Lucy,tapi Lucy hanya mengangkat kedua bahu nya saja . Dia juga merasa cukup kesal melihat Hendri yang selalu ingin berhenti di setiap toko yang dia lewati,karena mereka menumpang mobil Hendri membuat Lucy dan Maria hanya mengikuti perintah atasan nya itu saja hingga hampir semua yang dijual di setiap toko di beli nya .
Lucy juga Maria meletakan bungkusan yang mereka bawa di lantai,karena meja yang ada diruangan itu tidak cukup untuk menampung semua nya . Ruangan yang ditempati oleh Citra merupakan ruangan besar yang mencakup tiga pasien,ada meja kecil disamping tempat tidur pasien nya.
Bukan ruangan VIP yang hanya untuk satu orang,untung nya disana hanya ada Citra karena dia tempat tidur pasien itu belum terisi . Kebetulan tempat tidur Citra berada dekat jendela dan paling ujung ,Hendri memperhatikan sekeliling nya. Dia mengernyitkan dahi nya saat melihat sebuah kasur lipat tipis berada dibawah tempat tidur ,kemudian dia menatap ke arah Regina.
"Hhmmm....Kenapa anda datang kesini tuan Hendri ? Apa ada yang anda perlukan dengan saya ?" tanya Regina yang masih merasa bingung dengan kehadiran Hendri disana .
"Itu kasur lipat ? Buat apa ?" tanya Hendri,dia tidak menjawab pertanyaan dari Regina dan menunjuk ke arah kasur lipat yang berada dibawah tempat tidur pasien yang ditempati Citra.
"Ya....untuk Saya tidur tuan " jawab Regina yang masih bingung dan kembali menatap ke arah Lucy juga Maria.
"Jadi tempat tidur ini untuk siapa ?" Tanya Hendri lagi sambil menunjuk dua tempat tidur yang dekat ke pintu mereka masuk tadi.
"Itu tempat tidur pasien tuan Hendri,anda ngak pernah ke rumah sakit ya ?" jawab Lucy yang tertawa kecil,dia yakin jika hendri ngak pernah melihat ruangan yang banyak pasien nya .
Mungkin saat sakit ,Hendri selalu di tempat kan di ruangan VIP makanya dia merasa heran melihat ruangan Citra saat ini . Apalagi tidak ada AC nya ,ruangan itu cukup panas untuk nya .
Siang ini termasuk cukup terik, sehingga tidak ada angin yang masuk melalui jendela. Kipas angin juga hanya satu ,itu pun berada diatas langit langit ruangan itu saja.
"Ada urusan apa anda kesini tuan Hendri ? Apa anda perlu laporan keuangan bulan ini ? Saya sudah memberikan nya pada Maria,anda bisa meminta nya pada Maria " ucap Regina yang sudah tak sabar dengan sikap Hendri saat ini .
"Ekkhmm.....saya ingin bicara dengan mu karena hal lain,ini penting . Tidak ada hubungan nya dengan perusahaan, makanya saya langsung datang kesini . Lagi pula saya juga ingin menjenguk anak kamu,memang nya tidak boleh ?" jelas Hendri dengan tegas ,dia menjawab nya sambil melirik ke arah Lucy dan Maria.
Lucy dan Maria seolah mengerti,mereka mendekati Regina dan memberikan apa yang mereka bawa.
"Bu....ini dari kami,semoga Citra cepat sembuh" ucap Lucy yang langsung memeluk tubuh Regina,Regina pun membalas nya dan menganggukan kepala nya saja sambil tersenyum.
"Terima kasih Lucy, Maria . Kenapa bawa banyak sekali bungkusan untuk Citra ?" ucap Regina dengan pelan .
"Yang itu bukan dari kami ,tapi dari tuan Hendri bu " jawab Maria sambil tertawa kecil,dia pun ikut memeluk tubuh Regina yang masih bengong dan melirik ke arah Hendri
"Jangan panggil aku tuan,panggil saja pak. Sudah sering sekali saya bilang sama kalian " ucap Hendri dengan kesal, dia ngak suka di panggil tuan .
"Hhmmm....baiklah pak Hendri ,bu Regina. Kami ngak bisa lama,kami harus kembali ke kantor lagi . Semoga Citra cepat sembuh ya bu" ucap Maria dan dia segera menarik tangan Lucy untuk pergi dari sana.
"Ah...ya,baiklah. Terima kasih atas doa nya untuk Citra, kalian hati hati dijalan ya . Kirim salam sama yang lainnya " ucap Regina dengan senyuman lembut nya, dia melihat Lucy dan Maria berjalan keluar dari ruangan rawat inap anak nya kemudian dia melirik ke arah Hendri .
Regina pikir kalau Hendri juga ikut pulang ,tapi terlihat Hendri hanya diam saja dan berdiri ditempat nya hingga kedua wanita beda usia itu keluar dari sana.
"Hhmmm.....Bapak Hendri kenapa masih disini " tanya Regina dengan mengernyitkan dahi nya cukup dalam , dia menatap mata Hendri dengan bingung
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 132 Episodes
Comments
she
lagii
2024-02-02
0
Ayu Kerti
mau pdkt bu regina😊
2024-02-02
0
Nadiyah1511
Hendri nya mo ngomongin masa depan gina🤭
2024-02-01
0