Adam terus memperhatikan gerak gerik dokter Raka yang masih memeriksa keadaan Alana.
Entah kenapa, Adam terlihat tidak suka saat dokter Raka menyentuh Alana.
“Bukankah dia baru masuk kuliah? Kenapa kamu malah menikahinya?” celetuk dokter Raka tiba-tiba. Membuat Adam semakin curiga. “Seharusnya kamu menikah dengan Sherly, kan?” lanjutnya.
“Aku memanggilmu kesini untuk memeriksa keadaan Alana, bukan untuk menjadi wartawan, Raka!” ketus Adam. Semakin lama tingkah dokter Raka semakin aneh.
Seakan-akan pria itu amat sangat mempedulikan Alana melebihi dirinya.
Boy yang mendengar ucapan mereka berdua hanya bisa menggeleng. Setiap kali bertemu Adam dan dokter Raka selalu saja terlibat adu mulut.
“Jangan sentuh yang lainnya!” Adam mengusap punggung tangan Alana seraya melirik dokter Raka.
Dokter Raka tak menghiraukan ucapan Adam. Selesai memeriksa Alana ia menyentuh kening wanita itu. “Dia kedinginan. Suhu tubuhnya juga naik. Lain kali jangan biarkan dia berendam terlalu lama di dalam bathub.”
“Hem.” Ada berdehem pelan lalu menepis tangan dokter Raka.
“Aku sudah menulis resep obat, suruh Boy menebusnya nanti. Jangan lupa berikan pada Alana setelah makan.” Dokter Raka membereskan peralatan dan memasukannya ke dalam tas.
Langkah dokter Raka terhenti mendengar seseorang memanggil namanya.
“Dokter Raka? Apa itu kamu?” Alana mulai sadar dan membuka perlahan matanya.
Dokter Raka tersenyum, hendak mendekati Alana. Namun, belum sempat ia melakukannya, Adam sudah lebih dulu mencegatnya.
“Kamu sudah selesai memeriksanya, sekarang pergilah. Aku tidak membutuhkanmu lagi,” lirih Adam menatap tajam dokter Raka.
Mengerti, dokter Raka tersenyum kecut. “Apa ini balasan mu setelah aku memeriksa keadaan istrimu?” dokter Raka tak habis pikir dengan sikap Adam.
“Tidak hanya mengusir, Raka. Aku juga akan menghabisi siapapun yang berani mendekati wanitaku, termasuk kamu.” Adam menepuk pelan pundak dokter Raka. Berharap agar pria itu mengerti dengan posisinya.
Dokter Raka menatap Alana yang terlihat kebingungan. “Baiklah. Aku akan pergi. Selamat atas pernikahan kalian. Semoga langgeng.” lalu beralih menatap Adam. “Ingat, dia pingsan karena kehabisan tenaga. Kamu harus berhati-hati saat melakukannya. Tapi, aku malah berharap kamu tidak akan menjamah Alana lagi,” bisik nya lirih di samping telinga Adam sebelum benar-benar pergi dari sana.
Tak menjawab ucapan dokter Raka, Adam memilih menghampiri Alana dan duduk di samping wanita itu.
Adam menatap Alana dengan tatapan mengintimidasi. “Besok tidak perlu lagi pergi ke kampus.”
Alana mendongak, menatap Adam dengan mata berkaca-kaca. “Kenapa, Kak? Apa aku membuat kesalahan?” tanya Alana penasaran.
“Lihat keadaanmu sekarang. Kamu jatuh sakit karena kelelahan, Alana!”
Alana bangkit dan menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang. “Dasar pria egois. Apa dia lupa siapa yang sudah membuatku jadi seperti ini?” umpat Alana dalam hati.
“Kamu mendengar ku, bukan?!”
“Tapi besok juga sudah sembuh dan—”
“Kenapa kamu sangat keras kepala, Alana! Apa kamu mau teman-temanmu melihat cara berjalan mu yang mengangkang seperti bebek?” Adam memotong ucapan Alana dan balik memarahinya.
“A–apa? Bebek?” bibir Alana menganga lebar. Bahkan tadi ia berjalan biasa. Tidak seperti yang Adam ucapkan barusan.
Justru Adam lah yang membuat Alana jadi pusat perhatian, bukan cara berjalan wanita itu.
“Pokoknya aku tidak mau tahu, besok kamu harus tetap ada di rumah, mengerti?” jelas Adam sedikit membentak Alana. Sedangkan wanita itu hanya diam.
“Mengerti tidak, Alana!”
“Hemm.”
“Sekarang makan, setelah itu minum obatmu.” Adam mengambil nampan berisi makanan yang baru saja diberikan oleh pelayan. Tangannya terulur hendak menyuapi Alana.
Alana menolak dengan gelengan kepala. “Aku bisa makan sendiri,” ucapnya mendorong tangan Adam menjauh.
Alana muak melihat Adam yang seakan-akan perhatian padanya. Padahal pria itulah yang membuatnya terkurung di sini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
sherly
tu kan kesannya si alana tu emang adik yg umurnya jauh di dari Sherly...
2024-08-14
0
Sandisalbiah
masih gak faham dgn tabiat Adam...
2024-06-20
0
Ni Ketut Patmiari
bab ini like nya ga bs di klik... maaf ya author
2024-04-09
2