Kepulangan Riky

Kini kandungan Aisyah sudah memasuki usia 16 minggu. Mustafa masih sering bertukar kabar dengan Ricky. Ricky bersyukur kehidupan rumah tangga mereka bahagia. Meski Ricky harus berkorban dan menghadapi Aqil untuk menutupi keberadaan Aisyah.

Tristan belum memberitahu masalah Tita kepada Salwa. Ia akan memberitahu setelah nanti mereka resmi bercerai.

...----------------...

Satu minggu kemudian.

Ricky sudah tiba di bandara Juanda Surabaya. Ayah, Bunda serta adiknya sudah menunggunya

"Kak Ricky...." Ayuni berlari memeluk Kakaknya.

"Lho, Aisyah mana Rik? Kamu pulang sendirian?"

"Hem, iya Bunda." Ricky mencium punggung tangan Ayah dan Bundanya.

"Kamu meninggalkannya sendirian di apartemen Rik?" Tanya Ayah Haris.

"Hah... tidak, tidak, ada yang menemaninya. Oh ayolah aku ini baru saja,sampai Ayah, Bunda. Nanti aku akan ceritakan tentang Aisyah, Oke?"

Mereka pun naik ke mobil. Barang-barang bawaan Ricky yang cukup banyak dimasukkan ke bagasi. Di sepanjang perjalanan, Ayuni bercerita dengan Kakaknya tentang pengalaman sebagai mahasiswa baru di universitas terbesar di kotanya. Ayah Harus dan Bunda Raisya tidak mau anak bungsunya itu jauh dari mereka.

Sampai di rumah, sudah ada Salman beserta istri dan kelima anaknya. Sedangkan Salwa masih berada di perjalanan bersama suami dan keenam anaknya. Hanya Raka yang masih berada di Jepang. Mereka berkumpul di rumah orang tua mereka. Rumah itu menjadi ramai.

"Sayang sekali istri Ricky tidak ikut pulang." Ujar Salman.

"Iya, coba ikut kan tambah ramai. Dan kita bisa semakin akrab. Cuma awal-awal saja Aisyah berkomunikasi dengan kita." Sahul Naila istri Salman.

Sementara Salwa tidak berkomentar apa pun, karena dia sudah mengetahuinya. Ricky membagikan oleh-oleh kepada saudara dan keponakannya. Ia belum menceritakan apa pun tentang Aisyah. Nanti saat saudaranya pulang, Ricky akan menceritakannya kepada kedua orang tuanya.

Malam harinya.

Setelah selesai shalat Isyak, baik Salwa maupun Salman dan keluarganya masing-masing pamit pulang. Bunda Raisya sebenarnya sudah merasa tidak enak hati. Namun ia tidak ingin merusak suasana hati anak-anaknya.

Setelah kepulangan saudaranya, Ricky menghampiri kedua orang tuanya ke kamar mereka.

Tok tok tok

"Bunda, Ayah...."

Bunda Raisya membuka pintu.

"Ricky, ada apa Nak? Masuklah!"

"Aku merindukan kalian."

Ricky duduk di karpet yang berada di bawah depan tempat tidur. Ayah Haris memberi kode kepada istrinya.

"Ricky, apa kamu sedang ada masalah?" Tanya Bunda Raisya yang saat ini juga duduk di samping putranya. Ricky membaringkan kepalanya ke pangkuan Sang Bunda. Kali ini Ayah Haris tidak protes, karena ia melihat ada yang berbeda di mata sang putra.Biasanya ia akan protes jika putra-putranya bermanja-manja kepada sang Bunda.

"Bunda... Ricky sudah gagal."

"Apa maksudmu Nak?"

"Ricky sudah gagal dalam membina rumah tangga. Ricky sudah berpisah dengan Aisyah Bunda."

"Apa?"

"Apa yang kamu bilang Rik?" Sahut Ayah Haris.

Ricky bangun dan duduk.

"Maafkan aku, Bunda, Ayah. Aku sudah mengecewakan kalian. Aku dan Aisyah sudah bercerai tiga bulan yang lalu. Pernikahan kami hanya bertahan satu bulan."

"Astagfirullah..." Ucapa Ayah Haris dan Bunda Raisya bersamaan.

"Ricky, ada pa sebenarnya? Dari awal sudah Ayah bilang kalau tidak siap berumah tangga jangan ambil resiko! Kalau begini kasihan Aisyah.Kenapa kamu melukai hati seorang wanita Rik? Ayah tidak pernah mengajarkanmu bukan?" Ujar Ayah Haris dengan sedikit emosi.

"Ayah, sabar dulu! Dengarkan penjelasan anak kita! Kita tidak tahu apa masalahnya. Ricky katakan yang sebenarnya kepada kami, apa sebenarnya yang terjadi?"

Ricky pun menceritakan kronologi yang sebenarnya. Bunda Raisa dan Ayah Haris tercengang mendengar penjelasan dari Ricky.

"Ya Allah..." Bunda Raisa mulai menitikkan air mata.

"Huft... Beruntung kamu mengetahui dari awal. Dan kamu juga belum menggaulinya, ternyata kesabaranmu luar biasa. Kalau Ayah jadi kamu, mungkin Ayah tidak akan kuat menahan. Ayah jadi bangga sama kamu." Ayah Haris mendekap tubuh putranya.

"Bunda, maafkan aku. Aku tidak bermaksud mempermainkan pernikahan. Apa menurut Bunda yang dilakukan Ricky salah?"

Bunda Raisya menggelengkan kepala.

"Kamu sudah benar Nak. Kamu laki-laki hebat."

"Yah aku akui, kali ini kamu lebih hebat dari pada Ayah."

"Aku minta tolong jangan buka rahasia ini kecuali kepada saudaraku. Biarlah ini menjadi rahasia kita. Lagi pula aku tidak berada di sini. Tidak akan ada orang yang tahu."

"Baiklah! Sekarang fokus saja dengan kuliahmu dan tugas dari Ayah. Usahamu di sini juga sudah berjalan. Masalah jodoh, serahkan saja kepada Allah."

"Iya, aku akan menikah setelah lulus nanti."

"Dengan siapa?"

"Dengan jodohku dong Bun, hehe..."

"Bunda memang selalu mimpi tidak enak, mungkin itu isyarat tentangmu. Tapi Bunda selalu meyakinkan hati Bunda ada Allah bersama kalian."

"Maafkan aku Bunda, waktu itu aku sudah berbohong. Aku hanya tidak ingin membuat kalian khawatir."

"Kamu laki-laki Rik. Kamu punya hak untuk pilihan dalam kehidupanmu. Kami orang tua hanya akan mendo'akan dan mendukungmu."

"Terima kasih, Ayah, Bunda. Aku mau kembali ke kamar dulu. Nggak mungkin kan aku tidur dengan kalian? hehe.."

"Ya sudah sana pergi! Jangan ganggu istriku!"

"Astaga mulai deh mood posesifnya!"

Ricky pun keluar dari kamar orang tuanya. Ia merasa lega karena sudah berkata jujur kepada mereka.

Kini Ricky kembali ke kamarnya. Ia merebahkan diri di kasurnya, karena beberapa hari ini ia tidak tidur karena memikirkan segalanya.

Keesokan harinya.

Ricky mulai berkelana, karena ia hanya akan tinggal di Indonesia dua minggu saja. Kali ini ia akan main ke rumah Salwa dan membawa kado pernikahan untuk Tita.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Dek, kamu ke sini kok nggak bilang-bilang? Tahu gitu kan Mbak bikinin kue kesukaan kamu."

"Yaelah, aku juga masih lama baliknya Mbak. Kalau memang mau bikinin kue besok atau lusa masih bisa dong?"

"Ayo sini masuk!"

"Kemana si kembar tiga Mbak?"

"Ada lagi main sama encusnya."

"Oh...Mbak, aku mau nitip sesuatu untuk Tita ya?"

"Apaan?"

"Kado buat pernikahannya."

"Kenapa nggak kasih sendiri saja?"

"Nggak ah, nanti aku gagal Move on. Nggak lucu kalau aku ngarep istri orang kan?"

"Dek, kamu sudah bilang sama Ayah dan Bunda?"

"Sudah, mereka sudah tahu semuanya."

"Bagaimana reaksinya?"

"Ya pasti kaget awalnya, tapi setelah aku jelaskan mereka bisa menerima. Malah mereka mendukungku."

"Hem kalau mereka mendukungmu, berarti Aisyah yang salah. Sekarang cerita sama Mbak."

Ricky pun menceritakannya kepada Salwa. Salwa menangis mendengar penjelasan Ricky. Cadarnya basah penuh air mata. Ia pun membuka cadarnya itu.

"Ya Allah, dek... bagaimana dengan perasaanmu?"

"Aku memang belum mencintainya Mbak, tapi aku memperlakukannya dengan baik. Hampir saja aku akan memulainya. Tapi Allah tunjukkan semuanya. Sebenarnya Aisyah wanita yang baik, tapi dia bukan jodohku. Aku sudah ikhlas."

"Ah... Mbak jadi terharu dengan kisahmu. Kamu laki-laki baik Dek. Insyaallah, Allah sudah menyiapkan jodoh yang baik untukmu."

"Amin..."

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ibu Dewi

Ibu Dewi

y emang jodoh nya udah ada tita pasti nyakan

2024-03-23

4

Sri Rahayu

Sri Rahayu

jodoh mu ada tidak jauh dari lingkungan keluarga mu Riky....tp tergantung.Authorr juga sihhh 🤣🤣🤣🤭🤭🤭

2024-03-02

3

Fitri Nur Hidayati

Fitri Nur Hidayati

duda kembang sama janda kembang kan.. masih ori semua. 🙈

2024-02-17

1

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!