Bab. 14

Pembicaraan dokter Raka yang mulai melantur kemana-mana membuat Alana merasa risih.

Ia memutuskan untuk mengakhiri obrolan mereka dan mengajak Clara pergi dari sana.

“Maaf, Dokter. Sepertinya aku dan Clara harus pergi.” Alana memberi kode pada Clara untuk bangun kemudian menarik lengannya.

“Tunggu, Alana. Aku—”

“Maaf dokter Raka. Kelas ku sudah mulai bisakah kamu menyingkir. Kamu menghalangi jalanku,” ucap Alana dengan nada lirih, takut menyinggung perasaan pria itu.

Dokter Raka menghela nafas. Lalu memberikan jalan untuk Alana dan Clara. Senyuman tipis terukur dari sudut bibirnya.

“Al, kamu baik-baik saja, kan?” tanya Clara penasaran dengan gelagat Alana.

“Iya, aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?” Alana balik bertanya. Tidak biasanya Clara kepo begini, membuatnya mencebik kesal.

Clara menghentikan langkahnya, melipat kedua tangan di depan dada seraya menatap Alana. “Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku?”

“Maksudmu?”

Clara berdecak kesal. Lagi-lagi, Alana seakan sedang menyembunyikan rahasia besar darinya.

“Kamu terlihat gugup saat dokter Raka menghampirimu. Aneh saja sih, dia yang bukan siapa-siapa mu bisa datang kemari,” kata Clara.

“T–tidak, aku dan dia sama sekali tidak ada hubungan apapun,” ucap Alana dengan gugup. Ia tidak mau dekat-dekat dengan dokter Raka karena takut pada Adam. “Sudahlah, jangan banyak bertanya. Mau masuk atau tidak?!” ketusnya berjalan lebih dulu meninggalkan Clara.

Clara mau tidak mau menuruti ucapan Alana dan menyusul langkah sahabatnya itu menuju kelas.

****

Jam kuliah selesai, Alana dan Clara yang memang berada di jurusan yang sana bersiap untuk pulang.

Sejak tadi, Alana melirik ponsel yang ada di atas meja. Entah kenapa, Adam belum menghubunginya sama sekali.

“Apa dia marah karena aku berangkat tanpa meminta izin darinya?” gumam Alana memangku dagu.

Clara menggeleng. Akhir-akhir ini, Alana berubah menjadi lebih pendiam dan tidak banyak bicara. “Mau sampai kapan kamu melamun? Kesambet baru tahu rasa!” ejek Clara menepuk orlan pundak Alana.

“Siapa juga yang melamun,” sahut Alana memasukan beberapa buku nya ke dalam tas. Kemudian bangkit dari duduknya. “Buruan atau aku tinggal.”

“Iya, Al, iya. Sabar dong.”

Mereka berdua berjalan keluar. Lagi-lagi, Alana dan Clara dikagetkan dengan sosok pria tampan berkacamata yang mereka temui tadi pagi.

Ya, siapa lagi kalau bukan dokter Raka.

Ternyata pria itu masih berada di sana dan tanpa tahu malu kembali menemui Alana.

“Al, dia masih di sini tuh,” ucap Clara menyenggol lengan Alana.

Alana mengabaikan Clara. Hendak melewati dokter Raka, namun ditahan oleh pria itu.

“Aku ingin bicara sebentar denganmu, kumohon.” dokter Raka melepaskan kacamatanya.

“Tidak bisa, Dok. Aku harus segera pulang!” jawab Alana. Menghindar mungkin lebih baik untuk saat ini.

“Lima menit, bagaimana?” dokter Raka mengangkat telapak tangannya.

“Kalian berdua bicaralah, aku akan pergi,” sahut Clara jengah melihat dokter tampan itu terus mengejar Alana.

Memang diantara perempuan yang ada di kampus, Alana terlihat mencolok karena kecantikannya yang natural dan tidak neko-neko.

Berbeda dengan Sherly, saudara kembarnya yang selalu tampil wah dan mengundang banyak perhatian.

“Clara!” pekik Alana tak mau ditinggal oleh Clara.

“Tidak apa-apa. Aku menunggumu di sana.” Clara berbisik seraya menunjuk tempat parkir. Ia hanya ingin memberi ruang pada mereka berdua untuk bicara.

“Dasar teman penghianat,” umpat Alana namun hanya dalam hati.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah.. Alana hidup tertekan..

2024-06-20

0

Retno Anggiri Milagros Excellent

Retno Anggiri Milagros Excellent

iya Clara naksir Adam .. soalnya Adam gombalnya kebangetan..🤭😂😂

2024-03-20

8

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

Bicara lah biar cepat' selesai

2024-03-07

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!