Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang, Ricky pun sampai di Kota Bur Safaga. Ia mencari penginapan untuknya bisa beristirahat sejenak sebelum bertemu dengan Mustafa. Ia sangat berharap Mustafa tidak mengingkari janjinya.
Paginya, sekitar jam 7 Ricky berangkat menemui Mustafa di tempat kerjanya. Mustafa bekerja di salah satu super market yang berada di kota itu. Ricky sengaja menemuinya pagi sebelum Mustafa mulai bekerja. Sekitar 20 menit kemudian, Ricky sampai. Ia menghubungi Mustafa. Ternyata Mustafa sudah menunggunya di kursi taman dekat super market.
Anggap saja mereka berdialog Bahasa Arab.
"Hai Tuan, apa kamu yang menghubungiku?"
"Iya." Ricky menjabat tangannya.
Ricky langsung mengenali Mustafa karena ia sudah menyimpan foto Mustofa.
"Apa yang ingin anda sampaikan tentang Aisyah?"
"Aku ingin bertanya, apa kamu mencintainya?"
Mustafa menunduk.
"Mustafa, jawab pertanyaanku!" Gertak Ricky.
"Saya sudah membuat kesalahan kepadanya! Saya tidak pantas disebut orang yang mencintainya." Ujar Mustafa penuh penyesalan.
"Bodoh! Kenapa kamu menghilang?"
"Handphone saya hilang saat malam terakhir kami bertemu. Aku sudah mencari Aisyah ke rumahnya, tapi Kakaknya bilang Aisyah pergi. Sebenarnya saya tidak percaya, karena Kakaknya itu sangat licik."
"Huft.. aku langsung saja pada intinya. Aisyah hamil, dan itu anakmu!" Ujar Ricky, ia merasa tidak perlu basa-basi lagi.
"Apa?"
"Iya, dia hamil anakmu! Kamu kan yang sudah merenggut kesuciannya malam itu?"
Mustafa menunduk lagi.
"A-apa perbuatan saya yang hanya sekali itu bisa membuatnya hamil?"
"Bodoh! Lalu kamu pikir Aisyah itu melakukannya lagi dengan orang lain begitu? Hah...." Ricky sedikit emosi.
"Ti-tidak, bukan begitu maksud saya! Saya sangat percaya kepadanya.
Ricky menunjukkan hasil USG kepadanya.
"I-ini...."
"Iya itu adalah USG pertama Aisyah. Memang masih sebesar biji kacang, tapi apa kamu tega melihat anak itu akan dibuang oleh Aisyah, iya?"
Bukan menjawab namun Mustafa justru berlinang air mata. Ia memang masih mencintai Aisyah. Selama satu bulan ini hidupnya tidak tenang. Ia memang kembali ke kotanya bukan karena ingin menghindari Aisyah, tapi orang tua satu-satunya meninggal dan dia tidak merantau lagi.
"Di mana Aisyah sekarang, Tuan?"
"Di apartemenku!"
"Apa? Kenapa bisa? Bukankah Kakaknya tidak memberi kebebasan kepadanya?"
"Panjang ceritanya! Lebih baik sepulang kerja nanti kamu ikut aku! Besok kalau bisa izin dulu."
"Besok waktunya saya libur."
"Bagus, aku akan kembali ke penginapan. Temui aku nanti!"
"Baik Tuan."
Ricky bersyukur urusannya dipermudah. Ia bisa bernafas lega untuk sementara. Ia pun pergi mencari sarapan di dekat super market tersebut. Setelah itu dia kembali ke penginapan untuk tidur, karena dua hari ini ia kurang tidur.
Sore hari sekitar jam 4, Mustafa menghubungi Ricky. Ia sudah menunggu Ricky di depan penginapan.
"Maaf sudah lama menunggu? Aku baru sah cek out dan membereskan barangku."
"Tidak Tuan, baru 5 menit yang lalu."
"Kamu siap ikut denganku?"
"Iya Tuan."
"Jangan terlalu formal kita seumuran! Panggil saja namaku! Apa kamu sudah izin dengan orang rumah?"
"Aku sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi."
"Oh.. maaf. Ya sudah ayo kita berangkat!"
Ricky pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang. Kebetulan Mustafa bisa mengendarai mobil. Jadi nanti mereka bisa bergantian.
Selama perjalanan Mustafa menceritakan hubungannya dengan Aisyah. Mulai dari awal bertemu sampai akhirnya kejadian naas itu.
"Maaf Ricky, aku masih penasaran sebenarnya kamu itu siapa?"
"Aku suami Aisyah."
Jedaaarrr
Bagai disambar petir di siang bolong. Mustafa sangat terkejut.
"A-apa kamu bercanda?"
"Mustafa aku memang sudah menikahi Aisyah satu bulan yang lalu. Dan selama itu pula aku tidak pernah menggaulinya. Beruntung aku mengetahui hal ini. Ini tidak sepenuhnya kesalahan Aisyah. Makanya aku ingin kamu bertanggung jawab. Aku akan menceraikannya."
"Apa itu benar? Mustahil seorang laki-laki dan perempuan yang tinggal serumah tidak..."
"Terserah kamu! Tapi kami memang pisah kamar. Sudah ku bilang panjang ceritanya. Nanti kamu bisa tanya sendiri kepada Aisyah. Tapi kalau kamu sampai tidak mau bertanggung jawab, aku pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu!"
Mustafa tidak menjawab lagi. Ia justru berpikir keras. Laki-laki di sampingnya itu adalah suami Aisyah. Jarang ada seorang laki-laki yang peduli seperti Ricky. Dia sudah kecewa, sakit hati, dan bahkan rugi secara finansial.
"Apa dia seorang malaikat?" Batin Mustafa.
Di pertengahan jalan mereka berhenti untuk makan. Ricky yang membayar semuanya. Ia mengerti keadaan Mustafa. Setelah itu mereka shalat dan melanjutkan perjalanan lagi. Sekarang gantian Mustahil yang mengendarai mobil Ricky.
Sekitar jam 1 malam mereka sudah sampai. Ricky mengajak Mustafa ke hotelnya. Satpam menunduk hormat kepada Ricky seperti biasanya. Mereka menuju tempat resepsionis.
"Selamat pagi, Tuan Ricky. Ada yang bisa kami bantu?"
"Berikan aku kunci satu kamar dengan dua bed."
"Baik Tuan."
"Ini Tuan."
"Terima kasih, Tidak perlu diantar."
"Baik Tuan."
Mustafa tercengang melihat interaksi Ricky dengan pihak resepsionis.
"Mereka sangat menghormati Ricky. Ricky juga tidak perlu membayar untuk sewa kamar. Siapa sebenarnya Ricky?" Batin Mustafa.
"Istirahatlah! Besok pagi kamu akan bertemu dengan Aisyah."
"Iya, baiklah."
Keesokan harinya.
Ricky dan Mustafa pergi meninggalkan kamar hotel.
"Ini kuncinya, tolong sampaikan ke manager hari ini saya tidak akan ke hotel karena saya ada tugas kuliah."
"Baik Tuan Ricky. Apa Tuan tidak ingin sarapan dulu?"
"Tidak perlu, terima kasih."
"Baik, Tuan, sama-sama."
Mereka segera melaju ke apartemen. Ricky sudah menghubungi Shanum bahwa mereka sudah di jalan menuju apartemen.
Mereka pun sampai di apartemen
Tok tok tok
Pintu pun terbuka. Shanum yang membukanya.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam." Shanum tertegun saat melihat Mustafa datang bersama Ricky.
"Shanum, mana Aisyah?"
"Ada di kamar, Tuan."
"Panggil dia keluar! Mustafa, silahkan duduk! Aku akan mandi dulu sebentar."
"Baiklah."
Shanum membujuk Aisyah untuk keluar.
Karena tak kunjung keluar Ricky pun turun tangan.
"Aisyah Maharani, saat ini juga aku menalakmu. Kamu bukan istriku lagi!"
"Bang..."
"Bukankah itu yang kamu inginkan? Sekarang keluarlah! Selesaikan masalah kalian!"
Aisyah menunduk, ia sangat mengerti dengan tindakan Ricky saat ini.Aisyah pun keluar dengan dipapah oleh Shanum.
Mustafa mendongak melihat wanita yang selalu hadir dalam pikirannya itu.
"Aisyah..." Matanya berkaca-kaca.
"Kam jahat! Jahat!" Pekik Aisyah. Emosinya naik saat melihat Mustafa.
"Aisyah maafkan aku! Aku tidak bermaksud menodaimu! Itu semua karena temanku yang salah memasukkan obat. Aku tidak bisa mengontrolnya!"
"Apa pun alasannya kamu tetap bersalah! Hiks..hiks... aku hamil Mus!"
"Aisyah aku akan bertanggung jawab."
"Tidak semudah itu!"
"Aisyah kamu sudah bukan istriku lagi. Tidak berlaku masa iddah untukmu karena kita tidak pernah berhubungan suami istri. Aku ikhlas dengan semuanya. Menikahlah dengan Mustafa dan pergilah dari kota ini!"
Aisyah tak bergeming.
"Pikirkan dengan baik demi masa depan bayi di dalam kandunganmu. Aku akan membantu kalian."
"Aku sudah banyak merepotkanmu Bang."
"Mungkin ini cara Allah untuk mempersatukan kalian. Melalui aku, ya melalui aku." Ucap Ricky. Masih ada sisa kecewa di hatinya. Namun rasa pedulinya mengalahkan segalanya.
"Terima kasih, aku tidak tahu harus membalas apa kepadamu. Aku sempat mengira kalau kamu bukan manusia, tapi malaikat." Ucap Mustafa seraya mendekap tubuh Ricky. Ia tidak tahu harus berbuat apa lagi.
"Anggap saja aku saudaramu, Mustafa. Aisyah aku minta maaf jika selama bersamamu aku pernah berlaku tidak baik kepadamu."
"Tidak, abang sangat menghargai aku dan menjagaku. Benar kata Mustafa, Abang malaikat yang berwujud manusia."
"Jangan berlebihan, aku juga manusia yang punya batas kesabaran. Hanya saja saat ini Allah sedang membekaliku dengan sabar yang berlipat ganda."
Bersambung...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 87 Episodes
Comments
Siska Damayanti
mustafa di tulis nya mustahil terus😅
2025-02-11
1
Nurgusnawati Nunung
Ricky baik sekali...
2024-03-05
4
Jenong Nong
alhamdulilah semua sdh selesai dhn baik sabar ya Ricky semoga author memberikan jodoh yg baik buat kmu ...❤❤🙏🙏
2024-01-13
2