18. Pertemuan

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Klub khusus di pusat kota kecil..

Di sebuah ruangan yang mungkin bisa di sebut

sebagai ruang VVIP walau jauh dari kata layak,

terlihat beberapa pria berpakaian rapi sedang melakukan pembicaraan yang cukup serius.

Ada Tuan Abbas, Edgar dan juga beberapa orang

pengusaha lokal lainnya. Mereka tampaknya

sedang serius menyusun sebuah rencana.

"Kelihatannya orang suruhan Zein kali ini cukup

handal juga, apalagi sekarang putrinya ikut terjun

langsung ke lapangan.!"

Tuan Abbas tampak menyeringai penuh rasa

penasaran terhadap dua sosok menarik yang

beberapa hari ke belakang telah di temuinya.

Edgar terlihat sangat antusias, melirik tajam

kearah Tuan Abbas dengan tatapan antipati.

"Semua rencana yang telah anda susun gagal

Tuan, tidak ada satupun yang dapat mengusir

keberadaan kedua orang itu.!"

Desis Edgar sambil tersenyum mengejek. Tuan

Abbas merebahkan tubuhnya di sandaran sofa.

"Pengawal itu lumayan juga kemampuan nya,

tapi kalau soal putri Zein, tampaknya dia sudah lumayan trauma."

"Perlu aku ingatkan sekali lagi Tuan penguasa..

jangan sampai gadis itu mengalami luka lecet

sedikitpun.!"

"Tenang saja..aku pun sangat tertarik pada

wanita itu, dia gadis yang sangat menggiurkan.!"

"Ingat, gadis itu adalah jatahku.!"

"Hahaa..kau yang pertama, tidak masalah kalau

aku dapat jatah kedua. Kelihatan nya gadis itu

masih sangat murni..!"

"Gadis itu benar-benar luar biasa, hanya dengan

membayangkan keindahan tubuh nya saja, hasrat

ku bisa langsung menanjak.!"

Dengus Edgar dengan tidak tahu malu nya. Dua

orang pria lainnya tampak begitu tertarik.

"Benar-benar membuatku penasaran.!"

Desis seorang pria paruh baya yang kelihatannya

sudah siap dengan setelan resminya.

Tuan Abbas dan Edgar menatap pria paruh baya

tadi kemudian mereka menyeringai penuh arti.

"Kita jalankan rencana selanjutnya saat ini juga.

Kalau ini gagal, masih ada rencana lain nya untuk

melenyapkan pria itu dari muka bumi ini.!"

Geram Edgar dengan seringai iblis nya. Mereka

semua tertawa seolah kemenangan sudah ada

di depan mata.

------- -------

Agra memarkir mobilnya di area khusus yang

sudah di arahkan oleh seorang petugas parkir.

Kiran tampak mengernyitkan alisnya melihat

tempat pertemuan yang sudah di tentukan oleh

Tuan Hasim tersebut.

"Apa ini.? kenapa tempatnya seperti ini.?"

Gumam Kiran mulai merasakan tidak nyaman.

Dia melirik kearah Agra yang sedang mengamati

keadaan, tidak lama pria itu melakukan panggilan

telepon.

"Tetap di posisi.. kalau aku tidak keluar dalam

waktu setengah jam kalian boleh masuk.!"

"Baik Tuan..kami siaga sekarang.!"

Sahut suara di sebrang sana. Agra mengakhiri

panggilannya, dia melirik kearah Kiran, keduanya

saling pandang dalam diam.

"Kita lihat dulu, apa yang sedang di rencanakan

oleh orang tua itu.!"

Desis Agra mencoba meyakinkan Kiran yang

tampak menggeleng ragu, kembali melihat dan mengamati keadaan sekitar gedung yang sangat

di jaga ketat itu. Sekilas tempat ini seperti gedung yang tidak berpenghuni, sedikit menyeramkan

dengan suasana di sekitar nya yang minim penerangan.

"Tapi..tempat ini menyeramkan Agra..kalau

tahu akan seperti ini tempatnya, lebih baik

bagiku untuk membatalkan kesepakatan saja.!"

Keluh Kiran menyesali keputusannya untuk

datang ke tempat ini menemui kliennya yang

tiba-tiba saja memintanya bertemu di tempat

ini, tempat yang sudah di tentukan oleh nya.

"Kau memang keras kepala, dari awal aku sudah

memperingatkan padamu.!"

Desis Agra, dia keluar dari dalam mobil kemudian memutar badannya membuka pintu penumpang.

Kiran masih tampak ragu untuk turun. Agra

membuka dashboard mobil nya mengeluarkan

masker dari dalam sana.

Tanpa kata pria itu memakaikan masker tadi

ke wajah Kiran yang hanya bisa terdiam tidak bergerak. Dia hanya bisa menatap diam wajah

datar suaminya itu.

"Jangan membukanya sampai kita keluar dari

tempat ini, ayo kita masuk.!"

"Tapi Agra..aku takut, bagaimana kalau mereka

merencanakan sesuatu.!"

Kiran memegang tangan Agra penuh rasa ragu

sekaligus kekhawatiran yang kini tiba-tiba saja

menganggu perasaannya.

"Percayalah padaku, semuanya akan baik-baik

saja, kita lihat apa yang sebenarnya mereka

inginkan.!"

Suara Agra terdengar tenang namun tegas.

Akhirnya Kiran mengangguk pelan.

"Tetaplah di dekatku, bersamaku.!"

Titah Agra sambil kemudian mengetatkan jaket

yang di pakai Kiran. Keduanya saling pandang

kuat, hingga akhirnya Agra membantu Kiran

turun dari mobil setelah itu mereka mulai

berjalan kearah pintu masuk.

Ada beberapa penjaga berbadan besar di pintu

masuk yang langsung menghadang kedatangan

mereka dengan menghalanginya menggunakan

sebuah benda detektor.

"Kami ada janji bertemu dengan Tuan Hasim.!"

Tegas Agra dengan suara beratnya. Petugas itu

tampak terdiam sebentar, menatap intens wajah

Kiran yang tertutup masker.

"Tolong buka penutup wajahnya.! "

Tunjuk nya pada wajah Kiran yang langsung saja

terkejut dan tegang.

"Jangan macam-macam..! kami hanya akan

sebentar saja berada di dalam.!"

Geram Agra sambil menepis tangan petugas itu

yang terulur kearah Kiran. Gadis itu mundur ke

belakang tubuh Agra, tangan mereka saling

menggenggam kuat.

Petugas tadi saling mengadu tatap dengan Agra

dan hanya dalam beberapa detik saja orang itu

langsung menundukkan kepalanya.

"Silahkan masuk.!"

Ucapnya kemudian. Agra dan Kiran masuk ke

dalam ruangan yang terlihat remang-remang

itu. Setelah melewati satu ruangan paling depan

mereka sampai di ruangan utama yang sontak

saja membuat Kiran membelalakan matanya

melihat pemandangan yang tersaji di dalamnya.

Puluhan orang sedang duduk melingkar di meja-

meja bundar. Mereka sedang melakukan praktek

perjudian. Ada juga yang sedang minum-minum,

bermain perempuan dengan melakukan hal-hal

di luar batas di tempat terbuka. Sebagian lagi ada

yang sedang berjoget ria dengan suasana yang langsung membuat bulu kuduk Kiran merinding.

Sungguh sebuah pemandangan yang sangat

mengerikan.Tempat tertutup ini ternyata markas

segala kebusukan yang terjadi di balik kehidupan

sederhana warga masyarakat di kota kecil ini.

Tidak terbayangkan sebelumnya oleh Kiran

kalau dia akan melihat dan menyaksikan sendiri

tempat yang sangat menjijikkan ini.

"Agra.. sebaiknya kita keluar saja, tampaknya ini

bukan tempat yang layak untuk kita datangi..!"

Bisik Kiran sambil merapatkan dirinya ke dekat

Agra yang terlihat santai saja melihat semua ini.

"Tenanglah..jangan membuat pergerakan yang

bisa membuat mereka curiga.!"

"Tapi aku tidak nyaman ada di tempat ini Agra..

Kau lihat bagaimana manusia-manusia itu.!"

"Aku tahu, tetaplah tenang..Kau bersamaku.!"

Bisik Agra berusaha menenangkan. Akhirnya

Kiran mencoba memberanikan diri, dia berjalan

tenang di samping Agra yang melangkah naik

ke lantai kedua melewati orang-orang yang

mulai melirik kearah kedatangan mereka.

Postur tubuh mereka yang berbeda dari orang

lain tampak nya cukup menarik perhatian orang-

orang itu, apalagi bentuk tubuh Kiran yang tinggi ramping dengan lekuk yang menggiurkan

membuat semua mata lelaki di tempat itu

menatapnya penuh minat.

Agra mempercepat langkah nya hingga kini

mereka ada di depan sebuah ruangan VVIP

yang hanya ada satu-satunya di tempat itu.

"Silahkan.. kalian sudah di tunggu oleh Tuan

Hasim.!"

Seorang laki-laki bertubuh besar berkumis tebal

membukakan pintu ruangan. Agra dan Kiran

masuk ke dalam ruangan itu di sambut oleh

seorang pria paruh baya dan beberapa orang

pria yang ada di tempat itu.

Setelah berbasa-basi sebentar akhirnya mereka

duduk saling berhadapan langsung melakukan

pembicaraan. Namun seperti dugaan awal Agra, laki-laki itu tampak nya memang tidak serius

dengan komitmen nya. Pria paruh baya itu

menjatuhkan harga yang sama dengan yang

sudah di tawarkan oleh perusahaan Edgar.

Kiran habis kesabaran, dia merasa sia-sia saja

datang ke tempat yang sangat tidak layak ini.

Orang tua ini ternyata hanya mempermainkan

dirinya saja, dia mulai merasakan gelagat tidak

beres dari gesture tubuh pria setengah baya itu.

"Baiklah Tuan, saya rasa pembicaraan ini cukup

sampai di sini saja, tidak ada kesepakatan apa

pun yang bisa kita lakukan sekarang.!"

Kiran mengakhiri pembicaraan nya sambil

membereskan kembali semua berkas dari

atas meja.Tuan Hasim nampak tersenyum

miring melihat reaksi keras Kiran.

"Haha..Nona Kiran.. tenanglah, jangan emosi

dulu. Saya kira kita masih bisa membicarakan

ini baik-baik, bagaimana kalau saya menaikkan

harga sesuai dengan keinginan anda.!"

Kiran menatap tajam wajah pria bertubuh subur

itu dengan sorot mata tidak percaya.

"Apa maksud anda Tuan.?"

"Kita bisa membuat kesepakatan baru yang

tentunya sama-sama menguntungkan.!"

"Tuan Hasim.. sebagai seorang pengusaha, saya

rasa anda tahu benar arti sebuah komitmen.!apa

yang anda inginkan sebenarnya.?"

Seringai senyum licik tergambar di raut wajah

pria setengah baya itu. Dia melirik sekilas ke

arah Agra yang dari tadi hanya diam melihat

dan mengamati keadaan. Wajah pria dengan

tampang urakan itu terlihat sangat dingin.

"Kami akan memberikan harga melebihi apa

yang anda tawarkan asalkan Nona bersedia

menemani kami makan malam.!"

Brakk !!

Dalam sekali gerakan Agra melempar meja besar

yang ada di depan mereka semua hingga jatuh

membentur dinding ruangan, hancur berantakan.

Semua mata orang-orang yang ada di tempat itu

tampak melongo kaget dengan gerakan cepat

Agra.

Kiran mundur ke belakang Agra setelah pria itu

menarik tangannya. Kini Agra berdiri tegak di

hadapan 5 pria tadi yang langsung mundur

dengan wajah tegang.

"Kau..hanyalah pengusaha kecil, tapi mulut dan

nyalimu cukup besar juga rupanya.!"

Agra menggeram seraya maju mengepalkan

kedua tinjunya dengan menggerakkan kepala

nya, tatapannya tampak menyala bagai seekor

harimau buas yang siap menerkam mangsa.

"Hei..kau hanyalah seorang penjaga kebun, kau

tidak punya urusan disini, sebaiknya kamu enyah

dari tempat ini kalau tidak ingin nyawamu lenyap malam ini juga.!"

Gertak Tuan Hasim sambil menatap waspada

melihat pergerakan Agra yang semakin maju.

"Kau sudah berani menghina ku.! kau berani

menghina milikku, aku pastikan hidupmu ke

depan tidak akan sama lagi.!"

Geram Agra dengan intonasi suara yang berbeda

penuh dengan intimidasi. Tuan Hasim tampak tersenyum remeh saat mendengar ucapan Agra barusan.

"Hahaa..kau hanyalah kacung rendahan, justru

hidupmu lah yang akan berakhir malam ini !"

Ucap Tuan Hasim sambil kemudian bertepuk

tangan 2 kali, dan tiba-tiba ke dalam ruangan

muncul beberapa pria berbadan besar yang

masing-masing membawa senjata di tangan.

Kiran langsung memucat melihat orang-orang

itu, dia mundur merapatkan dirinya di dinding

ruangan di belakang tubuh Agra.

Sementara Agra hanya tersenyum sinis melihat

kearah kedatangan orang-orang itu.

"Ayo maju kalian semua..!"

Tantang Agra tanpa takut sedikitpun, orang-

orang itu saling lirik sebentar, geram melihat

Agra yang terlihat tidak ada takut-takut nya.

"Serang...!!"

Seru Tuan Hasim, serentak orang-orang berbadan

besar itu maju menyerang Agra dari arah depan

dengan gerakan yang sangat brutal.

Akhirnya perkelahian pun tidak bisa di hindari.

Dengan gerakan cepat dan lincah Agra meladeni

serangan orang-orang itu tanpa kesulitan.

Beberapa saat kemudian mereka semua sudah

terdesak dan mulai berjatuhan satu per satu.

Namun dari arah pintu masuk kembali datang

beberapa orang dengan senjata yang lebih

lengkap, tampaknya semua ini memang sudah

di siapkan dengan sangat baik.

Wajah Kiran semakin terlihat pucat saat Agra

di kurung dan di serang oleh sekitar 10 orang

dengan senjata lengkap di tangan.

"Agra awass...!"

Kiran menjerit histeris saat salah satu lawan

nya berhasil memasukkan tendangan ke tubuh

bagian belakang Agra hingga dia terhuyung ke

depan dan lawan dari depan kembali mencoba

memukulnya. Namun Agra berhasil menghindar

dan kembali pada posisi siap.

"Awww.. lepasin.! Agraa...!"

Kiran mencoba berontak ketika tiba-tiba Tuan

Hasim dan dua temannya menyeret tangan Kiran

di bawa keluar ruangan. Mata Agra tampak

makin menyala dia mempercepat gerakan nya

membagikan pukulan dan tendangan kearah

lawan-lawan nya yang langsung berjatuhan.

Kiran kini di paksa turun ke lantai bawah, Tuan

Hasim berhasil merenggut masker dari wajah

Kiran hingga kini semua mata tertuju padanya.

"Lepasin..! apa yang kalian inginkan.!"

Teriak Kiran mencoba melepaskan diri dari

cengkraman tangan Tuan Hasim yang masih

menganga menatap terpesona padanya.

Semua orang yang tadi sedang melakukan

aktifitas masing-masing kini bergerak bangkit

seperti robot, maju mendekat kearah Kiran

yang masih mencoba melepaskan diri.

"Wah wahh.. darimana datangnya bidadari ini,

kenapa wanita secantik ini bisa kesasar ke

tempat ini.!"

Ucap seorang pria dengan tatapan tiada henti

melahap sekujur tubuh Kiran yang kini terdiam

gemetar melihat manusia-manusia aneh itu

maju secara bersamaan kearah nya.

"Sepertinya dia memang sengaja di kirim untuk

menghangatkan malam ini..!"

Sahut yang lain dengan tatapan liarnya. Kiran

semakin syok melihat semua pemandangan

mengerikan itu.

"Agraa.... tolong akuu...!"

Kiran menjerit histeris saat orang-orang itu kini

merangsek maju seakan ingin menerkamnya.

Namun sebelum manusia-manusia itu bisa

menyentuh Kiran Agra datang meloncat dari

lantai atas langsung menyerang membabat

habis orang-orang yang ada di barisan paling

depan termasuk Tuan Hasim.

Tanpa jeda Agra kembali menghajar Tuan Hasim

habis-habisan hingga pria paruh baya itu kini

tergeletak tak berdaya dalam keadaan babak

belur mengenaskan.

Kiran melompat kedalam pelukan Agra saat

pria itu mendekat padanya. Agra balik memeluk

erat tubuh Kiran dengan satu tangan tapi dia

tetap waspada karena orang-orang yang lain

kini maju merangsek kearahnya.

"Agraa..aku takuut..tolong bawa aku dari sini..!"

Isak Kiran makin mempererat pelukannya.

Masih memeluk Kiran, Agra mundur perlahan

ke sisi ruangan, dia mengeluarkan senjata dan

meletuskan nya ke udara memberi peringatan.

"Berhenti..! atau kalian akan terluka..!"

Bentakkan Agra menggema di dalam ruangan

membuat semua orang terdiam di tempat.

Namun dari arah lain kembali berdatangan

pasukan baru yang siap menyerang nya dan

menghabisinya..

 

**********

 

TBC.....

Terpopuler

Comments

Mar Wiyah

Mar Wiyah

kalau sy lebih suka cerita putra mahkota..soalnya emosi turun naik di buatnya🤣🤣🙏🙏

2024-09-20

0

andi hastutty

andi hastutty

kisah Devan paling top wanitanya tangguh

2023-10-27

1

pa_inah

pa_inah

gemessss ikkk, tokoh utama yg merepotkan😅😅

2023-03-17

1

lihat semua
Episodes
1 1. Pendahuluan..
2 2. Permohonan
3 3. Kota Kecil
4 4. Pengawal Aneh
5 5. Di Paksa Menikah
6 6. Suami Istri
7 7. Tiba Di Villa
8 8. Barbie Hidup
9 9. Hari Pertama
10 10. Pondok Sewon
11 11. Serangan Malam
12 12. Tamu Penting
13 13. Tuan Agra Bintang
14 14. Pergi Ke Pasar
15 15. Sentuhan Pertama
16 16. Gugup
17 17. Ancaman
18 18. Pertemuan
19 19. Hukum Adat
20 20. Hipotermia
21 21. Balapan
22 22. Persiapan
23 23. Serangan Fajar
24 24. Akhirnya
25 25. Di Culik Mantan
26 26. Terpuruk
27 27. Terkejut
28 28. Perjumpaan
29 29. Calon Tunangan
30 30. Tertabrak
31 31. Istana Hadiningrat
32 32. Terpaksa Menginap
33 33. Bertemu Nyobes
34 34. Teh Hijau
35 35. Syok
36 36. Datang Malam-Malam
37 37. Godaan Pagi
38 38. Menginginkan Lebih
39 39. Eyang Putri
40 40. Ritual Aneh
41 41. Bermandikan Cahaya Bulan
42 42. Tersirap
43 43. Big Party
44 44. Kecewa
45 45. Masih Butuh Waktu
46 46. Pengumuman
47 47. Prosesi Penjemputan
48 48. Di Boyong Suami
49 49. Setengah Malam
50 50. Nona Muda Hadiningrat
51 51. Hoshi & Sachi
52 52. Hancur
53 53. Kacau
54 54. Bukan Tandingan
55 55. Sebenarnya Sayang
56 56. Sambutan Mengejutkan
57 57. Istana Hiroki
58 58. Makan Malam Mencekam
59 59. Terkena Racun
60 60. Di Restui
61 61. Jamuan Khusus
62 62. Nostalgia
63 63. Sekretaris Baru
64 64. Di Buru Wartawan
65 65. Makan Siang Spesial
66 66. Kehilangan
67 67. Kejutan Di Pagi Hari
68 68. Berkunjung
69 69. Mati Kutu
70 70. Pingsan
71 71. Kabar Gembira
72 72. Malam Istimewa
73 73. Bidadari Sang Bintang
74 74. Masuk Perangkap
75 75. Sapu Bersih
76 76. Candle Light Dinner
77 77. Di Pingit
78 78. Malam Kebahagiaan
79 79. Pergi Ke Pantai
80 80. Happy Ending
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pendahuluan..
2
2. Permohonan
3
3. Kota Kecil
4
4. Pengawal Aneh
5
5. Di Paksa Menikah
6
6. Suami Istri
7
7. Tiba Di Villa
8
8. Barbie Hidup
9
9. Hari Pertama
10
10. Pondok Sewon
11
11. Serangan Malam
12
12. Tamu Penting
13
13. Tuan Agra Bintang
14
14. Pergi Ke Pasar
15
15. Sentuhan Pertama
16
16. Gugup
17
17. Ancaman
18
18. Pertemuan
19
19. Hukum Adat
20
20. Hipotermia
21
21. Balapan
22
22. Persiapan
23
23. Serangan Fajar
24
24. Akhirnya
25
25. Di Culik Mantan
26
26. Terpuruk
27
27. Terkejut
28
28. Perjumpaan
29
29. Calon Tunangan
30
30. Tertabrak
31
31. Istana Hadiningrat
32
32. Terpaksa Menginap
33
33. Bertemu Nyobes
34
34. Teh Hijau
35
35. Syok
36
36. Datang Malam-Malam
37
37. Godaan Pagi
38
38. Menginginkan Lebih
39
39. Eyang Putri
40
40. Ritual Aneh
41
41. Bermandikan Cahaya Bulan
42
42. Tersirap
43
43. Big Party
44
44. Kecewa
45
45. Masih Butuh Waktu
46
46. Pengumuman
47
47. Prosesi Penjemputan
48
48. Di Boyong Suami
49
49. Setengah Malam
50
50. Nona Muda Hadiningrat
51
51. Hoshi & Sachi
52
52. Hancur
53
53. Kacau
54
54. Bukan Tandingan
55
55. Sebenarnya Sayang
56
56. Sambutan Mengejutkan
57
57. Istana Hiroki
58
58. Makan Malam Mencekam
59
59. Terkena Racun
60
60. Di Restui
61
61. Jamuan Khusus
62
62. Nostalgia
63
63. Sekretaris Baru
64
64. Di Buru Wartawan
65
65. Makan Siang Spesial
66
66. Kehilangan
67
67. Kejutan Di Pagi Hari
68
68. Berkunjung
69
69. Mati Kutu
70
70. Pingsan
71
71. Kabar Gembira
72
72. Malam Istimewa
73
73. Bidadari Sang Bintang
74
74. Masuk Perangkap
75
75. Sapu Bersih
76
76. Candle Light Dinner
77
77. Di Pingit
78
78. Malam Kebahagiaan
79
79. Pergi Ke Pantai
80
80. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!