Akta cerai

Dua hari berlalu.

Salwa menitipkan kado dari Ricky kepada Tristan.

"Hubby, tolong berikan kado ini kepada Tita. Bilang dari Ricky."

"Hah.. eh iya."

"Itu kado pernikahan untuk Tita By."

"Hem iya, nanti akan aku berikan kepadanya."

Tristan pun berangkat ke rumah orang tuanya.Ia langsung mencari keberadaan Tita.

"Tita..."

"Iya Bang?"

"I-ini kado dari Ricky."

"Kak Ricky?"

"Iya, itu kado untuk pernikahanmu. Maaf Abang harus menyampaikan ini. Abang belum cerita ke istri Abang."

"Tidak pa-pa Bang. Apa Kak Ricky pulang?"

"Iya Ricky pulang dari dua hari yang lalu."

"Sampaikan salam terima kasih kepadanya. Padahal aku tidak sempat memberinya kado pernikahan."

"Hem baiklah."

Setelah kepergian Tristan, Tita membuka kado dari Ricky. Dan ternyata isinya Syal couple Tradisional Mesir dan juga khayameya , Tekstil khas Timur Tengah untuk hiasan dinding rumah. Ada sepucuk surat untuk Tita dan suaminya.

Assalamu'alaikum

Happy wedding Tita dan Raja.

Maaf baru mengirimkan kado untuk kalian. Mungkin kado ini tidak istimewa, tapi dengan tulus ikhlas aku membelinya untuk kalian. Semoga kalian menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Mata Tita mulai berkaca-kaca. Ia memeluk syal tersebut.

"Kak Ricky, kamu tidak tahu perasaanku." Lirih Tita.

Ricky memang memblokir nomer Tita, karena dia tidak ingin mengingat Tita terus. Dan Tita juga tidak ingin menghubungi Ricky karena ia ingin menjaga perasaan istri Ricky.

...----------------...

Hari berlalu begitu cepat, tidak terasa masa liburan Ricky di Indonesia benar-benar berakhir. Hari ini ia akan kembali ke Mesir. Bunda Raisya membekalinya dengan berbagai lauk pauk yang awet dan juga kue yang bisa tahan lama.

"Wah enak ini jadi pengiritan aku."

"Jaga kesehatan, Rik. Makan yang teratur." Pesan Bunda Raisya.

"Iya Bunda."

Setelah pamit kepada keluarganya, Ricky pun cek in untuk naik ke pesawat.

Sementara di rumah Pak Ferdi.

Ada kuasa hukum Pak Harun yang mengantarkan akta cerai.

"Nona Tita silahkan ditandatangani."

"Baik Pak." Dengan tanpa ragu Tita menandatangani surat itu.

"Baiklah Pak Ferdi, Bu Ratna, semua urusan Nona Tita dan Tuan Raja sudah selesai. Mereka sudah resmi bercerai. Nona Tita bisa menyimpan akta cerai tersebut sebagai bukti."

"Terima kasih Pak."

"Iya sama-sama. Kalau begitu saya pamit undur dulu, Pak, Bu, Non. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Tidak lama kemudian Tristan dan Salwa datang. Mereka baru saja pulang dari Bandara dan mampir ke rumah Pak Ferdi. Mobil mengecewakan dengan mobil kuasa hukum Pak Harun.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Sepertinya ada tamu barusan, siapa Bi?"

"Itu kuasa hukum Pak Harun. Akta cerai Tita sudah keluar."

"Apa?" Kaget Salwa. Ia yang tidak tahu apa-apa itu pun sangat terkejut dengan yang didengarnya.

"Sayang, Tita dan Raja sudah berpisah." Jelas Tristan.

"T-tapi kenapa?"

"Maafkan kami tidak menceritakannya kepadamu Wa. Abi memang berpesan kepada Tristan agar jangan memberitahukan dulu sebelum semuanya clear."

Tita masih duduk terdiam menunduk menimang akta cerainya.

"Dek, kamu baik-baik saja?" Tanya Salwa, menghampiri adik iparnya.

"Iya Mbak, aku baik-baik saja."

Tiba-tiba Salwa memeluk Tita.

"Mbak tidak tahu apa sebabnya, tapi Mbak berdo'a semoga ini yang terbaik untuk kalian."

"Terima kasih, Mbak."

"Kalian dari mana?" Tanya Pak Ferdi.

"Dari Bandara Bi, nganterin Ricky balik ke Mesir." sahut Tristan.

Mendengar nama Ricky disebut, entah kenapa hati Tita masih terkejut.

"Oh, Ricky sudah balik? Kenapa dia nggak main ke sini? Kita kan ingin kenalan sama istrinya."

"Istrinya tidak ikut Bi."

"Kalian mau makan siang di sini? Ini sudah waktunya makan siang."

"Boleh deh... Kita ke sini mau ngasih ini dari Bunda. Bunda bikin kue banyak untuk dibawa Ricky."

"Terima kasih, salam sama Bundanya. Ah nggak usah deh, biar nanti Ummi telpon sendiri saja. Sudah lama kami tidak bergosip."

"Dih, sejak kapan istri Haris suka ngegosip orang Mi?"

"Sejak punya besan Ummi, hehe..."

Mereka pun makan siang bersama.

"Ricky berpisah dengan Aisyah, Tita berpisah dengan Raja. Ya Allah apa mungkin Engkau punya rencana yang indah untuk mereka?" Batin Salwa.

"Sayang kenapa melamun?" Tegur Tristan.

"Eh, tidak ada kok."

Tita terlihat tidak berselera makan.

"Tita makan yang banyak. Lihat badanmu kurusan!"

"Abi, Ummi, tolong daftarkan aku ke travel Kak Salman. Bulan depan aku ingin umroh."

"Oh oya, gampang itu."

"Tris, tugasmu!"

"Siap, laksanakan!"

"Abi, Ummi, kebetulan bulan depan Ayah sama Bunda akan berangkat umroh juga. Mungkin nanti Tita bisa bareng mereka." Ujar Salwa.

"Nah, pas banget itu. Jadi kita bisa titipkan Tita."

Setelah kepergian Tristan dan Salwa, Bu Ratna menelpon Bunda Raisya untuk mengucapkan terima kasih.

"Jeng, terima kasih ya sudah dikirimi kue dan sambal goreng."

"Iya Mbak, sama-sama. Gimana Mbak apa sudah ada kabar baik tentang Tita?"

"Huft itu yang ingin aku ceritakan, adanya kabar buruk."

"Kenapa Mbak Ratna?"

"Tita sudah bercerai dengan suaminya."

"Apa? Bercerai Mbak? Kenapa?"

"Bukan jodoh, Jeng. Maklum mereka kan, dijodohkan."

Bunda Raisya tidak ingin mengetahui lebih dalam masalahnya. Ia cukup mengiyakannya saja.

"Semoga Tita dapat gantinya yang lebih baik ya Mbak."

"Amin.. Oh iya Jeng, kata Salwa kalian mau berangkat umroh bulan depan?"

"Insyaallah Mbak, aku dengan Mas Haris saja."

"Jeng aku nitip Tita ya? Dia pingin umroh katanya. Mungkin dia ingin mencari ketenangan juga."

"Iya Mbak, nggak pa-pa. Aku malah senang."

"Ya sudah, aku tutup dulu. Ini mau makan kue yang dari kamu Jeng. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Keesokan harinya.

Tristan pergi ke kantor travel milik Salman. Ia mendaftarkan Tita.

"Bang, Tita umroh sendiri? Nggak sama suaminya?"

"Iya, makanya aku minta Tita dibarengin sama Ayah dan Bunda, biar ada teman gitu. Ummi juga sudah bilang kok sama Bunda."

"Oke Bang, nanti biar asistenku yang mengurus. Ini sudah lengkap ya datanya? Nanti formulirnya biar diisikan."

"Oke, pokoknya aku terima beres."

Tristan pun pergi dari kantor Salman. Ia melanjutkan perjalanan ke kantornya.

Di Mesir

Ricky baru saja turun dari pesawat tepat jam 6 sore. Ia langsung pergi untuk shalat Maghrib sebelum kembali ke apartemennya.

Saat tiba di apartemen, di depan pintunya sudah ada orang yang menunggu.

"Datang juga kamu! Menurut penjaga apartemen, katanya kamu pergi selama dua minggu. Dari mana kamu?"

"Bukan urusan Abang. Ada apa Abang ke sini?"

"Aku ingin bertemu Aisyah, mana dia? Apa kamu tidak membawanya?"

"Tidak, Aisyah ada di dalam. Ada perlu apa lagi?"

"Bohong! Atau jangan-jangan telah terjadi sesuatu dengannya? Buka pintunya aku ingin bertemu Aisyah!"

"Aisyah berada di Indonesia bersama orang tuaku! Aku baru saja pulang dari Indonesia. Paham kamu Bang?"

"Apa? Untuk apa kamu mengasingkan dia ke sana?"

"Aku tidak mengasingkannya! Dia lebih baik di sana daripada di sini. Lagian, Aisyah sudah menjadi hakku. Untuk apa abang permasalahkan lagi? Ingat ya, Abang hanya kakak angkatnya!"

"Aku tidak percaya!"

"Aku tidak akan memaksa Abang untuk percaya! Ya sudah aku capek mau istirahat. Maaf Abang boleh pulang."

Brak, ceklek

Ricky mengunci pintu apartemennya.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Bunda RH

Bunda RH

ho'o minta dihajar kak

2024-01-17

2

Jenong Nong

Jenong Nong

hati2 Riky tu orang takutnya nekat ....❤❤🙏🙏

2024-01-17

2

Ai Sri Kurniatu Kurnia

Ai Sri Kurniatu Kurnia

dasar kk angkat tak tahu diri

2024-01-17

1

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!