Ke Mesir

Ricky pun menelpon orang tuanya yang berada di Indonesia.

"Bunda, Ricky akan menikah."

"Apa? Ricky jangan bercanda!"

"Ricky serius Bunda. Ricky telah melakukan kesalahan yang tidak disengaja."

Ricky pun menceritakan kronologi kepada sang Bunda. Namun ia menutupi tentang Aisyah dan Kakaknya. Justru Ricky bilang kalau ia tidak mau diperkarakan hanya karena tidak mau bertanggung jawab. Wanita di Mesir sangat menjaga diri. Kesalahan kecil Ricky bisa saja diperkarakan. Ricky tidak mau dianggap sebagai Laki-laki yang tidak punya akhlak.

"Astaghfirullah... Lalu bagaimana dengan Tita? Bukankah kamu mencintainya Nak?"

"Om Ferdi akan menjodohkan Tita dengan orang lain Bunda. Aku tidak mau merusak hubungan keluarga yang sudah kalian bina selama ini. Biarlah aku dengan orang lain, dan Tita dengan orang lain. Kami juga tidak pernah mengungkapkan perasaan kami. Mungkin Tita hanya menganggapku sebagai Abangnya, Bun."

"Lalu apa yang harus Bunda lakukan?"

"Cukup do'akan Ricky saja."

"Tidak! Ayah dan Bunda akan terbang ke sana besok! Tunggu kami!" Sahut Ayah Haris.

Mereka pun menutup percakapan.

Tidak lama kemudian Ricky mendapat telpon dari kantor kepolisian, bahwa orang yang telah menabrak Aisyah sudah ditemukan. Mereka ingin meminta keterangan dari Aisyah dan Ricky.

-

Di Indonesia

Bunda Raisya menghubungi Salwa. Namun tidak diangkat. Ia ingin memberitahu kabar tersebut kepada anak tertuanya. Bunda Raisya beralih menghubungi Salman. Ia meminta Salman untuk datang ke rumahnya.

Beberapa menit kemudian Salwa pun menelpon balik.

"Assalamu'alaikum.."

"Wa'alaikum salam, hiks..hiks..."

"Bunda, kenapa Bunda menangis?"

"Adikmu Wa!"

"Adikku, siapa? Raka? Ricky? Ayuni?"

"Ri-ky..."

"Kenapa dengan Ricky Bun?"

Bunda Raisya menceritakan semuanya kepada Salwa. Salwa yang tidak tega mendengar cerita Bundanya pun segera meminta antar supir untuk pergi ke rumah orang tuanya. Ia sudah meminta izin kepada suaminya.

Bunda Raisya dan Ayah Haris memutuskan untuk terbang ke Mesir hari ini juga. Mereka meminta tolong kepada suami Salwa untuk melihat jet pribadinya. Bunda Raisya mengemas barang-barang yang akan dia bawa. Salwa pun ikut membantunya.

Tidak lama kemudian Tristan suami Salwa menjemputnya untuk pulang.

Bunda Raisya dan Ayah Haris berangkat ke bandara pribadi milik teman Tristan diantar oleh sopirnya. Sementara, Ayuni anak bungsu mereka dititipkan ke Salman. Meski Ayuni sudah kelas 12 SMA, mereka tidak akan tenang jika Ayuni dibiarkan sendiri bersama ART di rumah. Salman dan keluarga kecilnya akan tinggal sementara di rumah orang tuanya.

Perlu diketahui, Ricky anak ke empat dari lima bersaudara. Yang Pertama Salwa dan Salman yang merupakan anak kembar. Kemudian Raka dan Ricky juga kembar. Raka masih mengambil S2 di Jogjakarta. Sedangkan Ricky melanjutkan S2 di Mesir. Tadinya Ricky ingin sekali menikah muda, namun Ayahnya tidak mengizinkan karena Ricky harus memantau Hotel Ayahnya di Mesir. Ricky pun mengambil kesempatan untuk kuliah lagi.

...----------------...

Keesokan harinya

Di Mesir

Waktu shubuh di Mesir pesawat yang ditumpangi Bunda Raisya dan Ayah Haris telah sampai di Bandara. Mereka pun disusul oleh Hanafi seorang pegawai yang bekerja di salah satu hotel milik Ayah Haris di sana.

"Langsung ke apartemen Ricky."

"Baik Tuan."

Hanafi pun melajukan mobil ke apartemen Ricky.

Tok tok tok

Tidak ada tanda-tanda Ricky membukakan pintu. Bunda Raisya memutuskan untuk menelpon Ricky.

"Ricky, dimana kamu?"

"Di kamar, Bunda."

"Cepat bangun! Bunda dan Ayahmu sudah di depan!"

"Ah iya!"

Ricky pun keluar dari kamarnya dan membuka pintu.

"Ini sudah Shubuh, kok belum bangun?"

"Iya, Ricky ngantuk kemarin malam tidur di rumah sakit cuma sebentar."

"Ya sudah cepetan shalat! Lihat sudah hampir terang!"

"Iya Yah.

Ricky pun masuk ke kamar mandi kemudian shalat shubuh. Setelah itu ia menemui orang tuanya.

"Bagaimana, apa kamu masih ingin melanjutkan pernikahanmu?"

"Ricky akan tetap menikahi Aisyah Yah. Ricky sudah bilang sama Kakaknya Aisyah, kalau hari ini aku akan ke rumahnya untuk melamar Aisyah."

"Hem.. pasti yang namanya Aisyah ini cantik, sehingga kamu dengan senang hati ingin menikahinya? Dari dulu kan, kamu ingin menikah muda?"

"Bu-bukan seperti itu juga Yah. Aku hanya ingin melindungi kesuciannya.Meskipun aku tidak sengaja mencium pipinya! Tapi kalau dia wanita baik-baik, itu pasti akan hina baginya."

"Kamu benar, Ayah salut dengan pikiranmu! Apa pun keputusanmu akan kami dukung."

"Terima kasih, Ayah, Bunda."

-

Di Indonesia.

"Mbak, baru pulang?" Tanya Tita kepada kakak iparnya.

"I-iya Dek." Jawab Salwa

Tita merasa ada yang berbeda pada Kakak iparnya.

"Dek..."

"Iya, ada apa Mbak?"

"Apa kamu masih sering chat-an dengan Ricky?"

"Masih, memang kenapa Mbak?"

"Hem... apa dia nggak bilang apa-apa?"

"Nggak Mbak. Cuma tadi malam dia chat bilangnya hari ini dan besok dia akan sibuk."

"Oh..."

Salwa bimbang. Ia ingin mengatakan yang sebenarnya kepada Tita, tapi ia takut dikira lancang. Tapi kalau ia diam, ia takut Tita terlalu banyak berharap kepada adiknya.

"Dek, aku mau bilang sesuatu. Tapi tolong jangan dipotong, dengarkan saja sampai tuntas!"

"Iya Mbak."

Salwa mengambil nafas panjang, lalu ia bercerita tentang Ricky. Ia menceritakan mulai dari awal sampai akhir tanpa mengurangi atau menambahkan. Tita menyimak dengan baik, namun matanya mulai berkaca-kaca.

"Dek, atas nama adikku aku mohon maaf kalau selama ini mungkin Ricky memberikan harapan yang lebih sama kamu..."

"Ti-tidak Mbak. Kak Ricky tidak pernah memberikan harapan apa pun kepadaku. Kak Ricky hanya senang berbalas pesan denganku. Kami hanya bertukar pikiran saja. Aku menganggapnya Kakak, begitu pun sebaliknya."

"Tapi kok kamu sedih Dek?" Salwa menghapus air mata Tita yang sudah mulai menetes di ujung matanya.

"Aku terharu Mbak, Kak Ricky bisa segentle itu. Dia membuat keputusan yang berakibat besar dalam hidupnya Mbak."

Sebenarnya Tita kecewa. Ia menyimpan rasa kepada Ricky, begitu pun sebaliknya. Tapi mereka pintar menyimpan perasaan. Mengetahui Ricky akan menikah, Tita pun akan membuat keputusan besar dalam hidupnya. Ia mungkin akan menerima lamaran Raja. Laki-laki yang sudah dikenalkan dengannya beberapa bulan lalu. Dan Orang tua mereka berharap mereka bisa berjodoh. Namun Tita sampai saat ini tidak bisa memberikan jawaban apa pun.

Sekedar info, Raja adalah anak dari Bu Siska dan Pak Harun.Mereka adalah rekan bisnis Pak Ferdi. Raja adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua saudaranya perempuan semua. Raja juga merupakan seorang CEO di perusahaan milik keluarganya. Di usianya yang sudah 28 tahun, ia belum menemukan jodohnya. Pak Harun berharap, Tita mau menjadi pendamping Raja. Agar hubungan diantara mereka semakin erat. Tadinya Tita menolak untuk dikenalkan dengan Raja. Namun Tristan yang meyakinkan adiknya untuk mau membalas chat dari Raja.

"Berteman saja dulu, biar tahu seperti apa orangnya. Kalau pun tidak cocok tidak usah diteruskan. Kalau cocok ya mungkin kalian memang berjodoh. Raja laki-laki baik, Abang sudah menyelidikinya."

Itu kata-kata Tristan beberapa bulan yang lalu. Kali ini Tita memikirkan kembali perkataan Abangnya.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Fitrawati Ramli

Fitrawati Ramli

mengangguk.?
mgkin maksudnya menganggap kali ya thor..

2024-12-06

1

Indah Alifah

Indah Alifah

serusih di awal

2024-10-03

0

Gamar Abdul Aziz

Gamar Abdul Aziz

lanjut

2024-08-27

1

lihat semua
Episodes
1 Aisyah
2 Ke Mesir
3 Sah
4 Iman Ricky
5 Mencoba
6 Kenyataan
7 Mencari Mustafa
8 Malaikat
9 Pernikahan Tita
10 Gagal
11 Honey moon
12 Sweety
13 Ketahuan
14 Berpisah
15 Keputusan
16 Kepulangan Riky
17 Akta cerai
18 Umroh
19 Balon Udara
20 Ricky-Tita
21 Perhatian
22 Masakan Tita
23 Ulang tahun
24 Jodoh yang tertunda
25 Janji suci
26 Dengan malu-malu
27 Sempit
28 Bertemu Aqil
29 Menu pembuka
30 Menolong Hana
31 Salah baju
32 Di hotel
33 Tergila-gila
34 Tidak waras
35 Kecewa
36 Takut jarum
37 Ujian Iman
38 Melepas Rindu
39 Asisten
40 Reuni
41 Kwetiau
42 Mual lagi
43 Satu titik
44 Ngidam
45 Ke Jepang
46 Raka dan Ricky
47 Berhasil
48 Suara Aneh
49 Pulang
50 Persiapan
51 Lamaran
52 Nervous
53 Pandangan Mata
54 Bukan wanita penggoda
55 Menginginkanmu
56 Malam panjang
57 Tak ingin pisah
58 Rumah Bunda
59 Merayu
60 Malarindu
61 Kecebong
62 Pertemuan
63 Getaran rindu
64 Baby Boy
65 Aqiqah
66 Ngidam
67 Berbuka
68 Bucket bunga
69 Nakal
70 Gemoy
71 Tujuh bulanan
72 Menjemput Ayuni
73 Akting
74 Ditolak lagi
75 Nekat
76 Ayah Haris murka
77 Sidang keluarga
78 Nasib Ayuni
79 Belanja
80 Pertunangan
81 Ban bocor
82 Peran suami
83 Terharu
84 Takut
85 Nanda-Nindi
86 novel baru
87 Akhir yang indah
Episodes

Updated 87 Episodes

1
Aisyah
2
Ke Mesir
3
Sah
4
Iman Ricky
5
Mencoba
6
Kenyataan
7
Mencari Mustafa
8
Malaikat
9
Pernikahan Tita
10
Gagal
11
Honey moon
12
Sweety
13
Ketahuan
14
Berpisah
15
Keputusan
16
Kepulangan Riky
17
Akta cerai
18
Umroh
19
Balon Udara
20
Ricky-Tita
21
Perhatian
22
Masakan Tita
23
Ulang tahun
24
Jodoh yang tertunda
25
Janji suci
26
Dengan malu-malu
27
Sempit
28
Bertemu Aqil
29
Menu pembuka
30
Menolong Hana
31
Salah baju
32
Di hotel
33
Tergila-gila
34
Tidak waras
35
Kecewa
36
Takut jarum
37
Ujian Iman
38
Melepas Rindu
39
Asisten
40
Reuni
41
Kwetiau
42
Mual lagi
43
Satu titik
44
Ngidam
45
Ke Jepang
46
Raka dan Ricky
47
Berhasil
48
Suara Aneh
49
Pulang
50
Persiapan
51
Lamaran
52
Nervous
53
Pandangan Mata
54
Bukan wanita penggoda
55
Menginginkanmu
56
Malam panjang
57
Tak ingin pisah
58
Rumah Bunda
59
Merayu
60
Malarindu
61
Kecebong
62
Pertemuan
63
Getaran rindu
64
Baby Boy
65
Aqiqah
66
Ngidam
67
Berbuka
68
Bucket bunga
69
Nakal
70
Gemoy
71
Tujuh bulanan
72
Menjemput Ayuni
73
Akting
74
Ditolak lagi
75
Nekat
76
Ayah Haris murka
77
Sidang keluarga
78
Nasib Ayuni
79
Belanja
80
Pertunangan
81
Ban bocor
82
Peran suami
83
Terharu
84
Takut
85
Nanda-Nindi
86
novel baru
87
Akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!