2. Tolong jangan lakukan itu

"Dia datang sendirian, Nak. Tapi kalau tentang tujuannya ... Umi sendiri nggak ...." Belum sempat Umi Mae meneruskan ucapannya, tapi Yumna sudah keburu keluar dari kamar dengan langkah cepat.

Lantaran penasaran dengan tujuan Ayah Cakra, Yumna pun memutuskan untuk langsung menemuinya.

"Bapak mau ngapain cari suamiku?" tanyanya to the poin, saat dia melihat seorang pria berumur duduk pada salah kursi plastik di teras depan rumah.

"Apa kamu istrinya Yunus?" Bukannya menjawab lebih dulu dari pertanyaan Yumna, Pria itu justru memberikannya pertanyaan balik.

"Iya, tapi Bapak datang mau apa?!" tanyanya sekali lagi dengan sedikit menekan. Aslinya kalau boleh jujur, ingin sekali Yumna langsung mengusir pria itu.

"Aku ingin bertemu Yunus."

"Iya aku tau, tapi alasannya karena mau apa?" geramnya yang akhirnya kesal.

"Kalau soal itu aku—"

"Lho Pak Cakra ...," sela Ustad Yunus yang baru saja datang dengan sedikit terkejut. Dia memakai kaos putih polos dan sarung hitam. Tubuh dan wajahnya terlihat masih basah. Sepertinya sehabis mandi langsung buru-buru keluar. "Ada apa, Pak? Dan Bapak tau darimana rumah saya?" tambahnya penasaran.

"Aku nanya orang yang berada di masjid, yang kebetulan masjid itu adalah masjid dimana kamu bekerja, Nus."

"Oohh gitu." Ustad Yunus mengangguk.

"Kedatanganku ke sini karena ada sesuatu hal yang ingin aku obrolkan denganmu, Nus. Tapi aku ingin kita bicara empat mata saja. Bisa, kan?"

Ustad Yunus langsung mengangguk, lalu menjawab, "Bis—"

"Nggak boleh!!" potong Yumna cepat yang entah mengapa mendadak perasaannya jadi tak tenang. Dia juga seperti mencemaskan suatu yang bahkan dia sendiri tidak tau itu apa.

"Dek, kamu jangan ngomong kayak gitu." Ustad Yunus menasehati istrinya, karena tidak enak pada mantan calon mertuanya yang terlihat sudah memasang wajah masam. "Walau bagaimanapun Pak Cakra itu orang tua dan dia juga tamu di sini. Jadi kamu harus menghargainya."

"Tapi aku perlu tau, Mas, tujuan Ayahnya Naya ke sini mau apa? Bagaimana kalau misalkan dia ingin—"

"Nak ... mending kita masuk dan buatkan kopi saja, yuk!" ajak Umi Mae yang langsung menarik tangan menantunya, kemudian mengajaknya masuk ke dalam rumah. "Umi akan buatkan kalian berdua kopi. Kalian mengobrol lah dulu," titahnya sebelum dia dan Yumna benar-benar sudah menghilang dari balik pintu.

"Yunus ...." Ayah Cakra perlahan berdiri dari duduknya. "Aku mau kita ngobrolnya cari tempat, jangan di sini. Di cafe atau restoran saja, yuk!" ajaknya yang terlihat bersemangat.

"Memang kenapa kalau di sini, Pak?" Ustad Yunus mengerutkan dahi.

"Nggak apa-apa. Cuma aku maunya di restoran saja, ayok!!"

Pria itu langsung menarik tangan Ustad Yunus, kemudian membawanya masuk ke dalam mobil. Ustad Yunus sendiri tampak begitu pasrah sekali diajak Ayah Cakra pergi menggunakan mobilnya. Dan sejujurnya dia teramat penasaran dengan apa yang ingin pria itu obrolkan.

"Lho ... ke mana Mas Boy?"

3 menit kepergian mereka, Yumna keluar dari rumah dengan membawa nampan yang berisikan dua cangkir kopi dan satu toples biskuit.

Itu untuk mereka, tapi justru dia tak melihat suaminya di sana.

"Mas! Mas Boy!!" panggilnya lalu menuju samping rumah. Yumna berpikir pria itu ada di sana, namun sayang tidak ada.

***

Di sebuah cafe mereka berada, duduk disalah satu meja dengan ditemani dua cangkir kopi hitam.

Suasana cafe itu pun tidak terlalu ramai, jadi cocok sekali Ayah Cakra pikir untuk tempat dimana dia bicara serius.

"Sebelumnya aku ingin minta maaf dulu padamu, Nus ... untuk awal pertemuan kita," ucap Ayah Cakra memulai obrolan.

"Kenapa harus minta maaf, Pak? Memang ada yang salah, ya?" Ustad Yunus terlihat tak mengerti.

"Secara tidak langsung aku seperti telah menghinamu, Nus. Dan aku menyesalinya."

"Oh yang tentang itu??" Ustad Yunus menatap lekat mata Ayah Cakra, lalu perlahan mengulas senyum. "Enggak masalah kok, Pak."

"Yunus ... kalau sekarang aku merestui hubunganmu dengan Naya, apa kamu bersedia menikah dengannya?"

"Menikah dengannya?!" Ustad Yunus sontak membelalakkan mata. Dia tampak terkejut dan ingin rasanya dia mencubit pipinya sendiri, karena berpikir ini adalah mimpi.

"Iya, Nus." Ayah Cakra mengangguk cepat. "Dan aku yakin ... kamu pasti masih sangat mencintai Naya, begitu pun sebaliknya."

"Tapi Bapak 'kan tau saya sekarang sudah punya istri. Saya juga sudah mengakhiri ta'arufan saya dengan Naya, Pak."

"Itu sama sekali nggak masalah, Nus!" balasnya cepat. "Aku juga nggak akan memintamu untuk menceraikan istrimu. Sekarang yang perlu kamu lakukan hanya menjadikan Naya istri keduamu."

"Aku nggak mau dimadu, Mas!!" teriak seseorang yang entah awal datangnya dari mana.

Ustad Yunus dan pria di depannya itu langsung terperanjat dari duduknya, lantaran kaget melihat Yumna yang tiba-tiba datang. Dia juga terlihat sudah menangis.

Firasat tidak enak diawal Ayah Cakra datang kini telah terungkap, saat dimana dia mendengar secara gamblang niat pria itu memintanya berbicara empat mata dengan suaminya.

Dan Yumna tidak mungkin akan diam saja.

"Tolong jangan lakukan itu, Mas! Aku mohon ...."

"Dek ... kok kamu bisa ada di sini?" tanya Ustad Yunus seraya berdiri.

"Mas nggak perlu tau aku bisa ada di sini! Intinya aku nggak mau dimadu!! Aku ingin jadi istri Mas satu-satunya!" tegas Yumna yang langsung memeluk erat tubuh Ustad Yunus.

'Ah sial!! Kenapa coba istrinya si Yunus pakai acara samperin ke sini?! Bisa gagal kalau begini ceritanya!' Ayah Cakra menggerutu dalam hati, lalu berdiri sambil menggertakkan giginya.

"Ayok cepat bilang sama Ayahnya si Naya, kalau Mas enggak mau berpoligami. Mas hanya akan menjadi suamiku satu-satunya!" titah Yumna memaksa.

"Tapi, Dek, saya—"

"Dih, Mas .... jadi Mas ingin berpoligami, ya??" Yumna langsung mendongakkan wajahnya, lalu menatap sendu sang suami dengan air mata yang masih berlinang. "Mas kok tega sih sama aku? Katanya Mas mencintaiku, apa rasa cinta Mas sekarang berkurang, ya? Hikkssss ... Mas jahat!!" tambahnya berteriak, tapi Yumna makin mempererat pelukan.

"Bukan, Dek! Bukan begitu maksud saya," balasnya, lalu mengelus punggung sang istri dan menatap kembali ke arah Ayah Cakra yang sedari tadi diam ditempat. "Maaf, Pak, saya nggak bisa. Dan kalau begitu saya permisi pulang sama istri saya," tambahnya pamit.

Tanpa menunggu jawaban dari pria itu, Ustad Yunus sudah lebih dulu pergi dari sana bersama Yumna.

Sebab tangis perempuan itu pun makin kencang, jadi tidak enak didengar pengunjung lain. Ustad Yunus tentunya tak ingin membuat kegaduhan ditempat orang.

'Dasar cengeng dan lebay! Kok mau sih si Yunus menikahi perempuan seperti itu,' batinnya sebal.

Drrttt ... Drrtttt ... Drrttt.

Ponsel Ayah Cakra yang berada di dalam kantong celana tiba-tiba bergetar. Saat diambil, ternyata ada sebuah panggilan masuk dari Noni—sang istri tercinta.

"Halo, Yah ... bagaimana? Ayah sudah berhasil bertemu dengan Yunus, kan?" tanyanya dari seberang sana.

"Sudah, Bun."

"Terus bagaimana? Yunus pasti mau, kan, menikahi Naya?"

"Ayah mau pulang, biar nanti Ayah ceritakan di rumah. Tapi itu gimana dengan kondisi Naya, Bun?"

...****************...

...Sekedar informasi kalau novel ini akan berlanjut dan dikontrak kalau pembacanya banyak dan masuk bab terbaik, ya, Guys 🙏...

...Karena Author nggak mau dirugikan di sini. Ditambah Author lihat... pembaca dari season pertama nggak semuanya mampir ke sini, padahal Author buat s2 'kan atas permintaan kalian juga 🥲...

Terpopuler

Comments

Lee Shan-ti

Lee Shan-ti

aku langsung mampir kak..semangat semoga cpt dpt kontrak

2024-01-03

3

Dewi Sari

Dewi Sari

ustadz Yunus seneng kan hubungan mu sama Naya direstui 😂
beda cerita kamu sudah jadi suami Yumna apa pantas masih mengharapkan Naya 😒
lihat perjuangan istri mu apa kamu tidak lihat perubahan dia untuk mempertahankan pernikahan mu kamu sendiri juga belum move on sama Naya

2024-01-03

1

Lailatul Fadjariyah

Lailatul Fadjariyah

jgn ada pelakor ya thor.krn saya gk suka dipoligami....

2024-01-03

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!