Disalah satu ruangan VVIP rumah sakit Nisa tergolek lemah baru saja terbangun Dan mendapatkan dirinya ada tempat asing berusaha bangun dari tempat tidur melihat sekeliling ada bundanya dan memanggilnya dengan suara lemah
" Bun Nisa kenapa kok ada disini"
bingun tidak menyadari kalau ditangannya terpasang infusan
"Alhamdulillah kamu sudah bangun nak kita dirumah sakit sayang"
"Di rumah sakit Bun?"
"Iya nak tadi kamu demam tinggi sampai pingsan,Nisa mau apa nak?"
Ya setalah Nisa siuman tadi dia kembali tertidur karena pengaruh obat yang diberikan oleh dokter tadi
"Nisa mau ke toilet Bun Tapi kepala Nisa rasa pusing dan berat banget rasa,mual bun"
"Ayo nak sini bunda bantu"kata bunda
Kemudian memapah anak ke toilet setelah selesai bunda membawa Nisa ke bangkar rumah sakit namun baru didepan pintu Nisa pusing banget mukanya pucat lemas dan menjatuhkan badannya ke bahu bunda yang sedang memapahnya membuat bunda kaget ,memanggil nama
" Nisa, Nisa Nisa kamu kenapa nak "
Ayah Rasyid,bersama umi sama Abi Rahman serta Abang syafik yang baru saja masuk langsung bergegas menghampirinya , Syafiq yang dari semalam mengkhawatirkan calon istrinya berlari menghampiri bunda
"Masyaaallah de Nisa kenapa bunda,sini Bun biar Syafiq aja 'kata Syafiq
"Ayah aja fiq "selah ayah yang sudah ada disamping Syafiq kemudian mengendong putrinya ke bangkar rumah sakit dan membaringkan putrinya kembali
Sementara abi Rahman berinisiatif memencet tombol emergency yang ada disamping bangkar ga lama dokter dan perawat masuk dan memeriksa Nisa dan memberi obat pereda mual dan vitamin
"Ini ga apa apa Bu ini efek muntah trus perut blm sempat diisi ini ,dia dehidrasi dan trombositnya turun kemungkinan ,gejala tipes "kata dokter lalu permisi keluar
Akhir akhir aktifitas padat,ke sekolah,ke rumah singgah, ke cafe,apa lagi ada beberapa klien yang ingin rancangan Nisa sendiri,ditambah kejadian dicafe ada yang ingin mencelakakan calon suaminya,banyak pikiran,dan nafsu makannya aga berkurang ,membuat di drop
Nisa menyadari kalau Syafiq menatapnya dengan tatapan sendu
"Abang kenapa ngeliatin Nisa begitu belum Marham bang "kata Nisa dengan suara lemah,membuat yang lainya mengalihkan pandangannya ke Syafiq
"Tidak apa apa sayang Abang cuma khawatir sama kamu Abang takut kamu kenapa Napa"
"Nisa tidak apa apa bang ,Allah merindukan Nisa jadi Allah menguji Nisa aga Nisa lebih dekat dengannya, Abang tidak usa khawatir ya" kata Nisa sambil tersenyum.
"Nak Nisa sudah berhasil membuat Syafiq hampir gila dari semalam sampai membuat Abi menelpon ayahmu subuh subuh 'Keke Abi Rahman membuat anaknya kesel karena abinya membongkar aibnya didepan calon istrinya
"Kontak batin kalian sangat kuat ayah iri , makasih Fiq kalau saja kamu tidak peka mungkin kami telat membawa Nisa kesini mungkin kondisinya lebih parah dari ini" kata ayah Rasyid menimpali ucapan abi Rahmah
"Iya sama sama yah , Syafiq rasa sudah tidak sabar ingin menghalalkannya yah apa lagi sekarang pingin rasanya Syafiq merawatnya sendiri,membantu kekamar mandi" kata syafiq mengeluarkan apa yg iy rasakan
"Kayaknya sudah ada yang bucin akut ni,hehehe ,Abang sabar ya kan sudah kita bahas, bentar lagi kok" Keke Nisa
"Ngomong ngomong kok kalian Masi pada disini ga pada berangkat kerja,ayah Ama bunda ada meeting dikota S nanti jam satu, Abang juga sana berangkat cari uang yang banyak buat masa depan kita nanti lanjutnya"
"Kayaknya ayah batalin aja nak ayah tidak tega ninggalin kamu dalam keadaan begini"
"Sayang loh yah pergi saja ,selesai kan bisa langsung balik,disini ada perawat ,ada Abi ,umi bisa jagain Nisa selama kalian bekerja"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments