Bab 13 > Dikira Anaknya?

Terdengar suara adzan berkumandang, dengan cepat Saad bangun dari tempat tidurnya. Sebelum beranjak dari ranjang, Saad mengelus lembut wajah Aiyna. Ia membelai rambut istri kecilnya dengan penuh kekasih sayang.

Cup!

Kemudian Saad mengecup kening istri kecilnya, membuat si empunya kening terbangun. Aiyna perlahan membuka matanya. Begitu kedua matanya terbuka, Aiyna tersenyum manis ada suaminya.

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Abi. Abi sudah bangun," sapa Aiyna pada suami tercinta.

"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, istri kecilku. Abi baru aja bangun. Maaf ya, Abi udah mengganggu tidurmu," tutur Saad dengan penuh kelembutan.

Aiyna menggeleng dan tersenyum. "Tidak apa-apa, Abi. Apa Abi mau pergi ke mesjid?" tanya Aiyna dengan santun.

"Abi kesiangan, Sayang. Kita shalat bersama, ayo." Saad mengajak Aiyna untuk shalat berjamaah bersama.

"Iya, Bi. Ayo," jawab Aiyna dengan antusias.

Kemudian Aiyna bangun dan hendaklah beranjak dari ranjangnya. "Aawww!" Aiyna langsung terduduk kembali pada saat berdiri.

"Apakah masih terasa sakit?" Saad menatap istrinya dengan tatapan yang teduh.

Aiyna mengangguk meng-iyakan. "Iya, Bi. Tapi, enggak apa-apa nanti juga sembuh. Aiyna mandi dulu ya," ucap Aiyna dengan menyembunyikan rasa sakitnya di bagian intimnya.

Aiyna mencoba berdiri dan perlahan melangkahkan kaki menuju kamar mandi. Sementara itu, Saad yang melihat istri kecilnya merasa kesakitan itu pun langsung menghampirinya. Ia tidak tega membiarkan Aiyna kesakitan seperti itu, sehingga ia pun menggendong tubuh Aiyna dan membawanya ke kamar mandi.

"Eh, Abi. Kenapa digendong? Bentar lagi juga nyampe kok?" Aiyna terkejut kala tubuhnya tiba-tiba digendong oleh suaminya.

"Abi tidak tega melihatmu kesakitan seperti itu. Selain itu, Abi juga ingin-"

"Ingin apa?" potong Aiyna dengan reflek menatap ke arah mata suaminya.

"Abi ingin mandi bersamamu, boleh?"

Deg!

Jantung Aiyna seketika kembali berdegup kencang. 'Mandi bersama? Benarkah cuma mandi saja? Bagaimana jika Abi melakukan hal semalam? Ini aja masih sakit, enggak kebayang jika kita melakukannya lagi. Akan seperti apa sakitnya.' Seketika Aiyna langsung dihantui rasa takut. Batinnya bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

"Ekhem!" Saad berdehem dengan mata yang masih menatap istri kecilnya.

"Eh ... iya, Bi. Boleh," jawab Aiyna tanpa membalas tatapan suaminya.

Mendengar hal itu, Saad pun semakin bersemangat. Ia mempercepat jalannya menuju kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi, Saad menutup pintu dan menurunkan tubuh Aiyna.

"Sayang, maaf ya." Saad memegang kedua tangan Aiyna dengan mengatakan permintaan maaf.

"Maaf untuk apa, Bi?" Aiyna mengerutkan keningnya karena merasa kebingungan.

"Karena di kamar mandi rumah ini tidak ada bath up untuk berendam. In Sha Allah, ada rezeki lebih Abi akan membeli rumah yang layak untukmu," jelas Saad dengan lembut.

Muach!

Aiyna berjinjit seraya mencium bibir suaminya. "Tidak masalah, Bi. Semua ini sudah lebih dari cukup. Ayo, kita mandi," timpal Aiyna dengan wajahnya yang ceria.

Aiyna hendak berjalan mengambil gayung, tiba-tiba tangannya ditarik oleh Saad. Sehingga tubuh mungil Aiyna pun tersentak ke dada bidang suaminya. Sontak Aiyna mendongak menatap suaminya.

Kedua mata mereka pun bertemu dan saling bertatapan satu sama lain. Perlahan tangan kekar Saad memegang tengkuk Aiyna dan mendekatkan wajahnya dengan wajah Aiyna. Setelah tidak ada jarak lagi dengannya, Saad pun tidak membuang waktu lagi. Ia segera mendaratkan ci*man lembut di bibir ranum istri kecilnya.

Aiyna hanya bisa memejamkan matanya disertai degupan jangungnya yang semakin kencang. Lambat laun, tubuh Aiyna mulai kembali ter*ngs*ng, sehingga membuat dirinya membalas setiap permainan suaminya. Sementara itu, Saad tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia membuka satu persatu pakaian yang dikenakan istri kecilnya.

Setelah mereka sama-sama terlepas dari kain yang menutupinya, Saad menarik lembut pinggang ramping Aiyna. "Apakah boleh?" tanya Saad dengan tatapan yang dipenuhi syahwat.

Aiyna yang paham dengan pertanyaan suaminya pun hanya mengangguk meng-iyakan. Dia tidak boleh menolak keinginan suaminya. Meski dia masih merasakan sakit yang luar biasa, akan tetapi dia harus tetap patuh.

Setelah mendapatkan izin dari istri kecilnya, Saad segera menyelesaikan permainan surga dunia bersama istrinya. Selang beberapa menit mereka bermain, Aiyna merasa keheranan dengan apa yang dia rasakan saat bermain dengan suaminya.

Bagaimana bisa, rasa sakit yang dia rasakan tadi mendadak hilang dan berganti menjadi rasa nikmat yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Bisa dikatakan, Aiyna mulai ketagihan dengan permainan suaminya. Tanpa dia sadari, ia tersenyum bahagia kala membayangkan permainan tersebut.

"Cepat mandi, jangan membayangkan terus. Nanti enggak akan selesai mandinya," sindir Saad yang mengetahui tingkah lucu istrinya.

Gleuk!

Aiyna menelan salivanya ketika mendengar sindiran dari suaminya. Seketika kedua pipinya langsung merona menahan rasa malu. Rupanya sedari tadi Saad telah memperhatikan tingkah malu-malu kucingnya Aiyna.

****

Di Supermarket ....

Kini Aiyna dan Saad tengah berada di pusat perbelanjaan. Mereka sedang belanja bulanan. Mereka berjalan seraya mengambil barang-barang yang akan mereka beli. Saad yang mendorong troli, sedangkan Aiyna yang memasukkan barang-barang ke dalam troli.

"Sayang, apakah ada yang ingin kamu beli?" tanya Saad pada istri kecilnya.

Aiyna hanya tersenyum. Kemudian ia menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, Bi."

Bohong jika Aiyna mengatakan tidak ada yang mau ia beli. Bukannya tidak ada, akan tetapi Aiyna tidak ingin merepotkan suaminya. Dia tahu betul bagaiamana finansial suaminya. Maka dari itu, Aiyna tidak ingin membebani suaminya.

"Apa kamu meragukanku, Sayang?"

"Tidak, Abi. Bukan begitu, hanya saja Aiyna bingung mau beli apa sedangkan kebutuhan Aiyna masih ada. Nanti saja jika sudah habis baru beli," jawab Aiyna dengan santun.

"Baiklah. Tapi, jika Aiyna mau beli sesuatu bilang sama Abi ya. Sekarang kebutuhan kamu akan menjadi tanggungjawab Abi," jelas Saad dengan kembali mengingatkan Aiyna jika dirinya adalah suami Aiyna.

"Iya, Abi sayang. Baiklah, gini aja ... aku mau beli ice cream aja, boleh?" timpal Aiyna dengan suara yang sedikit di manja-manjakan.

"Boleh, yuk. Kamu mau ice cream apa?"

"Ice cream magnum saja, Bi," jawab Aiyna sembari berlari antusias ke arah tempat ice cream.

Kemudian Aiyna membuka tempat ice cream dan mengambil dua ice cream magnum. Sementara itu, Saad mengikuti istri kecilnya dari belakang. Ia tampak tersenyum bahagia melihat Aiyna yang masih bersikap layaknya anak kecil. 'Benar-benar menggemaskan,' gumam Saad dalam batinnya.

"Bi, aku ambil dua ya. Nanti kita makan ice cream bersama." Aiyna terlihat begitu senang.

Saad mengangguk dan tersenyum. Berbeda dengan beberapa orang yang melihat keharmonisan mereka berdua. Orang-orang justru menatap sinis ke arah Aiyna.

"Idih, bocil norak! Cuma ice cream doang sampe sesenang itu. Ayah dan anak ini sama-sama aneh!" cibir gadis muda dengan penampilan yang kurang sopan.

Aiyna langsung terdiam. Ekspresi wajahnya berubah total. Dari yang asalnya ceria berubah menjadi bete.

Melihat itu, Saad segera menghampiri istrinya. "Sudah, jangan didengarkan ucapan orang tadi. Anggap saja angin lalu." Saad tersenyum penuh pesona sembari mengelus lembut kepala Aiyna yang tertutup khimar.

Aiyna terdiam. Kemudian, ia tiba-tiba tertawa terbahak-bahak melihat Saad. Melihat itu tentu membuat Saad kebingungan. "Ada apa? Kenapa tiba-tiba tertawa seperti itu?"

"Abi dengar ucapannya tadi?" tanya Aiyna diakhiri dengan tawa lepasnya.

"Iya. Abi dengar, lalu apa yang membuat istri kesayangan Abi sampai tertawa semenggemaskan ini, heum?" Saad balik bertanya seraya mencubit lembut dagu istri kecilnya.

"Orang itu mengira, jika aku ini anakmu, Abi." Aiyna memegangi perutnya karena menurutnya itu hal yang lucu.

Saad turut tertawa kecil. Dia baru ngeuh dengan ucapan orang tadi. "Rupanya usiaku terlalu tua sampai orang mengira istri imutku ini sebagai anakku," Saad tertawa.

****

Stay tune :)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!