Bab Empat

Gendhis yang telah selesai mandi dan berpakaian rapi turun dari lantai dua menuju dapur. Ternyata di meja makan telah duduk dengan manisnya sang suami Aksa dan Alice di pangkuannya.

Ghendis langsung duduk dan mengambil sarapannya. Pandangan Aksa tak berkedip menatapnya. Merasa diperhatikan, gadis itu menatap balik ke abang iparnya itu.

"Apa ada yang salah denganku? Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Ghendis

"Pantas tak ada pria yang mau denganmu, bangun saja kesiangan. Beda banget dengan Grace, yang sesibuk apa pun selalu bangun pagi dan menyiapkan sarapan!" ucap Aksa dengan suara datarnya.

Mata Ghendis melotot mendengar ucapan sang kakak ipar yang telah menjadi suaminya. Seenaknya menilai hanya dengan melihat satu hari ini saja.

"Dengarkan Bapak Aksa yang terhormat! Pertama, saya bangun kesiangan karena semalaman baru bisa memejamkan mata ketika hampir subuh. Kedua, saya bukannya tak laku. Saya memiliki seorang kekasih dan kami hampir menikah, tapi demi Alice aku memilih menikah denganmu. Dan ketiga yang harus kamu bawahi, AKU BUKAN GRACE, AKU GHENDIS, dua orang yang berbeda dan tentu saja kami tak bisa disamakan!' ucap Ghendis dengan penuh penekanan.

Gadis itu berdiri dan meninggalkan meja makan. Seleranya langsung hilang mendengar ucapan pria itu.

"Mau kemana kamu? Duduk kembali ...!" perintah pria itu.

Ghendis mengehentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap Aksa. Dia menatap tajam ke arah pria itu.

Aksa tak mengira jika adik iparnya ini pembangkang dan berani membantah kata-katanya. Selama tiga tahun pernikahannya dengan Grace, mereka hanya bertemu di hari-hari besar saja. Ghendis kuliah di luar kota.

"Duduk kembali di tempatmu, Ghendis!" ucap Aksa lagi dengan suara yang datar tapi menahan emosi.

"Mimi ...," panggil Alice.

Ghendis menahan napas dan membuangnya. Semua dilakukan untuk meredakan emosi yang telah berada di ubun. Dia mendekati sang bocah karena Alice merentangkan tangan minta di gendong.

"Sayang Mimi sudah sarapan?" tanya Ghendis dengan lembut. Sangat berbeda saat dia bicara dengan Aksa.

"Mimi marah ...?" tanya Alice sambil menatap wajahnya intens.

Ghendis tersenyum mendengar pertanyaan Alice. Dia tak menyangka gadis cilik itu bisa membaca sikapnya. Begitu juga dengan Aksa, terlihat terkejut mendengar pertanyaan putrinya.

"Apa menurut Alice Mimi pemarah?" Bukannya menjawab pertanyaan Alice, Ghendis justru balik bertanya. Gadis cilik itu menjawab dengan gelengan kepala.

"Mimi baik, Alice sayang Mimi," ucap Alice dengan polos dan mengecup pipi sang Tante.

"Mimi juga sayang banget sama Alice," balas Ghendis.

Dalam diam Aksa memperhatikan semua interaksi keduanya. Ini salah satu alasan kenapa dia memilih Ghendis menjadi istrinya saat kedua orang tuanya meminta dia menikah lagi demi sang putri. Alice begitu dekat dan menyayangi tantenya itu, begitu juga sebaliknya.

"Sayang, Mimi mau kerja. Alice dengan papi atau bibi dulu. Pulang Mimi kerja, nanti kita main lagi," ucap Ghendis.

Gadis itu berjalan mendekati Aksa dan menurunkan Ghendis di atas pangkuan suaminya itu. Dia lalu ingin segera pergi, tapi langkah gadis itu tertahan karena tangannya di pegang Aksa. Ini pertama kali mereka bersentuhan.

Langkah Ghendis terhenti, entah mengapa jantungnya berdetak lebih cepat. Dia seperti mematung.

"Siapa yang mengizinkan kau kerja? Aku menikah denganmu biar Alice ada teman bermain. Biar dia tak perlu aku titipkan dengan mamaku atau ibumu!" ucap Aksa dengan suara sedikit meninggi.

"Ibu tak ada mengatakan jika aku harus berhenti bekerja!" balas Ghendis.

"Aku yang berhak atas dirimu. Aku ini suami kamu. Kau harus mengikuti mauku. Aku akan membayar kamu dua kali lipat dari gaji yang biasa kau terima!" ucap Aksa dengan ketus.

Ghendis membulatkan matanya mendengar ucapan pria itu. Ibunya tak pernah meminta dia untuk berheni bekerja. Jika tahu begini, tak akan gadis itu berhenti bekerja. Karir nya sedang berkembang. Harus kah dia resign?

"Kalau aku tak berhenti, kamu mau apa?" tanya Ghendis menantang.

"Jangan membangunkan singa yang tertidur, Ghendis! Kau belum mengenal siapa aku, bukan? Membunuh saja aku tak takut!"

"Aku tak bisa berhenti. Karir ku sedang berkembang. Kamu tak bisa menahanku," ucap Ghendis.

Gadis itu kembali melangkahkan kakinya. Tak peduli lagi dengan larangan pria itu. Dia juga ingin bertemu Dicky. Dia harus menjelaskan semua sebelum kekasihnya mendengar dari orang lain.

Aksa tak tinggal diam. Dia memberikan Alice pada bibi dan meminta membawanya ke kamar. Setelah itu dengan langkah cepat dia menyusul Ghendis.

Gadis itu baru sampai di halaman rumah. Tangannya dipegang dengan kuat oleh seseorang membuat dia meringis.

"Lepaskan, Mas. Aku mau kerja!"

"Sudah aku katakan, kau tak boleh bekerja!"

"Aku tak bisa hanya berdiam diri di rumah," balas Ghendis lagi. Gadis itu mencoba melepaskan pegangan tangan Aksa. Namun, tak bisa. Cengkeraman tangan Aksa begitu kuat.

Aksa menarik tangan Ghendis dan memaksanya masuk. Dia membawa gadis itu kebelakang rumah. Ke sebuah gudang. Membukanya dan mendorong tubuhnya hingga tersungkur.

"Sebagai hukuman karena kau membantahku, aku akan mengurungmu di sini!" ucap Aksa.

Pria itu menutup pintunya kembali. Dia masih berdiri, menunggu gadis itu berteriak dan memohon. Namun, lima menit menunggu tak ada suara apa pun dari dalam gudang.

"Keras kepala sekali gadis itu. Dia tak memohon apa pun padaku!" gumam Azka dalam hatinya. Pria itu akhirnya meninggalkan gudang setelah sepuluh menit tak ada suara terdengar.

Di dalam gudang itu, Ghendis mencoba menahan rintihan. Dia tak akan mau memohon pada pria itu. Setelah mendengar langkah kaki menjauh, barulah tangisannya pecah.

'Ya Tuhan, izinkan aku untuk menangis sebentar, bukan aku tidak ikhlas atas takdirmu. Tetapi biarkan aku lumpuhkan segala kelelahan yang aku rasakan sebentar saja. Terlihat kuat bukan berarti aku tidak pernah meneteskan air mataku. Dalam kondisi ini aku bersyukur atas ujian, karenanya aku menjadi lebih kuat. Semoga aku bisa bersabar ketika diberikan ujian lagi."

...----------------...

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

kasihan ama tu thoour, Gendhis, bagai hidup dlm penjara ini sih, semua hrs ikut peraturan Aksa, kabur Aja Gendhis

2025-03-01

0

Wahyu Suroso

Wahyu Suroso

dari kisah awl .pasti orangtuanya lbh sayng ke grace dari pada gendhis ....

2024-11-25

0

Ade Bunda86

Ade Bunda86

sadis bgt nih Aksa....kasihan gendhis

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 Bab Satu
2 Bab Dua
3 Bab Tiga
4 Bab Empat
5 Bab Lima
6 Bab Enam
7 Bab Tujuh
8 Bab Delapan
9 Bab Sembilan
10 Bab Sepuluh
11 Bab Sebelas
12 Bab Dua Belas
13 Bab Tiga Belas
14 Bab Empat Belas
15 Bab Lima Belas
16 Bab Enam Belas
17 Bab Tujuh Belas
18 Bab Delapan Belas
19 Bab Sembilan Belas
20 Bab Dua Puluh
21 Bab Dua Puluh Satu
22 Bab Dua Puluh Dua
23 Bab Dua Puluh Tiga
24 Bab Dua Puluh Empat
25 Bab Dua Puluh Lima
26 Bab Dua Puluh Enam
27 Bab Dua Puluh Tujuh
28 Bab Dua Puluh Delapan
29 Bab Dua Puluh Sembilan
30 Bab Tiga Puluh
31 Bab Tiga Puluh Satu
32 Bab Tiga Puluh Dua
33 Bab Tiga Puluh Tiga
34 Bab Tiga Puluh Empat
35 Promo Novel Terbaru
36 Bab Tiga Puluh Lima
37 Bab Tiga Puluh Enam
38 Bab Tiga Puluh Tujuh
39 Bab Tiga Puluh Delapan
40 Bab Tiga Puluh Sembilan
41 Bab Empat Puluh
42 Bab Empat Puluh Satu
43 Bab Empat Puluh Dua
44 Bab Empat Puluh Tiga
45 Bab Empat Puluh Empat
46 Bab Empat Puluh Lima
47 Bab Empat Puluh Enam
48 Bab Empat Puluh Tujuh
49 Bab Empat Puluh Delapan
50 Bab Empat Puluh Sembilan
51 Bab Lima Puluh
52 Bab Lima Puluh Satu
53 Bab Lima Puluh Dua
54 Bab Lima Puluh Tiga
55 Bab Lima Puluh Empat
56 Bab Lima Puluh Lima
57 Bab Lima Puluh Enam
58 Bab Lima Puluh Tujuh
59 Bab Lima Puluh Delapan
60 Bab Lima Puluh Sembilan
61 Bab Enam Puluh
62 Bab Enam Puluh Satu
63 Bab Enam Puluh Dua
64 Bab Enam Puluh Tiga
65 Bab Enam Puluh Empat
66 Bab Enam Puluh Lima
67 Bab Enam Puluh Enam
68 Bab Enam Puluh Tujuh
69 Bab Enam Puluh Delapan
70 Bab Enam Puluh Sembilan
71 Bab Tujuh Puluh
72 Bab Tujuh Puluh Satu
73 Bab Tujuh Puluh Dua
74 Bab Tujuh Puluh Tiga
75 Bab Tujuh Puluh Empat
76 Bab Tujuh Puluh Lima
77 Bab Tujuh Puluh Enam
78 Bab Tujuh Puluh Tujuh
79 Bab Tujuh Puluh Delapan
80 Bab Tujuh Puluh Sembilan
81 Bab Delapan Puluh
82 Bab Delapan Puluh Satu
83 Bab Delapan Puluh Dua
84 Bab Delapan Puluh Tiga
85 Bab Delapan Puluh Empat
86 Bab Delapan Puluh Lima
87 Bab Delapan Puluh Enam
88 Bab Delapan Puluh Tujuh
89 Novel ISTRI KEDUA
90 Bab Delapan Puluh Delapan
91 Bonchap
92 Promo Novel Terbaru
93 Pengantin Pengganti Tanpa Nasab
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Bab Satu
2
Bab Dua
3
Bab Tiga
4
Bab Empat
5
Bab Lima
6
Bab Enam
7
Bab Tujuh
8
Bab Delapan
9
Bab Sembilan
10
Bab Sepuluh
11
Bab Sebelas
12
Bab Dua Belas
13
Bab Tiga Belas
14
Bab Empat Belas
15
Bab Lima Belas
16
Bab Enam Belas
17
Bab Tujuh Belas
18
Bab Delapan Belas
19
Bab Sembilan Belas
20
Bab Dua Puluh
21
Bab Dua Puluh Satu
22
Bab Dua Puluh Dua
23
Bab Dua Puluh Tiga
24
Bab Dua Puluh Empat
25
Bab Dua Puluh Lima
26
Bab Dua Puluh Enam
27
Bab Dua Puluh Tujuh
28
Bab Dua Puluh Delapan
29
Bab Dua Puluh Sembilan
30
Bab Tiga Puluh
31
Bab Tiga Puluh Satu
32
Bab Tiga Puluh Dua
33
Bab Tiga Puluh Tiga
34
Bab Tiga Puluh Empat
35
Promo Novel Terbaru
36
Bab Tiga Puluh Lima
37
Bab Tiga Puluh Enam
38
Bab Tiga Puluh Tujuh
39
Bab Tiga Puluh Delapan
40
Bab Tiga Puluh Sembilan
41
Bab Empat Puluh
42
Bab Empat Puluh Satu
43
Bab Empat Puluh Dua
44
Bab Empat Puluh Tiga
45
Bab Empat Puluh Empat
46
Bab Empat Puluh Lima
47
Bab Empat Puluh Enam
48
Bab Empat Puluh Tujuh
49
Bab Empat Puluh Delapan
50
Bab Empat Puluh Sembilan
51
Bab Lima Puluh
52
Bab Lima Puluh Satu
53
Bab Lima Puluh Dua
54
Bab Lima Puluh Tiga
55
Bab Lima Puluh Empat
56
Bab Lima Puluh Lima
57
Bab Lima Puluh Enam
58
Bab Lima Puluh Tujuh
59
Bab Lima Puluh Delapan
60
Bab Lima Puluh Sembilan
61
Bab Enam Puluh
62
Bab Enam Puluh Satu
63
Bab Enam Puluh Dua
64
Bab Enam Puluh Tiga
65
Bab Enam Puluh Empat
66
Bab Enam Puluh Lima
67
Bab Enam Puluh Enam
68
Bab Enam Puluh Tujuh
69
Bab Enam Puluh Delapan
70
Bab Enam Puluh Sembilan
71
Bab Tujuh Puluh
72
Bab Tujuh Puluh Satu
73
Bab Tujuh Puluh Dua
74
Bab Tujuh Puluh Tiga
75
Bab Tujuh Puluh Empat
76
Bab Tujuh Puluh Lima
77
Bab Tujuh Puluh Enam
78
Bab Tujuh Puluh Tujuh
79
Bab Tujuh Puluh Delapan
80
Bab Tujuh Puluh Sembilan
81
Bab Delapan Puluh
82
Bab Delapan Puluh Satu
83
Bab Delapan Puluh Dua
84
Bab Delapan Puluh Tiga
85
Bab Delapan Puluh Empat
86
Bab Delapan Puluh Lima
87
Bab Delapan Puluh Enam
88
Bab Delapan Puluh Tujuh
89
Novel ISTRI KEDUA
90
Bab Delapan Puluh Delapan
91
Bonchap
92
Promo Novel Terbaru
93
Pengantin Pengganti Tanpa Nasab

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!