Bab 4 : Dia lagi....

Kanaka ingin menoleh untuk melihat orang yang baru saja bergumam untuk mengoloknya itu saat denting lift berbunyi dan membuka di lantai yang dituju Kanaka.

Meski penasaran, Kanaka memilih tak peduli atas pernyataan orang yang secara terang-terangan menyindirnya tersebut, dia memilih tetap keluar dari dalam lift.

Kanaka menganggukkan kepala sopan kepada resepsionis yang berdiri di belakang meja tinggi sebagai penerima tamu kantor tersebut.

"Selamat pagi, bisa saya bantu?" sapa mbak cantik itu menyambut Kanaka ramah.

"Selamat pagi mbak, saya ingin bertemu dengan pak Vetsa, sudah ada janji kemarin," jawab Kanaka sopan.

"Mas Kanaka?" tanya mbak mencocokkan dengan nama daftar tamu pak Vetsa yang disodorkan kepadanya.

"Iya mbak," Kanaka mengangguk sopan.

"Mari mas saya antar ke ruangan bapak."

Kanaka mengikuti orang tersebut masuk melalui pintu penghubung antara front office dan back office yang dibukakan oleh orang tersebut, tetap melangkah meski bisik-bisik mulai berdengung mengiringi langkahnya.

Meski ini area executive yang mana hanya diperuntukkan jajaran direksi dan komisaris, tapi disini juga terdapat beberapa sekretaris yang berjenis kelamin perempuan yang sudah pasti air liurnya menetes melihat Kanaka yang keren abis itu.

"Mbak Nella, tamunya pak Vetsa sudah datang," embak yang tadi mengantar Kanaka itu memberi tahu seniornya yang merupakan sekretaris Vetsa.

"Makasih Dev," ucap Nella tak kalah sopan.

"Mari..... saya baiknya manggil Mas atau pak ya?" tanya Nella sopan.

"Mas aja mbak nggak papa,"jawab Kanaka sopan.

" Baik mas Kanaka, mari saya antar ke ruangan bapak, sudah dari tadi ditungguin kok." Nella berjalan di depan Kanaka menuju ke ruangan dengan pintu jati berwarna coklat yang terkesan klasik dan mahal.

Tok.... tok....

Nella mengetuk pintu tersebut dan terdengar suara berat yang mempersilakan mereka masuk.

"Bapak.... Mas Kanaka nya sudah dateng," ucap Nella saat membuka pintu ruangan itu lebar-lebar dan membiarkan Kanaka masuk ke dalam.

"Hai Ka." Vetsa berdiri dan menyambut Kanaka dengan memeluk tubuh ponakannya itu.

"Sorry ya Uncle, jalanan arah kesini agak tersendat tadi," ucap Kanaka sambil mengekori Uncle nya duduk di salah satu sofa yang tersedia disana.

"It's oke Ka, kita tahulah jalanan Jakarta, but.... nanti kalo udah masuk kesini toleransi keterlambatan hanya lima menit dari jam masuk," sahut Vetsa santai tapi penuh penekanan, keluarga mereka tentu tahu seberapa disiplinnya Vetsa itu, jangankan orang lain, Vincent dan Valeri yang anaknya saja tak mendapatkan keringanan kok, malah ditekan sedemikian rupa karena dipersiapkan sebagai penerus perusahaan ini.

"Betewe Pipo Mimo sehat kan?" tanya Vetsa.

"Sehat, Pipo lagi sibuk-sibuknya sama mas Kenzo, Mimo lagi persiapan pameran Unc," jawab Kanaka.

Percakapan mereka terjeda oleh Nella yang masuk membawa nampan berisi dua gelas kopi.

"Thanks Nell," ucap Vetsa yang dijawab anggukan sopan oleh Nella, lalu gadis cantik tadi keluar dan menutup pintu.

"Mimo mu tuh, bukannya bantu uncle ngurus perusahaan malah asyik menekuni hobby yang sejak dulu ditentang ama opa," gerutu Vetsa kesal mengingat bagaimana santainya sang kakak ketika Vetsa memintanya balik ke perusahaan.

"Hahahaha..... ya gimana ya Unc, Uncle tahulah gimana Pipo sama Mimo, ibaratnya disuruh mengarungi lautan aja dia jalanin kok demi Mimo, cuman ngelukis pastilah dikasih lampu ijo apalagi Mimo jadi lebih banyak menghabiskan waktu di rumah," ucap Kanaka membuat Vetsa tertawa terbahak.

"Udah ah jangan ngomongin orang tua kamu terus, keselek ntar, jadi udah mantep masuk ke perusahaan ini?" Vetsa kembali ke mode seriusnya.

"Mantep Unc, kan Kanaka udah janji waktu itu," jawab Kanaka sambil mengangguk mantap.

"Terus balapmu?" tanya Vetsa ingin tahu.

"Ya tetep jalan om, kan sekarang juga aku baru magang, nanti kalo udah lulus kuliah baru balapannya aku lepas," jawab Kanaka.

"Bisa atur waktu kamu?" tanya Vetsa lagi, pembicaraan mereka ini seperti orang yang sedang melakukan wawancara kerja.

"Pasti om, aku bukan tipe orang yang nggak komit ama tanggung jawab ku kok," jawab Kanaka.

"Good kalo gitu, kamu uncle tempatkan di divisi pemasaran nggak papa kan? Vin di pengadaan, Val di legal, sebenarnya om pengen nya Keiko masuk juga biar pegang Keuangan, tapi..... " Kalimat Vetsa menggantung tak ingin ia teruskan.

"Keiko udah masuk ke disain interior om, nggak bisa diharepin sih tuh anak, soalnya impiannya kerja dari rumah seperti Mimo," ucap Kanaka sambil terkekeh karena Uncle seperti tak enak mengeluarkan uneg-uneg nya.

"Iya uncle ngerti sih, but it's oke itu pilihan kalian kok, yang penting serius ngejalaninnya," ucap Vetsa akhirnya.

Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka, kemudian Kanaka pamit undur diri karena dia masih ada urusan dengan Ali nanti sore.

Kanaka turun dari lantai tempat ruangan Vetsa berada, saat dia masuk ke dalam lift dia melihat cewek yang pernah numpahin kopinya waktu itu.

Rere melengos, mencoba mengalihkan pandangannya ke arah lain, agak tak enak hati saat mengetahui bahwa tadi dia melontarkan kalimat yang tak pantas kepada Kanaka.

Tapi karena memang Kanaka tak mempedulikan orang yang dianggapnya tak penting, maka dia masa bodoh dengan keberadaan Rere yang ada disana.

Dan tanpa mempedulikan Rere yang berdiri di belakangnya dan mepet di pojokan, begitu pintu lift terbuka Kanaka melangkah keluar diikuti oleh Rere.

"Belagu banget sih, berasa paling ganteng semuka bumi ini!" gerutu Rere yang sayangnya terdengar jelas di telinga Kanaka.

Kanaka menghentikan langkahnya lalu dia membalikkan badan dan menatap Rere dengan tatapan mengintimidasi.

Rere gelagapan, ingin memukul mulutnya yang suka sembarangan kalau bicara.

"Lo ngomong ama gue?!" tanya Kanaka dingin, pasalnya memang di dalam lift itu mereka hanya berdua, pasti dong Rere bicara dengannya bukan?

Rere berharap ada pintu penghubung ke masa depan agar dia menghilang dari hadapan Kanaka saat itu juga.

"Gue nggak ngerasa punya masalah sama lo!" lanjut Kanaka saat melihat Rere hanya terdiam dan tak menjawab.

"Um... gu.... gue.... " Rere tak bisa menjawab, lebih tepatnya bingung mau menjawab apa.

"Kalo gue nggak bisa nerima pemberian lo, bukannya itu hak gue ya? Kenapa lo jadi dendam gitu sih?" tanya Kanaka dengan gusar.

Lalu Kanaka berbalik dan siap pergi dari hadapan Rere, sampai suara Rere yang tersengal membuat Kanaka urung melangkah.

"Gue cuman mau ganti kopi lo yang gue tumpahin, paling nggak hargai niat baik orang, jangan ngerasa paling keren dan ganteng, nyatanya nggak semua cewek itu tertarik sama lo!" Habis mengatakan itu Rere melangkah lebar meninggalkan Kanaka yang berdiri termangu dan menatap punggung Rere yang berjalan meninggalkannya.

Kanaka menyeringai lebar." Lihat aja, gue mau lihat apa bibir itu nanti tetap bisa berkata kayak gitu!"

_______

Full senyum nulisnya guys, terima kasih ya telah mampir ke ceritaku ini, buat kalian semua thank you so much.

Love you all guys..... muach..... muachh...

Episodes
1 Bab 1 : Kemenangan Pertama
2 Bab 2 : Pemuja setia
3 Bab 3 : High Quality Jomblo
4 Bab 4 : Dia lagi....
5 Bab 5 : Satu Tim
6 Bab 6 : Kudu kuat kuat mental
7 Bab 7 : Ternyata perhatian juga
8 Bab 8 : Didekatkan keadaan
9 Bab 9 : Semakin diperhatiin semakin menarik.
10 Bab 10 : Pacarnya Kanaka
11 Bab 11 : Jika Mimo sudah ikut campur
12 Bab 12 : Perhatian lo bikin gue bingung
13 Bab 13 : Terhalangnya Restu
14 Bab 14 : Siap Melamar
15 Bab 15 : Go public
16 Bab 16 : Berkenalan dengan Mimo
17 Bab 17 : Mesti jawab apa?
18 Bab 18 : Bertamu
19 Bab 19 : Dia bilang yes
20 Bab 20 : Rumah Masa Depan.
21 Bab 21 : Kamar dengan jendela besar.
22 Bab 22 : Posesifnya tambah parah.
23 Bab 23 : Selalu direndahkan
24 Bab 24 : Hasil keringat sendiri
25 Bab 25 : Meluruskan kesalahpahaman
26 Bab 26 : Mau balas dendam?
27 Bab 27 : Menikah denganmu
28 Bab 28 : Bukan Malam Pertama
29 Bab 29 : Angkat wajahmu, sombonglah!
30 Bab 30 : Dia terhormat
31 Bab 31 : Perjalanan sesungguhnya dimulai
32 Bab 32 : Isi duluan ya?
33 Bab 33 : Kecolok belum sih?!
34 Bab 34 : Cinta ini menggelembung sempurna.
35 Bab 35 : Tersanjung sekaligus nyebelin.
36 Bab 36 : Aku lho yang dimusuhin
37 Bab 37 : Hanya anak magang
38 Bab 38 : Masih abu-abu
39 Bab 39 : Terbongkar tanpa sadar
40 Bab 40 : Pengusik ketenangan
41 Bab 41 : Membangunkan macan tidur.
42 Bab 42 : Jangan sentuh milik gue!
43 Bab 43 : Berbuntut panjang.
44 Bab 44 : Posesif disana, posesif disini, posesif dimana-mana
45 Bab 45 : Bikin rusuh saja
46 Bab 46 : Upaya melengserkan Kanaka
47 Bab 47 : Salah Sasaran
48 Bab 48 : Lakukan saja yang kamu mau.
49 Bab 49 : Kanaka Unjuk Gigi
50 Bab 50 : Keputusan sulit
51 Bab 51 : Berbagi tugas
52 Bab 52 : Diinterogasi Mimo
53 Bab 53 : Ngobrol bareng keluarga
54 Bab 54 : Letta-Vetsa-Anwar
55 Bab 55 : Tiga pembalap seksi
56 Bab 56 : Sumpah seru!
57 Bab 57 : Balapan persaudaraan
58 Bab 58 : Pasangan Sejati
59 Bab 59 : Si bucin junior
60 Bab 60 : Bukan strategi yang seperti itu
61 Bab 61 : Panggilan sidang
62 Bab 62 : Kedewasaan Kanaka
63 Bab 63 : Dua Jagoan ganteng
64 Bab 64 : Be gentleman
65 Bab 65 : Ngamuk
66 Bab 66 : Nggak harus menyakiti.
67 Bab 67 : Rapat keluarga
68 Bab 68 : Pertarungan dimulai
69 Bab 69 : Memori yang tertinggal
70 Bab 69 : Mengulang.
71 Bab 71 : Ketemu si dia
72 Bab 72 : Yang terindah
73 Bab 73 : Bermain-main sedikit
74 Bab 74 : Menghadapi Pecundang
75 Bab 75 : Berkunjung ke rumah ibu
76 Bab 76 : Menuai apa yang ditabur
77 Bab 77 : Posesif ya posesif aja...
78 Bab 78 : Ngidamnya Rere
79 Bab 79 : Jadi kesayangan semua orang
80 Bab 80 : Ending
81 Extra part 1
82 Extra part 2
83 Extra part 3
84 Extra part 4
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Bab 1 : Kemenangan Pertama
2
Bab 2 : Pemuja setia
3
Bab 3 : High Quality Jomblo
4
Bab 4 : Dia lagi....
5
Bab 5 : Satu Tim
6
Bab 6 : Kudu kuat kuat mental
7
Bab 7 : Ternyata perhatian juga
8
Bab 8 : Didekatkan keadaan
9
Bab 9 : Semakin diperhatiin semakin menarik.
10
Bab 10 : Pacarnya Kanaka
11
Bab 11 : Jika Mimo sudah ikut campur
12
Bab 12 : Perhatian lo bikin gue bingung
13
Bab 13 : Terhalangnya Restu
14
Bab 14 : Siap Melamar
15
Bab 15 : Go public
16
Bab 16 : Berkenalan dengan Mimo
17
Bab 17 : Mesti jawab apa?
18
Bab 18 : Bertamu
19
Bab 19 : Dia bilang yes
20
Bab 20 : Rumah Masa Depan.
21
Bab 21 : Kamar dengan jendela besar.
22
Bab 22 : Posesifnya tambah parah.
23
Bab 23 : Selalu direndahkan
24
Bab 24 : Hasil keringat sendiri
25
Bab 25 : Meluruskan kesalahpahaman
26
Bab 26 : Mau balas dendam?
27
Bab 27 : Menikah denganmu
28
Bab 28 : Bukan Malam Pertama
29
Bab 29 : Angkat wajahmu, sombonglah!
30
Bab 30 : Dia terhormat
31
Bab 31 : Perjalanan sesungguhnya dimulai
32
Bab 32 : Isi duluan ya?
33
Bab 33 : Kecolok belum sih?!
34
Bab 34 : Cinta ini menggelembung sempurna.
35
Bab 35 : Tersanjung sekaligus nyebelin.
36
Bab 36 : Aku lho yang dimusuhin
37
Bab 37 : Hanya anak magang
38
Bab 38 : Masih abu-abu
39
Bab 39 : Terbongkar tanpa sadar
40
Bab 40 : Pengusik ketenangan
41
Bab 41 : Membangunkan macan tidur.
42
Bab 42 : Jangan sentuh milik gue!
43
Bab 43 : Berbuntut panjang.
44
Bab 44 : Posesif disana, posesif disini, posesif dimana-mana
45
Bab 45 : Bikin rusuh saja
46
Bab 46 : Upaya melengserkan Kanaka
47
Bab 47 : Salah Sasaran
48
Bab 48 : Lakukan saja yang kamu mau.
49
Bab 49 : Kanaka Unjuk Gigi
50
Bab 50 : Keputusan sulit
51
Bab 51 : Berbagi tugas
52
Bab 52 : Diinterogasi Mimo
53
Bab 53 : Ngobrol bareng keluarga
54
Bab 54 : Letta-Vetsa-Anwar
55
Bab 55 : Tiga pembalap seksi
56
Bab 56 : Sumpah seru!
57
Bab 57 : Balapan persaudaraan
58
Bab 58 : Pasangan Sejati
59
Bab 59 : Si bucin junior
60
Bab 60 : Bukan strategi yang seperti itu
61
Bab 61 : Panggilan sidang
62
Bab 62 : Kedewasaan Kanaka
63
Bab 63 : Dua Jagoan ganteng
64
Bab 64 : Be gentleman
65
Bab 65 : Ngamuk
66
Bab 66 : Nggak harus menyakiti.
67
Bab 67 : Rapat keluarga
68
Bab 68 : Pertarungan dimulai
69
Bab 69 : Memori yang tertinggal
70
Bab 69 : Mengulang.
71
Bab 71 : Ketemu si dia
72
Bab 72 : Yang terindah
73
Bab 73 : Bermain-main sedikit
74
Bab 74 : Menghadapi Pecundang
75
Bab 75 : Berkunjung ke rumah ibu
76
Bab 76 : Menuai apa yang ditabur
77
Bab 77 : Posesif ya posesif aja...
78
Bab 78 : Ngidamnya Rere
79
Bab 79 : Jadi kesayangan semua orang
80
Bab 80 : Ending
81
Extra part 1
82
Extra part 2
83
Extra part 3
84
Extra part 4

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!