Ricky menyarankan agar mereka menikah secara resmi. Dua hari kemudian Ricky mengantar mereka ke kota tempat asal Mustafa. Mereka akan menikah di sana secara agama dan negara.
"Mustafa, pegang ini!" Ricky memberi sebuah amplop yang berisi uang.
"Apa ini?"
"Uang untuk berjaga-jaga."
"Tidak, ini tidak perlu! Kamu sudah terlalu banyak memberi dan membantu kami."
"Terimalah, atau Aisyah akan aku bawa kembali."Gertak Ricky.
"Ah tidak, baiklah akan aku terima."
"Begitu kan enak! Aku pamit dulu, aku titipkan Aisya kepadamu. Jangan sakiti dia. Kalian sama-sama tidak memiliki orang tua. Aisya kamu juga, jaga kesehatan! Ingat, ada bayi di dalam perutmu."
"Pasti, aku akan menjaganya." Ujar Mustafa.
"Iya Bang, terima kasih." Balas Aisyah.
"Ya sudah, aku pergi. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Ricky pergi dari kota itu dengan perasaan campur aduk. Di sisi lain ia kecewa karena pelajarannya yang sangat singkat dan penuh drama. Di sisi lain ia lega karena bisa menolong orang lain. Namun ada keluarganya yang belum ia kabari tentang masalahnya.
...----------------...
Hari berganti hari. Dua bulan berlalu, Ricky lalu harinya seperti biasanya. Namun hari ini ia kedatangan tamu yang tak lain adalah Aqil Kakak angkat Aisyah.
"Ada apa abang menemuiku?"
"Aku butuh uang! Beri aku uang."
"Aku tidak ada uang."
"Bohong!"
"Kalau kamu tidak memberiku uang, aku akan membawa Aisyah pergi dari sini."
"Lakukan saja jika abang mau masuk penjara!"
"Kamu..."
"Apa? Abang mau mengancamku?"
"Aisyah.. keluarlah! Jangan jadi adik yang durhaka! Aku butuh uang, katakan kepada suamimu ini!" Pekik Aqil.
"Cukup Bang, jangan teriak-teriak! Ini bukan hutan! Abang bisa diseret Satpam kalau seperti ini."
"Ah dasar Ipar tidak berguna!" Aqil membanting pintu depan Apartemen Ricky.
"Astagfirullah.... dasar mata duitan! Untung saja Aisyah sudah terlepas darimu! Bikin emosi saja. Aqil tidak boleh tahu kalau Aisyah sudah tidak bersamaku." Ricky bermonolog.
Keesokan harinya Ricky mendapat kabar dari Indonesia bahwa Salwa kakaknya sudah melahirkan anak kedua. Bayinya kembar , dua perempuan. Ricky pun ikut senang karena keponakannya semakin bertambah.
"Kamu nggak mau punya anak juga Rik?" Tanya Bunda Raisya.
"Maaf Bunda, kami masih menundanya. Tunggu Ricky lulus dulu."
"Baiklah, itu sudah menjadi keputusan kalian. Ya sudah Bunda tutup dulu,
assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
"Maafkan aku Bunda." Batin Ricky.
Satu minggu kemudian.
Di Indonesia
Malam ini di rumah Tita sudah banyak tamu yang datang untuk mengikuti acara pengajian. Karena besok pagi Tita akan menikah dengan Raja. Bunda Raisya dan Ayah Haris pun hadir di rumah besan sekaligus sahabatnya itu.
Tita nampak bersedih saat meminta izin kepada kedua orang tuanya. Dan hal tersebut membuat tamu yang hadir ikut terharu.
"Bunda, kenapa Bunda kelihatan sedih?" Tanya Salwa kepada Bunda Raisya.
"Bunda teringat Ricky."
"Bunda, Ricky sudah punya istri. Do'akan dia bahagia."
"Tapi Ricky sampai saat ini tidak pernah menyinggung tentang istrinya Wa. Bunda tahu dia anak laki-laki, dia pasti bisa mengatasi semuanya sendiri. Tapi Bunda juga ingin menjadi tempatnya berbagi, meski tidak seharusnya Bunda ikut campur masalah rumah tangganya."
"Bunda jangan sedih, nanti juga Ricky akan ngasih kabar baik kepada kita. Yang sabar ya! Lihat nih Winda sampai cemberut lihat Omanya nangis." Salwa menunjuk bayinya yang masih berusia satu minggu itu.
Bunda Raisya mengusap ujung matanya.
"Sini sama Oma." Bunda Raisya mengambil alih Winda dari gendongan Salwa.
Setelah acara pengajian selesai, Bunda Raisya dan Ayah Haris berpamitan pulang.
"Bunda kenapa matanya kok sembab?"
"Kelilipan Yah."
"Bohong nih, udah tua masih suka bohong."
"Nggak Yah."
"Kalau nangis nanti Ayah culik lho!"
"Kan Ayah sudah culik Bunda dari Aba sama Ummi!"
"Ayah bakal culik Bunda, terus dibawa ke hotel."
"Ngapain?"
"Bulan madu yang ke seribu kalinya hahaha..."
"Hehe... Ayah bisa saja."
Ayuni yang melihat kemesraan orang tuanya pun menjadi iri.
"Semoga kelak aku mendapatkan pasangan yang baik seperti Ayah." Batin Ayuni.
Keesokan harinya.
Bunda Raisya, Ayah Haris seta Ayuni sudah siap dengan pakaian serba putih. Mereka akan datang menghadiri acara akad nikah Tita yang diselenggarakan di rumah Pak Ferdi.
Tita terlihat cantik dengan kebaya putihnya, begitu pula dengan Raja yang nampak gagah seperti namanya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Fatiha Talia Abdillah binti Ferdi Abdillah dengan Mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Sah..."
"Alhamdulillah."
Do'a pun dipanjatkan untuk kedua mempelajari. Terlihat Tita meneteskan air mata. Entah apa yang ia rasakan saat ini.
Setelah akad nikah usai, Raja dan Tita belum bisa bersama. Mereka harus terpisah sampai nanti acara resepsi. Pak Harun membawa Raja ke hotel tempat mereka dan keluarga menginap.
Salwa memasang story foto pernikahan Tita dan Raja dengan caption " Barakallahu lakuma wabaraka alaikuma wajama'a bainakuma fil khair."
Tidak lama dari itu Handphone Salwa berdering. Ternyata Ricky yang menelpon. Salwa pun langsung menerima panggilan itu.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikum salam"
"Apa kabar dek?"
"Alhamdulillah baik Mbak. Mbak, Tita jadi nikah sama Raja?"
"Iya, acaranya baru saja selesai. Nanti malam resepsinya."
"Sampaikan salamku kepada Tita, maaf tidak bisa hadir di hari bahagianya."
"Insyaallah.... Dek, istrimu mana?"
"Ada di rumah Kakaknya."Bohong Riky.
"Kalian baik-baik saja kan?"
"Huh... Mbak, kami sudah berpisah."
"Apa?"
"Jangan bilang-bilang dulu sama Bunda dan yang lain Mbak. Bulan depan aku akan pulang. Aku yang akan mengatakan sendiri kepada mereka."
"Dek, apa kamu sudah gila?"
"Mbak tidak tahu perasaanku. Sudah Mbak, tolong jangan hakimi aku untuk saat ini. Mbak fokus saja dengan acara Tita. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam."
Salwa mendadak panas dingin mendapat kabar dari sang adik. Pikirannya tak tenang. Ia membayangkan reaksi kedua orang tuanya, jika tahu yang sebenarnya.
"Ya Allah, semoga cobaan dalam keluargaku cepat berlalu." Do'a Salwa dalam hati.
Salwa menoleh ke arah kedua orang tuanya yang saat ini sedang berbincang-bincang dengan tamu. Kemudian ia mendekat ke arah Tita.
"Selamat ya dek, semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dan cepat diberi momongan."
"Amin, Terimakasih Mbak."
"Iya sama-sama. Dek ada salam dari Ricky, selamat atas pernikahan kalian. Maaf katanya karena tidak bisa hadir."
Deg
Hati Kita sedikit tercubit mendengar nama Ricky.
"Kak Ricky nelpon, Mbak?"
"Iya, tadi dia nelpon."
"Sampaikan salam kembali kepa Kak Ricky, Mbak."
"Dek, kamu sudah menjadi seorang istri. Berbakti-lah kepada suamimu. Meski saat ini kamu belum juga mencintainya, nanti seiring berjalannya waktu kamu juga akan jatuh cinta. Kata orang tua dulu Jalaran tresno soko kulino."
"Do'akan saja Mbak. Aku hanya ingin berbakti kepada Abi dan Ummi. Kalau ini membuat mereka bahagia, akan aku coba jalani."
Tita pun kembali ke kamarnya untuk menghapus make-up dan bergantii pakaian.
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
⛱ᵃᵞᵘ🏝
Yang Sabar Tita..🤗
2024-12-19
2
Gamar Abdul Aziz
tita cintanya ke Rizky
2024-08-27
1
Riska Indriyana safitri
aku tipe orang yang tidak Suka dengan perjodohan. meskipun alasannya berbakti pada orang tua.
karena bagiku pernikahan itu sekali seumur hidup. toh nantinya kita yg akan menjalani sampai maut menjemput.
2024-02-09
6