Honey moon

Malam harinya.

Seperti perasaan pengantin baru pada umumnya, Tita sedang harap-harap cemas. Memang perasaanmu belum ada untuk Raja. Tapi sewajarnya perempuan yang sudah menikah dan ingin belajar menerima, tentu saja Tita juga sedang tidak tenang.

Tita memakai baju piama setelan celana dan kemeja berbahan satin, begitu pula dengan Raja. Mereka berdua saat ini sedang menonton televisi di kamar. Tepatnya mereka duduk di atas tempat tidur. Raja tidak sengaja membenci tombol remot TV dan masuk ke chanel luar negeri yang menampilkan film 18+. Dalam adegan yang mereka lihat pemain sedang berciuman. Bahkan mereka saling menukar saliva. Tita yang melihatnya pun menjadi malu sendiri. Raja menoleh ke arah istrinya. Ia mengapit tangan istrinya dengan tangannya. Suasana menjadi tegang. Raja sudah mulai terbakar gairah. Ia pun mengecup bibir Tita dan sedikit melumatnya. Tangannya juga mulai aktif bermain di bawah selang*angan Tita. Namun anehnya miliknya tak juga menegang. Padahal ia sudah mengkonsumsi obat kuat.

"Tita.."

"Hem.."

"Tolong aku."

"Ke-kenapa Mas?"

Bukannya menjawab, justru Raja menuntun tangan Tita untuk memegang miliknya. Tentu saja Tita sedikit terkejut mendapati senjata Raja yang lemah tak berdaya. Ia bingung harus bagaimana.

"Tolong Tita!"

Tita tidak mengerti apa yang harus dia lakukan. Raja pun memberinya contoh. Namun Tita tidak bisa melakukannya. Tita hanya bisa mengurutnya dengan tangannya. Namun hal tersebut tidak juga berhasil. Raja pun menyerah. Malam ini mereka gagal untuk yang ke dua kalinya.

"Tita, maafkan aku. Sepertinya aku kecapean. Mungkin besok saat kita sudah berangkat bulan madu suasana baru akan membuatnya normal."

"Tidak apa-apa Mas, aku mengerti."

Mereka pun terlelap dalam tidur.

Keesokan harinya.

Tita sudah menyiapkan barang-barang yang akan mereka bawa. Rencananya mereka akan berangkat bulan madu lima hari berikut perjalanannya.

Mereka diantar sopir menuju bandara pribadi milik teman Tristan. Mereka pun berangkat dengan jet pribadi. Perjalanan mereka kurang lebih 17 jam.

Akhirnya mereka pin sampai di Swiss. Tita dan Raja memang baru pertama kali pergi ke negara tersebut. Meskipun keduanya juga sering pergi berlibur ke luar negeri. Mereka langsung dijemput mobil milik hotel yang akan mereka singgahi. Mereka sudah cek in dan diantar oleh waiters ke kamar yang sudah dipesan oleh Tristan melalui media online.

Saat masuk ke kamar tersebut aroma bunga mawar menyeruak memenuhi ruangan. Kamar itu sudah dihias sedemikian rupa. Menggambarkan kamar pengantin baru.

"Masyaallah, Bang Tristan sweet Banget." Lirih Tita.

"Tita, aku akan langsung mandi, rasanya gerah."

"Iya Mas."

"Ya Allah apa aku harus menggoda Mas Raja? Apa aku harus memakai baju itu? Ah tidak-tidak, Ummi ada-ada saja." Batin Tita. Ia menggelengkan kepala mengingat pesan Umminya.

Flash Back On

"Tita, sini!" Ummi Ratna memanggil Tita.

"Ada pa Ummi?"

Ummi Ratna menarik Tita ke dalam kamarnya.

"Bawa ini saat honeymoon besok."

"Hah... apaan ini Ummi?"

"Baju haram, istri harus bisa menyenangkan suami. Apa lagi kamu mau bulan madu! Dengan baju ini suamimu akan betah di kamar. Ingat, kalau istri minta duluan itu pahalanya besar Ta. Eman-eman kamu sia-siakan."

"Ummi..."

"Sudah sana simpan, jangan lupa masukkan koper!"

Tita pun keluar dari kamar orang tuanya. Tita yang polos itu pun memasukkan lingerie tersebut ke dalam koper sebelum Raja melihatnya.

Flash Back Off

Raja sudah selesai mandi. Sekarang Tita yang akan mandi. Selesai mandi mereka pun pergi jalan-jalan ke luar. Mereka sudah beristirahat di dalam jet. Tita tidak ingin melewatkan kesempatannya di Swiss. Tempat yang akan mereka kunjungi siang ini adalah Gunung Titli. Gunung yang satu ini menawarkan pemandangan alam yang sangat indah dengan puncak bersalju sepanjang tahun. Teretak di Engelberg, Swiss. Mereka bisa pergi ke atas unung dengan cable car. Banyak hal lain yang bisa dilakukan oleh pengunjung yang berkunjung ke sana. Seperti kegiatan outdoor. Tita dan Raja menyewa sepeda gunung untung mengelilingi lingkungan gunung. Keduanya pun nampak senang. Tita mengambil beberapa foto dirinya. Terkadang Raja meminta Tita untuk foto bersamanya. Hal itu ia lakukan untuk dijadikan story, agar orang tuanya melihat bahwa mereka berdua bahagia.

Sampai waktu sore tiba, mereka pun kembali ke hotel. Setelah melaksanakan shalat Maghrib, mereka turun ke restoran untuk makan malam. Mereka makan malam dengan iringan biola tunggal. Hal tersebut tentu saja mengundang suasana romantis. Namun Raja saat ini sedang harap-harap cemas.Ia nampak sangat tegang.

"Mas, kamu baik-baik saja?"

"Hah? Kenapa?"

"Kamu sehat Mas?"

"I-iya aku sehat, hanya saja cuacanya agak dingin. Iya dingin..."

"Ya sudah, setelah makan kita kembali ke kamar."

"Oke."

Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kamarnya. Mereka melakukan Shalat Isyak meskipun tidak ada suara adzan di sana, tapi mereka mengira-ngira waktu dari google. Setelah shalat, Raja pamit keluar untuk membeli sesuatu.

"Pakai mantelnya Mas. Nanti kamu kedinginan. Apa mau aku temani?"

"Tidak usah, aku sendiri saja." Raja memakai Mantelnya.

"Baiklah, hati-hati."

Tita pun bersantai di tempat tidur. Ia belum berpikir untuk memakai lingerie pemberian Umminya. Saat ini ia memakai baju tidur model kimono berbahan satin motif bunga. Lama sekali Raja tak kunjung kembali.Jm sudah menunjukkan angka 22.55. Waktu Swiss. Tita khawatir kepada suaminya. Namun saat handphone dihubungi, nomernya malah tidak aktif.

"Kemana sih kamu Mas?" Lirih Tita. Ia mondar-mandir di dalam kamarnya. Akhirnya Tita memutuskan untuk keluar kamar. Ia berganti pakaian dan memakai pashminanya. Namun saat ia akan naik lift ia berpapasan dengan Raja.

"Ta.."

"Mas.." Ujar mereka bersamaan.

Terlihat Raja seperti orang yang ketakutan.

"Kamu dari mana saja Mas?"

"Ta, tadi a-aku nyasar."

"Ha.. kenapa handphone-mu tidak bisa dihubungi?"

"Ini batrenya lowbat."

"Oh.. ya sudah. Aku sangat khawatir tadi. Kalau kamu hilang di sini kan nggak lucu Mas."

Mereka kembali ke kamar. Gita mengganti pakaiannya kembali.

"Ta, malam ini kita tidur saja ya? Aku kedinginan."

"Ah iya Mas, tentu."

Raja menutup tubuhnya dengan selimut. Ia terlelap lebih dulu dari pada istrinya.

"Mas, kenapa kamu sangat mencurigakan? Apa ini hanya perasaanku saja?" Batin Tita.

Saat pagi Gita membangunkan suaminya untuk shalat Shubuh. Dan ternyata Raja mandi keramas sebelum shalat Shubuh.

"Kenapa dia keramas? Bukannya tadi malam kita tidak ngapa-ngapain? Dan lagi pula dia kan bilang kalau kedinginan?" Batin Tita. Ia memandang aneh terhadap suaminya.

"Tita, kenapa kamu melamun?"

"Aku? Ah tidak..tidak apa-apa! Ayo kita shalat Mas."

Mereka pun shalat. Tita menjadi Maklum yang baik meskipun surat pendek yang dibaca suaminya selalu itu-itu saja. Tita memakluminya, karena Raja sudah pernah mengatakannya.

Bersambung

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ayo kira-kira menurut kalian ada apa dengan Raja?"

Terpopuler

Comments

⛱ᵃᵞᵘ🏝

⛱ᵃᵞᵘ🏝

Apa Yang Terjadi Si Raja...??🤔🤔

2024-12-19

2

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

kyk nya raja lemah syahwat deh ya..atau mgkn raja bisa on nya sm lain jenis🤭

2025-03-24

0

Mutia 1964

Mutia 1964

Kenapa msh banyak tiponya Bunda?

2024-10-14

1

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!