Bab Enam

Ghendis hanya tersenyum tak menanggapi pertanyaan mama mertuanya. Dia juga tak begitu akrab dengan wanita ini. Dari Grace, dia tahu jika mama mertuanya wanita yang baik. Dia sering mendengar kakaknya mengatakan pada ibu, jika dia diberikan hadiah berupa perhiasan.

Mama Reni mengajak Ghendis duduk di sofa yang ada di kamar itu. Dia menggenggam tangan menantunya.

"Aksa itu dingin, tapi jika telah cinta dia akan memperlakukan wanitanya seperti ratu. Jika saat ini Aksa sedikit kasar, itu karena dia belum mengenal kamu. Cobalah membuat dia jatuh cinta, kamu akan tahu bagaimana dia yang begitu perhatian. Dia tak suka wanita membantah, ikuti maunya. Seperti Grace yang selalu mengikuti apa katanya, sehingga dia begitu mencintai mantan istrinya itu," ucap Mama Reni.

Ghendis tersenyum. Lagi-lagi dia dibandingkan dengan Grace. Mereka berbeda. Tidak bisa disamakan.

"Aku bukan Grace, Ma. Aku tak bisa diam jika itu tak sesuai dengan isi hatiku. Aku tak bisa hanya menurut jika itu bertentangan dengan pikiranku," ucap Ghendis dengan suara lembut.

"Apa itu berarti Aksa memang memperlakukan kamu dengan kasar, Nak?" tanya Mama Reni dengan suara kuatir.

Ghendis tersenyum dan menggenggam balik tangan ibu mertuanya yang telah terlihat keriput. Dia tidak menjawab pertanyaan wanita paruh baya itu.

"Ma, aku bukan wanita lemah. Jika pun Aksa memperlakukan diriku kasar, aku akan bertahan. Aku akan bersabar, dan buktikan jika tidak semua wanita itu lemah dan mau di tindas," jawab Ghendis.

"Maafkan semua sikap Aksa jika menyakiti kamu. Katakan saja pada mama apa yang telah Aksa lakukan. Kalau itu salah, mama yang akan langsung memberikan dia nasehat," ujar Mama Reni lagi.

"Jika aku tak sanggup lagi menerimanya, aku akan katakan pada Mama."

Mama Reni memeluk menantunya itu. Dia yakin Ghendis akan bisa membuat putranya kembali ceria seperti dulu lagi. Sejak di tinggal pergi Grace, dia selalu murung dan tidak ada gairah hidup lagi. Beruntung masih ada Alice yang membuat dia terus bertahan.

Alice yang baru terbangun, tersenyum melihat nenek dan mimi-nya. Dia bangun dan langsung duduk. Ghendis mendekati bocah itu dan memberikan kecupan ke seluruh bagian di wajahnya.

"Beri salam dong sama nenek," ucap Ghendis dengan lembut.

"Selamat Sore, Nek!" sapa Alice.

"Selamat Sore cucu nenek yang cantik," balas Mama Reni dengan tersenyum manis dan berjalan mendekati sang cucu.Wanita itu lalu mengecup pipi sang cucu.

Setelah Alice mandi dan berpakaian rapi, dia turun ke lantai dua dengan sang nenek. Ghendis meminta izin mandi terlebih dahulu.

Saat ini Mama Reni dan Aksa sedang duduk di sofa ruang keluarga, sedangkan Alice bermain di lantai.

"Aksa, apa kamu memperlakukan Ghendis dengan kasar?" tanya Mama Reni.

Aksa tak menjawab pertanyaan mamanya. Dia hanya melirik sekilas ke arah wanita yang telah melahirkan dirinya itu.

"Apa yang dia adukan pada Mama?" tanya Aksa dengan suara sedikit geram.

"Ghendis tidak mengatakan apa pun tentang sikapmu. Ibu tadi tak sengaja melihat pergelangan tangannya yang memar. Pasti itu bekas cengkeraman tanganmu!" ucap Mama Reni.

Aksa terdiam mendengar ucapan mamanya. Dalam hatinya berpikir, apakah begitu kuatnya dia memegang tadi sehingga berbekas.

"Aksa, ibu senang saat kamu menikah dengan Grace. Dia bisa merubah kamu yang temperamen dan kasar menjadi lembut. Walau awalnya dia hampir menyerah dan sempat meninggalkan kamu. Untung kamu cepat menyadari kesalahanmu. Jangan sampai dengan Ghendis kamu menyesali setelah dia pergi. Hanya dia yang pantas menjadi ibu bagi anakmu. Mama yakin Ghendis sebenarnya lebih baik dari Grace," ucap Mama Reni.

"Tak ada yang lebih baik dari Grace. Mama jangan samakan dia dengan siapa pun. Grace aku sangat sempurna!" ujar Aksa dengan penuh penekanan. Mama Reni diam, tak mau membahas Grace lagi. Bagi Aksa pembahasan mengenai mantan istrinya itu sangat sensitif.

Tanpa mereka tahu, Ghendis berdiri di belakang sofa itu. Dia mendengar semua yang anak dan ibu itu obrolkan. Beruntung Alice tak melihatnya, sehingga dia bisa pergi lagi. Dia tak ingin dikatakan menguping, padahal tadi hanya kebetulan saja.

**

Ghendis bangun saat jam masih menunjukan pukul lima pagi. Dia segera mandi dan harus bisa pergi dari rumah untuk menemui sang kekasih hati.

Beruntung kemarin Alice di bawa neneknya untuk menginap di rumah kediamannya, sehingga dia tak perlu kuatir dengan bocah itu. Nanti setelah menemui Dicky, dia akan menjemput bocah itu di rumah mertuanya, agar Aksa tak curiga.

Setelah berpakaian rapi, gadis itu segera menuju garasi dan mengambil motor miliknya. Dia lebih senang menggunakan motor. Kalau Grace tak akan mau, takut kulitnya menjadi hitam.

Aksa yang baru bangun, membuka gorden jendela kamarnya. Dia terkejut melihat Ghendis yang meninggalkan halaman rumah dengan menggunakan motornya.

"Mau kemana gadis itu? Ternyata dia tak takut dan jera walau telah aku kurung di gudang. Besar juga nyalinya!" gumam Aksa pada dirinya sendiri.

Dia lalu menghubungi seseorang untuk mengikuti dan mengawasi Ghendis. Dia paling tak suka wanita pembangkang dan membantah ucapannya.

"Sepertinya aku harus lebih keras mendidiknya agar menjadi wanita penurut dan lemah lembut!" ucap Aksa dalam hatinya.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

sadis Aksa anak gadis org di nikahin hanya buat jadi bantalan emosi mu, biarin aja Ghendis lapor kdrt😖

2025-03-01

0

Rahma Waty

Rahma Waty

suami Yang ego tudak akan pernah bertahan dengan perkawinannya

2024-11-18

0

Ninik Srikatmini

Ninik Srikatmini

hhhhh enak aja kamu ka..

2025-02-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Promo Novel Terbaru
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Bab Empat Puluh Delapan
50 Bab Empat Puluh Sembilan
51 Bab Lima Puluh
52 Bab Lima Puluh Satu
53 Bab Lima Puluh Dua
54 Bab Lima Puluh Tiga
55 Bab Lima Puluh Empat
56 Bab Lima Puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Bab Enam Puluh Tiga
65 Bab Enam Puluh Empat
66 Bab Enam Puluh Lima
67 Bab Enam Puluh Enam
68 Bab Enam Puluh Tujuh
69 Bab Enam Puluh Delapan
70 Bab Enam Puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh Puluh Satu
73 Bab Tujuh Puluh Dua
74 Bab Tujuh Puluh Tiga
75 Bab Tujuh Puluh Empat
76 Bab Tujuh Puluh Lima
77 Bab Tujuh Puluh Enam
78 Bab Tujuh Puluh Tujuh
79 Bab Tujuh Puluh Delapan
80 Bab Tujuh Puluh Sembilan
81 Bab Delapan Puluh
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Bab Delapan Puluh Tiga
85 Bab Delapan Puluh Empat
86 Bab Delapan Puluh Lima
87 Bab Delapan Puluh Enam
88 Bab Delapan Puluh Tujuh
89 Novel ISTRI KEDUA
90 Bab Delapan Puluh Delapan
91 Bonchap
92 Promo Novel Terbaru
93 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Promo Novel Terbaru
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Bab Empat Puluh Delapan
50
Bab Empat Puluh Sembilan
51
Bab Lima Puluh
52
Bab Lima Puluh Satu
53
Bab Lima Puluh Dua
54
Bab Lima Puluh Tiga
55
Bab Lima Puluh Empat
56
Bab Lima Puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Bab Enam Puluh Tiga
65
Bab Enam Puluh Empat
66
Bab Enam Puluh Lima
67
Bab Enam Puluh Enam
68
Bab Enam Puluh Tujuh
69
Bab Enam Puluh Delapan
70
Bab Enam Puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh Puluh Satu
73
Bab Tujuh Puluh Dua
74
Bab Tujuh Puluh Tiga
75
Bab Tujuh Puluh Empat
76
Bab Tujuh Puluh Lima
77
Bab Tujuh Puluh Enam
78
Bab Tujuh Puluh Tujuh
79
Bab Tujuh Puluh Delapan
80
Bab Tujuh Puluh Sembilan
81
Bab Delapan Puluh
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Bab Delapan Puluh Tiga
85
Bab Delapan Puluh Empat
86
Bab Delapan Puluh Lima
87
Bab Delapan Puluh Enam
88
Bab Delapan Puluh Tujuh
89
Novel ISTRI KEDUA
90
Bab Delapan Puluh Delapan
91
Bonchap
92
Promo Novel Terbaru
93
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!