Kenyataan

Ricky tidak jadi berangkat ke hotel. Ia merenung di dalam kamarnya. Ia memikirkan perkataan Dokter Jameela.

"Ah tidak, tidak mungkin! Mana bisa Aisyah hamil? Aku belum sama sekali menyentuhnya! Atau jangan-jangan.... Tidak, aku harus bertanya langsung kepada Aisya." Ricky bermonolog.

Sementara di kamar Aisyah, ia menangis. Ia takut apa yang dikatakan Dokter menjadi kenyataan. Hatinya berkecamuk saat ini.

"Ya Allah, tolong jangan beri Hamba cobaan seberat ini! Hamba tidak kuat, hiks hiks..."

Aisyah benar-benar tidak keluar. Ia mengunci diri di dalam kamarnya. Ricky keluar dari kamarnya, ia mencari bahan makanan di dapur. Hanya ada mie instan yang bisa ia masak. Ricky pun memasak mie instan untuk sarapan. Bukan sarapan lagi sebenarnya, karena saat ini sudah jam 10.

Walau bagaimanapun Ricky adalah laki-laki baik yang tidak mungkin membiarkan wanita yang masih berstatus istrinya kelaparan. Ricky juga memasak mie instan untuk Aisyah.

Tok tok tok

"Aisyah buka pintunya! Makanlah dulu!"

Tidak ada jawaban.

"Aisyah, aku tahu kamu mendengarkan! Buka pintunya, atau aku dobrak!" Gertak Ricky.

Aisyah yang merasa kelaparan pun sudah tidak tahan lagi. Perutnya terasa perih. Ia pun membuka pintu. Namun sebelum pintu terbuka lebar Aisyah ambruk di lantai, ia pingsan.

"Aisyah..."

Ricky menaruh piring yang ia bawa di lantai.

"Aisyah, Aisyah bangun!"

Ia menepuk-nepuk pipi Aisyah. Namun belum sadar juga. Ricky pun mengangkat tubuh Aisyah dan membawanya keluar dari apartemen. Ricky membawanya ke rumah sakit yang tidak jauh dari apartemen. Lima menit kemudian mereka sudah sampai.

"Suster, tolong bantu saya..."

Perawat pun mendorong brangkar untuk membawa Aisyah masuk ke ruang UGD. Dokter pun memeriksa Aisyah. Aisyah belum sadarkan diri.

"Pasien terdeteksi asam lambungnya tinggi, namun ada kemungkinan lainnya."

"Dok bisa tolong rujuk istri saya ke dokter Obgyn?"

"Oh tentu bisa, rupanya anda juga mencurigai hal yang sama dengan saya Tuan? Suster tolong bawa pasien ini ke poli kandungan."

Perawat mendorong brangkar Aisyah ke poli kandungan, dan Ricky mengikutinya.

"Kenapa dengan pasien?""

"Dokter tolong periksa istri saya, ada dugaan kalau istri saya hamil. Dia pingsan karena asam lambungnya tinggi."

"Baik Tuan, tunggu sebentar."

Dokter menyingkap kemeja piala yang dipakai Aisyah. Sontak Ricky memalingkan wajahnya untuk menjaga pandangan. Ia lupa kalau yang ia lihat adalah orang yang halal baginya.

"Sepertinya memang sudah ada janin di rahimnya Tuan, lebih jelasnya biar saya USG saja."

Dokter pun melakukan pemeriksaan selanjutnya. Saat Dokter mengolesi jell di perut Aisyah, tiba-tiba Aisyah bergerak. Sepertinya ia telah sadar. Aisyah mengerjapkan matanya melihat yang ada di sekitarnya.

"Nyonya sudah sadar, saya akan memeriksa kandungan anda."

Jedaaarr...

Bagaikan disambar petir di siang hari. Aisyah tidak tahu harus berkata apa. Ia diam saat Dokter menunjukkan sesuatu di layar monitor. Sedangkan Ricky kakinya tersa lemas mendengarkan kenyataan ini.

"Nyonya apa anda merasa pusing?"

Aisyah menggelengkan kepala.

"Lihatlah Nyonya dan Tuan! Ada titik di kantongnya. Itu adalah bakal bayi kalian. Selamat ya, apa ini adalah anak pertama?"

Ricky dan Aisyah sama-sama tidak menjawab, mereka shock.

"Tuan..."

"Eh iya Dok!" Ricky baru tersadar. Pikirannya tidak menyatu dengan hatinya.

"Selamat ya, janinnya sudah berusia lima minggu. Jaga kesehatan, dan jaga pola makan anda Nyonya. Saya akan memberi resep untuk asam lambung dan vitamin penguat kandungan."

"Ja-di sudah boleh pulang Dok?"

"Iya, tidak perlu rawat inap. Karena ini kemungkinan juga bawaan bayi."

"Terima kasih Dok."

"Sama-sama Tuan."

Aisyah masih tidak bergeming di atas brangkar. Matanya berkaca-kaca. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini.

"Aisyah, ayo pulang!" Ricky menahan amarahnya.

Ricky masih berbaik hati memapah tubuh Aisyah yang masih lemah. Meski saat ini di dalam hatinya ada rasa marah dan kecewa. Saat sudah sampai di luar rumah sakit Aisyah melepas tangan Ricky dari lengannya.

"Lepas Bang! Kamu tidak pantas memperlakukan aku dengan baik! Aku hanya wanita hina!" Aisya menghempaskan tangan Ricky.

"Aisyah, katakan kepadaku, siapa Ayah dari anak yang kamu kandung?" Ricky memegang kedua bahu Aisyah.

"Hiks hiks... " Hanya derai air mata yang jatuh di pipi Aisya. Ia tidak tahu harus menjawab apa!"

"Aisyah jawab aku!"

Tanpa aba-aba Aisyah berlari dan hendak menabrakkan diri ke mobil yang baru saja melintas di area parkiran.

"Aisyah...."

Beruntung Ricky bisa mengejarnya dan menyelamatkannya. Mereka jatuh berguling.

"Aisyah kamu gila, hah?"

"Aku ingin mati saja Bang, aku nggak kuat!"

"Lalu dengan mati apa semuanya akan selesai, iya? Kamu tidak takut dengan azab Allah? Kamu tidak takut dituntut oleh bagimu yang tidak berdosa itu? Mikir Aisyah... jalan pintas bukan jalan terbaik."

"Hiks hiks..." Ricky tidak tega melihat Aisyah menangis, ia memeluknya memberikan kekuatan. Baru kali ini Ricky memeluk seorang wanita selain Ibu dan saudaranya.

"Tenanglah, Aisyah! Allah memberi ujian bukan tanpa solusi. Kita bicarakan baik-baik, ceritakan kepadaku apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?"

Flash Back On

Malam ini Aisyah bertekat untuk pergi dari rumah karena ia sudah tidak tahan dengan perlakuan Kakaknya. Kakaknya akan menjual Aisyah untuk membayar hutang. Aisyah akan pergi dibantu oleh kekasihnya yang bernama Mustafa. Mustafa sudah menunggu Aisyah di pinggir jalan yang tidak jauh dari rumah Aisya.

"Ayo Aisyah cepat naik, sebelum Kakakmu tahu."

Aisyah pun naik ke motor Ali. Aisyah berharap Mustafa bisa menjadi penyelamatnya. Namun saat sudah sampai di sebuah rumah kosong, Aisyah melihat gelagat aneh pada diri Mustafa.

"Mustafa.... kamu kenapa?"

"Gerah... panas Aisyah... Ah!"

Rupanya sepulang main dengan temannya tadi, Mustafa tidak sadar bahwa di dalam minumannya sudah diberi obat perangsang.

"Aisyah tolong aku!"

"Ti-tidak... maksudmu bagaimana?"

"Tolong aku Aisyah."

Mustafa membuka kemejanya. Ia sudah terbakar nafsu. Ditariknya pashmina Aisyah.

"Jangan... jangan sentuh aku! Mustafa... sadarlah!"

"Aku sadar Aisyah... maafkan aku."

Sekuat tenaga Aisyah menentang, namun kekuatannya tetap tidak sebanding dengan kekuatan Mustafa. Mustafa menyingkap gamis Aisyah, menurunkan celana dalam Aisyah. Dan akhirnya pertahanan Aisyah runtuh. Mustafa berhasil mempe*awaninya.

Setelah itu Mustafa terlelap di samping Aisyah. Aisyah membenarkan pakaiannya dan memakai pashminanya. Lalu dia berlari menjauh dari rumah kosong tersebut. Namun naas, Aisyah ditabrak mobil karena kesalahannya sendiri. Mobil tersebut melaju meninggalkan Aisyah terkapar di jalan.

Flash Back Off

Mereka berdua saat ini sudah pulang ke apartemen. Aisyah menceritakan semuanya kepada Ricky dengan penuh kesedihan.

"Kenapa kamu tidak menikah saja dengan Mustafa sebelum kejadian itu? Kamu tidak perlu lari dari rumahmu kan?"

"Mustafa bukan orang kaya, dia tidak akan mampu memberi uang kepada Kakak. Aku juga tidak tahu kerjaannya akan seperti ini! Lebih baik aku mati saja!" Aisyah memukul-mukul perutnya.

"Stop Aisyah! Kamu bisa membunuh bayimu!"

"Aku tidak mau bayi ini Bang! Aku tidak mau!"

"Aisyah, Allah sudah menitipkannya di rahim-mu. Berdosa jika kamu membunuhnya! Biarkan dia hidup!"

"Aku berjanji akan membiarkan anak ini hidup, tapi ceraikan aku Bang! Aku tidak pantas menjadi istrimu!"

"Baik akan aku lakukan jika itu maumu! Tapi sebelumnya aku akan mencari Mustafa."

Ricky membiarkan Aisyah sendiri di kamarnya. Lalu ia menghubungi Shanum untuk datang ke apartemen menemani Aisyah.

Bersambung.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

⛱ᵃᵞᵘ🏝

⛱ᵃᵞᵘ🏝

Smoga Riky ...👍🏻👍🏻

2024-12-17

2

Mutia 1964

Mutia 1964

Maaf Thor, saran...tlg koreksi ulang, banyak sekali typonya....

2024-10-14

1

Jenong Nong

Jenong Nong

semoga Riky mndptkan jodoh yg baik karena riky orang baik ....🤲🤲❤❤🙏🙏

2024-01-12

3

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!