Gagal

Acara resepsi Tita pun berjalan dengan lancar. Di acara resepsi Tita kali ini, Pak Ferdi mengundang banyak sekali tamu. Hal itu dilakukan karena untuk terakhir kalinya dirinya menikahkan anaknya. Karena Tita hanya dua bersaudara bersama Abangnya.

Setelah acara di gedung selesai, Tita dan Raja langsung pulang ke rumah. Tita memang tidak mau bermalam di hotel. Jadi Kamarnya sudah dihias layaknya kamar pengantin.

Setelah menghapus make-up dan berganti pakaian di kamar sebelah, Tita kembali ke kamarnya. Ia melihat suaminya sudah berganti pakaian.

"Em.. Tita."

"Iya Mas?"

"Tolong ambilkan air, aku terbiasa minum saat tengah malam."

"Baiklah."

Di dalam kamar Tita sudah tersedia air bahkan lemari es mini. Tita mengambil air dari dalam kulkas dan menuangnya ke dalam gelas. Kemudian ia letakkan di atas nakas."

"Tita kita sama-sama capek, mati kita tidur."

"I-iya Mas."

Tita bisa bernafas lega malam ini. Rupanya suaminya ingin segera beristirahat. Jadi malam ini melewatkan malam pertamanya. Namun tetap saja Tita sedikit gugup karena harus tidur bersama dengan laki-laki. Meskipun itu adalah suaminya sendiri, tapi ia belum terbiasa.

"Tenang, Ta! Dia suamimu, tidak apa-apa tidur dengannya. Berdosa jika kamu tidak menemaninya." Batin Tita.

Keesokan harinya.

Tita bangun jam 5 pagi untuk shalat Shubuh, itu pun sudah agak terang. Ia bergegas untuk Membangunkan Raja.

"Mas, Mas Raja! Sudah Shubuh!"

"Apaan sih ma! Raja masih ngantuk."

"Mas Raja, hei bangun...!"

Raja pun baru sadar kalau saat ini dirinya tidak tidur di kamarnya. Ia baru ingat kalau dirinya sudah menikah dengan Tita.

"Tita..."

"Iya, ayo bangun Mas kita sudah hampir kesiangan."

Tita masuk ke kamar mandi terlebih dahulu untuk berwudhu', disusul kemudian Raja.

"Maaf Mas, aku mau kita shalat berjama'ah."

"Tita ma-maafkan aku, aku belum begitu lancar membaca surat pendek."

"Sehafalmu saja Mas."

Mereka pun shalat berjama'ah.

Setelah shalat, Tita mencium punggung tangan suaminya. Dan Raja untuk kedua kalinya mencium kening istrinya. Pertama ia lakukan saat mereka selesai akad nikah.

Tita melipat mukenahnya. Saat ini ia sedang memakai baju daster berbahan kaos dengan ukuran yang longgar. Rambutnya yang panjang ia cemol sembarangan. Namun meski begitu, kecantikannya masih memukau. Raja tidak dapat berpaling memandangnya. Saat ini Raja duduk di atas tempat tidur. Dan Tita membereskan bantal.

"Tita..."

"Iya Mas."

"Sini!"

Tita pun berjalan mendekati Raja.Tanpa aba-ba Raja menarik tangan Tita, sehingga Tita terjatuh ke pangkuannya.

"Au..."

Raja memeluk tubuh Tita dari belakang.

"Mas..."

"Biarkan seperti ini dulu."

Tita pun diam meski sebenarnya ia sangat tegang. Baru kali ini ia dipeluk laki-laki selain Abi dan Abangnya.

Dan Raja pun mengangkat tubuh Tita, kemudian membaringkannya di tempat tidur. Tubuh Tita mendadak panas dingin.

Apa lagi saat ini Raja hendak menciumnya. Tita memejamkan mata, ia pasrah. Raja pun tergoda dengan bibir mungil nan merah merekah. Raja mengecup bibir itu kemudian sedikit melumatnya.

"Ya Tuhan semoga kali ini aku bisa." Batin Raja.

Pakaian Tita sudah melayang, hanya tersisa pakaian dalam saja yang melekat di tubuhnya. Puas mencumbu Tita, akhirnya senjata Raja mulai tegak. Ia bersemangat untuk menerobos lubang kenikmatan. Namun saat senjata itu sudah di pintu, ternyata layu kembali.

"Ah sial!" Kesal Raja.

"Ke-kenapa Mas?"

"Tidak apa-apa! Maaf kita tunda nanti! Aku harus mengirim file hari ini juga."

"Iya Mas."

Tita merasa kecewa, namun juga senang. Yang penting dirinya sudah mencoba melayani suaminya. Tita pun pergi mandi, setelah itu turun ke bawah untuk ikut membuatku minuman buat suaminya.

"Non, mau bikin apa?"

"Bi', ini mau bikin teh hangat untuk Mas Raja."

"Ah Non Tita so sweet deh, biasanya habis shalat Shubuh juga tidur lagi. Tapi sekarang jadi rajin."

"Ya kan harus membiasakan diri Bi'."

"Betul itu Non."

"Ya sudah Bi', aku ke kamar dulu!"

Tita membawa nampan yang berisi secangkir teh dan sepiring biskuit. Ia naik melewati lift menuju kamarnya.

"Mas ini tehnya."

Nampak Raja sedang berkutat dengan laptopnya di kursi balkon kamar Tita

"Terima kasih."

"Sama-sama."

Raja pun melanjutkan pekerjaannya. Tidak ingin mengganggu suaminya, Tita pergi ke bawah lagi untuk membawa baju cucian.

Tidak lama kemudian waktunya sarapan. Tita memanggil suaminya untuk sarapan ke bawah. Saat itu, Raja sedang membalas pesan.

"Mas, ayo sarapan dulu."

"Ah iya."

Mereka makan bersama berempat di meja makan. Tidak lama kemudian Tristan datang. Tita melayani suaminya makan.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Wah enak nih sarapannya."

"Kalau belum sarapan, ayo gabung Tris!"

"Aku sudah sarapan Ummi, istriku juga masak yang tidak kalah enak dengan ini!"

"Ya, ya, Ummi tahu! Salwa memang pintar masak."

"Ada apa Tris, tumben pagi sekali?"

"Aku lupa memberikan kado kepada adikku ini. Tita, ini tiket bulan madu ke Swiss! Besok kalian sudah bisa berangkat bulan madu ke sana! Untung pesawat kalian bisa pakai jet pribadi kita."

"Terima kasih Bang." Ujar Tita. Raja pun mengucapkan terima kasih.

"Ya sudah aku balik dulu, mau ke kantor!"

Tristan pun mencium punggung tangan kedua orang tuanya.

Di Mesir

Saat ini di Mesir masih jam 4. Ricky menunggu waktu Shubuh setelah ia melakukan shalat tahajud. Saat ini Ricky meratapi hidupnya. Ia mendapatkan segala keluh kesahnya kepada Allah.

"Ya Allah, aku tahu mungkin sudah tidak ada harapan untukku dengan Tita. Aku tidak ingin mengharap apa yang sudah menjadi milik orang lain. Tolong jaga hati ini agar tidak menjadi zina hati. Ampuni hamba yang hina ini ya Allah."

Adzan Shubuh berkumandang, Ricky melakukan shalat shubuh. Namun saat dia ingin tidur lagi, Bunda Raisya menelponnya.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam, Bunda."

"Ricky, bagaimana kabarmu dan Aisyah?"

"Alhamdulillah kami baik-baik saja Bunda. Bunda dan keluarga di sana gimana?"

"Alhamdulillah kami sehat.

"Ricky, mana istrimu? Bunda ingin ngobrol."

"Eh.. Aisyah? Itu kebetulan Aisyah pulang ke rumah Kakaknya Bunda, ada acara di sana. Iya ada acara, nanti aku jiga akan menyusulnya."

"Oh.. benar begitu?"

"Iya, Bunda."

"Ricky kamu jadi pulang ke Indonesia kan satu bulan lagi?"

"Iya Insyaallah pas libur semesteran Bunda."

"Jangan lupa bawa Aisyah ya, sekalian nanti kalian resmikan saja pernikahan kalian di KUA sini. Urus semuanya Rik!"

"Hah?"

"Kamu ngerti nggak sih Rik yang Bunda omongin?"

"Iya, iya ngerti Bunda."

"Ya sudah Bunda mau belanja dulu buat masak siang nanti. Salam sama Aisyah ya?"

"Baik Bunda."

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Lagi-lagi Ricky harus berbohong. Sebenarnya berat baginya untuk menutupi semua ini. Tapi ia harus lakukan sampai nanti dirinya pulang ke Indonesia.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Bunda RH

Bunda RH

lanjut bacanya kak

2024-10-15

0

💗 AR Althafunisa 💗

💗 AR Althafunisa 💗

Oh... dari sini mungkin berakhir pernikahan Tita 🤭😌

2024-10-15

1

Riska Indriyana safitri

Riska Indriyana safitri

kasihan dia"nya dong ..

2024-02-09

2

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!