Bab 6 masakan Acia

Mangkok yang di pegang Acia langsung jatuh dan pecah karena dia kaget mendengar suara Erland yang tengah berlari itu .

" Kau ini " cemas Erland sangat khawatir dan takut untung dia cepat datang.

Erland menurunkan Acia yang berdiri di atas meja lemari itu dengan sebelah tangan nya dan satu lagi tangan nya mematikan kompor yang ternyata Acia tengah memasak sup .

Acia duduk diam sambil menunduk di atas meja dapur setelah di dudukkan Erland disana sesekali menatap pria dewasa itu yang tengah membersihkan pecahan beling bekas mangkok tadi .

" Benar-benar nakal bagaimana bisa kau berdiri di atas meja lemari , itu tempat memotong sayur bukan untuk berdiri " ucap Erland tak habis pikir bagaimana bisa gadis nakal itu berdiri di atas meja , kalau ada kursi logis saja ini tidak .

" Ya kan lemarinya tinggi Acia mau ambil mangkok" jawab Acia menatap Erland yang sekarang berdiri di hadapan nya .

" jadi kau manjat tadi?" tanya Erland mengelus pelipisnya saat Acia mengangguk .

" kalau jatuh terus kepala kau pecah bagaimana?" kesal Erland menatap Acia yang melakukan sesuatu tanpa berfikir panjang itu.

" Ya mati" jawab Acia yang membuatnya langsung mendapatkan tatapan tajam dari Erland .

" kau juga ingin membunuhku sekalian" ketus Erland mengambilkan mangkok dari atas lemari yang tidak lah terlalu tinggi Acia saja yang pendek .

" hehehe" kekeh Acia mendengar ucapan Erland. Iya lah kalau dia mati maka Erland lah adalah orang yang bertanggung jawab walaupun bukan dia yang salah sekalipun.

" Kalau lapar kau kan bisa membangunkan Aku" ucap Erland yang memindahkan Sup yang dimasak Acia kedalam mangkok tak ingin lagi menambah masalah dengan membiarkan Bocil ini memindahkan Sup yang masih panas .

" Makan lah" ucap Erland kembali menurunkan Acia dari atas meja dapur yang lumayan tinggi agar bisa makan di meja makan .

Acia mengambil nasi yang tadi di masak nya sepiring lalu ikut duduk bersama Erland yang sudah duduk di kursi meja makan .

" Om mau makan juga biar Acia ambilkan nasi " ucap Acia yang sedang menuang sup ke atas piring nya .

" Aku pagi sarapan roti bukan makan nasi" ucap Erland yang memang tak biasa makan pagi bahkan kadang sekedar sarapan roti saja dia lewatkan.

Erland hanya duduk memandangi Bocil yang makan dengan lahap itu , ternyata setelah di pandang-pandang Acia itu memang imut nya seperti panda kayak ucapan teman-teman nya semalam .

" Om makan lah sedikit enak " ucap Acia menyuapi Erland yang bahkan tanpa membantah Erland membuka mulutnya dan menguyah dengan penuh sensasi .

" Kau bisa memasak Bocil?" tanya Erland dengan spontan merasakan masakan Acia yang sangat pas di lidah .

" Lah masa masak doang nggak bisa " jawab Acia bingung , dia kan perempuan ya harus pandai masak .

" Astaga " Erland langsung berlari kembali kekamar nya saat sadar bahwa dia belum gosok gigi bahkan cuci muka saja tidak dan dia sudah makan .

Erland Menggosok gigi sambil sesekali mengelus perutnya yang entah kenapa terasa begitu lapar setelah mencicipi sesendok masakan Acia .

Erland kembali bergegas ke dapur demi apapun dia benar-benar ingin makan pagi ini saking laparnya.

" Lohh Acia sup tadi mana?" tanya Erland menatap meja makan sudah kosong dan Bocil itu sedang mencuci piring .

" Acia habisin lah Sayang kan mubazir " jawab Acia fokus mencuci piring tanpa menatap Erland yang berdiri di dekat meja makan.

" huftt" Erland bernafas kasar duduk lesu di atas kursi merasa sungkan serta malu menyuruh Acia memasak lagi walaupun dia sangat ingin makan apalagi dia sempat bilang tadi kalau pagi itu sarapan bukan makan nasi .

" Haaa lapar yaaa" goda Acia yang berjalan mendekati Erland yang tengah duduk di meja makan mengelus perut nya.

Erland memegang tangan Acia yang berjalan melewati nya itu lalu membuang segala rasa gengsi dan ego nya meminta gadis kecil itu kembali memasak untuk nya .

" Iya aku lapar . Masakkan lagi sup seperti tadi untuk ku" pinta Erland mendongak menatap Acia yang berdiri di depan nya .

Erland bisa saja memasan makanan atau bahkan memasaknya sendiri tapi kali ini dia memang ingin merasakan masakan Acia tadi .

" Om pagi kan sarapan roti" ledek Acia menahan tawa melihat Erland yang kembali memintanya memasak .

" Ooohhh,,,, baiklah Aku tidak jadi memberi mu black card" ucap Erland yang merasa kesal saat terus di ledek Bocil itu .

" Black card" mata Acia yang sudah berjalan beberapa langkah itu langsung jreng mendengar black card .

" Aku sudah berniat akan memberikan nya tadi , tapi karena ka,,,," belum selesai Erland bicara .

" Haa iya . Acia masakin suami ku " ucap Acia langsung bergegas memasuki dapur lagi mendengar kata black card.

Sudah lama sekali Acia mengimpikan black card tanpa limit itu , dulu dia punya banyak hanya saja kebiasaan buruk Acia saat belanja membuat Papa nya menarik semua kartu itu mengganti nya dengan uang jajan harian .

" Baiklah. Aku mandi dulu" ucap Erland tersenyum tipis menatap Acia yang memasak semangat sekali karena di bujuk nya dengan black card.

" Ehhh Om kalau bohong Acia teror ya" teriak Bocil itu menatap punggung Erland yang perlahan menjauh .

" Iya " jawab Erland .

1 jam kemudian Erland baru kembali ke meja makan dengan stelan jas lengkapnya karena dia menyelesaikan beberapa pekerjaan di ruang kerja nya dulu .

" Mmmh,,, begini kalau punya istri ternyata pantas Daddy ku selalu semangat bangun pagi " senyum lebar Erland duduk dimeja makan lalu segera mengambil nasi .

Acia tak hanya memasakkan Erland sup tapi juga ayam goreng, sambal matah bahkan ada hidangan penutup nya walaupun hanya jeli susu.

Bocil itu sepertinya memasak dalam beberapa wajan sekaligus karena dia memasak banyak dalam waktu yang terbilang singkat .

" Gila enak banget " Erland Sudah keringatan tapi masih nambah terus memcocol ayam goreng kedalam sambal matah yang pedas namun enak itu .

Pagi ini Erland makan melebihi porsi kuli saking kecanduan nya dengan rasa masakan Acia bahkan Erland sendiri merasa malu melihat piring hidangan yang sudah kosong semua habis dia makan isinya.

" Omm,,,, mana black card Acia" pinta gadis kecil yang sudah siap-siap ingin pergi itu menghampiri Erland yang sudah berpindah duduk ke sofa ruang tengah.

Erland menatap Acia yang berdiri di depan nya memakai rok hitam pendek dengan atasan kemeja kotak tengah bergoyang-goyang kecil memainkan tali tas selempang nya .

" Kau memanggil ku Om lagi" ucap Erland yang tengah membersihkan keringat di keningnya dengan tisu bahkan melepas jas nya kembali saat merasa tubuhnya begitu panas .

" mana Black card nya Suamiku" manja Acia duduk di dekat Erland bahkan memijit lengan Erland dengan telaten .

next ..

Terpopuler

Comments

Warni Arni

Warni Arni

Gampang mah tinggal masak aja langsung dapat black card

2024-12-19

0

febby fadila

febby fadila

waaa aku juga mau kartux dong 😂😂😂

2025-01-06

0

Harris Arrayan

Harris Arrayan

Ntar klo udh dpt BC nya lo panggil Om lagi😁😁😁😁😁

2024-09-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 menjemput calon suami
2 Bab 2 membawa pulang
3 Bab 3 calon suami Acia
4 Bab 4 Apartemen Erland
5 Bab 5 mengunci nya
6 Bab 6 masakan Acia
7 Bab 7 sahabat Erland
8 Bab 8 sahabat Erland ²
9 bab 9 Papi Erland
10 Bab 10 nggak sayang Acia
11 Bab 11 Datang ke Club
12 Bab 12 Papa telpon
13 Bab 13 Jajanan pinggir jalan
14 bab 14 pertengkaran kecil
15 Bab 15 kesempatan kedua
16 Bab 16 keinginan Erland
17 Bab 17 menerima nya
18 Bab 18 pistol
19 bab 19 Artis cantik
20 Bab 20 licik nya Acia
21 Bab 21 Panda seperti apa?
22 Bab 22 keluguan Acia
23 Bab 23 Pelampiasan
24 Bab 24 Aci candu
25 Bab 25 istri sah
26 Bab 26 punya Hendric
27 bab 27 ruangan Erland
28 Bab 28 karet balon
29 Bab 29 By mau
30 Bab 30 lupa siapa Aku
31 Bab 31 Ailee
32 Bab 32 Hendric
33 Bab 33 kesalahan fatal
34 Bab 34 Villa
35 Bab 35 honeymoon
36 Bab 36 pohon mangga
37 Bab 37 perasaan Acia
38 Bab 38 suka masak
39 Bab 39 siapa Acia
40 Bab 40 kecemburuan Erland
41 Bab 41 rumah Erland
42 Bab 42 perlakuan berbeda
43 Bab 43 Jalan kaki
44 Bab 44 kucing Embul
45 Bab 45 Makan di luar
46 bab 46 By lemah
47 Bab 47 firasat seorang istri
48 bab 48 penghianatan
49 Bab 49 Tembakan
50 Bab 50 memenangkan hatimu
51 Bab 51 pemilik rumah sakit
52 Bab 52 Dokter muda
53 Bab 53 berhenti jadi mafia
54 Bab 54 istriku tidur
55 Bab 55 merakyat
56 Bab 56 ingin pulang
57 Bab 57 Mommy
58 Bab 58 Papi Embul
59 Bab 59 kangen
60 Bab 60 ke club
61 Bab 61 bertemu mertua
62 Bab 62 bawaan hamil
63 bab 63 balapan
64 Bab 64 di marahi
65 bab 65 satu milyar
66 Bab 66 Pacar Hendric
67 Bab 67 perasaan
68 Bab 68 perasaan Hendric
69 Bab 69 peluk walaupun sebentar
70 Bab 70 posisi dekat
71 Bab 71 keluar negeri
72 Bab 72 pesawat
73 Bab 73 cemburu
74 Bab 74 kota Sydney
75 Bab 75 penilaian
76 Bab 76 cobaan atau cobain
77 Bab 77 kolam renang
78 Bab 78 Sorry
79 Bab 79 Produk bagus
80 Bab 80 di sembunyikan
81 Bab 81 perasaan sensitif
82 Bab 82 tidak diakui
83 Bab 83 Tanda bukti
84 Bab 84 merasa gagal
85 Bab 85 merasakan sakit
86 Bab 86 baby Zain
87 Bocil nakal itu istriku
88 Cinta setelah pernikahan
Episodes

Updated 88 Episodes

1
Bab 1 menjemput calon suami
2
Bab 2 membawa pulang
3
Bab 3 calon suami Acia
4
Bab 4 Apartemen Erland
5
Bab 5 mengunci nya
6
Bab 6 masakan Acia
7
Bab 7 sahabat Erland
8
Bab 8 sahabat Erland ²
9
bab 9 Papi Erland
10
Bab 10 nggak sayang Acia
11
Bab 11 Datang ke Club
12
Bab 12 Papa telpon
13
Bab 13 Jajanan pinggir jalan
14
bab 14 pertengkaran kecil
15
Bab 15 kesempatan kedua
16
Bab 16 keinginan Erland
17
Bab 17 menerima nya
18
Bab 18 pistol
19
bab 19 Artis cantik
20
Bab 20 licik nya Acia
21
Bab 21 Panda seperti apa?
22
Bab 22 keluguan Acia
23
Bab 23 Pelampiasan
24
Bab 24 Aci candu
25
Bab 25 istri sah
26
Bab 26 punya Hendric
27
bab 27 ruangan Erland
28
Bab 28 karet balon
29
Bab 29 By mau
30
Bab 30 lupa siapa Aku
31
Bab 31 Ailee
32
Bab 32 Hendric
33
Bab 33 kesalahan fatal
34
Bab 34 Villa
35
Bab 35 honeymoon
36
Bab 36 pohon mangga
37
Bab 37 perasaan Acia
38
Bab 38 suka masak
39
Bab 39 siapa Acia
40
Bab 40 kecemburuan Erland
41
Bab 41 rumah Erland
42
Bab 42 perlakuan berbeda
43
Bab 43 Jalan kaki
44
Bab 44 kucing Embul
45
Bab 45 Makan di luar
46
bab 46 By lemah
47
Bab 47 firasat seorang istri
48
bab 48 penghianatan
49
Bab 49 Tembakan
50
Bab 50 memenangkan hatimu
51
Bab 51 pemilik rumah sakit
52
Bab 52 Dokter muda
53
Bab 53 berhenti jadi mafia
54
Bab 54 istriku tidur
55
Bab 55 merakyat
56
Bab 56 ingin pulang
57
Bab 57 Mommy
58
Bab 58 Papi Embul
59
Bab 59 kangen
60
Bab 60 ke club
61
Bab 61 bertemu mertua
62
Bab 62 bawaan hamil
63
bab 63 balapan
64
Bab 64 di marahi
65
bab 65 satu milyar
66
Bab 66 Pacar Hendric
67
Bab 67 perasaan
68
Bab 68 perasaan Hendric
69
Bab 69 peluk walaupun sebentar
70
Bab 70 posisi dekat
71
Bab 71 keluar negeri
72
Bab 72 pesawat
73
Bab 73 cemburu
74
Bab 74 kota Sydney
75
Bab 75 penilaian
76
Bab 76 cobaan atau cobain
77
Bab 77 kolam renang
78
Bab 78 Sorry
79
Bab 79 Produk bagus
80
Bab 80 di sembunyikan
81
Bab 81 perasaan sensitif
82
Bab 82 tidak diakui
83
Bab 83 Tanda bukti
84
Bab 84 merasa gagal
85
Bab 85 merasakan sakit
86
Bab 86 baby Zain
87
Bocil nakal itu istriku
88
Cinta setelah pernikahan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!