Tak lagi bisa mengelak

"Ngapain kamu disini?" Dario beranjak dari duduknya, dia menatap heran adiknya yang berada di toko es krim tersebut.

"Aku sedang ...." Tatapan Freya teralihkan pada sekitarnya, lalu dia kembali menatap Dario dengan tersenyum canggung.

"Sendiri, aku sendiri disini," ujar Freya seakan seperti menutupi sesuatu.

Dario menatap penuh curiga padanya, dia turut menoleh ke sekitar untuk mencari sesuatu yang janggal. Namun sayangnya, tak ada sesuatu apapun yang membuat Dario merasa aneh. Sedangkan si kembar, keduanya menatap Freya dengan tatapan polos keduanya.

"Kakak sendiri ngapain disini?" Freya bertanya balik pada kakaknya itu.

"Aku sedang bersama kedua putriku." Jawab Dario dengan santai dan kembali mendudukkan dirinya di kursi yang sama.

Mata freya membulat sempurna, dia langsung menatap ke arah kedua anak kembar yang menatapnya dengan mata membulat lucu. Freya beralih menatap sang kakak yang sepertinya terlihat santai memainkan ponselnya dengan bibirnya yang tersenyum tipis.

"Jangan bercanda kak!" Seru Freya sembari menepuk bahu kakaknya itu.

"Yang bercanda siapa? Udah jadi dua masa bercanda." Sahut Dario dengan tatapan malas.

"Kakak buatnya sama siapa? Istri kabur, tunangan belum sah. Kakak culik anak siapa ini?! Mana anaknya cakep, heee!! Kakak culik anak siapa!!" Pelik Freya yang mana membuat Dario terkejut.

"Ngawur kamu! Ya ini anak kakak sama Alice lah! Memangnya istri kakak ada sepuluh?! Istri kakak cuman satu, ya mereka ini hasil usaha kakak sama istri kakak!" Seru Dario.

Freya melongo, dia kembali menatap si kembar yang terlihat bingung dengan perdebatan mereka. Lalu, Freya meraih pipi Alexa dan mencubitnya gemas. Alexa pun hanya pasrah, dia tak bisa melakukan apapun saat pipinya di mainkan seperti saat ini.

"Kok bisa? Kakak sudah ketemu kak Alice?" Heran Freya.

"Sudahlah! Ceritanya panjang, nanti kakak ceritakan. Intinya, kakak iparmu pergi dalam keadaan hamil. Sekarang, kakak berencana untuk membawa kakak iparmu ke rumah agar mama membatalkan pertunangan kakak dengan Agatha." Terang Dario.

Merasa kesal pipinya terus di mainkan, Alexa menepis tangan Freya dan menatap sinis ke arah gadis seusia Dara itu. Freya yang belum tahu sifat asli Alexa pun tentu saja terkejut dengan tatapan sinis bocah menggemaskan itu.

"Citu pikil, pipiku ini mainan?! Janan begitu Beltaaaa!! Telcikcana pipiku iniii!!" Pekik Alexa.

Freya mengerjapkan matanya, tatapannya beralih pada Dario yang menyeringai padanya sembari melipat tangannya di depan d4da. Pria itu bahkan dengan santainya menyandarkan punggung nya dan menatap adiknya dengan menaik-turunkan alisnya.

"Masih ragu kalau mereka anak kakak?" Tanya Dario.

"Enggak, mirip mama cerewetnya." Cicit Freya yang mengundang kekehan Dario.

.

.

.

Dario menatap kertas yang Jeno sodorkan padanya, pria itu mengangkat pandangannya ke arah Jeno yang sedang memangku Eliza. Sementara Alexa, dia sibuk menatap barang-barang yang berada di dalam ruang praktek sepupu daddynya itu.

"Mereka benar-benar anakmu, 99% darah kalian cocok." Terang Jeno sebelum Dario membukanya.

Dario tersenyum, dia sudah menebak hal itu. Tatapannya pun beralih pada ELiza yang ternyata justru tertidur di pangkuan Jeno. Melihat putrinya yang tertidur, Dario pun langsung meminta Eliza dari dekapan sepupunya.

"Nanti dulu! Biarkan dia bersamaku! Kamu punya dua, pinjamkan aku satu!" Pekik Jeno saat Dario akan mengambil putrinya.

"Enak aja! Nikah sana! Dari pada milikmu keburu karatan. Berikan putriku! Bikin sendiri sana!" Ketus Dario dan mengambil paksa putrinya dari Jeno.

Jeno mengerucutkan bibirnya sebal, tatapannya beralih pada Alexa yang sedang memegang termometer. Ponakannya yang satu itu sangat aktif, entah mengapa bocah itu tidak ada lelahnya. Berbeda dengan Eliza yang terlihat sudah lelah dan mengantuk.

"Kau akan kembali ke rumah sakit sekarang?" Tanya Jeno sembari menatap sepupunya itu.

"Ya, istriku juga pasti sedang menunggu." Jawab Dario dengan santai.

Jeno mengangkat satu sudut bibirnya, "Menunggu si kembar maksudnya? Pftt!! Maaf kawan, sepertinya dia sudah bosan menunggu suami seperti mu." Ledek Jeno yang mana membuat Dario menatap datar padanya.

"Jangan kamu pancing emosiku Jen! Jika tidak, aku akan meminta kakek untuk memindahkan mu ke rumah sakit terpencil yang ada di desa." Ancam Dario.

Senyum Jeno luntur, dia menatap datar ke arah Dario yang justru melempar senyum pada putrinya.

"Alexa, ayo pulang sayang." Seru Dario.

Bergegas, Alexa menghampiri Dario setelah mengembalikan barang-barang yang ia pinjam. Lalu, Dario pun pamit pulang pada sepupunya untuk kembali ke rumah sakit dimana tempat istrinya di rawat.

Jeno menatap kepergian Dario dengan senyum mengembang di bibirnya. Tatapan pria itu terlihat sangat tulus, dia merasa bahagia dengan kebahagiaan yang menimpa Dario saat ini.

"Keputusanmu menikah dengan Alice, tidak pernah salah Dario. Walaupun keluarga besar menentangnya tapi kegigihanmu mempertahankan wanita yang kamu cintai patut mendapat penghargaan. Semoga kebahagiaan selalu memeluk keluarga kecilmu" Lirih Jeno.

Sementara di rumah sakit, terlihat seorang suster sedang kembali memasangkan infus Alice yang baru. Sebab, wanita itu masih belum membaik. Benar dugaan Dario, istrinya itu pasti kembali dan menunggu kedatangannya. Namun, Alice kembali bersama Dara dan juga Bu Liana. Keduanya menjaga Alice hingga Dario tiba di rumah sakit kembali.

"Suamimu itu benar-benar keterlaluan! Seenaknya aja dia bohongi ibu, awas aja kalau ketemu. Habis dia sama ibu!" Omel Bu Liana.

"Udah buk, jangan buat keributan. Kita cukup antarkan kak Alice kembali kesini aja. Kita gak perlu ikut campur." Tegur Dara.

"Gak ikut campur gimana?! Alice itu sudah ...,"

Cklek!

Perdebatan mereka terhenti, tatapan mereka pun tertuju pada pintu yang baru saja terbuka. Terlihat, Asisten Ravi masuk sembari menggendong Alexa. di susul dengan Dario yang masuk sembari menggendong Eliza yang masih tertidur pulas. Tanpa bicara, Dario berjalan menuju sofa dan merebahkan putrinya di sana. Lalu, pria itu berbalik dan mengambil Alexa dari gendongan Asistennya.

"Mas." Panggil Alice saat melihat Dario meletakkan Alexa yang tertidur di sofa yang lain.

Dario menghiraukan panggilan Alice, dia hanya sibuk dengan kedua putrinya dan memastikan keduanya tertidur dengan nyaman. Baru setelah itu, Dario mengalihkan tatapannya pada Bu Liana dan juga Dara.

"Terima kasih karena kalian sudah kembali mengantar istri saya kembali ke rumah sakit," ujar Dario dengan sopan.

"Sama-sama, tolong nak Dario. Jangan sakitin Alice, dia sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri. Sakit hati ibu kalau lihat dia sedih, jangan di sakitin yah. Dia sudah banyak menderita, tugasmu sebagai suami adalah membahagiakannya." Nasehat Bu Liana dengan mata teduhnya yang berkaca-kaca.

Dario mengangguk, dia melempar senyum tipis pada wanita paruh baya itu.

"Baik bu, terima kasih atas nasehatnya." Sahut Dario dengan tersenyum tipis.

"Yaudah, kalau begitu ibu dan Dara pamit yah. Alice, bahagia sama suamimu yah. Jangan lupa jenguk ibu dan Dara." Pamit Bu Lianaa.

Bu Liana dan Alice berpelukan, Dara pun sama. Setelah mereka pelukan perpisahan, Bu Liana dan Dara pun keluar dari ruang rawat Alice dan kembali ke rusun. Setelah kepergian keduanya, suasana ruang rawat Alice pun menjadi sunyi. Hanya ada Dario dan Alice yang sama-sama terdiam tanpa bicara. Sementara Asisten Ravi, dia sudah sejak tadi keluar untuk bergabung bersama bodyguard yang berada di depan pintu.

"Udah puas belum kabur-kaburannya, hm?"

Alice mengalihkan pandangannya, jantungnya berdegup kencang saat melihat tatapan tajam dari suaminya itu. Perlahan, Dario mendekat dan berdiri di hadapan istrinya. Lalu, pria itu menaikkan dagu sang istri dengan jari telunjuknya. Sehingga, hal itu membuat Alice mendongakkan kepalanya.

"Sejak kapan kamu memiliki bakat menipu?" Tanya Dario.

"Aku tidak menipumu, mereka ...,"

"Lalu, tentang anak asuh?" Sela Dario dengan seringai di bibirnya.

Dario menarik jari telunjuknya dari dagu Alice. Lalu, pria itu mengeluarkan kertas dari saku kemejanya. Kemudian, dia menunjukkan selembar kertas yang dia dapat dari Jeno dan menunjukkannya tepat di hadapan istrinya itu. Melihat isi kertas itu, membuat raut wajah Alice bertambah pucat.

"Ka-kamu ... kamu melakukan tes DNA pada mereka mas?!" Pekik Alice dengan mata membulat sempurna.

"Ya." Sahut Dario dengan santai.

Alice mengepalkan tangannya, matanya menatap tajam ke arah Dario yang dengan santainya kembali menarik kertas itu dari hadapan wajah istrinya.

"Keterlaluan kamu mas! Kamu gak ada hak melalukan tes DNA pada kedua putri ku tanpa persetujuanku!!" Bentak Alice dengan tatapan tajam.

"Siapa bilang aku tidak ada hak? Apa kertas ini belum menjadi cukup bukti yang kuat untuk menyadarkanmu, jika aku adalah ayah biologis mereka? Kertas ini menjadi bukti, jika aku lebih berhak atas mereka dari pada kamu Alice! Berhentilah menjadi wanita egois!" Bentak Dario.

Air mata Alice luruh, wanita itu tertunduk dalam. Perkataan Dario benar-benar menampar dirinya. Dario berhak atas kedua putrinya, tidak ada yang salah dengan hal itu. Hanya saja, Alice syok dengan langkah yang pria itu ambil membuatnya tak bisa lagi mengelak. Tak lama, Alice merasa sebuah tangan mengusap pipinya dengan lembut.

"Apa salahku hingga membuatmu memutuskan untuk pergi dengan membawa kedua putri kita? Bukankah kehadiran mereka yang kita harapkan dalam rumah tangga kita? Kenapa kamu malah pergi dengan membawa kabar bahagia itu? Kamu egois sekali sayang, kamu menyembunyikan berita yang paling aku tunggu-tunggu sejak kita menikah." Lirih Dario dengan matanya yang memerah menahan tangis.

\_\_

Part panjang nih🤭🤭

Jangan lupa dukungannya🥰🥰

Terpopuler

Comments

Memyr 67

Memyr 67

kesalahan dario karena menikahi perempuan yg bertindak atas dasar emosinya.

2024-11-12

1

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

berasa ibu kandung apalagi alice yatim piatu,harus nya ibu mertua yg spt ini

2024-12-27

0

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

ya alice la yg lebih berhak lojali la wong ente hanya nebar benih doank lah alice yg mengandung twins 9 bulan belum saat lahiran nya berbagi nyawa trus selama 4thn jadi single mom,dimana pikilan mu lojali belkata cepelti itu

2024-12-27

1

lihat semua
Episodes
1 5 tahun pernikahan
2 Tetap akan selalu mencintai kamu
3 Kepergian Alice
4 Kembar c4del menggemaskan
5 Rusun yang akan di gusur
6 Pertemuan pertama Dario dan si kembar
7 Penolakan Dario
8 Kartu hitam yang terlacak
9 Kembali bertemu
10 Kamu masih istriku!
11 Dompet keling
12 Terbongkar
13 Om Lojali, daddy kami?
14 Menjemput si kembar
15 Ikut daddy
16 Rencana yang sia-sia
17 Tak lagi bisa mengelak
18 Cinta yang tetap ada
19 Cinta Dario
20 Perdebatan Helma dan Dario
21 keliputna oma
22 Ungkapan isi hati Alice
23 Mulai luluh
24 Tangican palcu penalik kacihan
25 Usaha yang gagal
26 Ketegasan Dario
27 Hubungan yang terputus
28 Bakat Alexa
29 Cali daddy balu
30 Cali gala-gala aja bicana
31 Alterio Regantara
32 Mobil Onty namuk
33 Akhirnya
34 Drama siang di kediaman Helma
35 Bujukan yang sangat memaksa
36 Pertemuan Alterio dan Dario
37 Kemarahan Raka pada putrinya
38 Saya ingin keadilan untuk istri saya!
39 Om Bakteli
40 Cintanya Dario
41 Aidan Raymond Luisa
42 Tentang Agni
43 Romantisnya Dario
44 Nda ada pikilanna kali
45 Pertama kali sekolah
46 Dimana adik saya?
47 Kesedihan Alterio
48 Botol yang hilang
49 Kedatangan Alterio
50 Ajakan menikah Asisten Ravi
51 Main di rusun
52 Adik Alterio
53 Aku adalah kakak kandungmu Alice
54 Kecerdasan Alexa
55 Jujur dan saling memahami
56 Kalian yang membuat ku jauh dari keluarga ini
57 Sudah kalah
58 Percakapan Alice dan Agatha
59 Tespack
60 Usaha agar Alice hamil kembali
61 Laca cayange
62 Ketakutan Dario
63 Sangat mencintai Alice
64 Mansion Alterio
65 D4rah apa?
66 Drama testpack
67 Adik balu
68 Alterio yang pusing mengurus si kembar
69 Tuan Arashi
70 Kecemburuan Alexa
71 Pemakaman Tuan Arashi
72 Esra, si wanita sewaan
73 Sampai kapan kalian menyembunyikan cicit kembarku?
74 Rasa cemas Alice yang menguap
75 Hadiah dari Eyang Nia
76 Aneska Alita, namamu mulai saat ini
77 Perkembangan Al dan El
78 Pertemuan Alice dan Aneska
79 Kenal Onty
80 Perkara Kecoa
81 Sikap aneh Alterio
82 Hari kelahiran si kembar
83 Hiiii gantengna oyyy
84 Saling serang Agatha dan Jeno
85 Tertarik padanya
86 Jodohkan saja mereka!
87 Tidak ada yang boleh mengganggunya!
88 Istri ku hanya kamu, sampai kapanpun
89 Hadiah dari si ganteng
90 Wedding Ravi&Dara
91 Kembar lagi?!
92 Stok kesabaran bumil
93 Menunda pernikahan
94 Mendekati waktu lahiran
95 Kelahiran Twins
96 Uculnaaaa!!
97 Arfano & Arash
98 Happy wedding Aidan&Freya
99 Indah pada waktunya
100 Bonchap 1
101 Bonchap 2
102 Bonchap 3
103 Empat
104 S 2 : 15 tahun kemudian
105 Rencana
106 Menemui calon
107 Masalah yang terjadi
108 Restu Dario
109 ONTYYY!!
110 Mengingat kembali hadiah lima belas tahun silam
111 Kecemburuan Arfano
112 Pemakaman Eyang
113 Kegelisahan Dario
114 Abang Kei cetia!
115 Kasih sayang Alexa
116 Wedding A&H
117 Kekesalan Hiro
118 Saling mencurigai
119 Duka
120 Pemakaman Kakek Arya
121 Merawat istri yang demam
122 Beldoca kali kamuuu
123 Yamada
124 Berpamitan pergi
125 Berusaha menahan
126 Keterkejutan Alexa
127 Ruangan aneh
128 Kunci pintu rahasia
129 LEWAT BENTAR^^
130 Ternyata hal ini yang di rahasiakan
131 Luluhnya hati Alexa
132 Sadar
133 Tingkah Alexa
134 Perlawanan Alexa
135 Rencana Alexa
136 Rencana Alexa 2
137 Dia, bukan ibu kandungmu
138 Hiro mengetahui nya
139 Melawan
140 Aku mencintai nya
141 Kenangan
142 Kedatangan Azumi
143 Nda mau punya mama tili
144 Akhirnya
145 Bonchap
146 Bonchap 2
147 IF YOU COME BACK
148 Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)
Episodes

Updated 148 Episodes

1
5 tahun pernikahan
2
Tetap akan selalu mencintai kamu
3
Kepergian Alice
4
Kembar c4del menggemaskan
5
Rusun yang akan di gusur
6
Pertemuan pertama Dario dan si kembar
7
Penolakan Dario
8
Kartu hitam yang terlacak
9
Kembali bertemu
10
Kamu masih istriku!
11
Dompet keling
12
Terbongkar
13
Om Lojali, daddy kami?
14
Menjemput si kembar
15
Ikut daddy
16
Rencana yang sia-sia
17
Tak lagi bisa mengelak
18
Cinta yang tetap ada
19
Cinta Dario
20
Perdebatan Helma dan Dario
21
keliputna oma
22
Ungkapan isi hati Alice
23
Mulai luluh
24
Tangican palcu penalik kacihan
25
Usaha yang gagal
26
Ketegasan Dario
27
Hubungan yang terputus
28
Bakat Alexa
29
Cali daddy balu
30
Cali gala-gala aja bicana
31
Alterio Regantara
32
Mobil Onty namuk
33
Akhirnya
34
Drama siang di kediaman Helma
35
Bujukan yang sangat memaksa
36
Pertemuan Alterio dan Dario
37
Kemarahan Raka pada putrinya
38
Saya ingin keadilan untuk istri saya!
39
Om Bakteli
40
Cintanya Dario
41
Aidan Raymond Luisa
42
Tentang Agni
43
Romantisnya Dario
44
Nda ada pikilanna kali
45
Pertama kali sekolah
46
Dimana adik saya?
47
Kesedihan Alterio
48
Botol yang hilang
49
Kedatangan Alterio
50
Ajakan menikah Asisten Ravi
51
Main di rusun
52
Adik Alterio
53
Aku adalah kakak kandungmu Alice
54
Kecerdasan Alexa
55
Jujur dan saling memahami
56
Kalian yang membuat ku jauh dari keluarga ini
57
Sudah kalah
58
Percakapan Alice dan Agatha
59
Tespack
60
Usaha agar Alice hamil kembali
61
Laca cayange
62
Ketakutan Dario
63
Sangat mencintai Alice
64
Mansion Alterio
65
D4rah apa?
66
Drama testpack
67
Adik balu
68
Alterio yang pusing mengurus si kembar
69
Tuan Arashi
70
Kecemburuan Alexa
71
Pemakaman Tuan Arashi
72
Esra, si wanita sewaan
73
Sampai kapan kalian menyembunyikan cicit kembarku?
74
Rasa cemas Alice yang menguap
75
Hadiah dari Eyang Nia
76
Aneska Alita, namamu mulai saat ini
77
Perkembangan Al dan El
78
Pertemuan Alice dan Aneska
79
Kenal Onty
80
Perkara Kecoa
81
Sikap aneh Alterio
82
Hari kelahiran si kembar
83
Hiiii gantengna oyyy
84
Saling serang Agatha dan Jeno
85
Tertarik padanya
86
Jodohkan saja mereka!
87
Tidak ada yang boleh mengganggunya!
88
Istri ku hanya kamu, sampai kapanpun
89
Hadiah dari si ganteng
90
Wedding Ravi&Dara
91
Kembar lagi?!
92
Stok kesabaran bumil
93
Menunda pernikahan
94
Mendekati waktu lahiran
95
Kelahiran Twins
96
Uculnaaaa!!
97
Arfano & Arash
98
Happy wedding Aidan&Freya
99
Indah pada waktunya
100
Bonchap 1
101
Bonchap 2
102
Bonchap 3
103
Empat
104
S 2 : 15 tahun kemudian
105
Rencana
106
Menemui calon
107
Masalah yang terjadi
108
Restu Dario
109
ONTYYY!!
110
Mengingat kembali hadiah lima belas tahun silam
111
Kecemburuan Arfano
112
Pemakaman Eyang
113
Kegelisahan Dario
114
Abang Kei cetia!
115
Kasih sayang Alexa
116
Wedding A&H
117
Kekesalan Hiro
118
Saling mencurigai
119
Duka
120
Pemakaman Kakek Arya
121
Merawat istri yang demam
122
Beldoca kali kamuuu
123
Yamada
124
Berpamitan pergi
125
Berusaha menahan
126
Keterkejutan Alexa
127
Ruangan aneh
128
Kunci pintu rahasia
129
LEWAT BENTAR^^
130
Ternyata hal ini yang di rahasiakan
131
Luluhnya hati Alexa
132
Sadar
133
Tingkah Alexa
134
Perlawanan Alexa
135
Rencana Alexa
136
Rencana Alexa 2
137
Dia, bukan ibu kandungmu
138
Hiro mengetahui nya
139
Melawan
140
Aku mencintai nya
141
Kenangan
142
Kedatangan Azumi
143
Nda mau punya mama tili
144
Akhirnya
145
Bonchap
146
Bonchap 2
147
IF YOU COME BACK
148
Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!