Lizzie masih diam saja, dan dia mengangkat kedua bahu mungil nya dengan pelan saat Ayah dan Bunda angkatnya masih menatap diri nya. Dan mulut mungilnya terus saja diam saja.
Sementara itu Pak Karman yang sudah berada di bangunan kecil tempat dia tinggal untuk menjaga makam. Sedang sibuk dengan hand phone miliknya untuk menghubungi Slamet adiknya.
“Cepat kamu datang ke makam. Den Mas Purnomo marah marah karena sudah tahu makam anak nya kosong. Dan kita disuruh untuk membongkar tiga makam lainnya.” Ucap Pak Karman setelah sambungan teleponnya terhubung dengan Slamet adiknya.
“Kenapa Kang Karman mau membongkarnya.” Suara seorang laki laki dibalik hand phone milik Pak Karman.
“Dipaksa, sudah kamu jangan banyak tanya. Aku bingung harus jawab apa, saat ditanya kenapa bisa hilang terus aku alasan di saat kamu jaga hilangnya.” Ucap Pak Karman lagi.
“Curang kamu Kang, uang kamu lebih banyak dapat tapi aku yang kamu jadikan kambing hitam.”
“Kamu tenang saja nanti aku kasih bayaran lagi kamu. Yang penting kamu datang dan siap dimarahi Den Mas Purnomo dan istrinya.” Ucap Pak Karman.
“Beres Kang, aku akan segera datang, yang penting kamu kasih tambahan bayaran.” Suara Slamet di balik hand phone milik Pak Karman. Sambungan telepon pun lalu terputus.
Pak Karman tersenyum senang. Lalu dia keluar dari bangunan kecil itu. Dia berlari menuju ke tempat Purnomo, Ratih dan Lizzie yang masih duduk menunggu.
“Kamu lanjutkan sambil menunggu adik kamu datang!” perintah Purnomo.
“Ngiih Den. (Ya Den).” Jawab Pak Karman lalu segera mengambil linggis dan kembali membongkar makam anak kedua Purnomo dan Ratih.
Ratih yang juga duduk di bawah makam mertuanya itu terlihat wajahnya sangat sedih. Tidak menyangka jika jasad anaknya hilang diambil orang.
“Sabar Dik, kita urus kasus ini sampai tuntas.” Ucap lirih Purnomo yang melihat wajah sedih Sang istri, meskipun dia sendiri juga sedih dan kesal.
Pak Karman yang mendengar ucapan Purnomo tampak panik.
“Semoga Slamet bisa cari alasan, mampus aku kalau dia mengatakan siapa yang mengambil mayat mayat anak Den Mas Purnomo. Aku sudah disumpah tidak boleh membuka rahasia.” Gumam Pak Karman dalam hati keringat di tubuhnya mulai bercucuran dengan deras. Keringat akibat dia menggali dan juga keringat akibat hatinya panik.
Beberapa menit kemudian ada satu motor yang dinaiki oleh seorang laki laki memasuki pintu gerbang makam. Motor berhenti di dekat bangunan tempat jaga Pak Karman. Dan selanjutnya laki laki yang mengendarai motor itu berlari menuju ke tempat makan anak anak Purnomo. Laki laki yang memiliki tubuh gempal dan kekar itu adalah Slamet adiknya Pak Karman.
“Denn..” ucap Pak Slamet saat sudah berada di dekat Purnomo dan Ratih, dia memberi salam pada Purnomo dan Ratih.
“Kenapa bisa hilang jasad Erlangga?” tanya Purnomo to the point.
“Yang benar Den, saat saya jaga tidak ada orang datang ke makam makam ini, baik malam atau siang.” Ucap Pak Slamet berkilah.
“Buktinya kosong makam Erlangga.” Ucap Ratih dengan nada suara sedih.
“Kamu lihat itu makam Erlangga, dan segera bantu Pak Karman! Aku mau lihat yang lain apa juga dicuri.” Ucap Purnomo sambil menatap tajam Pak Slamet.
Pak Slamet pun melangkah menuju ke makam Erlangga yang sudah dibongkar. Pak Slamet melihat ke bawah.
“Mungkin orang mencuri pakai cara mistis Den jadi saya tidak tahu..” ucap Pak Slamet sambil melihat liang yang sudah tadi digali oleh Pak Karman dan Purnomo.
Baru saja Pak Slamet terdiam dari ucapan, tiba tiba...
“Aaaaaaaaa....” Teriak Pak Slamet dengan suara keras dan..
BUUGH
Suara tubuh Pak Slamet terjatuh. Kakinya terpeleset dan dia pun terjatuh masuk ke dalam lobang galian tanah di depannya.
Pak Karman langsung meletakkan linggis yang dipegang dan membalikkan tubuhnya untuk melihat Adiknya. Purnomo dan Ratih pun bangkit berdiri dan melangkah untuk melihat Pak Slamet yang terjatuh ke dalam lobang galian.
Lizzie terlihat masih duduk manis bibir mungilnya tersenyum tipis sambil menatap boneka Michelle nya.
“Hati hati kamu itu.” Suara Pak Karman berusaha untuk membantu adiknya naik dari dalam lobang.
“Macam ada yang mendorong aku tiba tiba Kang.” Ucap lirih Pak Slamet agar tidak terdengar oleh Purnomo dan Ratih.
“Untung kamu tidak apa apa, ayo cepat bantu aku. Kalau semua kosong kamu yang tanggung jawab.” Ucap Pak Karman sambil menarik tangan adiknya agar segera naik ke atas.
Mereka berdua terus menggali kubur kubur itu. Dua orang itu terlihat heran karena tanah terasa sangat ringan untuk digali, macam bukan tanah kubur saja karena terasa gembur mudah sekali untuk digali.
Beberapa jam kemudian keempat makam itu sudah dibongkar. Setiap selesai Ratih dan Purnomo selalu melihat hasilnya dan benar benar tidak ada sepotong pun tulang belulang di dalam kubur kubur anaknya yang sudah dibongkar.
“Siapa yang sudah mencuri jasad anak anakku hiks... hiks...hiks... buat apa hiks.. hiks..” ucap Ratih yang kini tidak kuasa menahan tangisnya.
“Sabar Dik, nanti kita usut kasus ini.” Ucap Purnomo sambil memeluk tubuh istrinya dari samping. Mereka berdua pun melangkah mendekati Lizzie yang masih duduk di bawah makam Eyang Kakung.
Pak Karman dan Pak Slamet yang masih berada di dalam lobang kubur ke empat tampak saling pandang mendengar ucapan Purnomo.
Akan tetapi sesaat kemudian...
KRUTUK
KRUTUK
KRUTUUKK
Kedua orang itu matanya melotot sebab tanah tanah yang tadi mereka gali turun sendiri ke dalam lobang itu seakan akan mau mengubur mereka hidup hidup.
Mereka berdua berusaha untuk segera naik ke atas lobang. Dan belum juga mereka berhasil naik... langit sudah semakin gelap, awan tiba tiba mengumpul dengan cepat tertiup angin kencang dan awan cepat tebal menghitam.
GLUDUUKK
GLUDUUKK
GLUDUUKKKKK
DUUUEERRRR
Suara guntur dan petir menyambar nyambar dengan sangat keras. Purnomo segera menyaut tubuh mungil Lizzie untuk digendong nya.
“Ayo kita segera pulang.” Ucap Purnomo pada Ratih.
“Cepat naik Pak!” teriak Purnomo selanjutnya sambil melangkah, Purnomo tidak tahu jika ada runtuhan tanah yang turun sendiri ke dalam lobang galian. Ratih pun melangkah lebih dulu saat tahu Lizzie sudah digendong oleh suaminya.
Mereka terus melangkah menuju ke mobil sebelum hujan turun.
Saat Purnomo, Ratih dan Lizzie sudah masuk ke dalam mobil. Hujan turun dengan sangat lebat nya.
"Untung kita sudah masuk ke dalam mobil ya Mas, hujan sangat lebat. bagaimana dua orang tadi." gumam Ratih sambil duduk memangku Lizzie
"Mereka berdua sudah biasa dengan panas dan hujan Dik. " ucap Purnomo sambil menyalakan mesin mobilnya. .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Yulay Yuli
mati ditempat
2024-11-01
1
Zudiyah Zudiyah
itu balasan buat Karman & Selamet
2024-06-03
0
Tuxepos Jasmine
makin kesini makin hooroorrr euyyyy tp syukkaaa🙈🙈🙈🙈
2024-04-03
0