Perjanjian Malvin

"Jaga ucapan mu, Jisya!" Sentak pria itu tak menerima kata-kata kasar Jisya yang menghinanya barusan.

"Kau sedang marah? Kau mau membela dirimu? memang apa yang salah dari ucapanku? bukan kah kau memang menjijikan? Apa kau sadar jika kau baru saja melakukan berzinahan dengan kakak calon mantan istrimu sendiri? Kalian berdua memang benar-benar sama menjijikan!" ucap Jisya penuh penekanan.

Plak!

Tamparan Sasa mendarat di pipi adiknya tak menerima perkataan sang adik yang menghina perbuatannya bersama dengan Malvin.

"Jangan sok suci kamu Jisya!" Bentak Sasa menatap murka adiknya itu.

Jisya memegang pipinya dan balas menampar kakaknya

Plak!

"Arkh!" Pekik Sasa kesakitan saat mendapat tamparan keras dari sang adik.

"Kenapa kalian berdua marah? bukan kah itu kenyataannya? Bukan kah kalian berdua sudah melakukan hal-hal yang menjijikkan! Sehingga membuat kakak sendiri hamil dari laki-laki bajingan ini!" tunjuk Jisya kepada Malvin.

"Cih! bilang saja jika kau iri, kau cemburu karena aku bisa mendapatkan Malvin dan yang pasti Malvin tidak jadi menikah dengan mu, iya kan!" sinis Sasa kepada adiknya.

"Iri? kakak bilang aku iri? Yang ada aku malah bersyukur karena aku tidak jadi menikah dengan laki-laki tukang selingkuh seperti dirinya ini! Dan laki-laki yang berselingkuh, akan sangat sulit untuk menghilangkan kebiasaan buruknya yang tercela itu. Dan seharusnya kakak juga harus lebih waspada ke depannya, saat nanti dia sudah menjadi suami kakak, karena tidak mustahil dia juga akan melakukan hal yang sama di belakang kakak, nanti! yang akan membuat kakak menyesal telah menikah dengannya!" tunjuk Jisya kepada Marvin.

"Jangan kurang ajar kamu pada calon kakak iparmu, Jisya!" bentak Mama Sua yang tiba-tiba datang.

Dan tentu saja kedatangan mama Sua akan berhasil membungkam mulut gadis itu. Karena Jisya selalu tak berdaya di hadapan mama dan juga papanya. Kecuali wanita paruh baya itu sudah melewati batas seperti semalam di mana suaminya begitu direndahkan oleh mamanya.

"Kekacauan apalagi yang akan kamu timbulkan kali ini, Jisya!" tambah mama Sua bertanya kepada gadis itu.

"Jawab mama, Jisya!" Bentak Sua mendorong kasar bahu putrinya

Jisya memilih membalik badan dan melangkah naik ke atas kamar memilih untuk menghentikan pertengkaran yang akan semakin menjadi-jadi jika dia terus meladeni mereka semua.

"Dasar anak kurang ajar kamu Jisya! durhaka kamu sama mama. Mama sedang berbicara dengan kamu, tapi kamu malah pergi begitu saja! Semenjak kau sudah menikah dengan satpam miskin itu, kau sudah berubah menjadi anak kurang ajar dan suka melawan kata-kata orang tua!" Mama Sua masih memarahi putrinya itu meski gadis itu sudah menghilang di pandangannya.

Setelah memakai putrinya yang terus saja melangkah naik ke atas tanpa menghentikan langkah gadis itu.

Mama Sua kembali melihat ke arah Malvin yang masih berdiri diam di tempat.

Percaya atau tidak, mama semua malah tersenyum kepada pria itu sembari meminta maaf atas sikap putrinya yang sudah mengeluarkan kata-kata kasar kepada pria itu.

Sungguh di luar dugaan bukan? padahal jelas-jelas Malvin adalah laki-laki yang baru-baru saja hampir mempermalukan keluarga besarnya jika tidak ada yang ingin menikahi Jisya. Tapi karena materi, semuanya bisa berubah, bahkan harga diri seolah tidak ada apa-apanya.

Setelah menimbulkan sedikit drama di rumah keluarga kekasihnya. Akhirnya Marvin pamit pulang.

Di mobil pria itu terdiam dan menatap lurus ke depan sembari mengemudi dan mengingat apa yang baru-baru terjadi sebelum upacara pernikahannya dengan Jisya.

Flash Back

"Berapa dana yang kau butuhkan?" tanya seorang laki-laki yang duduk di atas kursi kebesarannya sembari membelakangi Malvin yang membuat pria itu tidak bisa melihat wajah laki-laki yang sedang duduk di hadapannya itu.

"Lumayan banyak, Tuan. Dana yang saya butuhkan sangat besar sehingga tidak ada satupun perusahaan yang berani untuk meminjamkan saya dana sebesar itu. Karena mereka semua tahu jika perusahaan saya sudah diambang kebangkrutan dan mungkin sebentar lagi akan gulung tikar," jelas Malvin yang membuat wajah sedih dengan harapan pria itu mau mengeluarkan dana untuknya.

Tampak laki-laki itu menarik tipis sudut bibirnya.

"Aku tidak masalah jika ingin mengeluarkan dana berapapun yang kau butuhkan, aku akan tetap menyanggupinya. Tapi dengan satu syarat..." ucap pria itu menggantung.

Malvin mengerut. "Apa anda ingin sebuah jaminan? Tapi maaf, kalau sebuah jaminan anda pasti sudah tahu kalau saya sudah tidak punya apa-apa. Karena perusahaan saya saja sudah berada di ambang kebangkrutan yang mungkin sebentar lagi akan gulung tikar," jelas Malvin takut kalau sampai pengusaha itu juga sama seperti yang lainnya tak ingin mengeluarkan dana untuk perusahaannya.

"Tidak, bukan itu yang saya inginkan. Saya hanya menginginkan seseorang wanita." ucap pria itu kembali menggantung ucapannya.

"Wanita? Apa maksud anda Tuan? saya tidak mengerti wanita seperti apa yang anda inginkan. Bukan kah pengusaha kaya raya seperti anda bisa mendapatkan wanita yang seperti apa saja yang anda inginkan. Dan mungkin anda juga tidak kekurangan wanita di sisi anda Tuan," jawab Malvin heran mendengar permintaan lawan bicaranya itu.

"Anda benar juga. Tapi yang saya inginkan itu, adalah wanitamu," kata laki-laki itu membuat Malvin terperanjat kaget.

"Apa? Wanitaku? Apa maksud anda Tuan?" sedikit meninggi nadanya karena kurang suka dengan permintaan dari pria tersebut.

"Aku tidak masalah jika kau mengatakan kau tidak mau, mungkin kau bisa bersiap-siap untuk menjadi seorang gembel di jalanan." ucap pria itu seperti sebuah ancaman sembari menyeringai dan masih setia membelakangi Malvin.

Seketika raut wajah pria itu kembali berubah saat menyadari sikapnya yang kurang pantas dalam bersikap, padahal dia sangat membutuhkan dana dari perusahaan pria itu.

"M-Maafkan sikap saya yang sudah lancang tadi Tuan. Sebenarnya saya kurang mengerti maksud anda, wanita saya? Wanita yang mana yang Tuan maksud itu?"

"Yang pasti aku tidak mau wanita bekasmu, tapi aku mau calon istrimu yang masih bersegel tentunya," ucap pria itu membuat Malvin lagi dan lagi tersentak kaget dan berpikir bagaimana pria itu bisa tahu jika dia memiliki calon istri dan berkata 'wanita bekas' seolah-olah pria itu tahu jika dia memiliki seorang wanita selingkuhan.

"Maksud, anda?" tanya Marvin lagi untuk memastikan semoga saja apa yang di pinta oleh laki-laki itu hanya kesalahan dalam pendengarannya.

"Maksud saya Jisya Nidya. Bukan Sasa selingkuhan mu, tapi calon istrimu yang tinggal beberapa hari lagi akan menjadi istrimu." Ucap pria itu terdengar jelas dan begitu lantang jika yang di inginkannya itu adalah Jisya calon istri dari pria itu.

Malvin mengepel erat kedua tangannya sehingga memperlihatkan tulang belulang punggung tangan pria itu.

Jujur saja meski pria itu berselingkuh dengan Sasa, tapi tak bisa di nafikan jika dia sangat mencintai Jisya calon istrinya itu. Perselingkuhannya dengan Sasa hanya untuk memuaskan hasratnya, karena Jisya tidak mau disentuh olehnya sebelum mereka halal menjadi suami istri.

Tapi demi bisa menyelamatkan perusahaannya yang kini berada di ambang kebangkrutan Marvin tak punya pilihan selain hanya bisa menyepakati perjanjian yang sangat bertolak belakang dengan keinginan hati pria itu.

"T-tapi Tuan, tinggal beberapa hari lagi saya akan menikah dengan Jisya. Mana mungkin saya untuk membatalkan pernikahan di antara kami itu, Tuan," Malvin masih mencoba untuk meminta belas kasihan dari pria itu sembari sedikit memelas dari nadanya.

"Sudah aku katakan tadi, yang aku inginkan itu adalah calon istrimu. Mau atau tidak mau, aku tidak perduli."

"Tapi ingat, siapapun tidak akan ada yang bisa hidup bersama dengannya, karena Jisya Nidya adalah milikku!" Tegas pria itu kemudian berdiri dari duduknya dan mengambil masker menutupi wajahnya berjalan keluar dari ruangannya meninggalkan Malvin bersama Sekretarisnya di dalam ruangan itu.

Selesai Flash Back

Terpopuler

Comments

Albertus Sinaga

Albertus Sinaga

siapa pria yg mengultimatum malvin, apakah agra, kalau arga itu orangnya pengecut juga

2024-12-12

0

guntur 1609

guntur 1609

brti Arga memang sdh menyelidiki jusya selama ni

2025-02-11

0

Sri Siyamsih

Sri Siyamsih

Argakah itu, berarti dia dah lm ngincer Jisya

2025-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Permintaan Seorang Gadis Pada Satpam Tampan
2 Hinaan Dari Keluarga Istri
3 Apa Status Mu
4 Dia Istri Saya
5 Ancaman dari Ryan
6 Kenyataan
7 Siapa Kau?
8 Kedatangan Malvin
9 Kesombongan Mama Sua
10 Menjijikkan
11 Perjanjian Malvin
12 Di Remehkan
13 Kau Yang Mengikat Dirimu Di Sisiku
14 Perkelahian
15 Deg
16 Pria Berhati Bengis
17 Merasa Dibohongi Suami
18 Sama Saja
19 Masa Lalu Rega Argapramana
20 Jisya!
21 Tak Sengaja
22 Trauma
23 Kekacauan di kantor polisi
24 Hari Persidangan
25 Keputusan Hakim
26 Kehancuran Jisya
27 Bukan Menumpang Hidup, Tapi Berbagi Hidup.
28 Kedatangan Ayah Arga
29 Di Kerjai Suami Sendiri
30 Jahil kena batunya
31 DOR!
32 Kedatangan Arini Dan Sasa
33 Pembalasan Di Mulai
34 Adegan Memalukan
35 Rencana Penculikan
36 Bab
37 TentangKu
38 DEG
39 Terpaksa
40 Untuk Apa Aku Mencintainya
41 Maafkan Aku
42 Kekecewaan
43 Kejam!
44 Kebenaran Mengejutkan
45 Bertemu Di Apartemen
46 Sebuah Tembakan
47 Permintaan Dya
48 Aku Tidak Tega Menyakitinya
49 Pria Mencurigakan
50 Berterus Terang
51 Kesengajaan Dya
52 Berusaha Membujuknya
53 Bab
54 Bab,
55 Ketegasan Arga
56 babb
57 Kehancuran Damar
58 Foto Bunda
59 Awal Mula Jatuh Cinta
60 1
61 Pertengkaran Arini dan Suaminya
62 Kekacauan
63 DEG...
64 Pekerjaan Untuk Keluarga Damar
65 Kedatangan Tante Mia
66 Fitnah Mia
67 Pertengkaran Jisya dan Arga
68 Sandiwara Mia
69 Membungkam Mulut Mia
70 1
71 Musibah
72 Curiga
73 Kedatangannya
74 Kedatangan Ayah kandung
75 Mia Geram
76 Gengsi
77 Rencana jahat Leo
78 Kaget
79 Bab
80 Terjebak
81 Jisya Di Culik
82 Terancam
83 Leo dan Dya Tertangkap
84 Aku Sangat Merindukan Mama
85 Arga ingin menyampaikan sesuatu
86 TAMAT
87 Promo S2 Udah Rilis
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Permintaan Seorang Gadis Pada Satpam Tampan
2
Hinaan Dari Keluarga Istri
3
Apa Status Mu
4
Dia Istri Saya
5
Ancaman dari Ryan
6
Kenyataan
7
Siapa Kau?
8
Kedatangan Malvin
9
Kesombongan Mama Sua
10
Menjijikkan
11
Perjanjian Malvin
12
Di Remehkan
13
Kau Yang Mengikat Dirimu Di Sisiku
14
Perkelahian
15
Deg
16
Pria Berhati Bengis
17
Merasa Dibohongi Suami
18
Sama Saja
19
Masa Lalu Rega Argapramana
20
Jisya!
21
Tak Sengaja
22
Trauma
23
Kekacauan di kantor polisi
24
Hari Persidangan
25
Keputusan Hakim
26
Kehancuran Jisya
27
Bukan Menumpang Hidup, Tapi Berbagi Hidup.
28
Kedatangan Ayah Arga
29
Di Kerjai Suami Sendiri
30
Jahil kena batunya
31
DOR!
32
Kedatangan Arini Dan Sasa
33
Pembalasan Di Mulai
34
Adegan Memalukan
35
Rencana Penculikan
36
Bab
37
TentangKu
38
DEG
39
Terpaksa
40
Untuk Apa Aku Mencintainya
41
Maafkan Aku
42
Kekecewaan
43
Kejam!
44
Kebenaran Mengejutkan
45
Bertemu Di Apartemen
46
Sebuah Tembakan
47
Permintaan Dya
48
Aku Tidak Tega Menyakitinya
49
Pria Mencurigakan
50
Berterus Terang
51
Kesengajaan Dya
52
Berusaha Membujuknya
53
Bab
54
Bab,
55
Ketegasan Arga
56
babb
57
Kehancuran Damar
58
Foto Bunda
59
Awal Mula Jatuh Cinta
60
1
61
Pertengkaran Arini dan Suaminya
62
Kekacauan
63
DEG...
64
Pekerjaan Untuk Keluarga Damar
65
Kedatangan Tante Mia
66
Fitnah Mia
67
Pertengkaran Jisya dan Arga
68
Sandiwara Mia
69
Membungkam Mulut Mia
70
1
71
Musibah
72
Curiga
73
Kedatangannya
74
Kedatangan Ayah kandung
75
Mia Geram
76
Gengsi
77
Rencana jahat Leo
78
Kaget
79
Bab
80
Terjebak
81
Jisya Di Culik
82
Terancam
83
Leo dan Dya Tertangkap
84
Aku Sangat Merindukan Mama
85
Arga ingin menyampaikan sesuatu
86
TAMAT
87
Promo S2 Udah Rilis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!