BAB 2. KESEPAKATAN

Tak terasa, waktu satu bulan telah berlalu...

Sosok Rangga yang humoris berubah dingin setelah kepergian istrinya. Namun, ia tak melepas tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Meski sikapnya berubah total, hanya berbicara seperlunya saja tapi perhatiannya pada anak-anak tidak berkurang sedikitpun.

Di samping itu, Flora setiap hari datang atas permintaan mama Sinta, karena hanya Flora lah yang mampu menenangkan Kiara, membujuknya yang terkadang mogok makan. Begitupun dengan si kecil, hanya bisa tenang bila bersama Flora. Mungkin karena Flora adalah kembaran ibu mereka, ikatan batin antara kedua saudari kembar itu, juga terikat pada Kia dan Azka anak-anak Fiona.

Flora akan datang pagi jika mata kuliahnya siang, begitupula sebaliknya dan akan pulang malam hari setelah menidurkan Kiara dan Azka. Rangga cukup terbantu atas kehadiran Flora karena dirinya sendiri tak mampu menenangkan kedua anaknya bila sedang menangis. Bayinya kerap kali terbangun pada dinihari. Rangga dan kedua orangtuanya harus bergantian terjaga menjaga dan menenangkannya. Belum lagi Kiara yang juga sering terbangun saat menjelang subuh, gadis kecil itu menangis mencari ibunya.

...🍃🍃🍃...

Hari ini Flora datang bersama kedua orangtuanya. Seperti biasa, setelah menidurkan si kecil yang telah diberi nama Azka sesuai dengan keinginan Fiona yang akan memberi nama itu jika anak keduanya laki-laki, Flora pun mengajak Kiara bermain di ruang keluarga. Di sana sudah ada orangtuanya dan orang tua Rangga serta Rangga sendiri.

"Flo, duduk sini." Mama Zana memanggil Flora sembari menepuk bagian sofa yang kosong disampingnya. Flora pun duduk di samping mamanya bersama Kiara.

Sepertinya akan ada pembicaraan serius, tapi Rangga maupun Flora tidak menyadari itu. Rangga dengan sikap dinginnya yang sejak tadi diam, padahal selama ini ia selalu bersikap ramah dan banyak bicara pada orangtuanya maupun kedua mertuanya. Rangga adalah sosok menantu idaman dimata mama Zana dan papa Farhan, tapi sikap menantunya itu berubah total setelah kepergian Fiona.

Flora pun yang sebenarnya adalah gadis pecicilan, suka berbuat onar dan kadang membuat kakak dan iparnya menjadi kesal. Tapi beberapa hari ini Flora mendadak menjadi seperti sosok Fiona dan sangat telaten merawat kedua keponakannya.

"Kia Sayang, Kia ke kamar dulu ya, jagain Adik Azka. Mau kan?" Mama Sinta mencoba membujuk Kiara agar meninggalkan ruangan itu.

Kiara mendongak menatap Flora, melihat tantenya itu mengangguk ia pun turun dari sofa lalu segera menuju kamar untuk menjaga adiknya. Lihatlah gadis kecil itu menurut sekali pada Flora. Sama persis ketika Fiona berkata, Kiara akan langsung mematuhi perkataan mamanya itu.

Setelah Kiara tak terlihat lagi, dua pasang paruh baya itupun mulai terlihat serius. Mereka berempat saling melempar pandangan, memberi kode agar membuka pembicaraan.

"Rangga, Flora, ada yang ingin kami bicarakan pada kalian berdua." Papa Digo membuka pembicaraan.

Rangga hanya melirik papanya sekilas, tak ada reaksi apapun yang dia tunjukkan. Berbeda dengan Flora yang mulai merasakan sesuatu, gadis itu menatap mama dan papanya penuh tanda tanya.

"Kami berempat sudah sepakat untuk menikahkan kalian berdua, karena...

Belum sempat papa Digo menyelesaikan ucapannya, Rangga sudah berdiri dan menatap mereka semua dengan tajam. "Apa kalian semua sudah tidak waras, huh? Baru 1 bulan yang lalu istriku meninggal tapi kalian sudah membicarakan pernikahan, dimana hati dan perasaan kalian semua?" Nafas Rangga nampak memburu. Syok dan marah bercampur menjadi satu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh papanya. "Aku tidak mau!" Tolaknya mentah-mentah sembari melirik sekilas pada Flora yang juga nampak terkejut.

Flora pun berdiri, ia menatap kedua orangtuanya dengan tatapan kecewa. Tidak menyangka jika mereka malah berpikir untuk menikahkannya dengan kakak iparnya sendiri di saat masih suasana duka seperti ini. "Aku juga tidak mau!"

"Rangga, Flora tenang dulu, dengarkan kami dulu." Papa Farhan mencoba menenangkan keduanya.

Mama Zana menarik tangan Flora untuk duduk kembali, begitu pun dengan mama Sinta yang menarik tangan Rangga untuk duduk, dengan sedikit paksaan Rangga akhirnya kembali duduk.

"Jika kalian tidak bersedia membantuku untuk merawat anak-anakku, aku bisa menyewa pengasuh untuk Kiara dan Azka." Rangga berkata tanpa melihat siapapun yang ada di ruangan itu. Kedua matanya seketika memerah, sungguh ia tidak terima dengan saran gila itu. Baginya tidak ada siapapun yang bisa menggantikan posisi Fiona dihatinya, bahkan Flora kembaran istrinya sekalipun.

"Tidak Rangga, justru kami tidak ingin cucu kami dirawat oleh orang lain maka dari itu kami ingin kalian berdua menikah. Kia dan Azka akan mendapatkan kasih sayang sosok ibunya dari Flora. Kamu juga lihat sendiri kan, bagaimana Flora yang selalu bisa menenangkan kedua anakmu yang bahkan diantara kita semua tidak mampu melakukan itu termasuk kamu sendiri." Papa Digo menyuarakan penolakannya. Bukan hanya dia dan istrinya tapi besannya pun sependapat dengannya.

Rangga terdiam, ia tidak tahu lagi harus berkata apa. Yang ada dalam pikirannya sekarang hanya kedua anaknya. Melihat kedekatan Kiara dengan Flora, serta Azka yang bahkan belum mengerti apapun bisa tenang bersama Flora membuatnya tengah berpikir keras saat ini. Tapi sungguh hatinya menolak keras pernikahan itu, ia tidak sanggup menggantikan posisi Fiona dengan siapapun.

"Flo, tolong pikirkan nasib keponakanmu. Hanya kamu yang bisa memberikan kasih sayang sosok ibu untuk mereka." Mama Zana menggenggam tangan putri bungsunya itu, berharap Flora akan luluh dengan keinginan mereka.

"Tapi Ma, Aku masih kuliah dan juga aku sudah punya..." Flora tak sanggup meneruskan kalimatnya. Entah bagaimana perasaan Arkan jika tahu ia dipaksa menikah dengan Rangga, kakak iparnya sendiri.

Sama seperti Rangga, Flora pun menolak keras karena ia sendiri tengah menjalin hubungan dengan Arkan, yang merupakan masih saudara sendiri dan seluruh keluarganya tahu tentang hubungan mereka. Arkan adalah keponakan om Juna, adik ipar papa Farhan.

Dulu Arkan sudah hampir menikah tapi tiba-tiba saja kekasihnya ketahuan hamil dengan pria lain, dan jelas pernikahan itu harus dibatalkan karena seluruh keluarga tidak setuju Arkan menikahi wanita yang telah hamil dengan laki-laki lain. Di saat terpuruk, Flora selalu ada menghibur Arkan, hingga beberapa tahun berlalu mereka semakin dekat dan akhirnya sama-sama jatuh cinta.

"Kamu masih bisa tetap kuliah walau nanti sudah menikah dengan Rangga. Dan untuk Arkan, Mama yang akan memberi pengertian padanya." Ujar mama Zana.

"Ma, aku bersedia merawat Azka dan Kia, tapi tidak harus menikah dengan Kak Rangga." Flora masih berusaha menolak, berharap orangtua mereka setuju dengan usulannya.

"Tapi sampai kapan akan seperti itu terus, Flo. Dua keponakanmu butuh sosok ibu dan itu hanya akan mereka dapatkan darimu. Tante juga tidak akan pernah setuju jika Rangga menikahi wanita lain, karena wanita pilihan Rangga nanti belum tentu bisa menyayangi Azka dan Kia seperti kamu." Mama Sinta menatap Flora dengan penuh permohonan.

Flora hanya bisa menghela nafasnya dengan berat, ia juga tidak tahu harus berkata apa lagi untuk bisa menolak. Ia pun sangat tidak menginginkan pernikahan ini, tapi disisi lain ada dua keponakannya yang sangat membutuhkan dirinya.

"Aku ingin berbicara berdua dengan Kak Rangga." Pinta Flora.

Dua pasang paruh baya itupun lekas meninggalkan ruangan keluarga, memang sebaiknya Rangga dan Flora membicarakan hal tersebut secara empat mata.

Beberapa saat Rangga dan Flora hanya terdiam dengan pandangan tertunduk. Keduanya larut dalam pikiran masing-masing, hingga Flora yang telah menentukan pilihan membuka suaranya.

"Aku mau menikah dengan Kak Rangga."

Rangga menarik sudut bibirnya mendengar penuturan adik iparnya itu, "Kamu tahu aku tidak akan pernah bisa menggantikan Fiona di hatiku dengan siapapun. Meskipun Fiona telah tiada tapi semua tentangnya akan tetap hidup selamanya dihatiku."

"Aku tahu seberapa besar cinta Kak Rangga pada Kak Fiona. Aku juga tidak akan mengambil posisi kak Fiona, dan kak Rangga tidak perlu khawatir, aku tidak akan menuntut apapun dari Kakak. Aku hanya ingin menjadi ibu untuk anak-anak kakakku. Aku menerima pernikahan ini hanya sebatas menjadi ibu untuk keponakanku." Flora begitu menekankan setiap kalimat yang ia ucapkan.

"Bagus, jadi aku tidak perlu lagi mengingatkan kamu akan posisimu. Hanya sebatas menjadi ibu untuk anakku, tidak lebih." Rangga pun sama, begitu menekankan kalimatnya.

"Tapi ada satu permintaanku yang harus Kak Rangga penuhi." Flora menatap kakak iparnya itu dengan serius.

"Apa?" Tanya Rangga dengan tatapan datar.

"Rahasiakan kesepakatan kita ini dari orang tua kita, biarkan mereka menganggap bahwa kita berdua memang sepakat untuk menikah, bukan hanya karena Azka dan Kia." Flora tertunduk setelah mengatakan itu. Ada banyak konsekuensi atas keputusannya ini, salah satunya ia harus memutuskan hubungannya dengan Arkan yang telah terjalin selama satu tahun, karena tidak mungkin ia masih menjalin hubungan dengan Arkan disaat ia sudah menjadi istri pria lain. Ia harus memupus kisah cintanya bersama Arkan demi dua keponakannya. Kiara dan Azka lebih membutuhkan dirinya.

Rangga beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Flora tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Tanpa adik iparnya itu memberitahu, ia lebih tahu apa yang harus ia lakukan.

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

mulai dah menye2 si rangga

2025-02-14

0

Ifah Ifah

Ifah Ifah

kasian flora 😭😭😭

2025-02-10

0

Arya Prayoga

Arya Prayoga

kiw

2025-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. DUKA
2 BAB 2. KESEPAKATAN
3 BAB 3. SEGERA DIMULAI
4 BAB 4. JANGAN SAKITI DIA
5 BAB 5. SEBATAS MENJADI IBU
6 BAB 6. JANGAN MEMBANDINGKAN KAMI
7 BAB 7. BUKAN PERHATIAN TAPI PERINGATAN
8 BAB 8. AKU TAHU KAMU TULUS TAPI....
9 BAB 9. KAGUM TAPI TAK TAMPAK
10 BAB 10. TERNYATA KALIAN MASIH SERING BERTEMU
11 BAB 11. TETAP SALAH
12 BAB 12. TAK PUNYA PILIHAN
13 BAB 13. AKU MENUNGGUMU
14 BAB 14. REWEL
15 BAB 15. TIDAK BECUS
16 BAB 16. KENAPA KAMU BERBOHONG?
17 BAB 17. SELAMAT DATANG DI KAMAR KALIAN
18 BAB 18. SEPERTINYA KAMU SUDAH TIDAK BUTUH PENGASUH LAGI
19 BAB 19. KECEWA
20 BAB 20. BERPISAH SAJA
21 BAB 21. KAMU TETAP MAMANYA AZKA DAN KIA
22 BAB 22. KENAPA SEPERTINYA AKU TIDAK RELA?
23 BAB 23. BELUM APA-APA SUDAH REPOT
24 BAB 24. DIA SOSOK AYAH YANG HEBAT
25 BAB 25. TAK ADA SALAHNYA MENCOBA
26 BAB 26. ITU MAMA FLORA
27 BAB 27. SADAR DIRI
28 BAB. 28 BIAR ORANGTUAKU YANG MEMUTUSKAN
29 BAB 29. TEKAD
30 BAB 30. TIDAK MUDAH
31 BAB 31. TIDAK PANTAS DISEBUT PRIA SEJATI
32 BAB 32. MENEMUI MAMANYA ANAK-ANAK
33 BAB 33. DUA PRIA
34 BAB 34. KAMU YANG TENTUKAN
35 BAB 35. MERASA DIPEREBUTKAN
36 BAB 36. SABAR
37 BAB 37. ALAM JUGA IKUT MEMBERI PELAJARAN
38 BAB 38. SUNGGUH-SUNGGUH
39 BAB 39. MENJEMPUT FLORA?
40 BAB 40. MENANGISLAH FLO
41 CURHAT AUTHOR
42 BAB 41. SERANJANG
43 BAB 42. KAMU YANG BERKUASA
44 BAB 43. RENCANA PARA ORANG TUA
45 BAB 44. JANGAN PERNAH MERAGUKAN AKU
46 BAB 45. LUPA MENUTUP PINTU
47 BAB 46. APA KAU INGIN MENGATAKAN SESUATU?
48 BAB 47. MAAFKAN AKU
49 BAB 48. BUANG-BUANG WAKTU
50 BAB 49. OLEH-OLEH APA?
51 BAB 50. MENGENANGMU DENGAN INDAH
52 BAB 51. AKU JUGA BAHAGIA
53 BAB 52. GAK KEBAGIAN
54 BAB 53. TERIMA KASIH ATAS SEMUA PENGORBANAN MU
55 BAB 54. KERJA SAMBIL BAWA ANAK
56 BAB 55. ISTRI ORANG
57 BAB 56. POSITIF
58 BAB 57. SUAMI?
59 BAB 58. PENGEN BAKSO
60 BAB 59. TERNYATA TAK SEMUDAH ITU
61 BAB 60. AKU?
62 BAB 61. TERJEBAK DALAM LIFT
63 BAB 62. AKAN MENIKAHINYA
64 BAB 63. KAMU ADALAH PRIORITAS KU
65 BAB 64. APA KAMU MAU DATANG?
66 BAB 65. MAHAR APA?
67 BAB 66. AKU BERJANJI
68 BAB 67. COUPLE
69 BAB 68. SAH
70 BAB 69. SABAR... MASIH TERANG
71 BAB 70. APA ISINYA?
72 BAB 71. BERBAGI TEMPAT TIDUR
73 BAB 72. MEMENUHI JANJI
74 BAB 73. APA KAMU JUGA AKAN MENINGGALKAN AKU?
75 BAB 74. PURA-PURA TIDUR
76 BAB 75. PAWANG MU MASIH CUPU
77 BAB 76. NUNGGUIN KAMU PULANG
78 BAB 77. AKU CIUM NIH?
79 BAB 78. ISTRI CUEKKU TERNYATA PERHATIAN
80 BAB 79. BUKAN BEGITU CARA MINTANYA
81 BAB 80. AKU JUGA MERASAKANNYA
82 BAB 81. MALAM PERTAMA
83 BAB 82. BABY BOY
84 BAB 83. BABY GIRL
85 BAB 84. GAK MAU NAMBAH ANAK LAGI
86 BAB 85. SUDAH ADA YANG HALAL NGAPAIN CARI YANG HARAM
87 BAB 86. 3 SEKAWAN
88 BAB 87. NGANTERIN PULANG
89 BAB 88. HARUSKAH AKU MENGALAH?
90 Minal Aidzin Wal Faizin
91 RAHASIA HATI
92 KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
93 karya baru ~ RAHASIA HATI 2
94 KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
95 Janji CINTA
Episodes

Updated 95 Episodes

1
BAB 1. DUKA
2
BAB 2. KESEPAKATAN
3
BAB 3. SEGERA DIMULAI
4
BAB 4. JANGAN SAKITI DIA
5
BAB 5. SEBATAS MENJADI IBU
6
BAB 6. JANGAN MEMBANDINGKAN KAMI
7
BAB 7. BUKAN PERHATIAN TAPI PERINGATAN
8
BAB 8. AKU TAHU KAMU TULUS TAPI....
9
BAB 9. KAGUM TAPI TAK TAMPAK
10
BAB 10. TERNYATA KALIAN MASIH SERING BERTEMU
11
BAB 11. TETAP SALAH
12
BAB 12. TAK PUNYA PILIHAN
13
BAB 13. AKU MENUNGGUMU
14
BAB 14. REWEL
15
BAB 15. TIDAK BECUS
16
BAB 16. KENAPA KAMU BERBOHONG?
17
BAB 17. SELAMAT DATANG DI KAMAR KALIAN
18
BAB 18. SEPERTINYA KAMU SUDAH TIDAK BUTUH PENGASUH LAGI
19
BAB 19. KECEWA
20
BAB 20. BERPISAH SAJA
21
BAB 21. KAMU TETAP MAMANYA AZKA DAN KIA
22
BAB 22. KENAPA SEPERTINYA AKU TIDAK RELA?
23
BAB 23. BELUM APA-APA SUDAH REPOT
24
BAB 24. DIA SOSOK AYAH YANG HEBAT
25
BAB 25. TAK ADA SALAHNYA MENCOBA
26
BAB 26. ITU MAMA FLORA
27
BAB 27. SADAR DIRI
28
BAB. 28 BIAR ORANGTUAKU YANG MEMUTUSKAN
29
BAB 29. TEKAD
30
BAB 30. TIDAK MUDAH
31
BAB 31. TIDAK PANTAS DISEBUT PRIA SEJATI
32
BAB 32. MENEMUI MAMANYA ANAK-ANAK
33
BAB 33. DUA PRIA
34
BAB 34. KAMU YANG TENTUKAN
35
BAB 35. MERASA DIPEREBUTKAN
36
BAB 36. SABAR
37
BAB 37. ALAM JUGA IKUT MEMBERI PELAJARAN
38
BAB 38. SUNGGUH-SUNGGUH
39
BAB 39. MENJEMPUT FLORA?
40
BAB 40. MENANGISLAH FLO
41
CURHAT AUTHOR
42
BAB 41. SERANJANG
43
BAB 42. KAMU YANG BERKUASA
44
BAB 43. RENCANA PARA ORANG TUA
45
BAB 44. JANGAN PERNAH MERAGUKAN AKU
46
BAB 45. LUPA MENUTUP PINTU
47
BAB 46. APA KAU INGIN MENGATAKAN SESUATU?
48
BAB 47. MAAFKAN AKU
49
BAB 48. BUANG-BUANG WAKTU
50
BAB 49. OLEH-OLEH APA?
51
BAB 50. MENGENANGMU DENGAN INDAH
52
BAB 51. AKU JUGA BAHAGIA
53
BAB 52. GAK KEBAGIAN
54
BAB 53. TERIMA KASIH ATAS SEMUA PENGORBANAN MU
55
BAB 54. KERJA SAMBIL BAWA ANAK
56
BAB 55. ISTRI ORANG
57
BAB 56. POSITIF
58
BAB 57. SUAMI?
59
BAB 58. PENGEN BAKSO
60
BAB 59. TERNYATA TAK SEMUDAH ITU
61
BAB 60. AKU?
62
BAB 61. TERJEBAK DALAM LIFT
63
BAB 62. AKAN MENIKAHINYA
64
BAB 63. KAMU ADALAH PRIORITAS KU
65
BAB 64. APA KAMU MAU DATANG?
66
BAB 65. MAHAR APA?
67
BAB 66. AKU BERJANJI
68
BAB 67. COUPLE
69
BAB 68. SAH
70
BAB 69. SABAR... MASIH TERANG
71
BAB 70. APA ISINYA?
72
BAB 71. BERBAGI TEMPAT TIDUR
73
BAB 72. MEMENUHI JANJI
74
BAB 73. APA KAMU JUGA AKAN MENINGGALKAN AKU?
75
BAB 74. PURA-PURA TIDUR
76
BAB 75. PAWANG MU MASIH CUPU
77
BAB 76. NUNGGUIN KAMU PULANG
78
BAB 77. AKU CIUM NIH?
79
BAB 78. ISTRI CUEKKU TERNYATA PERHATIAN
80
BAB 79. BUKAN BEGITU CARA MINTANYA
81
BAB 80. AKU JUGA MERASAKANNYA
82
BAB 81. MALAM PERTAMA
83
BAB 82. BABY BOY
84
BAB 83. BABY GIRL
85
BAB 84. GAK MAU NAMBAH ANAK LAGI
86
BAB 85. SUDAH ADA YANG HALAL NGAPAIN CARI YANG HARAM
87
BAB 86. 3 SEKAWAN
88
BAB 87. NGANTERIN PULANG
89
BAB 88. HARUSKAH AKU MENGALAH?
90
Minal Aidzin Wal Faizin
91
RAHASIA HATI
92
KARYA BARU==>[Bukan] Muhalil
93
karya baru ~ RAHASIA HATI 2
94
KARYA BARU (Menanti Bahagia Yang Hilang)
95
Janji CINTA

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!