Sweety

Flash Back On

Tita sedang mandi dan Raja menerima telpon dari seseorang.

"Hallo sweety."

"Marco sudah kubilang jangan pernah menghubungi lagi! Aku sudah beristri."

"Haha... kamu yakin milikmu itu akan berdiri saat bersama istrimu? Aku tidak yakin itu!"

"Cukup Marco! Itu bukan konsumsi publik! Aku sudah melakukannya dengan istriku, lalu kamu mau apa?"

"Temui aku sekarang juga! Atau vidio kita akan aku kirim kepada istrimu yang polos itu!"

"Gila! Aku sedang tidak di Indonesia."

"Kamu pikir aku tidak tahu kamu bulan madu ke Swiss? Aku bahkan berada di hotel yang sama denganmu!"

"Apa?"

"Tidak usah terkejut Sweety, aku menunggumu nanti jam 8 malam. Aku berada di lantai dua nomer 102, emmuah...."

Marco menutup telponnya.

"Tidak, Tita tidak boleh tahu! Dasar Marco gila!"Lirih Raja.

Tidak lama kemudian Tita keluar dari kamar mandi. Mereka pun shalat maghrib dan lanjut makan malam. Saat makan Malam Rupanya Marco juga berada di restoran hotel tersebut. Ia memperhatikan Raja dan Tita dari kejauhan. Raja melihat keberadaan Marco. Ia pun mendadak panas dingin.

Setelah makan malam beberapa pesan dari Marco masuk ke handphone Raja. Setelah shalat Isyak Raja pamit kepada Tita dengan alasan untuk pergi membeli sesuatu. Tita pun mengiyakannya. Dan Raja pergi ke kamar Marco.

Tok tok tok

Pintu pin terbuka. Terlihat Marco yang hanya menggunakan boxer saja dengan bertelanjang dada.

"Hai Sweety, akhirnya kamu datang juga. Aku sangat merindukanmu."

Marco pun memberikan pelukan mesra kepada Raja.

"Shit! Kenapa senjataku langsung menegang saat Marco memelukku!" Rutuknya dalam hati.

"Lepas Marco! Sudah kubilang, aku ingin hidup normal. Aku sudah punya istri, dan aku juga ingin punya anak!"

"Oya? So sweet...tapi lihatlah! Milikmu tidak bisa berbohong! Dia sudah menegak dengan sempurna. Pasti milikmu ini ingin aku puaskan. Kurasa istrimu tidak sepandai aku."

"Ah..." Desah Raja.

Marco sedang menghi*ap senjata Raja. Dan Raja pun terlena dengan belaian bekas kekasihnya itu. Permainan pun semakin menjadi. Kini keduanya sudah tidak menggunakan sehelai apa-pun. Mereka bertarung di atas tempat tidur. Marco tersenyum sinis melihat Raja menikmati permainannya.

"Sudah ku bilang, kamu tidak bisa lepas dariku!"

Raja pun sadar bahwa dirinya sudah terlalu lama meninggalkan Tita sendirian di kamar. Ia melihat handphone-nya yang sudah mati. Mungkin itu ulah Marco. Raja pun meninggalkan Marco yang sudah terkapar.

"Astaga... kenapa aku harus datang menemui Marco! Ya Tuhan... aku sudah ingin bertaubat, tapi kenapa ia datang lagi? Arrgghh.... Percuma kamu shalat Raja! Kamu mengulangi dosamu lagi."

Saat lift terbuka ternyata ia bertemu istrinya yang ingin mencarinya.

Flash Back Off

Keesokan harinya mereka pergi ke sebuah tempat wisata Lake Zurich. Mereka mencoba naik perahu dan piknik di tepi Lake Zurich. Tempat ini menawarkan keindahan alam dengan air biru yang jernih dan gunung-gunung megah yang mengelilinginya, tentu bisa menciptakan pengalaman liburan yang tak terlupakan. Mereka pun mengambil beberapa potret di tempat ini. Tita pun memasang story saat dirinya duduk di ujung perahu seorang diri, Raja yang mengambil gambarnya.

Di Mesir

Di tengah kesibukannya yang akan menghadapi ujian semester Ricky tidak pernah absen melihat story Tita.

"Kamu pasti sudah bahagia dengan suamimu Ta. Aku pernah berangan mengajakmu bulan madu ke Maladewa. Namun sayangnya itu hanya anganku, kamu sudah menjadi milik orang lain."

"Bro, kenapa hanya melihat handphone saja?" Tegur Ibra.

"Tidak apa-apa."

"Wih wih wih, itu Tita kan? Cantik sekali istri orang ya?"

Plak

Ricky memukul lengan Ibra dengan buku yang berada di pangkuannya.

"Ish sadis! KDRT kamu Bro!"

"Mulutmu itu tidak bisa difilter ya Ib?"

"Lha nggak ada yang salah kan dengan mulutku? Atau jangan-jangan kamu masih mengharap istri orang? Haha... ayo ngaku!"

"Ibra, nggak usah mulai ya! Aku mau belajar, jangan ganggu!"

"Halah lagaknya! Tadi aja lihat foto bini orang."

-

Kembali ke Swiss

Malam ini Tita bertekat untuk memakai lingerie pemberian Ummi Ratna. Mungkin itu memang dibutuhkan untuk menarik perhatian suaminya. Ia memang harus belajar menerima kenyataan bahwa dirinya sudah menjadi istri Raja. Jadi dia juga harus bisa melayani suaminya dengan baik.

"Ah ini terlalu terbuka! Tidak-tidak!" Monolog Tita. Namun saat ia akan berganti pakaian, keburu suaminya keluar dari kamar mandi.

Tita sontak menyilangkan tanganannya di bagian dadanya yang terekspos belahannya. Raja tersenyum melihatnya. Ia mendekati istrinya. Kali ini ia akan mencobanya lagi.

Raja mencium tengkuk Tita. Kemudian memberi sedikit tanda merah di sana. Tiba-tiba senjatanya menegang. Raja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kali ini. Ia langsung saja menuju selang*angan Tita yang sudah sedikit basah. Namun saat mengarahkannya, justru senjatanya layu kembali.

"Ah shit!"

Bersamaan dengan itu handphone Raja berdering. Nampak nama orang yang sedang memanggil. "Marco."

Tita bisa melihat nama itu.

"Kenapa tidak diangkat Mas?"

"Tidak usah, ganggu saja!"

Namun handphone-nya terus berdering tak henti-henti.

"Sialan kamu Marco!" Batin Raja. Raja pun menjauh dari pintu kamarnya.

"Angkat saja Mas, mungkin penting!"

"Ah iya! Aku akan menerimanya di luar."

Raja mengambil handphone-nya dan keluar dari kamar untuk menerima panggilannya.

"Marco! Aku sudah memenuhi permintaanmu kemarin, jangan ganggu aku lagi!"

"Uhh... galak sekali Sweety! Mumpung lagi di luar negeri. Kalau di Indonesia, antek-antek Papamu pasti memakai seribu cara untuk memisahkan kita."

"Aku memang sudah tidak ingin berhubungan denganmu lagi! Paham?"

"Oh ayolah Sweety! Aku sangat mencintaimu!"

"Bukan cinta, tapi nafsu! Kita sudah salah Marco! Ayolah, kamu tidak ingin memiliki istri dan keluarga yang bahagia?"

"Persetan! Perempuan hanya bisa menyakiti!"

"Tidak semua perempuan seperti Ibumu!Please... sadarlah!"

"Aku tidak butuh ceramahmu! Datang ke kamarku sekarang juga! Atau aku akan sebarkan vidio kita, Bye.."

"Arghhh..." Raja frustasi. Ia menjambak rambutnya sendiri.

Raja kembali ke kamarnya. Terlihat Tita sudah terlelap. Ia pun menggunakan kesempatan itu untuk menyelinap pergi ke kamar Marco.

Tita yang hanya putra-pura tidur pun segera memakai mantel panjang dan memakai pashminanya asal. Ia mengikuti Raja secara sembunyi-sembunyi.

Rajin sudah sampai di kamar Marco.

"Oh, teman cowok. Tapi kenapa Mas Raja pergi sembunyi-sembunyi?"

Lama sekali Raja di dalam kamar tersebut. Tita sampai capek berdiri di balik lorong.

"Sebenarnya apa yang dia lakukan?" Batin Tita.

"Permisi Nyonya apa anda butuh sesuatu?" Tanya seorang waiters yang kebetulan lewat.

"Tidak, saya hanya menunggu suami saya."

"Oh, baik Nyonya."

Tita pun kembali ke kamarnya sebelum ia ketahuan membuntuti Raja. Yang penting dia sudah tahu ke mana suaminya pergi. Tita pun melepas mantelnya dan tidur.

Bersambung

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Tolong dilolosin ya min, maaf bukan saya menyetujui adanya LGBT. Tapi ini memang ada di lingkungan kita. Semoga mereka segera mendapat hidayah.

Terpopuler

Comments

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

wah... papa nya tau, mengorbankan anak orang

2024-10-15

1

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

🤦🤦🤦🤦

2024-10-15

0

Gamar Abdul Aziz

Gamar Abdul Aziz

hombreng 😃

2024-08-27

0

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!