Bab Dua Belas

Pagi hari seperti biasa Aksa sarapan dengan putrinya. Dia tak melihat Ghendis turun dan keluar dari kamarnya. Sejak malam dia tahu jika gadis itu belum makan.

"Bi, Ghendis mana?" Akhirnya Aksa bertanya juga tentang keberadaan wanita itu.

"Dari kemarin malam bibi tak melihat Bu Ghendis keluar dari kamar, Pak," jawab Bibi.

"Mimi sakit?" tanya Alice.

"Bukan, Sayang. Mungkin Mimi masih tidur. Nanti kamu main sama bibi ya. Papi mau kerja. Ada rapat pagi ini," ucap Aksa.

Setelah sarapan Aksa segera berangkat. Di perusahaan ada sedikit masalah keuangan. Dia curiga salah satu bawahan yang dia percaya mengkhianati. Pengeluaran bulan ini sangat tinggi. Aksa ingin menyelidiki semua itu.

Dia telah mencoba memeriksa berulang kali tapi belum dapat menemui kecurangan. Aksa lalu berhenti sejenak. Dia teringat Andre sahabatnya. Pria itu lalu menghubunginya dan janji bertemu di kantornya.

Setelah makan siang, Aksa langsung menuju perusahaan Andre. Sesuai janji, dia langsung di persilakan masuk sama sekretaris perusahaan.

"Selamat Siang, Pak Aksa. Duduklah!" sapa Pak Andre saat Aksa masuk.

"Terima kasih Pak Andre." Aksa lalu duduk di sofa yang ada di ruang kerja pria itu.

"Apa gerangan yang membuat seorang Aksa bisa sampai ke sini?" tanya Andre dengan tersenyum.

"Aku perlu bantuan Pak Andre," jawab Aksa.

"Bantuan ...? Apa saya tidak salah dengar? Seorang CEO sebuah perusahaan besar minta bantuan," balas Andre.

Aksa lalu menceritakan semua yang sedang dialami perusahaan. Dua bulan ini pengeluaran perusahaan begitu besar. Memang tidak membuat perusahaan rugi, tapi dia merasa semua di luar akal.

"Terus apa yang bisa saya bantu?" tanya Andre.

"Saya ingin rekomendasi seorang audit yang bisa dipercaya. Jika saya memakai jasa tim audit perusahaan, saya takut jika memang merekalah yang telah menipu data-data. Apakah Pak Andre memiliki kenalan atau tim audit yang bisa di percayai?" tanya Aksa.

Andre tampak berpikir sejenak. Setelah itu dia tersenyum.

"Pak Aksa, bukankah bapak memiliki seorang audit keuangan yang sangat pintar? Kenapa tidak minta bantuannya saja?" tanya Andre.

Dahi Aksa berkerut mendengar ucapan rekan kerja sekaligus sahabatnya itu. Dia sangat percaya dengan Andre sehingga mau terbuka dengan keadaan perusahaan.

"Siapa yang Bapak maksud ...?" tanya Aksa masih dengan penuh tanda tanya.

"Bapak Aksa ini gimana sih? Masa tak tahu jika tim audit terbaik itu Ghendis Sacharissa, dia itu pintar banget. Apa lagi saat ini Ghendis telah menjadi istri Bapak, tentu itu lebih baik. Bukankah dia akan jauh lebih bisa kita percaya dari orang lain," jawab Andre.

"Ghendis ...?" Kembali Aksa bertanya.

"Betul Pak Aksa. Dia dan karyawan saya bernama Dicky adalah staf keuangan yang sangat saya percaya. Dia sangat pintar. Detail. Tak ada satu pun laporan keuangan dari bawah yang terlewati jika sedang melakukan perhitungan. Dua tahun Ghendis bekerja, hasilnya selalu memuaskan saya," jawab Andre.

Aksa tak percaya mendengarkan apa yang Andre ucapkan. Apakah istrinya itu memang sangat pintar? Bagaimana caranya minta bantuan, sedangkan selama pernikahan mereka selalu selisih paham.

Namun, apa yang dikatakan Andre ada benarnya, pikir Aksa. Bukankah lebih baik menggunakan jasa orang terdekat kita dari pada orang lain?

Setelah cukup lama berbincang dan Andre mengatakan banyak hal tentang kerja Ghendis akhirnya Aksa makin percaya.

Jam lima sore Aksa menyelesaikan tugasnya. Dia langsung pulang ke rumah. Dalam perjalanan pria itu sedang mencoba merangkai kata yang tepat untuk meminta bantuan Ghendis.

"Apa dia bisa dipercaya? Bisa saja dia mengatakan tidak ada kecurangan karena ingin balas dendam atas perbuatanku padanya?" tanya Aksa dalam hatinya.

Hingga mobil yang dia kendarai memasuki halaman rumah, pria itu belum mendapatkan kata yang tepat untuk memulai obrolan dengan Ghendis nantinya.

Aksa langsung masuk ke rumah. Dia melihat suasana yang sepi. Kemana putrinya dan Ghendis. Tanya Aksa dalam hatinya.

"Bi, Alice dan Ghendis kemana?" tanya Aksa saat berpapasan dengan salah satu asisten rumah tangganya.

"Ada di taman belakang, Pak," jawab bibi.

Tanpa kata Aksa langsung menuju taman belakang. Dia melihat putrinya dan Ghendis sedang melukis. Alice sangat tenang berada di samping gadis itu. Menggambar apa saja. Sedangkan Ghendis melukis malam. Seperti hatinya yang kesepian.

"Hmmm ...," dehem Aksa, agar kedua orang yang sedang asyik dengan lukisan itu tersadar ada orang lain.

Ghendis menoleh, saat mengetahui Aksa yang datang, dia lalu meneruskan lagi lukisannya. Tak mengacuhkan kehadiran Aksa.

Aksa mendekati putrinya dan duduk di samping bocah itu. Alice tersenyum melihat sang papi.

"Anak Papi sedang melukis apa?" tanya Aksa dengan tersenyum.

"Ikut Mimi ...," jawab Alice.

"Bagus banget, Alice suka melukis kayak Mimi ya?" tanya Aksa lagi. Alice menjawab dengan menganggukkan kepalanya.

Aksa memandangi Ghendis yang pandangannya tak teralihkan dari lukisan di depannya. Pria itu beberapa kali menarik napas. Mungkin mencoba merangkai kata yang tepat untuk memulai obrolan.

"Ghendis, apa aku boleh bicara?" tanya Aksa dengan suara yang ragu.

Ghendis menghentikan kegiatannya. Memandangi Aksa dengan wajah yang penuh keheranan.

"Silakan kalau mau bicara! Apa aku masih memiliki hak melarang?" tanya Ghendis dengan suara datar.

Aksa tampak kembali menarik napas. Dalam hatinya berkata, jika tak penting mungkin tak sudi bicara dengan gadis itu.

"Aku ingin bantuanmu ...."

"Apa Pak Aksa tidak salah bicara? Bantuan apa yang bisa seorang gadis seperti saya berikan?" tanya Ghendis lagi.

"Aku ingin kamu membantu meng-audit keuangan perusahaan. Aku merasa ada tim keuangan di kantor melakukan kecurangan," ucap Aksa.

"Apa Mas percaya denganku ...?" Kembali dia bertanya.

Ghendis merasa heran karena seorang Aksa yang notabene CEO sebuah perusahaan besar minta bantuan padanya. Apakah ini benar atau hanya sekedar ingin mengujinya? Tanya Ghendis dalam hatinya.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

panggil. tuan. aja Ghendis biar urat malunya Aksa putus. egois ngk pd tempatnya

2025-03-01

0

Dewa Rana

Dewa Rana

kadang bapak kadang mas

2024-12-14

0

Elizabeth Zulfa

Elizabeth Zulfa

aksa selalu bilang klo gendhis itu jalang hnya krena dia ktmu sama dicky pdhl dia kn tau klo gendhis tuh dah pnya kekasih zg bhkan dah ngerencanain pernikahan & dia kn juga tau klo gendhis trpaksa nikah sama dia hanya krena Alice tpi knpa aksa nya gak mau ngerti perasaan gendhis sedikit saja... skrang minta bntuan Gendhis pun juga msih angkuh aja ngomong nya... udah Dhis, gak usah dibntuin toh dia gak sepercaya itu ma kamu

2024-08-25

4

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Promo Novel Terbaru
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Bab Empat Puluh Delapan
50 Bab Empat Puluh Sembilan
51 Bab Lima Puluh
52 Bab Lima Puluh Satu
53 Bab Lima Puluh Dua
54 Bab Lima Puluh Tiga
55 Bab Lima Puluh Empat
56 Bab Lima Puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Bab Enam Puluh Tiga
65 Bab Enam Puluh Empat
66 Bab Enam Puluh Lima
67 Bab Enam Puluh Enam
68 Bab Enam Puluh Tujuh
69 Bab Enam Puluh Delapan
70 Bab Enam Puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh Puluh Satu
73 Bab Tujuh Puluh Dua
74 Bab Tujuh Puluh Tiga
75 Bab Tujuh Puluh Empat
76 Bab Tujuh Puluh Lima
77 Bab Tujuh Puluh Enam
78 Bab Tujuh Puluh Tujuh
79 Bab Tujuh Puluh Delapan
80 Bab Tujuh Puluh Sembilan
81 Bab Delapan Puluh
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Bab Delapan Puluh Tiga
85 Bab Delapan Puluh Empat
86 Bab Delapan Puluh Lima
87 Bab Delapan Puluh Enam
88 Bab Delapan Puluh Tujuh
89 Novel ISTRI KEDUA
90 Bab Delapan Puluh Delapan
91 Bonchap
92 Promo Novel Terbaru
93 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Promo Novel Terbaru
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Bab Empat Puluh Delapan
50
Bab Empat Puluh Sembilan
51
Bab Lima Puluh
52
Bab Lima Puluh Satu
53
Bab Lima Puluh Dua
54
Bab Lima Puluh Tiga
55
Bab Lima Puluh Empat
56
Bab Lima Puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Bab Enam Puluh Tiga
65
Bab Enam Puluh Empat
66
Bab Enam Puluh Lima
67
Bab Enam Puluh Enam
68
Bab Enam Puluh Tujuh
69
Bab Enam Puluh Delapan
70
Bab Enam Puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh Puluh Satu
73
Bab Tujuh Puluh Dua
74
Bab Tujuh Puluh Tiga
75
Bab Tujuh Puluh Empat
76
Bab Tujuh Puluh Lima
77
Bab Tujuh Puluh Enam
78
Bab Tujuh Puluh Tujuh
79
Bab Tujuh Puluh Delapan
80
Bab Tujuh Puluh Sembilan
81
Bab Delapan Puluh
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Bab Delapan Puluh Tiga
85
Bab Delapan Puluh Empat
86
Bab Delapan Puluh Lima
87
Bab Delapan Puluh Enam
88
Bab Delapan Puluh Tujuh
89
Novel ISTRI KEDUA
90
Bab Delapan Puluh Delapan
91
Bonchap
92
Promo Novel Terbaru
93
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!