"Abang ingat ko sayang, sebentar bentar de, jadi ini yang kamu maksud semalam," syafiq tiba tiba ingat omongan calon istrinya mengenai katering
"Iya bang ini tempatnya aku sering kesini membantu sahabatku kalau lagi butuh bantuan,ayo kita masuk, Abang sama siapa kesini" kata si cantik
"Astaghfirullah...Abang lupa ini kenalin kakak sepupu Abang "kata syafiq mengenalkan orang yang dari tadi heran melihat adiknya ga biasanya ngobrol hangat sama cewek biasnya tidak pernah mau berinteraksi sama yang namanya perempuan kecuali uminya.
"Hai,saya Raihan senang berkenalan dengan mu "katanya sambil mengulurkan tangannya untuk salam tapi bukan si cantik yang menyambutnya Mala Syafiq sepupunya sendiri yang mulai positif tidak ada yang boleh menyentuh miliknya, membuat Raihan kesal tapi tidak dengan si cantik Mala tertawa melihat kelakuan calon suaminya itu
"Iya kak saya Daanisha" kata Nisa sambil menyatukan kedua tangan didepan dada sebagai rasa hormatnya dan memang tidak pernah sengaja bersentuhan dengan laki-laki selain ayahnya,
"Apa si lo de Abang cuma mau salaman sama Dede cantik "kata Raihan menarik tangannya yang masi dalam genggaman Syafiq
"Tidak usah, dia tidak bakalan mau dan dia calon istriku" Syafiq berbisik pada sang kakak yang membuat mata Raihan membola mendengar kata calon istri disebut adiknya itu
"Ha...apa kamu serius"
"Iya, Syafiq serius lah masa bohong"
" Jadi ini yang membuat kulkas dua pintu nya Adikasya grup meleleh dari tadi pagi senyum senyum terus kayaknya orang gila" kata rehan sambil tertawa
"Dasar Abang tidak ada akhlak ngatain Ade sendiri gila gila awas Lo bang potong gaji 50% "katanya sambil memasang muka garangnya
"Sudah,sudah ayo kita masuk nanti Abang telat meeting" kata Nisa mengajak kedua pemuda itu masuk sebelum dia memakai maskernya, dan melangkah kakinya masuk ke cafe
Tapi baru saja membuka pintu dia sudah melihat Sahabatnya melindungi salah salah seorang karyawan dan ibunya yang sedang ditindas Sama seorang berbadan besar berpakaian kayak preman membuat Nisa langsung berlari meng hampiri sahabatnya dengan gesitnya dia menahan tangan orang yang akan mencelakakan sahabatnya dan menghempaskannya tidak bersentuhan langsung Loh karena Nisa memang sengaja menggunakan kaos tangan yang menyerupai kulit klu kepepet begini ga ragu menolong orang lain Tampa bersentuhan .
"Iis apa apaan ini beraninya menindas kaum perempuan, eling bang perempuan bukan ditindas tapi dilindungi apa Lagi ini orang tua ,Lo ga takut kualat hem" katanya pada Si pre**an Tampa rasa takut
"Ini bukan urusan lho jangan ikut campur anak kecil tidak usa ikut campur kesel si preman karena ada yang mengganggu kesenangannya"
"Iya saya memang kecil bang seperti nyali Abang cuma bisa mengalahkan cara mendapatkan sesuatu dengan cara haram dan merugikan orang lain,apa Abang pikir dengan uang yang Abang dapatkan bisa menyembuhkan orang tua Abang yang dirawat dirumah sakit bukan sembuh bang malah tambah sakit apa Lagi anak kesayangan kerjaan begini membuat orang itu terdiam"Nisa berkata begitu karena dia pernah melihat pemuda berdandan ala preman itu mendorong ibu ibu yang duduk di kursi roda taman rumah sakit beberapa Minggu yang lalu
"Tau apa anak kecil banyak bacot" perman itu langsung menyerang Nisa
sayang seribu sayang serangannya ditangkis Sama Nisa dengan cepat dan membuat pria itu jatuh tersungkur dan Nisa langsung menghampirinya dan menahan punggung orang itu dengan kakinya dengan tekanan sambil menarik tangannya orang itu memelintirnya kebelakang dan menariknya bangun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 219 Episodes
Comments
Efvi Ulyaniek
Syafiq nya diem aja..yg bener aja😀😀
2024-01-19
0