Mencoba

Hari demi hari Ricky lalu bersama Aisyah.Tidak tersa sudah satu bulan lamanya mereka hidup bersama. Keduanya masih tidur di kamar masing-masing. Aisyah sebagai seorang perempuan tentu sangat senang dengan perhatian Ricky kepadanya. Namun dirinya merasa tidak pantas untuk menjadi pendamping Ricky yang pada dasarnya laki-laki baik dan dari keturunan orang terpandang di Negaranya. Karena kesibukannya, Ricky memang kurang berkomunikasi dengan istrinya.

Saat ini Ricky sedang mengerjakan tugas bersama Ibra.

"Ricky, apa kamu belum pernah menggauli istrimu?"

Ricky menggelengkan kepala.

"Ah, rugi sekali kamu Rik! Banyak orang di luar sana sengaja melakukan nikah kontrak hanya demi bisa melakukan yang enak-enak. Lha kamu, mangsa sudah di depan mata, tapi kamu tidak pergunakan dengan baik. Ricky, kamu normal kan?"

"Enak saja, normal-lah!"

"Lalu apa yang kamu tunggu? Kalian berdua sudah sah dan halal?"

"Kami tidur terpisah."

"Ya ampun Rik, kenapa?"

"Kami belum terbiasa."

"Bagaimana kamu mau melupakan Tita, kalau kamu tidak punya inisiatif untuk pendekatan diri kepada Aisyah? Perempuan itu tingkat rasa malunya lebih tinggi daripada laki-laki Rik! Cobalah kamu mulai dulu!"

"Aku tidak mau bermain tanpa perasaan, Ibra."

"Dicoba dulu, siapa tahu dengan itu perasaan kalian bisa tumbuh."

"Huft.. akan aku coba nanti!"

"Semangat kawan! Aku akan mendukungmu!"

"Aku tidak sedang Nyaleg, Ibra!"

"Haha.. semangat nyoblosnya kalau begitu."

Ricky hanya bisa geleng kepala mendengar pernyataan absurd temannya itu.

Ricky pun pergi ke hotel untuk memantau keadaan di hotel. Seperti biasa, ia akan memeriksa pembukuan dan laporan dari customer. Untuk menemani kegiatannya itu, Dicky pun memesan kopi kepada pelayan hotel.

Sore harinya, ia kembali ke apartemen. Meski bagaimana pun dirinya sudah beristri. Ia tidak ingin Aisyah mengkhawatirkannya.

Saat ini Aisyah sedang memasak di dapur. Karena merasa gerah, ia pun melepas jilbabnya. Ia tidak tahu kalau seseorang sudah masuk ke dalam apartemen. Ricky berdiri dan memperhatikan dari jarak yang cukup jauh. Cukup lama ia berdiri sampai akhirnya bersuara.

"Ehem..."

Sontak Aisyah terkejut, spatula yang ia pegang terjatuh ke lantai.

"Aisyah kamu tidak apa-apa?"

Ricky pun menghampirinya.Berjalan pelan-pelan.

"Ti-tidak apa-apa Bang."

Baru kali ini Ricky melihat istrinya tanpa penutup kepala. Jepit Aisyah terbuka, rambut panjangnya pun terurai. Ia hendak membenarkan jepitnya, namun Ricky menahannya.

"Biar aku yang memasangnya."

Ricky membenarkan rambut Aisyah lalu memasang jepitnya. Secara tiba-tiba nafas Ricky tidak beraturan. Ia merasakan ada yang sesak di bawah sana. Hembusan nafasnya melewati tengkuk Aisyah dan membuat tubuh Aisyah panas dingin.

"Aisyah..." Ucap Ricky dengan suara parau.

"Hem.."

Ricjy membalik tubuh Aisya menghadap kepadanya.

Ricky mengelus pipi Aisyah. Kemudian meraba bibirnya yang sangat menggoda. Tanpa aba-aba, Ricky menggendong Aisya ala bridal style. Ia membawanya masuk ke dalam kamarnya. Aisyah seperti boneka yang hanya tunduk pada tuannya.Ricky membaringkan tubuh Aisyah di atas tempat tidurnya. Ricky belum memulainya. Namun kesadaran Aisyah kembali, ia justru berteriak histeris.

"Jangan... tolong jangan sentuh saya! Ampun...!"

"Aisyah, hei... ini aku!"

"Jangan, tolong jangan sentuh saya!"

"Aisyah, ini aku suamimu!"

Ricky menangkup pipi Aisyah dengan kedua tangannya. Aisyah menangis histeris dan ia merasa perutnya mual.

Huek...huek...huek...

Aisyah berlari ke kamar mandi. Ricky panik, ua pun segera mendekati istrinya. Memijat tengkuk Aisyah sampai isi perutnya pun keluar. Aisya memuntahkan makanan yang tadi siang ia makan.

"Sudah Bang!"

"Aisyah kamu sakit?"

"Tidak Bang, mungkin hanya masuk angin."

"Serius?"

"Iya Bang. Maaf Bang aku akan kembali ke kamarku."

"Aku antar."

Ricky mengatur Aisyah ke kamarnya karena ia mengkhawatirkannya.

"Aisyah maafkan aku, bukan maksudku menakutimu."

Ricky merasa tidak enak hati melihat Aisyah seperti ketakutan saat ia sentuh.

" Tidak perlu minta maaf, Abang tidak salah. Aku yang mungkin masih trauma dengan masa lalu."

"Ya sudah istirahatlah, kalau butuh sesuatu jangan sungkan memanggilku!"

Ricky pun keluar dari kamar Aisyah.

"Jadi selama ini kamu menghindari karena kamu memiliki trauma." Batin Ricky.

Di dalam kamarnya, Aisyah menangis. Bukan hanya hari ini ia merasakan mual tapi dalam seminggu ini ia merasakan mual di pagi hari. Beruntung kamarnya kedap suara. Jadi Ricky tidak mungkin mendengarnya.

"Ya Allah, bulan ini aku tidak datang bulan juga. Apa iya aku hamil? Tidak... itu tidak mungkin, hiks hiks... Aku harus bagaimana ya Allah."

Malam harinya. Karena Aisya belum keluar dari kamarnya, Ricky pun mengetuk pintu kamarnya. Ia berharap Aisyah sudah baik-baik saja.

Tok tok tok

"Aisyah... ayo keluar, makan dulu!"

Mendengar suara Ricky, Aisyah pun membuka pintu.

"Ayo makan dulu! Aku sudah memasak nasi goreng seafood."

"Maaf Bang, jadi abang yang masak." Ucap Aisyah, karena merasa tidak enak hati.

"Tidak masalah, kamu kan sedang tidak enak badan."

Aisyah pun makan dengan lahap. Rupanya masakan Ricky cocok di lidah dan perutnya. Tentu saja Ricky senang melihatnya.

"Kala masih kurang, ambil saja jatahku, nih!" Ricky memberikan piringnya yang masih ada setengah makanannya.

"Tidak, tidak usah Bang! Aku sudah kenyang kok."

"Kalau begitu kembalilah ke kamarmu! Biar aku yang cuci piring."

"Tidak Bang, aku saja!"

"Jangan membantah! Atau nanti aku hukum kamu." Gertak Ricky. Dan hal tersebut membuat nyali Aisyah ciut. Padahal Ricky hanya ingin Aisya beristirahat.

"Jangan takut, syah! Aku hanya bercanda. Sudah sana istirahat! Aku yang akan membereskan. Ini sudah biasa."

Aisyah pun kembali ke kamarnya. Di dalam kamar ia tidak langsung tidur. Pikirannya sangat kalut. Sedangkan Ricky, setelah mencuci piring ia pun masuk ke dalam kamarnya.

Keesokan harinya

Aisyah tidak terlihat keluar dari kamarnya. Ricky sudah siap akan berangkat ke hotel, karena hari ini tidak ada kuliah. Ricky pun mengetuk pintu kamar Aisyah, namun tidak ada jawaban. Ricky mencoba menelponnya, namun tidak diangkat. Karena khawatir terjadi sesuatu, Ricky pun membuka pintu kamarnya, dan ternyata tidak terkunci. Terlihat Aisyah berbaring di atas tempat tidurnya dengan menggunakan selimut. Ricky menyentuh keningnya.

"Panas sekali!"

Tanpa berpikir panjang Ricky pun menelpon dokter kenalannya.

"Bisa minta tolong ke apartemen Dok? Istriku sakit."

"Baiklah Rik, tunggu 10 menit lagi!"

Ricky pun menunggu Dokter Jameela datang.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam, masuk Dok."

"Di mana istrimu? Kamu nikah nggak bilang-bilang Rik?"

"Belum diresmikan Dok. Dia ada di kamar, mari!"

Dokter dan Ricky masuk ke kamar Aisyah. Aisyah yang sudah lelah tidur pun terbangun karena terusik.

"Apa keluhannya?"

"Kemarin dia mual dan muntah, ini sekarang badannya panas sekali."

"Baiklah biar aku periksa dulu!"

Dokter pun mulai memeriksanya.

"Apa istrimu telat datang bulan?"

"Hah.. a-aku tidak tahu soal itu!"

"Nyonya apa kamu sedang tekat datang bulan?"

Deg..

Aisyah gemetar, ia takut apa yang ia pikirkan benar-benar terjadi.

"Memangnya kenapa Dok? Kenapa anda malah menanyakan hal itu."

"Aku merasakan adanya detak lain di perutnya. Mungkin saja dia hamil. Makanya aku menanyakan hal itu."

"Ha-mil?" Ricky terkejut.

Bagaimana tidak terkejut, jika Ricky belum pernah menggaulinya.

"Iya Rik, wajar kan kalau perempuan sudah menikah itu pasti akan mengalami kehamilan. Begini saja, nanti beli testpack untuk meyakinkan. Atau kalian bisa langsung cek ke dokter kandungan. Sementara aku kasih obat untuk penurun panas dan vitamin."

"Ba-baik dok, terima kasih."

Setelah kepergian dokter. Ricky dan Aisyah bergelut dengan pikirannya masing-masing.

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

⛱ᵃᵞᵘ🏝

⛱ᵃᵞᵘ🏝

Aisyah Siapa Yg Hamil (Perkosa)...🤔
Kasihaaann Ricky 😔😔

2024-12-17

2

Gamar Abdul Aziz

Gamar Abdul Aziz

runyam jadinya

2024-08-27

1

Eka

Eka

siapa yg merkosa aisiah kasihan dua semoga risky mungkap troma aisyah

2024-02-14

2

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!