Ibu Sari melihat ada cahaya berkerlip kerlip di depannya dalam suasana gelap gulita itu.
“Cahaya apa itu...?.“ gumam Ibu Sari yang penasaran pelan pelan berjalan mendekati cahaya yang berkerlip kerlip.
“Apa hand phone ku.” Gumam Ibu Sari lagi.
“Ahh tapi kan hand phone ku di depan.” Gumam Ibu Sari yang ingat sekali jika hand phone miliknya masih di ruang kerjanya.
Cahaya itu masih ada dan berkerlip kerlip. Ibu Sari mengedarkan pandangan matanya di dalam ruang gelap gulita itu.
“Semua ruangan tertutup rapat tidak mungkin cahaya dari luar bisa masuk menerobos dinding tembok dan jendela kayu yang tertutup korden tebal.” Gumam Ibu Sari lagi dan tiba tiba bulu kuduknya berdiri.
“Hmm kenapa harus pakai mati listrik segala.. padahal bolam lampu di kamar ini sudah memakai yang lampu emergency kenapa juga masih mati..” gumam Ibu Sari yang masih heran kenapa lampu emergency juga mati.
“Hmm hand phone ku di depan lagi..” gumam Ibu Sari lalu dia membalikkan tubuhnya dan pelan pelan melangkah menuju ke pintu kamar tidurnya di dalam kegelapan untuk menuju ke ruang kerjanya. Karena hand phone miliknya masih tertinggal di meja kerjanya.
Akhirnya Ibu Sari pun telah bisa mendapatkan hand phone miliknya, dan dengan cepat dia menyalakan senter hand phone. Ibu Sari yang masih penasaran dengan cahaya yang berkerlip kerlip di dalam kamarnya tadi segera kembali lagi ke dalam kamar.
Akan tetapi betapa kagetnya Ibu Sari, dengan cahaya lampu senter hand phone dia melihat Lizzie sudah tidak lagi terbaring akan tetapi dia sudah duduk di atas tempat tidur sambil memeluk boneka Michelle. Mata Lizzie melotot menatap Ibu Sari.
“Lizzie kamu terbangun karena gerah?” tanya Ibu Sari sambil menatap Lizzie dan memberanikan diri menatap boneka yang dipeluk oleh Lizzie. Karena perkiraan Ibu Sari cahaya yang berkerlip kerlip dari boneka milik Lizzie.
“Jangan ambil Michelle! Jangan dimandikan Michelle!” teriak Lizzie sambil memeluk erat boneka Michellenya dan mata Lizzie masih melotot ke arah Ibu Sari.
“Iya iya Ibu tidak akan mengambil Michelle. “ ucap Ibu Sari terbata bata. Baru kali ini dia menemukan anak panti yang berani berkata dengan mata melotot ke arahnya. Ibu Sari benar benar penasaran siapa sebenarnya Lizzie.
Belum reda kaget tiba tiba mati listrik, ditambah kaget ada cahaya kerlip kerlip ditambah lagi kaget melihat Lizzie yang sudah duduk masih ditambah dibentak lagi.
Lizzie pun lalu kembali membaringkan tubuhnya dan terus memeluk tubuh boneka Michelle nya. Kini boneka itu dia taruh di samping di dekat dinding tembok kamar tidur dan Lizzie pun tidur miring menghadap pada dinding sambil memeluk boneka nya dengan erat dan posesif. Takut jika Ibu Sari akan mengambilnya.
Ibu Sari pun duduk di tepi tempat tidur itu. Dan sesaat kemudian..
BYAARRR
Kamar sudah kembali terang karena lampu listrik kamar sudah menyala kembali. dan cahaya kerlip kerlip yang dicari Ibu Sari pun telah pergi.
Ibu Sari menaruh guling di tengah tempat tidur itu dan dia pun mulai membaringkan tubuhnya.
“Hmm besok aku lapor pada perangkat desa kalau ada anak baru di Panti, siapa tahu ada yang kehilangan anak.” Gumam Ibu Sari lalu dia mencoba untuk memejamkan matanya agar bisa tidur.
Waktu pun terus berlalu, Ibu Sari sudah melaporkan pada perangkat desa kalau Panti ada anak baru. Dan hingga beberapa hari juga tidak ada laporan adanya anak yang hilang.
Selama berhari hari Lizzie tampak patuh pada Ibu Sari meskipun tetap tidak mau jika Michelle dimandikan, hanya boleh dibersihkan dengan menggunakan pembersih wajah milik Ibu Sari dan disemprot parfum milik Ibu Sari pula.
Dan di suatu hari Ibu Sari mendapatkan telepon dari seseorang bukan untuk melaporkan kehilangan anak, akan tetapi akan mengadopsi satu anak.
“Saya akan kirim tentang data data saya dan istri saya Bu, saya bersungguh sungguh untuk mengadopsi satu orang anak.” Suara seorang laki laki di balik hand phone milik Ibu Sari yang tidak lain adalah suara Purnomo Sidi.
“Baik Pak, aturan dari panti kami orang yang akan mengadopsi anak harus secara resmi lewat pengadilan negeri Pak.” Ucap Ibu Sari dengan santun, dia memberi aturan begitu agar anak panti yang diadopsi terjamin hidupnya, tercukupi kebutuhan material dan spiritual.
“Baik Bu, saya sangat setuju. Hari Minggu saya dan istri saya akan datang berkunjung ke panti, untuk melihat lihat anak panti.” Suara Purnomo lagi di balik hand phone milik Ibu Sari. Setelah Ibu Sari mengiyakan sambungan telepon pun segera diakhiri.
Di saat acara makan bersama Ibu Sari pun menyampaikan pada anak anak, jika besok hari Minggu akan ada tamu berkunjung dengan tujuan akan mengadopsi salah satu anak. Anak anak yang memiliki status yatim piatu pun sangat berharap untuk diadopsi oleh keluarga yang berkecukupan bisa memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi hidupnya.
“Lizzie besok hari Minggu akan ada tamu, kalau kamu mau ikut menyambut boneka kamu disimpan dulu di kamar Ibu ya.. Tapi kalau Kamu tidak mau meninggalkan boneka kamu , kamu sembunyi saja di kamar Ibu.” Ucap Ibu Sari sambil menatap wajah Lizzie.
Dan di luar dugaan Ibu Sari, Lizzie menganggukkan kepalanya dan matanya tidak melotot ke arahnya, bahkan bibir mungil cantiknya tersenyum manis.
Secara spontan tangan Ibu Sari pun membelai rambut kepala Lizzie dengan lembut.
“Siapa sebenarnya kamu Nak, melihat wajah cantik kamu, kulit kamu yang putih halus, dan sepertinya Michelle itu boneka mahal... sepertinya kamu anak orang kaya...” gumam Ibu Sari dalam hati yang sudah beberapa hari ini selalu memandikan Lizzie dan mengamati boneka Michelle, meskipun belum tahu benda apa yang berkerlip kerlip mengeluarkan cahaya di kamar gelapnya.
“Hanya kamu tidak terurus selama ini.” Gumam Ibu Sari lagi.
Waktu pun terus berlalu, dan hari Minggu yang ditunggu tunggu oleh anak anak Panti pun tiba. Mereka semua sudah berpenampilan rapi untuk menyambut tamu mereka. Lizzie pun sudah memakai gaun cantik meskipun itu gaun pantas pakai pemberian dari donatur. Rambut panjang Lizzie pun dihias cantik oleh Ibu Sari. Lizzie terus berada di samping Ibu Sari.
Sesaat sebuah mobil sedan bagus memasuki halaman panti.
“Itu mereka datang.” Ucap Ibu Sari dan segera menggandeng tangan Lizzie untuk menyambut Sang Tamu. Anak anak pun ikut melangkah di belakang Ibu Sari.
“Apa Lizzie kalau diadopsi akan mau meninggalkan boneka nya?” bisik seorang anak panti sambil merangkul pundak temannya.
“Kalau boneka itu dia tinggalkan kita buang saja boneka itu kita bakar.” Ucap anak panti yang dirangkul pundaknya.
Namun tiba tiba...
“Aduh! Sialan kamu menjitak aku dari belakang ya?” teriak anak panti yang baru saja berucap akan membakar boneka Michelle. Tangannya mengusap usap kepalanya yang terasa sakit.
“Siapa yang menjitak bukannya sejak tadi tanganku merangkul pundak kamu.” Ucap anak panti yang tadi berbisik dan sejak tadi merangkul temannya itu.
“Benar juga.” Ucap anak panti yang merasa kepalanya sakit sambil menoleh ke kanan masih ada tangan temannya merangkul pundaknya.
Dia lalu menoleh ke belakang dan tidak ada siapa siapa. Teman teman lainnya sudah berjalan di depan mereka.
“Hiiii..” teriaknya lalu melangkah lebih cepat menyusul teman temannya. Bulu kuduknya berdiri karena dia tadi benar merasa kepalanya bagai dijitak.
Sementara itu mobil sedan bagus milik tamu itu pun berhenti. Sepasang suami istri pun turun dari mobil itu. Wajah tampan laki laki dewasa dan wajah cantik perempuan dewasa itu tersenyum melihat Ibu Sari dan anak anak panti.
Mereka berdua terus melangkah menuju ke arah Ibu Sari dan anak anak berdiri di depan pintu ruang serba guna yang biasa digunakan untuk melakukan pertemuan pertemuan.
“Mas, lihat anak perempuan di samping Ibu Panti itu. Cantik dan lucu sekali. Aku jatuh hati pada anak itu Mas..” bisik Ratih yang berjalan di samping suaminya.
“Iya aku juga jatuh hati pada anak perempuan itu...” bisik Purnomo sambil menatap wajah imut Lizzie. Lizzie yang tahu jika sedang ditatap oleh Sang tamu pun tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya dengan santun sebab tadi dia sudah diberi arahan oleh Ibu Sari harus ramah dan santun dalam menyambut tamu. Purnomo dan Ratih pun semakin jatuh hati pada Lizzie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
Minartie
lanjut thor bikin penasaran 👍👍👍👍
2025-02-01
1
Novia Ramdani
penasaran/Smile/
2024-12-10
0
Nit_Nit
apa ya yang mengeluarkan cahaya ??? boneka nya lizzie mgk
2024-01-03
1