Kembar c4del menggemaskan

4 tahun kemudian.

"MBAAAAKK! BELIII! BELII!" Teriak seorang wanita di depan warung.

"CEBENTAAALL! CUALAMU MENYIKCA DILIKU KALI LACANYAAA!" Sahut seorang bocah dari dalam dengan kecadelannya yang menggemaskan.

Tak lama, datang kedua bocah kembar yang terlihat sangat menggemaskan. Kedua bocah itu menaiki kursi agar bisa melihat wanita tersebut. Pipi berisi bocah itu membuat siapa pun akan gemas terhadap mereka. Kulit putih bersih, hidung kecil yang mancung, serta rona merah di pipi mereka menambah kesan gemas padanya. Keduanya kembar identik, yang membedakan hanyalah warna rambut mereka.

"Beli apa? Mommy lagi di kamal mandi," ujar seorang bocah berambut coklat dengan bando berwarna biru di kepalanya.

"Eh dek Lexa, ibu mau ambil minyak dua liter yah. Sama gula nya seperapat." Pinta wanita tersebut.

Alexa Qirania namanya, Bocah gembul itu mengangguk. Dia turun perlahan dari kursi dan mengambilkan pesanan yang ibu minta tadi. Di umurnya yang baru empat tahun, dirinya sudah bisa melayani pembeli. Kecerdasannya dan juga kembarannya membantu sang mommy untuk menjaga warung.

"Totalna empat puluh lima lebu, mana duitnya?" Seru bocah gembul berambut hitam setelah menghitung totalnya di kalkulator yang dirinya pegang.

"Nah balangnya Lija, belapa halganya jadinya?" Tanya Alexa pada kembarannya yang bernama Eliza Qirania.

Ya, keduanya adalah anak kembar yang Alice lahirkan 4 tahun lalu. Kini, kedua anak itu tumbuh sehat dan pintar. Walaupun, keduanya tak di dampingi oleh seorang daddy sedari mereka lahir.

"Empat puluh lima lebu." Jawab Eliza sembari menatap kalkulatornya.

Tatapan Alexa beralih pada wanita tersebut, dia menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Di antara keduanya, Alexa lah yang paling bermulut pedas. Jika Eliza, dia akan menggunakan otaknya untuk melawan lawannya.

"Hehe, dek Al sama El. Ibu ngu ...,"

"Heee ... Ndaaa! Nda bica ngutang-ngutang. Memangnya walung punya kakek moyangna citu? Bica bangklut lama-lama. Jangan ngutang telus, capek ngitung utangnya. Di kila hidupnya Lekca buat itung utangnya citu. Makanya, jangan poya-poya telus. Bica poya-poya tapi beli minyaknya ngutang. Cukulnya umulna citu nda ngutang juga. Menyikca diliku kali lacanya." Sela Alexa dengan tatapan tajam pada wanita tersebut.

"Hais, bilang saja pada mommy kalian. Ibu ambil dulu yah, nanti sore di bayar. Beneran kok," ujar wanita itu meyakinkan.

Alexa melirik Eliza, kedua kembar itu saling menatap seakan saling bertanya. Lalu, keduanya kembali menatap wanita tersebut dengan tatapan sinis.

"Nda boleh, bawa dulu uangnya cini. Nda ada ngutang, kemalin bilangnya gitu juga. Nda lagi pelcaya aku cama janji manis mu. Menyikca kali diliku cama janjimu itu." Ketus Alexa.

"Ish! Pelit banget sih! Masih kecil juga! Mana ngerti kamu kebutuhan ibu rumah tangga!" Ketus wanita tersebut.

"Ada apa ini yah?" Terlihat, seorang wanita cantik datang menghampiri mereka.

Melihat kedatangan Alice, wanita itu akan membuka suaranya. Namun, Alexa lebih dulu berbicara yang mana membuat wanita itu kembali menutup rapat bibirnya. "Dia mau ngutang lagi, nda ada uang ngapain beli! Di bilang culuh bayal nda mau, dia nya malah-malah. Menyikca diliku kali lacanya!" Ketus Alexa.

Tatapan Alice mengarah pada wanita itu, tampak wanita itu terlihat jutek padanya. Alice tentu mengenalnya, dia adalah warga baru di rusun yang mereka tinggali. Memang, kerap kali berhutang di warungnya. Bahkan, hutangnya sudah menumpuk dan belum di bayar. Alice tak enak menagihnya, tetapi apa yang wanita itu perbuat sudah keterlaluan.

"Bu sukma, maaf. Bukan maksud saya menggurui, tapi ada baiknya hutang Bu Sukma kemarin di bayar dulu. Saya juga butuh perputaran modal, jadi maaf ... saya menagih hutang Bu Sukma." Ujar Alice dengan sopan.

"Heleh! Kamu itu cuman penjaga warung! Buktinya, Bu Liana boleh-boleh aja tuh kalau saya ngutang!" Ketus wanita bernama Bu sukma itu.

Alexa mendekatkan wajahnya pada Eliza, hingga membuat jarak antara keduanya menipis. Eliza yang mengerti pun segera mendekatkan telinganya. "Pantecan namanya Bu cukma, olang cama cepelti hatinya. Bu*cuk." Bisik Alexa.

"Hus, nanti dia dengal. Jangan bilang Bu*cuk, tapi bilangnya bau." Bala Eliza yang mana membuat keduanya terkikik geli.

Brak!

"Kalian sedang membicarakan saya yah?! gak ada sopannya yah kalian! Pantas saja, anak tanpa ayah seperti kalian ini memang gak terdidik! Jangan-jangan, kalian ini justru anak h4ram!" Sentak Bu Sukma yang mana membuat Alice menatapnya dengan sorot mata penuh kemarahan. Hati ibu mana yang tidak hancur ketika anaknya di katakan sebagai anak h4ram. Tentunya, Alice seagai ibu dari si kembar pun tak terima.

"Cukup yah Bu Sukma! Disini anda yang salah! Seharusnya anda membayar hutang anda bukan malah menghina kedua putriku! Biarpun mereka tidak memiliki ayah, tapi setidaknya mereka tidak j4hat seperti anda!" Sentak Alice dengan tatapan tajam.

Bu Sukma memasang raut wajah sinis, dia menatap Alice dengan memandang rendah padanya. "Jangan-jangan, kamu ini istri simpanan. Pantes saja saya tidak pernah melihat suami kamu." Desis Bu Sukma.

"Eh ... eh ... eh ... ngapain kamu?! Mau ngutang lagi hah?!" Tiba-tiba Liana datang sembari membawa kemoceng dan mengarahkannya pada Bu summa.

Terlihat, Bu Sukma menahan kesal. Dia pun bergegas pergi dari tempat itu sebelum Liana melayangkan kemoceng itu padanya. Liana pun tampak kesal karena kedatangan Bu Sukma, dia pun beralih menatap Alexa yang sedang mengelus kepala Eliza.

"Apa dia sudah bayar hutangnya?" Tanya Bu Liana.

"Belum bu." Jawab Alice.

"Benar-benar dia, warga baru beberapa bulan udah punya hutang sana-sini. Bikin engap rusun ini aja." Gerutu Liana.

"Benel itu nenek, di lempal ke laut aja halusnya dia. Makca lagi, mulutnya itu nda copan. Mau di talik kayaknya bibilnya, menyikca diliku kali lacanya." Sewot Alexa.

Liana tersenyum, dia masih menatap Alexa yang terlihat kesal karena kedatangan Bu Sukma. Sementara Eliza, dia tengah memikirkan apa yang Bu sukma tadi katakan. Anak itu pun beralih menatap sang mommy dengan tatapan lekat.

"Mom." Panggil Eliza.

"Ya sayang?" Sahut Alice.

"Apa itu anak halam? Kenapa Bu cukma bilang kita anak halam?" Tanya Eliza yang mana membuat raut wajah Alice berubah pias.

"Jangan dengarkan bu Sukma yah nak." Ijar Alice seraya mengelus lembut kepala putrinya.

"Mommy, dimana daddy kami?" Pertanyaan Alexa membuat d4da Alice terasa sesak.

.

.

.

Di lain tempat, tampak seorang pria turun dari mobil mewahnya. Kaca mata hitam bertengger apik di hidung mancungnya. Tangannya pun mengaitkan kancing jas kemejanya sembari berjalan memasuki gedung tinggi perkantoran miliknya. Pria itu yang tak lain dan tak bukan adalah Dario.

Kini, usahanya semakin sukses. Dirinya semakin di kenal banyak orang karena kesuksesannya. Bahkan, dirinya di juluki miliarder termuda beberapa tahun terakhir. Jelas saja, banyak wanita yang mendekat padanya. Namun, tetap saja pria itu belum juga melupakan Alice.

"Tuan Dario, ada masalah dengan tanah yang baru saja kita beli Minggu lalu." Terang seorang pria ya g berjalan disisi Dario

"Kita bicara di ruanganku." Putus Dario sembari menekan handle ruang kantornya. Lalu, pria memasukinya dengan di ikuti oleh Asistennya.

Dario duduk di kursi kebesarannya, dia melepas kaca mata hitamnya dan menatap Asistennya yang berdiri di hadapan mejanya. Mata elangnya menatap tajam arah Asistennya yang terlihat takut itu. "Katakan saja," ujar Dario.

"Tuan, tanah yang kita beli ternyata adalah tanah rumah rusun yang masih berpenghuni."

"Apa? bukankah sebelumnya dia bilang itu tanah kosong? Apa kamu tidak mengeceknya?!" Pekik Dario dengan tatapan dingin.

Asisten Dario meneguk kasar lud4hnya, tatapan tuannya membuat dirinya semakin takut. Semenjak kepergian Alice, Dario menjadi pria dingin yang tak tersentuh. Bahkan, kerap kali pria itu marah hanya karena hal kecil.

"Saya sudah mengeceknya, tapi sayangnya ... saya kecolongan. Kita di tipu Tuan, maafkan saya." Lirih Asisten Dario sembari menundukkan kepalanya.

"Aku ingin memecatmu, tapi semuanya sudah terjadi. Begini saja, kamu harus pastikan penduduk rusun itu pergi secepatnya. Bagaimana pun caranya. Jika mau cara gampang, libatkan polisi dalam urusan ini. Satu minggu, kamu harus bisa mengusir mereka dari rusun itu. Paham?!" Asisten Dario mengangguk setuju, dia akan mempertanggung jawabkan kelalaiannya.

Dario beralih menatap pada jendela ruang kerjanya, dari jendela itu dia bisa melihat langsung langit biru yang terlihat sangat cerah. Tapi, suasana hatinya tak secerah itu. Sejak kepergian Alice, perasaan Dario sangat kacau. Kehidupan nya pun sangat kacau. Pria yang dulunya ramah, kini menjadi dingin tak tersentuh.

"Alice, lima tahun sudah kamu pergi. Sampai saat ini juga, aku tidak pernah tahu alasan kamu pergi meninggalkan aku." Batin Dario dengan menahan sesak di d4danya.

Terpopuler

Comments

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

lebih parah dari Qiara yak mulut pedas nya /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/

2024-12-27

0

Ida Lailamajenun

Ida Lailamajenun

masak gk tau alice pergi krn apa yg bener aja pak suami

2024-12-27

0

Alan Banghadi

Alan Banghadi

Astaga Alexa mulutnya cabe rawit 😂🤣🤣🤣🤣🤣Tapi lucu

2025-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 5 tahun pernikahan
2 Tetap akan selalu mencintai kamu
3 Kepergian Alice
4 Kembar c4del menggemaskan
5 Rusun yang akan di gusur
6 Pertemuan pertama Dario dan si kembar
7 Penolakan Dario
8 Kartu hitam yang terlacak
9 Kembali bertemu
10 Kamu masih istriku!
11 Dompet keling
12 Terbongkar
13 Om Lojali, daddy kami?
14 Menjemput si kembar
15 Ikut daddy
16 Rencana yang sia-sia
17 Tak lagi bisa mengelak
18 Cinta yang tetap ada
19 Cinta Dario
20 Perdebatan Helma dan Dario
21 keliputna oma
22 Ungkapan isi hati Alice
23 Mulai luluh
24 Tangican palcu penalik kacihan
25 Usaha yang gagal
26 Ketegasan Dario
27 Hubungan yang terputus
28 Bakat Alexa
29 Cali daddy balu
30 Cali gala-gala aja bicana
31 Alterio Regantara
32 Mobil Onty namuk
33 Akhirnya
34 Drama siang di kediaman Helma
35 Bujukan yang sangat memaksa
36 Pertemuan Alterio dan Dario
37 Kemarahan Raka pada putrinya
38 Saya ingin keadilan untuk istri saya!
39 Om Bakteli
40 Cintanya Dario
41 Aidan Raymond Luisa
42 Tentang Agni
43 Romantisnya Dario
44 Nda ada pikilanna kali
45 Pertama kali sekolah
46 Dimana adik saya?
47 Kesedihan Alterio
48 Botol yang hilang
49 Kedatangan Alterio
50 Ajakan menikah Asisten Ravi
51 Main di rusun
52 Adik Alterio
53 Aku adalah kakak kandungmu Alice
54 Kecerdasan Alexa
55 Jujur dan saling memahami
56 Kalian yang membuat ku jauh dari keluarga ini
57 Sudah kalah
58 Percakapan Alice dan Agatha
59 Tespack
60 Usaha agar Alice hamil kembali
61 Laca cayange
62 Ketakutan Dario
63 Sangat mencintai Alice
64 Mansion Alterio
65 D4rah apa?
66 Drama testpack
67 Adik balu
68 Alterio yang pusing mengurus si kembar
69 Tuan Arashi
70 Kecemburuan Alexa
71 Pemakaman Tuan Arashi
72 Esra, si wanita sewaan
73 Sampai kapan kalian menyembunyikan cicit kembarku?
74 Rasa cemas Alice yang menguap
75 Hadiah dari Eyang Nia
76 Aneska Alita, namamu mulai saat ini
77 Perkembangan Al dan El
78 Pertemuan Alice dan Aneska
79 Kenal Onty
80 Perkara Kecoa
81 Sikap aneh Alterio
82 Hari kelahiran si kembar
83 Hiiii gantengna oyyy
84 Saling serang Agatha dan Jeno
85 Tertarik padanya
86 Jodohkan saja mereka!
87 Tidak ada yang boleh mengganggunya!
88 Istri ku hanya kamu, sampai kapanpun
89 Hadiah dari si ganteng
90 Wedding Ravi&Dara
91 Kembar lagi?!
92 Stok kesabaran bumil
93 Menunda pernikahan
94 Mendekati waktu lahiran
95 Kelahiran Twins
96 Uculnaaaa!!
97 Arfano & Arash
98 Happy wedding Aidan&Freya
99 Indah pada waktunya
100 Bonchap 1
101 Bonchap 2
102 Bonchap 3
103 Empat
104 S 2 : 15 tahun kemudian
105 Rencana
106 Menemui calon
107 Masalah yang terjadi
108 Restu Dario
109 ONTYYY!!
110 Mengingat kembali hadiah lima belas tahun silam
111 Kecemburuan Arfano
112 Pemakaman Eyang
113 Kegelisahan Dario
114 Abang Kei cetia!
115 Kasih sayang Alexa
116 Wedding A&H
117 Kekesalan Hiro
118 Saling mencurigai
119 Duka
120 Pemakaman Kakek Arya
121 Merawat istri yang demam
122 Beldoca kali kamuuu
123 Yamada
124 Berpamitan pergi
125 Berusaha menahan
126 Keterkejutan Alexa
127 Ruangan aneh
128 Kunci pintu rahasia
129 LEWAT BENTAR^^
130 Ternyata hal ini yang di rahasiakan
131 Luluhnya hati Alexa
132 Sadar
133 Tingkah Alexa
134 Perlawanan Alexa
135 Rencana Alexa
136 Rencana Alexa 2
137 Dia, bukan ibu kandungmu
138 Hiro mengetahui nya
139 Melawan
140 Aku mencintai nya
141 Kenangan
142 Kedatangan Azumi
143 Nda mau punya mama tili
144 Akhirnya
145 Bonchap
146 Bonchap 2
147 IF YOU COME BACK
148 Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)
Episodes

Updated 148 Episodes

1
5 tahun pernikahan
2
Tetap akan selalu mencintai kamu
3
Kepergian Alice
4
Kembar c4del menggemaskan
5
Rusun yang akan di gusur
6
Pertemuan pertama Dario dan si kembar
7
Penolakan Dario
8
Kartu hitam yang terlacak
9
Kembali bertemu
10
Kamu masih istriku!
11
Dompet keling
12
Terbongkar
13
Om Lojali, daddy kami?
14
Menjemput si kembar
15
Ikut daddy
16
Rencana yang sia-sia
17
Tak lagi bisa mengelak
18
Cinta yang tetap ada
19
Cinta Dario
20
Perdebatan Helma dan Dario
21
keliputna oma
22
Ungkapan isi hati Alice
23
Mulai luluh
24
Tangican palcu penalik kacihan
25
Usaha yang gagal
26
Ketegasan Dario
27
Hubungan yang terputus
28
Bakat Alexa
29
Cali daddy balu
30
Cali gala-gala aja bicana
31
Alterio Regantara
32
Mobil Onty namuk
33
Akhirnya
34
Drama siang di kediaman Helma
35
Bujukan yang sangat memaksa
36
Pertemuan Alterio dan Dario
37
Kemarahan Raka pada putrinya
38
Saya ingin keadilan untuk istri saya!
39
Om Bakteli
40
Cintanya Dario
41
Aidan Raymond Luisa
42
Tentang Agni
43
Romantisnya Dario
44
Nda ada pikilanna kali
45
Pertama kali sekolah
46
Dimana adik saya?
47
Kesedihan Alterio
48
Botol yang hilang
49
Kedatangan Alterio
50
Ajakan menikah Asisten Ravi
51
Main di rusun
52
Adik Alterio
53
Aku adalah kakak kandungmu Alice
54
Kecerdasan Alexa
55
Jujur dan saling memahami
56
Kalian yang membuat ku jauh dari keluarga ini
57
Sudah kalah
58
Percakapan Alice dan Agatha
59
Tespack
60
Usaha agar Alice hamil kembali
61
Laca cayange
62
Ketakutan Dario
63
Sangat mencintai Alice
64
Mansion Alterio
65
D4rah apa?
66
Drama testpack
67
Adik balu
68
Alterio yang pusing mengurus si kembar
69
Tuan Arashi
70
Kecemburuan Alexa
71
Pemakaman Tuan Arashi
72
Esra, si wanita sewaan
73
Sampai kapan kalian menyembunyikan cicit kembarku?
74
Rasa cemas Alice yang menguap
75
Hadiah dari Eyang Nia
76
Aneska Alita, namamu mulai saat ini
77
Perkembangan Al dan El
78
Pertemuan Alice dan Aneska
79
Kenal Onty
80
Perkara Kecoa
81
Sikap aneh Alterio
82
Hari kelahiran si kembar
83
Hiiii gantengna oyyy
84
Saling serang Agatha dan Jeno
85
Tertarik padanya
86
Jodohkan saja mereka!
87
Tidak ada yang boleh mengganggunya!
88
Istri ku hanya kamu, sampai kapanpun
89
Hadiah dari si ganteng
90
Wedding Ravi&Dara
91
Kembar lagi?!
92
Stok kesabaran bumil
93
Menunda pernikahan
94
Mendekati waktu lahiran
95
Kelahiran Twins
96
Uculnaaaa!!
97
Arfano & Arash
98
Happy wedding Aidan&Freya
99
Indah pada waktunya
100
Bonchap 1
101
Bonchap 2
102
Bonchap 3
103
Empat
104
S 2 : 15 tahun kemudian
105
Rencana
106
Menemui calon
107
Masalah yang terjadi
108
Restu Dario
109
ONTYYY!!
110
Mengingat kembali hadiah lima belas tahun silam
111
Kecemburuan Arfano
112
Pemakaman Eyang
113
Kegelisahan Dario
114
Abang Kei cetia!
115
Kasih sayang Alexa
116
Wedding A&H
117
Kekesalan Hiro
118
Saling mencurigai
119
Duka
120
Pemakaman Kakek Arya
121
Merawat istri yang demam
122
Beldoca kali kamuuu
123
Yamada
124
Berpamitan pergi
125
Berusaha menahan
126
Keterkejutan Alexa
127
Ruangan aneh
128
Kunci pintu rahasia
129
LEWAT BENTAR^^
130
Ternyata hal ini yang di rahasiakan
131
Luluhnya hati Alexa
132
Sadar
133
Tingkah Alexa
134
Perlawanan Alexa
135
Rencana Alexa
136
Rencana Alexa 2
137
Dia, bukan ibu kandungmu
138
Hiro mengetahui nya
139
Melawan
140
Aku mencintai nya
141
Kenangan
142
Kedatangan Azumi
143
Nda mau punya mama tili
144
Akhirnya
145
Bonchap
146
Bonchap 2
147
IF YOU COME BACK
148
Cinta Yang Kamu Pilih (Promosi)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!