Arga menumpahkan semua kekesalan nya dengan menonjok sebuah tembok bangunan di belakang sekolah, dengan hanya mengunakan kedua tangan kosong milik nya. Dia benar-benar di buat kesal sendiri dengan apa yang sudah Sasha lakukan pada nya.
Sedangkan Pra dan Asep yang juga berada di sana hanya bisa jadi penonton saja. Tapi lama-kelamaan, Asep mulai merasa bosan juga, lantaran diri nya cuman jadi penonton doang. Dia pun berusaha untuk menghentikan tindakan Arga saat ini.
Padahal dalam hati, dia yakin beribu-ribu persen, kalau sohib nya itu gak bakalan mau mendengarkan ucapan dari nya.
" Ga, udah dong mukulin tembok nya, entar kalau tembok nya roboh gimana? " Asep nanya kayak begitu niat nya sih cuman bercanda. Tapi dia malah langsung dapat Tatapan tajam dari Arga yang bikin dia jadi ngeri sendiri.
Dan Pra yang awalnya cuman diam saja sambil baca buku itu pun, langsung angkat bicara karna darah mulai bercucuran di tangan Arga.
" Arga. Gw minta lo buat Stop lakuin itu !! Lo Gak perlu sampai nyakitin diri lo kayak gitu juga, cuman karna Cewek itu. Dan lagi dia bersikap kayak gitu sama lo itu karna ulah lo sendiri kan. " Ucap Pra Pada Arga.
Mendengar hal tersebut Arga justru gak terima dan malah menyerang Pra dengan mencoba memukul nya, Tapi Pra dengan cepat menghindari Pukulan nya.
Dia udah gak aneh dengan sikap Arga yang suka tiba-tiba naik darah sampai berani menyerang dirinya, cuman karna Arga gak terima dengan ungkapan yang di lontarkan dirinya.
" Kalau lo kesel. Ayo, lebih baik sekalian aja serang gw. C'mon gw pasti bakal ladenin. " Tantang Pra seraya melepaskan kaca mata yang ia pakai.
Dia melempar kaca mata itu ke sembarang tempat tapi ujung nya Asep lah yang memungut nya. Pra memang pakai kaca mata, tapi dia memakai nya hanya untuk hiasan belaka. Karna faktanya, Mata Pra sendiri masih Normal.
Sedangkan Arga tak menjawab ucapan dari Pra. Tapi dia tampak mengikuti tantangan yang di berikan Pra barusan.
Dia dan Pra pada akhirnya berkelahi seperti yang biasa selalu mereka lakukan, saat salah satu di antara mereka ada yang sedang kesal.
Memang sudah jadi hal yang biasa, jika saat kedua nya merasa kesal, maka mereka akan menumpahkan kekesalan nya itu dengan saling menyerang satu sama lain. Ya, setidak nya sampai mereka merasa tenang dengan sendiri nya.
Dan Asep lagi-lagi cuman bisa jadi penonton saja. Terlebih lagi dia tak mau memisahkan mereka berdua. Karna dia sudah trauma dengan kejadian yang terlewat.
Dimana dulu, dia pernah mencoba memisahkan Pra dan Arga yang sedang baku hantam, tapi ujung nya malah dia yang babak belur lantaran gak sengaja kena hantaman kedua sahabat nya itu.
Gara-gara itu pula, tulang hidung nya jadi patah. Dan dia sempat di rawat di rumah sakit selama beberapa hari karna luka fisik yang di alami nya itu. Emang dasar kedua sahabat nya itu agak bar-bar juga kadang bikin dirinya stress sendiri.
Kalau bukan Sahabat yang udah saling kenal sejak lama, Asep mungkin sudah gak bakalan mau lagi kenal sama mereka berdua.
" Ah, kalau cuman jadi penonton doang sih kurang seru. Tapi kalau ikutan juga yang ada gw malah bonyok kena hantaman dua-dua nya. Biar seru gw rekam aja kali ya.." Curhat Asep pada dirinya sendiri. Dia terlihat duduk sambil minum Teh manis di pojokan. Sungguh nelangsa dan serba salah sekali Asep saat ini.
" Yaudah lah, dari pada gw nelangsa sendiri gak ada kerjaan. Mendingan Gw rekam aja sekalian. " Sambung Asep sambil mengambil Handphone nya dari dalam saku celana milik ny. Dan dengan cepat ia lalu merekam adegan baku hantam antara Arga dan Pra.
" Seru juga ternyata. " Ucap Asep seraya tertawa ngakak sendiri. Saat ini, Dia malah mirip kayak orang G*la yang malah menikmati drama action yang ada di hadapan nya itu.
Tak berselang lama, Anita yang sempat khawatir dengan kondisi Arga yang dalam keadaan marah tadi, itu pun akhirnya menyusul mereka untuk melihat bagaimana kondisi Arga saat ini. Tentu dia di ikuti oleh kedua teman setia nya beserta Sasha yang di paksa untuk ikut juga oleh Anita.
Melihat Arga yang tengah baku hantam dengan Pra, Anita pun lalu mencoba menghentikan aksi mereka berdua.
" Arga, Pra !! Udah Stop, kenapa juga kalian malah berantem sih. " Pinta Anita yang malah tak di hiraukan oleh dua orang cowok di hadapan nya itu.
Asep yang tadinya sedang merekam perkelahian kedua sohib nya itu, langsung menghentikan aksi G*la nya, begitu dia melihat sosok Anita datang. Dia tau jika dalam keadaan seperti sekarang ini, baik Pra atau pun Arga gak bakalan mau dengar ucapan dari siapapun yang mencoba menghentikan mereka.
Karna nya Asep jadi khawatir dengan Anita. Takut nya dia malah gak sengaja kena pukul Arga atau mungkin Pra. Asep pun mencoba menarik Anita untuk menjauhkan gadis itu dari kedua sahabat nya dengan menarik tangan Anita.
" Ta, jangan di ganggu. Udah biarin aja, entar kalau udah capek, mereka juga bakalan berhenti sendiri kok. " Ucap Asep pada Anita. Tapi meski begitu, Anita tetap khawatir dengan mereka berdua, terutama dengan Arga.
" Kamu kok diem aja sih, ayo dong buat mereka berhenti. " Anita malah kesel juga dengan sikap Asep yang lebih memilih untuk diam.
" Aduh, kalau mereka udah dalam mode kayak sekarang ini. Gw aja gak bakalan cukup buat bikin mereka berhenti. Gw mah trauma, gak mau deh coba-coba buat melerai mereka. " Jelas Asep pada Anita.
" Yaudah, kalau gitu. Jangan halangi gw buat melerai mereka. " Anita hendak kembali mendekati Arga dan Pra untuk melerai mereka, tapi niat nya itu justru terhenti lantaran Sasha malah mendekati mereka lebih dulu.
Anita jadi panik karna sikap nekat Sasha. Dia malah takut jika si Culun itu kena pukulan dari Arga atau Pra secara gak sengaja. Tapi yang terjadi malah di luar dugaan. Dimana ketika Sasha menghampiri mereka dan melerai mereka dengan diam di tengah-tengah dua cowok Idola itu.
Secara spontan kedua cowok itu langsung menghentikan Aksi baku hantam mereka. Tapi tentu saja, Arga jadi makin Marah sama Sasha yang seenaknya saja muncul. Yang dia rasa malah mengganggu dirinya.
" Lo ngapain kesini? Mau gw hajar juga? " Bentak Arga pada Sasha. Respon cewek culun itu malah biasa aja, dia gak ada takut nya sama sekali saat berhadapan dengan Arga yang jelas sedang dalam keadaan berapi-api.
" Sebelum lo hajar gw. Lo yang Bakalan gw hajar duluan. " Imbuh Sasha sambil menendang perut Arga dengan kaki nya. Tendangan Sasha cukup kuat sampai Arga di buat tersungkur dan jatuh ke tanah. Sungguh di luar dugaan semua orang.
Kejadian itu tentu bikin semua orang melongo gak percaya. Orang pasti akan mengira jika setelah Sasha menendang Arga barusan. Arga akan semakin marah pada gadis itu. Tapi yang terjadi Arga malah mendadak jadi Batu.
Dia di buat gak berkutik dengan hadiah yang di berikan Sasha pada nya. Asep sampai turun tangan, untuk mastiin apa Arga baik-baik saja atau kah tidak.
" Ga, lo baik-baik aja kan? " Tanya Asep pada Arga. Arga malah keliatan kayak orang bodoh yang linglung. Dia ternyata gak percaya sudah di tendang Sasha sampai tersungkur seperti sekarang ini.
" Sasha nendang gw? " Arga malah bertanya balik pada Asep. Muka garang nya seketika berubah jadi muka linglung.
Bikin Asep malah bingung sama Respon yang di berikan Arga barusan. Arga emang udah kayak orang yang baru aja sadar dari pingsan nya. Keliatan Linglung gak jelas.
" Eh, Sya lo nendang Arga di area mana? Kalau gw gak salah liat, lo tendang dia di area perut kan, bukan di area kepala? " Asep yang kebingungan itu langsung bertanya pada Sasha, untuk memastikan hal tersebut.
" Gw nendang dia di perut. Tapi, Kalau otak nya bermasalah, mungkin aja otak dia sudah pindah ke perut. " Balas Sasha dengan memasang muka polos, yang malah bikin Pra tersenyum untuk beberapa saat.
Jarang sekali si dingin Pra ini mau tersenyum meski cuman sesaat. Bahkan Asep aja suka nyerah jika di suruh harus bikin Pra tersenyum, karna saking susah nya. Berbeda dari Pra, si Asep malah keliatan tambah bingung, ketika mendengar penjelasan dari Sasha barusan. Dia emang kadang suka agak telat mikir.
Anita dengan cepat menghampiri Arga, dia membantu Arga untuk berdiri tapi ternyata Arga malah ogah di bantu buat berdiri, dia ini sikap nya malah tambah Aneh saja. Dimana dirinya gak mau beranjak dari tempat nya saat ini. Bikin Anita juga ikutan bingung, sama Kayak yang di rasakan Asep saat ini.
" Ga, kamu kenapa sih.. " Tanya Anita pada Arga yang bersikap lain dari biasa nya.
" Mana Sasha? " Arga malah nanyain Sasha, yang padahal udah jelas masih berada di samping Pra.
" Lo ngapain nanyain dia? " Anita jadi gak terima dengan Ucapan Arga yang nanyain keberadaan Sasha.
" Gw mau bikin perhitungan sama dia. " Kini Otak Arga yang sempat Eror itu mulai kembali normal.
Dia yang tadi keliatan linglung, kini sudah kembali memasang wajah garang nya. Dia juga mulai mau bangkit berdiri. Tanpa memperdulikan keberadaan Anita, Arga langsung menghampiri Sasha.
Sasha sih gak takut, sekalipun jika Arga sampai mau mengajak nya untuk berantem. Karna faktanya, dia yang tampilan nya culun itu menguasai bela diri Taekwondo. Dan udah sering dapat juara juga di sekolah lama nya.
***
*Nama Karakter : Pramudya Arya Wardhana (Pra).
*Tinggi Badan : 187 CM.
*Hobby : Mendengarkan Musik, Bermain Musik, membaca Buku, dan juga menonton film Horor.
*Sifat Karakter : Cuek, Dingin, Terkesan Misterius, dan tak banyak bicara. Tapi akan bersikap berbeda saat dirinya bersama cewek yang benar-benar dia suka.
*Status : Protagonis Utama.
*Fakta menarik : Pra, tak bisa memakan makanan pedas. Dia juga tak suka dengan makanan yang terlalu manis. Penyuka Kucing. Diam-diam dirinya adalah ketua Geng Motor.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
⎯⎯꯭ᷤ💕Sisk𝚊⃤𝐊𝐔ˢ⍣⃟ₛ꙳❂͜͡✯:≛꯭➛
cerita bagus gini napa ga ada coment coba,, othor aku izin baca yaa,,, 🤭🤭🤭
padahal mah udah baca duluan baru minta izin,, wkwkwkwk 🫣🫣🤣🤣
semngat berkarya jngan pantang menyerah bikin cerita yg bagus2 ya thor,, 💪💪💪💪💪💗💗
2024-04-17
1