Bab 12 : Perhatian lo bikin gue bingung

Akhirnya Rere menikmati onigiri rasa tuna pemberian ibunya Kanaka itu, sebenarnya apa yang dikatakan oleh Kanaka itu tak ada yang salah sih.

Yang salah adalah mereka tak sedang menjalani hubungan apapun, hingga rasanya terlalu berlebihan kalau ibu dari temannya itu sampai harus bersusah payah seperti ini.

Rere tak ingin besar kepala dan menganggap Kanaka tertarik kepada dirinya yang merupakan anak orang tak mampu, Rere masih menganggap dirinya bagai butiran debu di mata Kanaka.

Belum lagi malam sebelumnya, Rere harus menerima kuliah empat SKS dari sang ibu tentang status sosial yang jauh berbeda antara Rere dan Kanaka.

Kalau kata bu Laras ibunya Rere 'jangan bermimpi terlalu tinggi, kalo jatuh yang sakit kamu sendiri!'

Dan demi apapun Rere tak akan melawan petuah bijak dari sang ibu, satu-satunya orang tuanya yang dimilikinya saat ini.

Kanaka memilih tak peduli dengan apapun yang dilakukan Rere, sebenarnya kesel sama Mimo nya juga karena mengambil kesimpulan tanpa tahu fakta yang sesungguhnya.

"Um Ka.... ini mau gue setorin ke mas Dewa atau ke lo?" tanya Rere hati-hati, melihat muka Kanaka surem kayak mau ngajakin ribut, siapa yang tak takut kan.

"Taruh aja disini!" ketus Kanaka sambil melirik mejanya.

Dengan pelan Rere meletakkan dokumen yang tadi sempat dicoret-coret sama Kanaka dan diserahkan ke Rere agar dokumennya dibetulkan di komputer.

Rere menggusah nafasnya pelan, pasalnya apapun yang terjadi diantara mereka selalu saja Rere yang disalahkan oleh Kanaka.

Sementara dalam hati, Kanaka merutuki hatinya, karena mudah tersinggung apabila Rere melakukan sesuatu yang tak sesuai dengan apa yang dimaui oleh Kanaka, um....seperti saat ini yang menolak sarapan dari Mimo nya, dan waktu itu yang menolak untuk diantar pulang ke rumahnya.

Demi menghindari atmosfer ruangan yang tiba-tiba dingin, Rere memutuskan pergi ke rooftop, memandang pemandangan sore yang cantik dengan latar belakang kota Jakarta yang terbias sinar matahari sore yang berwarna jingga.

Kanaka pun memutuskan untuk pergi ke rooftop, ia mendorong pelan pintu itu dan dia terpaku saat melihat punggung seseorang yang belakangan hari ini mengusik hatinya.

Berulang kali Kanaka menolak, tetapi entah kenapa gelenyar aneh di hatinya itu terus datang dan mengusik hatinya.

Rere memang cantik, tipe-tipe cantik yang tidak membosankan gitu orangnya, meski wajahnya jarang terkena polesan bedak tebal tapi entah kenapa aura kecantikannya memancar keluar.

Apalagi saat tersenyum lebar sehingga lesung pipinya terlihat, dengan mata besarnya yang membuat wajahnya terlihat sempurna di mata Kanaka.

"Ngapain sore-sore berdiri disitu? Lo nggak sedang mikir mau bunu* diri kan?" tanya Kanaka pelan.

Rere yang pikiran sedang melalang buana kemana-mana itu, terkaget dan sontak menoleh ke asal suara.

'Dia lagi, dia lagi, apa nggak bisa menjauh sebentar dari gue?' bisik Rere dengan mata kembali menatap ke depan.

"Lo lagi ngapain?" tanya Kanaka lagi dengan intonasi yang dibuat selembut mungkin agar Rere tak merasa sakit hati lagi.

"Gue ngapain kan bukan urusan lo?!" sahut Rere ketus.

Dia kabur kesini karena ingin menenangkan diri dan meredakan debaran jantungnya yang sedang tidak baik-baik saja saat berdekatan dengan cowok itu, eh cowok itu malah ikut kemari.

"Ketus amat jawabnya," ucap Kanaka sambil menyandarkan tubuh di tembok pembatas di rooftop ini.

"Bisa nggak lo jangan ikut campur urusan gue! Mau gue terjun, mau gue terbang, itu urusan gue! Ngapain lo mau tau aja!" teriak Rere membuat Kanaka terjengkit kaget.

"Ngapain lo teriak sih?! Kuping gue nggak budeg!" sahut Kanaka tak kalah ketus.

"Karena gue nggak suka lo ngedeketin gue mulu, kebaikan lo itu bikin gue frustasi!" teriak Rere sambil menatap nyalang Kanaka.

Mendengar teriakan Rere itu, jelas membuat emosi Kanaka naik ke permukaan.

Kanaka menarik tangan Rere, memepetnya ke dinding tembok sebelah kiri, lalu dengan rakus mengakuisisi bibir Rere.

Rere melotot mendapat serangan tersebut, harusnya dia menarik diri kan atau memukul badan Kanaka keras-keras, tapi nyatanya hati Rere tak bisa berbohong kemana dia mau berlabuh.

Rere mulai memejamkan mata dan menikmati bibir Kanaka yang telah mencuri ciuman pertamanya itu.

Saat keduanya hampir kehabisan nafas, Kanaka merenggangkan tubuhnya dan menempelkan keningnya ke kening Rere.

"Jadi sekarang lo nggak bisa bilang gue nggak punya hak untuk ikut campur hidup lo, karena mulai hari ini lo milik gue!" kata Kanaka dengan suara pelan tapi sarat penekanan.

Rere menatap kedalaman mata Kanaka, menantang mata itu untuk mengungkapkan apa yang mau Rere dengar.

"Inget apa yang gue bilang barusan, lo milik gue, jadi jangan harap lo bisa lepas dari gue setelah ini!" lanjut Kanaka saat melihat Rere masih membisu.

Setelah akal sehatnya kembali, Rere mendorong tubuh Kanaka, lalu secepat kilat berlari dari hadapan Kanaka.

'Pernyataan macam apa itu? Gue milik dia? Jangan mimpi!' maki Rere dalam hati.

Sampai di ruangannya, Rere duduk di kursinya sambil merasakan debat dada yang semakin tak biasa itu.

Tak lama Kanaka masuk dan duduk di samping Rere, seolah-olah tak ada yang terjadi di antara mereka.

Semua staff menatap keduanya dengan tatapan bingung, ada yang berbeda dengan Kanaka dan Rere, um..... Rere terlihat salah tingkah, sedangkan Kanaka terlihat mengulum senyumnya, seperti sedang merasakan bahagia.

Tepat jam lima sore, Kanaka berdiri di samping Rere."Pulang bareng gue!" perintah Kanaka pelan.

"Tapi gue bawa motor Ka," sahut Rere menundukkan kepalanya dalam-dalam sekedar menyembunyikan rona wajahnya.

"Mulai besok pergi ama pulang barengan gue! Ngerti!" lanjut Kanaka langsung pergi meninggalkan Rere sendiri.

"Sebenarnya ini apa sih? Gue bingung, terus gimana sama ibu? Apa semua akan baik-baik saja, bagaimana kalau ibu langsung mengusir dia nanti?" Gumaman Rere nyatanya hanya bisa didengar olehnya sendiri.

"Terus hubungan kami ini disebut apa? Masak nggak ada kalimat pembukaan seperti 'aku sayang kamu' atau 'mau nggak jadi pacar aku', hmm dasar aneh!" Lagi-lagi Rere berkata sama komputer di depannya, hingga kelakuan anehnya membuat Eri yang pulang belakangan hanya menggeleng bingung.

Tak ingin terlarut dalam kebingungannya, Rere memutuskan pulang dengan otak yang tidak fokus dengan apapun yang ada di depannya.

______

Ada nggak sih di dunia nyata yang kelakuannya kayak Kanaka gini?

Menyatakan cinta sih harusnya nggak gitu ya? Tapi kalimat cinta yang terucap itu tak melulu hanya 'I love you' karena banyak juga orang di luaran sana yang kelakuannya mirip Kanaka, malah ada yang lebih parah lagi, pedekate tanpa kata lalu mendeklarasikan diri menjadi sepasang kekasih.

Betewe untuk kalian semua yang terus nantiin update nya Kanaka dan Rere, makasih banyak ya.

Salam sayang buat kalian di manapun berada.

Terpopuler

Comments

NunuPoci

NunuPoci

ada kak. saya menggalami 😚

2024-04-10

0

Rini

Rini

Cpt up ya thorr ku tunggu

2024-01-28

0

Yha Ria

Yha Ria

ihh suka deh kk. kanaka seposesif itu sma rere😅😍 Tapi takut ga direstuin sma ibunya rere😩

2024-01-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Kemenangan Pertama
2 Bab 2 : Pemuja setia
3 Bab 3 : High Quality Jomblo
4 Bab 4 : Dia lagi....
5 Bab 5 : Satu Tim
6 Bab 6 : Kudu kuat kuat mental
7 Bab 7 : Ternyata perhatian juga
8 Bab 8 : Didekatkan keadaan
9 Bab 9 : Semakin diperhatiin semakin menarik.
10 Bab 10 : Pacarnya Kanaka
11 Bab 11 : Jika Mimo sudah ikut campur
12 Bab 12 : Perhatian lo bikin gue bingung
13 Bab 13 : Terhalangnya Restu
14 Bab 14 : Siap Melamar
15 Bab 15 : Go public
16 Bab 16 : Berkenalan dengan Mimo
17 Bab 17 : Mesti jawab apa?
18 Bab 18 : Bertamu
19 Bab 19 : Dia bilang yes
20 Bab 20 : Rumah Masa Depan.
21 Bab 21 : Kamar dengan jendela besar.
22 Bab 22 : Posesifnya tambah parah.
23 Bab 23 : Selalu direndahkan
24 Bab 24 : Hasil keringat sendiri
25 Bab 25 : Meluruskan kesalahpahaman
26 Bab 26 : Mau balas dendam?
27 Bab 27 : Menikah denganmu
28 Bab 28 : Bukan Malam Pertama
29 Bab 29 : Angkat wajahmu, sombonglah!
30 Bab 30 : Dia terhormat
31 Bab 31 : Perjalanan sesungguhnya dimulai
32 Bab 32 : Isi duluan ya?
33 Bab 33 : Kecolok belum sih?!
34 Bab 34 : Cinta ini menggelembung sempurna.
35 Bab 35 : Tersanjung sekaligus nyebelin.
36 Bab 36 : Aku lho yang dimusuhin
37 Bab 37 : Hanya anak magang
38 Bab 38 : Masih abu-abu
39 Bab 39 : Terbongkar tanpa sadar
40 Bab 40 : Pengusik ketenangan
41 Bab 41 : Membangunkan macan tidur.
42 Bab 42 : Jangan sentuh milik gue!
43 Bab 43 : Berbuntut panjang.
44 Bab 44 : Posesif disana, posesif disini, posesif dimana-mana
45 Bab 45 : Bikin rusuh saja
46 Bab 46 : Upaya melengserkan Kanaka
47 Bab 47 : Salah Sasaran
48 Bab 48 : Lakukan saja yang kamu mau.
49 Bab 49 : Kanaka Unjuk Gigi
50 Bab 50 : Keputusan sulit
51 Bab 51 : Berbagi tugas
52 Bab 52 : Diinterogasi Mimo
53 Bab 53 : Ngobrol bareng keluarga
54 Bab 54 : Letta-Vetsa-Anwar
55 Bab 55 : Tiga pembalap seksi
56 Bab 56 : Sumpah seru!
57 Bab 57 : Balapan persaudaraan
58 Bab 58 : Pasangan Sejati
59 Bab 59 : Si bucin junior
60 Bab 60 : Bukan strategi yang seperti itu
61 Bab 61 : Panggilan sidang
62 Bab 62 : Kedewasaan Kanaka
63 Bab 63 : Dua Jagoan ganteng
64 Bab 64 : Be gentleman
65 Bab 65 : Ngamuk
66 Bab 66 : Nggak harus menyakiti.
67 Bab 67 : Rapat keluarga
68 Bab 68 : Pertarungan dimulai
69 Bab 69 : Memori yang tertinggal
70 Bab 69 : Mengulang.
71 Bab 71 : Ketemu si dia
72 Bab 72 : Yang terindah
73 Bab 73 : Bermain-main sedikit
74 Bab 74 : Menghadapi Pecundang
75 Bab 75 : Berkunjung ke rumah ibu
76 Bab 76 : Menuai apa yang ditabur
77 Bab 77 : Posesif ya posesif aja...
78 Bab 78 : Ngidamnya Rere
79 Bab 79 : Jadi kesayangan semua orang
80 Bab 80 : Ending
81 Extra part 1
82 Extra part 2
83 Extra part 3
84 Extra part 4
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 1 : Kemenangan Pertama
2
Bab 2 : Pemuja setia
3
Bab 3 : High Quality Jomblo
4
Bab 4 : Dia lagi....
5
Bab 5 : Satu Tim
6
Bab 6 : Kudu kuat kuat mental
7
Bab 7 : Ternyata perhatian juga
8
Bab 8 : Didekatkan keadaan
9
Bab 9 : Semakin diperhatiin semakin menarik.
10
Bab 10 : Pacarnya Kanaka
11
Bab 11 : Jika Mimo sudah ikut campur
12
Bab 12 : Perhatian lo bikin gue bingung
13
Bab 13 : Terhalangnya Restu
14
Bab 14 : Siap Melamar
15
Bab 15 : Go public
16
Bab 16 : Berkenalan dengan Mimo
17
Bab 17 : Mesti jawab apa?
18
Bab 18 : Bertamu
19
Bab 19 : Dia bilang yes
20
Bab 20 : Rumah Masa Depan.
21
Bab 21 : Kamar dengan jendela besar.
22
Bab 22 : Posesifnya tambah parah.
23
Bab 23 : Selalu direndahkan
24
Bab 24 : Hasil keringat sendiri
25
Bab 25 : Meluruskan kesalahpahaman
26
Bab 26 : Mau balas dendam?
27
Bab 27 : Menikah denganmu
28
Bab 28 : Bukan Malam Pertama
29
Bab 29 : Angkat wajahmu, sombonglah!
30
Bab 30 : Dia terhormat
31
Bab 31 : Perjalanan sesungguhnya dimulai
32
Bab 32 : Isi duluan ya?
33
Bab 33 : Kecolok belum sih?!
34
Bab 34 : Cinta ini menggelembung sempurna.
35
Bab 35 : Tersanjung sekaligus nyebelin.
36
Bab 36 : Aku lho yang dimusuhin
37
Bab 37 : Hanya anak magang
38
Bab 38 : Masih abu-abu
39
Bab 39 : Terbongkar tanpa sadar
40
Bab 40 : Pengusik ketenangan
41
Bab 41 : Membangunkan macan tidur.
42
Bab 42 : Jangan sentuh milik gue!
43
Bab 43 : Berbuntut panjang.
44
Bab 44 : Posesif disana, posesif disini, posesif dimana-mana
45
Bab 45 : Bikin rusuh saja
46
Bab 46 : Upaya melengserkan Kanaka
47
Bab 47 : Salah Sasaran
48
Bab 48 : Lakukan saja yang kamu mau.
49
Bab 49 : Kanaka Unjuk Gigi
50
Bab 50 : Keputusan sulit
51
Bab 51 : Berbagi tugas
52
Bab 52 : Diinterogasi Mimo
53
Bab 53 : Ngobrol bareng keluarga
54
Bab 54 : Letta-Vetsa-Anwar
55
Bab 55 : Tiga pembalap seksi
56
Bab 56 : Sumpah seru!
57
Bab 57 : Balapan persaudaraan
58
Bab 58 : Pasangan Sejati
59
Bab 59 : Si bucin junior
60
Bab 60 : Bukan strategi yang seperti itu
61
Bab 61 : Panggilan sidang
62
Bab 62 : Kedewasaan Kanaka
63
Bab 63 : Dua Jagoan ganteng
64
Bab 64 : Be gentleman
65
Bab 65 : Ngamuk
66
Bab 66 : Nggak harus menyakiti.
67
Bab 67 : Rapat keluarga
68
Bab 68 : Pertarungan dimulai
69
Bab 69 : Memori yang tertinggal
70
Bab 69 : Mengulang.
71
Bab 71 : Ketemu si dia
72
Bab 72 : Yang terindah
73
Bab 73 : Bermain-main sedikit
74
Bab 74 : Menghadapi Pecundang
75
Bab 75 : Berkunjung ke rumah ibu
76
Bab 76 : Menuai apa yang ditabur
77
Bab 77 : Posesif ya posesif aja...
78
Bab 78 : Ngidamnya Rere
79
Bab 79 : Jadi kesayangan semua orang
80
Bab 80 : Ending
81
Extra part 1
82
Extra part 2
83
Extra part 3
84
Extra part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!