Bab. 20.

Suara tawa anak anak kecil terus saja terdengar di telinga Ibu Ayu Lestari. Ibu Ayu Lestari terus saja berteriak teriak kesakitan akan tetapi tidak ada yang mendengarnya, sebab semua tertidur dengar lelapnya. Mbok Lastri yang tinggal serumah selain tidur lelap juga sudah agak sedikit tuli.

Keesokan harinya. Mbok Lastri asisten rumah tangga yang sudah tua itu terbangun seperti biasanya. Dia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan Ibu Ayu Lestari dan dirinya sendiri. Setelah selesai dia keluar dari dapur , dia akan menyapu rumah. Akan tetapi saat melewati kamar Ibu Ayu Lestari dia kaget karena melihat pintu kamar Ibu Ayu Lestari yang terbuka dengan lebar.

“Kok pintu terbuka lebar, dan lampu menyala..” gumam Mbok Lastri dalam hati. Mbok Lastri pun lalu melangkah masuk ke dalam kamar dan betapa kagetnya Mbok Lastri saat melihat sprai tempat tidur sangat acak acakan dan Ibu Ayu Lestari terbaring satu mata terpejam sedang satu matanya terbuka, wajah tampak tidak simetris alias perot dan tampak ada daarah keluar dari telinganya.

“Bu... Bu.... Bu....” teriak Mbok Lastri panik.

“Bu... bangun Bu! Apa yang sudah terjadi!” teriak Mbok Lastri lagi sambil menggoyang goyang tubuh Ibu Ayu Lestari. Akan tetapi Ibu Ayu Lestari tidak merespon alias diam saja.

“Weh.. gawat!” ucap Mbok Lastri lalu dia berlari keluar dari kamar Ibu Ayu Lestari dan terus berlari keluar dari rumah menuju ke rumah Purnomo.

TOK TOK

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK

Mbok Lastri mengetuk ngetuk pintu belakang rumah Purnomo dengan keras dan bertubi tubi.

Sementara itu Mbok Mirah yang sedang di dapur kaget mendengar suara ketukan pintu yang bertubi tubi.

“Siapa sih pagi pagi mengetuk ngetuk pintu sangat keras.” Ucap Mbok Mirah dan segera melangkah menuju ke pintu belakang yang diketuk ketuk.

Sesaat kemudian.

“Rah, mana Den Mas Purnomo, gawat gawat.. “ ucap Mbok Lastri yang tampak panik.

“Ada apa Mbok?” tanya Mbok Mirah dengan ekspresi wajah bingung.

“Ibu Ayu.. Ibu Ayu tidak sadar, sudah aku bangunkan tetap saja diam. Kupingnya keluar darah dan wajahnya perot satu mata terpejam dan satu mata terbuka. Ngeri...” Jawab Mbok Lastri dengan nada dan ekspresi wajah serius.

“Hah? Ini pasti gara gara sesaji dibuang Den Mas Purnomo... “ gumam Mbok Mirah dalam hati.

“Cepat kamu panggil Den Mas Purnomo, biar dia lihat dan dibawa ke rumah sakit.” Ucap Mbok Lastri sambil mendorong tubuh gemuk Mbok Mirah.

“Iya.. iya...” ucap Mbok Mirah lalu segera membalikkan tubuhnya dan melangkah dengan cepat menuju ke kamar Purnomo.

Saat dia mau mengetuk ngetuk pintu, pintu sudah terbuka dan muncul sosok Ratih yang akan menuju ke kamar Lizzie.

“Bu Ratih... Bu Ratih.., Bu Ayu sakit, Den Mas Purnomo sudah bangun belum.” Ucap Mbok Mirah dengan cepat cepat.

“Sakit apa?” tanya Ratih

“Pingsan, telinga berdarah kata Mbok Lastri.” Jawab Mbok Mirah yang tidak mengatakan selengkapnya.

Purnomo yang sudah bangun dan mendengar percakapan Mbok Mirah dan Ratih pun segera keluar.

“Kenapa Ibu?” tanya Purnomo saat sudah keluar dari rumah.

“Mas Pur segera ke sana saja. Aku telepon Arko dan Aryo agar juga segera datang.” Ucap Ratih lalu segera berjalan menuju ke pesawat telepon terdekat. Purnomo pun juga cepat cepat melangkah menuju ke luar rumah untuk melihat Ibu Ayu Lestari.

Sementara itu di kamar Lizzie. Lizzie yang sudah bangun, bibirnya tersenyum saat melihat boneka panda yang besar. Pandangan mata Lizzie lalu menyapu isi ruangan itu, tatapan matanya tertuju pada rak buku. Bibirnya kembali tersenyum lalu dia pelan pelan turun dari tempat tidur dan melangkah menuju ke rak buku itu. Tangan Lizzie meraih satu tabung yang berisi peralatan ada penggaris, pencil, bolpen, gunting, lem, dll. Lizzie mengambil gunting dan lem.

Lalu dia melangkah menuju ke boneka panda yang besar itu. Dia balik boneka panda besar itu. Dan ...

CUS

Dia tusuk punggung boneka panda itu tepat di jahitannya dan selanjutnya dia buka punggung boneka panda itu. Dengan cepat dia keluarkan dakron yang ada di dalamnya.

“Cukup.” Ucap Lizzie yang tidak mengeluarkan seluruh dakron di dalam tubuh boneka panda itu.

Lizzie membersihkan dakron yang tercecer. Dan dia sembunyikan di bawah kasur. Selanjutnya dia ambil boneka Michelle nya dan dia masukkan ke dalam boneka panda besar itu. Lalu dia lem punggung boneka panda itu. Dan dia taruh lagi boneka panda besar yang sudah berisi boneka Michelle nya itu pada tempatnya.

Sesaat kemudian...

“Lizzie... “ ucap Ratih sambil membuka pintu yang sudah tidak terkunci.

“Kamu sudah bangun Nak. Eyang Ayu sakit, ayo kita lihat.” Ucap Ratih sambil menatap Lizzie yang berdiri di dekat lemari kaca mainannya.

“Kata Ayah kita tidak boleh lagi datang ke rumah Eyang Ayu, Bunnnn...” ucap lirih Lizzie sambil menatap Ratih yang melangkah menuju ke arahnya.

“Tapi sekarang Eyang Ayu sakit, Ayah juga sudah pergi ke sana.. Ayo Bunda gendong.. kita mandi nanti saja setelah melihat kondisi Eyang Ayu. “ ucap Ratih lalu menggendong tubuh mungil Lizzie yang masih memakai piyama tidur. Ratih terus melangkah menuju ke luar kamar Lizzie dan selanjutnya keluar dari rumah.

Mbok Mirah yang baru saja berjalan dari dapur dan juga akan menuju ke rumah Ibu Ayu Lestari, melihat sosok Ratih yang menggendong Lizzie tidak memegang boneka Michelle tersenyum..

“Boneka nya tidak dibawa, pasti masih di dalam kamar.” Gumam Mbok Mirah dalam hati sambil melangkah dengan cepat menuju ke kamar Lizzie.

“Pasti mereka tergesa gesa pergi untuk melihat Ibu Ayu sehingga lupa membawa boneka nya.” Gumam Mbok Mirah saat berada di depan pintu kamar Lizzie.

Mbok Mirah membuka pintu dengan cepat. Tatapan mata pertamanya tertuju di atas tempat tidur.

“Kok tidak ada.” Gumam Mbok Mirah yang tidak melihat boneka Michelle. Mbok Mirah pun terus melangkah masuk ke dalam kamar.

“Di taruh di mana boneka itu.” Gumam Mbok Mirah sambil membuka buka bantal yang ada di atas tempat tidur Lizzie. Akan tetapi tidak juga ditemukan boneka Michelle.

“Apa ditaruh di bawah kasur.” Gumam Mbok Mirah selanjutnya sambil tangan memegang tepi kasur siap siap untuk mengangkat sedikit kasur dan akan melihat di bawah nya, apa boneka Michelle disembunyikan di bawah kasur.

“Ah.. tapi kasur tampak rata.” Ucap Mbok Mirah tidak jadi membuka kasur.

“Ooo mungkin disembunyikan di lemari.” Gumam Mbok Mirah selanjutnya sambil melangkah menuju ke lemari.

Terpopuler

Comments

Zara Rahmi

Zara Rahmi

kayak kapas halus, biasanya buat isinya boneka biar ngembang

2024-10-22

2

~🌛JimSu🌜~

~🌛JimSu🌜~

dakron itu apa thor???🤔🤔

2024-02-24

2

Nit_Nit

Nit_Nit

semoga aman boneka Michelle nya lizzie

2024-01-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!