Bab Tujuh Belas

Aksa masuk ke kamarnya diikuti Ghendis. Pertama kali memasuki ruangan itu, dia langsung disuguhi pemandangan foto Grace di dinding dengan ukuran sangat besar.

Ghendis menarik napas berat. Padahal dia dan Dicky sepakat untuk mengakhiri hubungan mereka karena dia menghargai pernikahan dan juga menghormati Aksa sebagai suami.

Dicky juga telah merelakan dan mengikhlaskan dirinya. Namun, jika Ghendis merasa tak bahagia dengan Aksa, pria itu bersedia menerima gadis itu kembali.

Bukannya dia cemburu dengan kakaknya yang telah tiada. Namun, apa salah jika Aksa menghargai sedikit saja kehadirannya sebagai seorang istri. Jika pria itu bisa membentengi dirinya, kenapa dia tidak, pikir Ghendis.

Gadis itu langsung masuk ke kamar dan membersihkan dirinya.Melihat Ghendis yang masuk ke kamar mandi, pria itu keluar dulu, dia menuju ruang kerjanya. Ada yang ingin dia kerjakan.

Tanpa bertanya dan menunggu Aksa, dia langsung membaringkan diri di sofa. Sebelum Aksa meminta lebih baik dia tahu diri.

Aku tak pernah menjadi penting bagi orang lain. Sering kali menjadi pihak yang diabaikan. Apa-apa yang membuatku sakit selalu disepelekan. Terkadang aku bertanya, harus jadi yang seperti apa? Agar setidaknya aku di anggap ada.

Aku tahu posisi aku sekarang itu apa? aku juga tahu, aku tak punya hak untuk marah apa lagi cemburu. Tapi apa kamu pernah berpikir tentang aku? Sekaliii sajaaa .... Mungkin aku yang terlalu banyak berharap sama kamu tentang hubungan pernikahan kita ini. Sampai-sampai aku lupa cara membahagiakan diri sendiri.

Aku lebih memilih lihat kamu dan anakmu bahagia di banding dengan diriku sendiri. Ya aku bodoh, memang sangat bodoh, terlalu banyak berharap dengan hubungan ini. Terlalu banyak berekspektasi tinggi sama kamu. Sampai aku lupa bahwa aku juga sangat butuh bahagia.

Ghendis yang telah kelelahan langsung tertidur di sofa dengan meringkuk. Air mata masih tampak menetes dari sudut matanya.

Aksa yang baru masuk ke kamar, melihat Ghendis yang telah terlelap di sofa. Dia lalu mendekati dan menggendong gadis itu. Meletakkan di atas ranjang. Kasihan melihat dia tertidur dengan meringkuk karena sempitnya sofa.

Setelah membersihkan tubuhnya, Aksa lalu ikut berbaring di samping gadis itu. Ghendis yang tak menyadari jika di sampingnya tidur ada Aksa, bergerak dan memeluknya.

Aksa menahan napasnya karena pelukan Ghendis yang begitu erat di tubuhnya. Dia merasa sesuatu di bagian tubuh bawahnya terbangun.

"Ya Tuhan, sabar Jerry. Suatu saat nanti kamu pasti ketemu lagi sarangmu. Tapi bukan saat ini. Aku takut dia menolak. Lagi pula semua harus dilakukan perlahan, jangan terburu-buru. Agar dia tak takut dan menolak," gumam Aksa.

Aksa tak bisa tidur nyenyak karena sepanjang malam Ghendis memeluk tubuhnya seperti guling. Gadis itu belum juga menyadarinya, mungkin karena kelelahan sehingga tidurnya begitu lelap.

Subuh Aksa langsung bangun. Dia sudah tak tahan. Harus menidurkan Jerry yang terbangun.

"Astaga, apa aku harus main solo lagi. Grace, maaf. Sepertinya aku sudah tak tahan. Jerry sudah ingin masuk sarang. Mungkin mulai hari ini aku harus mencoba membuka hati untuk wanita lain. Aku harap kamu mengerti," gumam Aksa dalam hatinya.

Aksa selalu teringat janjinya untuk tak mencintai wanita selain Grace, itulah alasan kenapa dia susah mencari pengganti istrinya. Dia juga merasa bersalah atas kematian sang istri, karena dia yang menginginkan wanita itu hamil dan memiliki anak. Jika istrinya tidak hamil dan melahirkan pasti masih hidup hingga saat ini, itu yang ada dalam pikiran pria itu.

Ghendis membuka matanya. Dia terkejut mendapati tubuhnya yang terbaring di ranjang. Seingat gadis itu dia tidur di sofa.

Aksa yang baru selesai mandi, berpikir Ghendis masih tidur, sehingga dengan santainya keluar dari ruang itu dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian pangkal pahanya. Hanya sekedar menutupi akses berharganya.

Ghendis yang baru bangun dan duduk, terkejut melihat pria itu keluar kamar mandi dengan posisi nyaris polos. Matanya tak berkedip memandangi tubuh suaminya itu dengan mulut menganga, diakui Aksa memiliki tubuh yang proporsional.

Aksa juga tampak terkejut melihat Ghendis yang telah bangun. Sudah terlanjur, dia lalu mendekati gadis itu.

"Hapus air liurmu. Melihat tubuhku saja sampai ngences," ucap Aksa.

Ghendis menghapus mulutnya, ternyata tidak ada air liur. Dia baru menyadari jika sedang dikerjai pria itu. Merasa tak ingin kalah. Dia langsung berdiri.

"Akan aku balas perbuatan kamu, Aksa. Aku Ghendis, tak boleh kalah. Seri saja aku tak mau," gumam Ghendis dalam hatinya.

Ghendis mencoba menghilangkan rasa malunya. Di depan Aksa, dia membuka bajunya satu persatu hingga tersisa pakaian dalam yang melekat di tubuhnya. Tentu saja itu membuat Aksa terkejut. Matanya melotot dengan mulut yang ternganga lebar.

Ghendis lalu mendekati pria itu. Mengambil handuk yang ada di atas sofa dengan melewati pria itu. Ghendis lalu memakai handuk dan berbisik pada Aksa.

"Mas, hati-hati burungnya terbang. Burungnya bangun tuh," bisik Ghendis ke telinga Aksa dengan sensual. Setelah mengucapkan itu, dia langsung masuk ke kamar dengan segera, takut Aksa marah. Pria itu langsung menutupi aset berharganya itu.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

kapok, sama2 satu2 biar tau rasa wanita terhormat tdk akan jual duluan kalau tdk di dahulukan 🤭

2025-03-01

0

Nur rai Punia

Nur rai Punia

hahaha rasain,emang enak di kerjain 🤣

2024-11-14

0

Bojone pak Lee

Bojone pak Lee

kasihan si jerri

2025-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Promo Novel Terbaru
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Bab Empat Puluh Delapan
50 Bab Empat Puluh Sembilan
51 Bab Lima Puluh
52 Bab Lima Puluh Satu
53 Bab Lima Puluh Dua
54 Bab Lima Puluh Tiga
55 Bab Lima Puluh Empat
56 Bab Lima Puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Bab Enam Puluh Tiga
65 Bab Enam Puluh Empat
66 Bab Enam Puluh Lima
67 Bab Enam Puluh Enam
68 Bab Enam Puluh Tujuh
69 Bab Enam Puluh Delapan
70 Bab Enam Puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh Puluh Satu
73 Bab Tujuh Puluh Dua
74 Bab Tujuh Puluh Tiga
75 Bab Tujuh Puluh Empat
76 Bab Tujuh Puluh Lima
77 Bab Tujuh Puluh Enam
78 Bab Tujuh Puluh Tujuh
79 Bab Tujuh Puluh Delapan
80 Bab Tujuh Puluh Sembilan
81 Bab Delapan Puluh
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Bab Delapan Puluh Tiga
85 Bab Delapan Puluh Empat
86 Bab Delapan Puluh Lima
87 Bab Delapan Puluh Enam
88 Bab Delapan Puluh Tujuh
89 Novel ISTRI KEDUA
90 Bab Delapan Puluh Delapan
91 Bonchap
92 Promo Novel Terbaru
93 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Promo Novel Terbaru
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Bab Empat Puluh Delapan
50
Bab Empat Puluh Sembilan
51
Bab Lima Puluh
52
Bab Lima Puluh Satu
53
Bab Lima Puluh Dua
54
Bab Lima Puluh Tiga
55
Bab Lima Puluh Empat
56
Bab Lima Puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Bab Enam Puluh Tiga
65
Bab Enam Puluh Empat
66
Bab Enam Puluh Lima
67
Bab Enam Puluh Enam
68
Bab Enam Puluh Tujuh
69
Bab Enam Puluh Delapan
70
Bab Enam Puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh Puluh Satu
73
Bab Tujuh Puluh Dua
74
Bab Tujuh Puluh Tiga
75
Bab Tujuh Puluh Empat
76
Bab Tujuh Puluh Lima
77
Bab Tujuh Puluh Enam
78
Bab Tujuh Puluh Tujuh
79
Bab Tujuh Puluh Delapan
80
Bab Tujuh Puluh Sembilan
81
Bab Delapan Puluh
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Bab Delapan Puluh Tiga
85
Bab Delapan Puluh Empat
86
Bab Delapan Puluh Lima
87
Bab Delapan Puluh Enam
88
Bab Delapan Puluh Tujuh
89
Novel ISTRI KEDUA
90
Bab Delapan Puluh Delapan
91
Bonchap
92
Promo Novel Terbaru
93
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!