Iman Ricky

Di Mesir

Keesokan harinya

Ricky sudah bersiap-siap akan pergi kuliah. Ia sudah berpakaian rapi dan menggendong tas ranselnya. Saat keluar dari kamarnya ia melihat Aisyah sedang masak di dapur. Nampak Aisyah sangat terampil dalam bidang per-dapuran.

"Bang, sarapan dulu. Maaf saya masak seadanya."

"Tidak masalah, saya bisa makan apa saja. Duduklah! Kita sarapan bersama."

Keduanya masih terlihat kaku.

Saat makan pun tidak ada percakapan antara keduanya. Mereka makan dengan tenang. Setelah selesai sarapan, Ricky berpamitan. Bagaimana pun mereka adalah suami istri. Ricky sangat menghargai orang yang saat ini sudah menjadi istrinya. Meski ia belum bisa memberikan hatinya kepada Aisyah.

"Aku berangkat dulu! Jangan keluar dari apartemen kalau tidak ada perlu!"

"Iya Bang."

Aisyah mencium punggung tangan suaminya. Ricky pun meninggalkan apartemennya menuju kampus. Ricky harus menyesuaikan diri dengan Aisyah. Ia masih belum terbiasa dekat dengan wanita, meski sekarang Aisyah adalah istrinya.

Ricky masuk kuliah mulai dari jam 09.00 sampai jam 11.00. Setelah itu dia akan pergi ke hotel Ayahnya untuk memantau. Namun kai ini ia tidak akan pergi ke hotel karena orang tuanya sedang berada di sana. Ricky pergi main ke kontrakan sahabatnya yang bernama Ibra.

"Ibra, pulang denganku! Aku akan main ke kontrakanmu."

"Tumben sekali, kamu tidak ke hotel?"

"Tidak, Ayahku sedang di sana saat ini."

"Baiklah, lumayan naik mobil jadi pengiritan, Haha.."

Ibra pun masuk ke mobil Ricky. Mereka menuju ke tempat kontrakan Ibra.

"Ricky, aku lihat kamu tidak banyak bicara. Apa ada yang sedang kamu pikirkan hem?'

"Huft.. Ibra, aku telah menikahi seseorang."

"Apa? Kamu melakukan mut'ah? Kamu nggak kuat Rik? Ya ampun Rik, nggak nyangka aku!"

"Ish, sembarangan! Bukan begitu!"

"Terus kenapa? Bukankah kamu mencintai Tita? Apa cintamu itu hanya halusinasi Rik?"

"Tujuanku untuk menolong seseorang. Aku masih mencintai orang yang sama."

Akhirnya Ricky menceritakan semuanya kepada Ibra.

"Ya Allah, Rik... segampang itu kamu mengambil keputusan? Kamu nggak mikir ke depannya seperti apa?"

"Lagian Tita juga akan bertunangan dengan orang lain. Aku tidak mau menjadi penyebab bahannya perjodohan mereka."

"Terserah deh, Rik! Yang penting kamu jangan sakiti tuh anak orang!"

"Nggak-lah! Aku juga masih punya hati. Aku harus belajar melupakan Tita."

"Ya sudah sana pulang! Udah punya bini juga masih kelayapan ke kontrakan orang!"

"Ish, gitu ya sekarang?"

"Eh, nggak! Bercanda aku Rik! Bisa-bisa nggak dapat bantuan kalau aku ngusir kamu, haha..."

Saat tengah asik bercanda dengan Ibra, Ricky mendapat telpon dari Sang Bunda.

"Hallo Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam. Ya Bun, ada apa?"

"Kamu di mana?"

"Di tempatnya Ibra, kenapa?"

"Bunda dan Ayah sedang di apartemenmu."

"Hah, ngapain?"

"Kita mau pamit, Ayah ada urusan mendadak." Sahut Haris.

"Ah iya, aku akan segera pulang."

Ricky pun pamit kepada Ibra. Ia segera pulang ke apartemennya. Di dalam perjalan ke apartemen ia banyak merenung. Ia memikirkan kehidupannya ke depan bersama Aisyah.15 menit kemudian ia sampai di apartemen.

"Aku akan mengantar kalian."

"Tidak usah, jangan ke mana-mana! Temani istrimu saja! Kami sudah ada yang mengantar."

"Aisyah, kami titip Ricky ya? Kalian sudah menjadi suami istri, belajarlah saling mengerti. Kamu juga Ricky, jaga istrimu baik-baik. Perlakuan dia dengan baik. Jangan menjadi laki-laki pecundang."

"Ayah, aku ini anakmu! Kenapa Ayah meragukan karakterku?"

"Bukan meragukan, hanya saja kurang yakin! Ya sudah kami kembali dulu ke Indonesia, kalian baik-baik di sini. Ingat Ricky, kamu sudah menjadi seorang suami, jadilah suami yang bertanggung jawab!"

"Iya Yah."

Mereka berdua mencium punggung tangan Ayah dan Bundanya. Setelah kepergian Raisya dan Haris, Ricky pun pergi ke kamarnya untuk berganti baju. Setelah itu ia keluar dari kamarnya untuk makan siang. Ia tidak melihat keberadaan Aisyah. Sepertinya Aisyah sudah masuk ke dalam kamarnya. Ricky pin pergi ke dapur untuk mencari makanan. Rupanya di atas meja sudah ada sup ayam dan nasi. Ricky pun duduk dan makan di meja makan seorang diri. Setelah makan, Ricky kembali ke kamarnya untuk beristirahat.

Malam harinya.

Aisyah memakai gamis dan jilbab rumahan. Ia nampak cantik alami tanpa make-up. Mereka baru saja selesai shalat maghrib di kamarnya masing-masing.

"Aisyah, malam ini tidak usah masak. Aku sudah pesan makanan dari luar untuk kita."

"Iya, Bang."

Ricky menyalakan televisi yang terletak di ruang tamunya.Ia menonton acara kuis Televisi Indonesia.

"Aisyah kemarilah! Jangan mendekam di kamar terus! Kamu bisa nonton televisi atau apa pun yang kamu sukai."

Aisyah berjalan menunduk menuju sofa tempat Ricky duduk.

"Aisyah, sebenarnya kamu itu cantik. Tapi hatiku belum tergerak. Maafkan aku Aisyah." Batin Ricky.

Ting nong.. suara bel berbunyi.

"Biar aku yang buka Bang."

Nahas, saat Aisyah berdiri sandalnya nyangkut ke karpet dan ia pun hilang keseimbangan hingga akhirnya terjatuh ke pangkuan Ricky. Sontak Ricky menahan tubuh Aisyah. Beruntung iman Ricky masih kuat.

"Ma-af Bang, sandalku nyangkut."

"Ti-dak apa! Bangunlah!"

Aisyah baru sadar kalau tangannya saat ini merangkul Ricky. Ia pun bangun dan segera melepas sandalnya. Kemudian pergi membuka pintu tanpa alas kakinya.

"Ini makanannya Bang."

Rupanya Ricky memesan nasi briyani.

"Hem ayo makan!"

Keduanya makan tanpa suara. Ricky melihat ada sebutir nasi yang tersisa di samping bibir Aisyah. Sontak Ricky mengambil butir nasi tersebut. Aisyah terkejut dengan perlakuan suaminya.

"Maaf aku hanya mengambil ini." Ricky menunjukkan butir nasi tersebut.

Setelah selesai makan, Aisyah membereskan perabotan bekas mereka makan.

"Aisya, kalau mau shalat Isyak kita jama'ah. Sayang kalau kita shalat sendiri-sendiri. Kita bisa shalat di ruang tamu ini atau di kamar."

"Iya Bang, terserah Abang saja!"

Mereka pun shalat berjama'ah di dalam kamar Ricky. Setelah shalat, Ricky pun memimpin do'a.

"Ya Allah Bang Ricky laki-laki yang sholeh, dia tidak pantas mendapatkan aku yang hina ini."

Batin Aisyah.

"Aisyah kenapa melamun?"

"Ah, tidak Bang. Aku akan kembali ke kamar."

"Aisyah kita ini suami istri, halal hukumnya kita tidur sekamar. Tapi kalau kamu belum mau tidur sekamar denganku, aku juga tidak akan memaksamu."

"Maaf Bang, aku belum terbiasa."

"Baiklah, silahkan kembali ke kamarmu."

"Terima kasih."

Aisyah pun keluar dari kamar Ricky. Ricky memang tidak ingin memaksakan kehendaknya. Karena mereka pun masih sama-sama beradaptasi. Saat ini Ricky membaringkan diri di atas tempat tidurnya. Ia tidak sengaja melihat story Tita.

Tita story H-10 💍

"Sebentar lagi kamu akan bertunangan Ta. Semoga kamu bahagia dengan pilihan mereka." Monolog Ricky.

Di pesawat.

Kedua orang tua Ricky sedang membicarakan rumah tangga Ricky dan Aisyah. Terutama Bunda Raisya sangat khawatir kepada mereka.

"Hubby kamu yakin Ricky bisa menerima Aisyah?"

"Ricky sudah dewasa, dia sudah mengambil keputusan. Mau tidak mau dia harus bertanggung jawab dengan keputusannya."

"Hubby... Ricky itu mencintai orang lain, aku tahu itu!"

"Bunda, Ricky sudah punya istri! Biarkan dia menerima kenyataan. Kita sebagai orang tua harus mendukung dan mendo'akannya."

"Kamu betul By. Aisyah juga sepertinya wanita baik. Semoga keputusan Ricky tepat kali ini."

"Amin.."

Bersambung...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Gamar Abdul Aziz

Gamar Abdul Aziz

Rizky dan Aisya kan BKN di jodohkn kenapa org tuanya bingung

2024-08-27

0

Nurgusnawati Nunung

Nurgusnawati Nunung

Alhamdulillah orang tua Ricky baik..

2024-03-05

2

Restu Ningsih

Restu Ningsih

lanjut

2024-01-10

2

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!