Bab Sepuluh

Nikmati saja dulu hancurmu, kamu masih muda, masih banyak kejutan di umur selanjutnya. Teruslah semangat, karena kamu sedang diproses untuk menjadi pribadi yang kuat, yang sabar, dan pribadi yang ikhlas dalam menerima setiap rasa sakit. Mungkin ini terlalu melelahkan, tapi percayalah Tuhan tidak pernah salah dalam memilih takdir hidup seseorang. Akan ada suatu hal yang indah, yang akan kamu temui di balik semua yang kamu jalani saat ini.

Ghendis berdiri dan kembali ke tempat tidur. Mencoba memejamkan matanya. Hingga menjelang subuh baru dia bisa memejamkan mata.

Pagi hari Ghendis merasa kepalanya sangat sakit, sehingga dia tetap tidur walau matahari sudah mulai terik. Hingga jam delapan baru dia bangun dan langsung menuju kamar mandi.

Kepalanya masih terasa sangat berat. Namun, Ghendis memaksakan diri untuk segera turun ke lantai satu menuju dapur. Sampai di sana dia tak melihat Aksa dan Alice. Gadis itu lalu bertanya dengan bibi.

"Bi, Pak Aksa dan Alice apa sudah sarapan?" tanya Ghendis.

"Sudah, Non," jawab Bibi.

"Alice nya mana, Bi?" Kembali Ghendis bertanya.

"Di bawa Pak Aksa, Bu. Kalau tak salah mau menginap rumah neneknya," jawab Bibi.

"Terima kasih, Bi," ucap Ghendis. Gadis itu langsung berdiri dan tak jadi sarapan.

Ghendis mengganti bajunya. Dia lalu meninggalkan rumah dengan menggunakan taksi online. Dia tak ingin berada di rumah yang membuat pikirannya makin suntuk.

Gadis itu ternyata pergi ke pantai. Duduk sambil menikmati ombak yang berkejaran di tepi pantai. Air matanya kembali tumpah membasahi pipi.

Tuhan, ketika aku lelah , ketika aku kecewa, aku memilih untuk memendamnya sendiri. Dan ketika semua itu sudah tak bisa aku bendung lagi, aku memilih untuk menangis. Aku belajar untuk terus berharap, bersabar dan terus percaya, bahwa akan ada hari di mana aku akan kembali tersenyum. Bahwa segala yang aku upayakan akan indah pada waktunya. Tuhan, aku mohon kuatkan aku. Jadikanlah aku wanita yang sabar, yang kuat. Bangunkan aku ketika aku jatuh. Dan peluk aku ketika aku merasa sendiri, hingga hatiku merasa tenang.

Ghendis menghapus air matanya dengan tetap terisak. Dia merasa sendiri di dunia ini. Dulu masih ada Dicky tempatnya mengadu. Setiap ada masalah dengan ibu, Dicky selalu menghiburnya.

Tiba-tiba Ghendis melihat setangkai bunga terulur kehadapannya. Gadis itu lalu mendongakkan kepala, ingin tahu siapa yang berikan bunga itu.

"Untuk wanita tercantik di pagi ini," ucap Dicky .

"Dicky ...." Hanya itu yang keluar dari bibir Ghendis. Air mata gadis itu kembali pecah.

"Apa lagi ini Tuhan. Kenapa kau masih mengirim malaikat mu ini untukku. Padahal kau tahu ini terlarang. Aku tak boleh bertemu atau berhubungan dengan pria lain karena saat ini aku telah menjadi seorang istri, tapi aku tak bisa menolaknya, aku butuh dia," gumam Ghendis dalam hatinya.

Dicky menghapus air mata wanita itu dengan lembut. Dia lalu tersenyum.

"Jangan menangis, nanti tambah cantik," ucap Dicky lagi.

Bukannya reda, tangisan Ghendis makin terisak. Dicky lalu membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Dia tahu ini salah, tapi dia tak tega melihat wanita yang dia cintai menangis.

"Lepaskan semua tangismu. Setelah itu harus tersenyum. Aku sudah katakan padamu kemarin, jika aku akan rela dan ikhlas melepaskan kamu jika pernikahan kamu akan membuat kamu lebih bahagia. Kamu itu membangun rumah tangga, bukan rumah duka. Jika memang hanya ada air mata, lepaskan. Jangan di paksa," ucap Dicky.

"Aku tak bisa, Dicky. Akan banyak hati yang terluka. Alice, ibu dan mama mertuaku. Jika aku tetap bertahan, hanya aku saja yang terluka," ucap Ghendis dengan air mata yang terus membasahi pipi.

"Jangan menjadi lilin yang rela terbakar untuk menerangi atau memberikan cahaya untuk orang lain. Jangan jadi pelangi bagi orang yang buta warna. Percuma, mereka tak akan melihat keindahannya. Kamu itu akan berharga di tangan orang yang tepat," ucap Dicky.

"Dick, aku tak bisa. Kamu tahu bagaimana aku, bukan?' tanya Ghendis.

"Tapi cukup sudah selama ini kamu mengalah. Padahal aku ingin setelah kita menikah, membawa kamu jauh, dan tak bertemu lagi dengan orang-orang yang membuat kamu terluka. Sayang, keinginan ku tak bisa terkabul," balas Dicky.

Ghendis hanya diam. Dia tahu pria itu pasti sangat kecewa dengan semua yang terjadi. Lima tahun mereka telah merancang dan merencanakan untuk hidup bersama, tapi semua harus dilupakan karena Ghendis harus menikah dengan pria lain.

"Aku kuat, kamu tahu itu."

'Jika kamu telah lelah dan tak sanggup lagi, ingat ada aku, yang akan selalu setia menunggumu. Aku akan tetap menerima kamu kapanpun kamu ingin kembali," ucap Dicky.

Ghendis kembali menangis mendengar ucapan sang kekasih. Dia tahu betapa besar rasa cinta pria itu. Selama lima tahun, tak pernah sekalipun dia menyakiti hatinya.

"Sayang, ada hati yang menunggumu pulang, ada hati yang menunggumu kembali, ada hati yang kosong sejak kamu pergi. Ada orang yang rela menunggu dengan sabar hanya untuk sebuah kabar. Aku di sini bukanlah menunggu apa yang telah berlalu pergi, namun menanti apa yang aku yakini. Aku menunggumu dengan kesabaran sembari melantunkan sebuah do'a. Semoga apa yang kita impikan menjadi nyata. Aku menunggumu sampai waktu tak izinkan kita bersatu. Aku selalu menunggumu walau kau tak memintaku menunggu," ucap Dicky selanjutnya.

...----------------...

Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel anak online mama di bawah ini. Terima kasih

Terpopuler

Comments

Wahyu Suroso

Wahyu Suroso

fix gendhis bukan ank kandung ....makanya grace pun iri hati . dan ibu nya sellu menyiksanya

2024-11-25

1

Rika Andesla

Rika Andesla

agak" naif ya si gendis ini

2025-02-06

0

Rahma Waty

Rahma Waty

Thor kata katamu luar biasa

2024-11-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Promo Novel Terbaru
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Bab Empat Puluh Delapan
50 Bab Empat Puluh Sembilan
51 Bab Lima Puluh
52 Bab Lima Puluh Satu
53 Bab Lima Puluh Dua
54 Bab Lima Puluh Tiga
55 Bab Lima Puluh Empat
56 Bab Lima Puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Bab Enam Puluh Tiga
65 Bab Enam Puluh Empat
66 Bab Enam Puluh Lima
67 Bab Enam Puluh Enam
68 Bab Enam Puluh Tujuh
69 Bab Enam Puluh Delapan
70 Bab Enam Puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh Puluh Satu
73 Bab Tujuh Puluh Dua
74 Bab Tujuh Puluh Tiga
75 Bab Tujuh Puluh Empat
76 Bab Tujuh Puluh Lima
77 Bab Tujuh Puluh Enam
78 Bab Tujuh Puluh Tujuh
79 Bab Tujuh Puluh Delapan
80 Bab Tujuh Puluh Sembilan
81 Bab Delapan Puluh
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Bab Delapan Puluh Tiga
85 Bab Delapan Puluh Empat
86 Bab Delapan Puluh Lima
87 Bab Delapan Puluh Enam
88 Bab Delapan Puluh Tujuh
89 Novel ISTRI KEDUA
90 Bab Delapan Puluh Delapan
91 Bonchap
92 Promo Novel Terbaru
93 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Promo Novel Terbaru
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Bab Empat Puluh Delapan
50
Bab Empat Puluh Sembilan
51
Bab Lima Puluh
52
Bab Lima Puluh Satu
53
Bab Lima Puluh Dua
54
Bab Lima Puluh Tiga
55
Bab Lima Puluh Empat
56
Bab Lima Puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Bab Enam Puluh Tiga
65
Bab Enam Puluh Empat
66
Bab Enam Puluh Lima
67
Bab Enam Puluh Enam
68
Bab Enam Puluh Tujuh
69
Bab Enam Puluh Delapan
70
Bab Enam Puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh Puluh Satu
73
Bab Tujuh Puluh Dua
74
Bab Tujuh Puluh Tiga
75
Bab Tujuh Puluh Empat
76
Bab Tujuh Puluh Lima
77
Bab Tujuh Puluh Enam
78
Bab Tujuh Puluh Tujuh
79
Bab Tujuh Puluh Delapan
80
Bab Tujuh Puluh Sembilan
81
Bab Delapan Puluh
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Bab Delapan Puluh Tiga
85
Bab Delapan Puluh Empat
86
Bab Delapan Puluh Lima
87
Bab Delapan Puluh Enam
88
Bab Delapan Puluh Tujuh
89
Novel ISTRI KEDUA
90
Bab Delapan Puluh Delapan
91
Bonchap
92
Promo Novel Terbaru
93
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!