6. Suami Istri

 

*********

 

Agra saat ini sedang melakukan pembicaraan

serius dengan para penghulu. Dia juga kembali

melakukan panggilan telepon pada seseorang.

Dan seorang ustadz yang juga bertindak sebagai

penghulu di tempat itu tampak meraih ponsel

yang di sodorkan oleh Agra lalu berbicara dengan seseorang di telepon.

"Baiklah kalau begitu Tuan.. Insya Allah saya

akan bertanggung jawab untuk hal ini. Maaf

atas semua ketidaknyamanan ini Tuan."

Ucap pak Ustadz dengan wajah sedikit tidak

enak, rupanya dia sedang berbicara dengan

Tuan Zein yang memberi kuasa kepada ustadz

tadi untuk mewakili dirinya.

"Baik Tuan..kami hanya menjalankan aturan

adat yang berlaku di tempat kami."

Kembali ucap ustadz itu, tidak lama akhirnya dia mengakhiri pembicaraan nya dan menyerahkan

kembali ponsel itu ke tangan Agra.

Mungkin ini sedikit tidak masuk akal bagi Kiran

maupun Agra. Mereka harus menikah tanpa

persiapan ataupun persetujuan kedua belah

pihak terlebih dahulu, namun aturan adat yang

berlaku tidak bisa di kesampingkan begitu saja.

Dengan terpaksa mereka harus menjalani semua

ini walaupun masih tidak bisa menerima nya.

Demi menghormati aturan yang ada, keduanya

mau tidak mau harus melaksanakan nya.

Kiran keluar dari ruangan tempat nya bersiap

di iringi oleh ibu-ibu yang tadi bersamanya.Dia

terlihat mengenakkan baju adat daerah itu yang

tampak cantik melekat di tubuh indahnya.

Rambutnya di gelung manis, dengan polesan

natural di wajahnya.

Semua mata tampak terkesima melihat pesona

kecantikan gadis kota itu yang benar-benar

menyilaukan mata setiap orang. Agra melihat

kearah kedatangan Kiran, rahangnya mengeras,

tangannya terkepal kuat saat melihat bagaimana

orang-orang menatap melongo ke arah Nona

mudanya itu seakan sedang melahapnya.

Agra segera bangkit berdiri dari duduknya saat

Kiran mendekat kearahnya. Keduanya kini saling

menatap kuat, sorot mata Kiran terlihat jelas menghakimi Agra atas semua peristiwa aneh

yang kini harus di jalaninya. Tangannya tampak mencengkram kuat ujung pakaian nya.

"Maafkan saya Nona.. saya juga tidak tahu

kalau kejadiannya akan seperti ini."

Bisik Agra dengan memalingkan pandangannya.

Kiran memejamkan mata sesaat menahan rasa

kesal yang kini seakan sudah menelan dirinya.

"Aku tidak akan memaafkan mu untuk semua

kejadian ini Tuan pengawal..!"

Desis Kiran semakin kuat meremas pakaian yang

di kenakannya menahan rasa geram.

"Silahkan kalian duduk..Kita akan segera mulai

acaranya.!"

Kepala desa mengingatkan kemudian setelah

dia sadar dari keterpesonaan nya terhadap Kiran.

Agra dan Kiran akhir nya duduk berdampingan

di depan dua penghulu juga beberapa saksi.

Semua orang tampak antusias, memandangi

pasangan tersebut silih berganti dengan sorot

mata yang begitu terpesona pada keduanya.

Mereka juga tiada henti bergosip ria.

"Baiklah..kita mulai saja acara ijab kabul nya.

Kami sudah memeriksa kartu identitas kalian

berdua. Semuanya asli ya.."

Ujar pak penghulu seraya menatap sedikit

ragu dan segan kearah Agra.

"Kami sudah tahu alasan kalian datang ke

daerah ini, tapi yang jelas hukum adat harus

tetap di tegakkan tanpa melihat latar belakang

ataupun kedudukan kalian..!"

Kembali ucap pak penghulu menjelaskan.

Kiran hanya terdiam menundukkan kepala

sambil memanjatkan doa dalam hatinya.

Saat ini dia tidak peduli pada semua ucapan

dan pernyataan pak penghulu yang sedang

meyakinkan identitas dan nama lengkap dari

kedua calon mempelai itu. Yang dia pedulikan

adalah perasaannya yang masih saja tidak bisa menerima semua kenyataan ini.

Tuhan.. tolong, kalau ini memang jalan yang

harus di tempuhnya, maka lancarkan lah semua

nya, tapi kalau ini bukan jalan hidupnya semoga

ada sesuatu yang bisa mengubah semua ini.!

Sedang Agra tampak duduk tegak penuh

kharisma yang anehnya bisa begitu kuat dari

seorang pria berpenampilan berantakan seperti

dirinya.! Dia mendengarkan semua perkataan

pak penghulu dengan seksama.

Pak penghulu memulai prosesi akad nikah ini

dengan berdoa terlebih dahulu. Setelah melihat

kartu identitas kedua orang asing itu, ternyata

mereka berdua adalah seorang muslim, maka

hal itu cukup memudahkan semua acara ini

karena penduduk di kota kecil ini juga mayoritas

adalah muslim.

Kiran memejamkan matanya.. apakah ini tidak

bisa di batalkan.? dia menggigit bibirnya sendiri

saat Agra mulai berjabat tangan dengan ustadz

yang berlaku sebagai wali hakim.

Semua orang menahan napas saat Agra bersiap

merunut pernyataan wali hakim. Kiran semakin

menundukan kepalanya memohon kepada Tuhan

agar semua ini tidak terjadi. Bayangan wajah

ayah dan ibunya kini memenuhi pikirannya.

Namun sepertinya semua ini memang sudah

menjadi takdirnya. Tidak bisa di cegah lagi..

Agra mengucapkan ijab kabul pernikahan dalam

satu tarikan napas dengan sangat lancar tanpa hambatan.

"Bagaimana, sah.?!"

"Saahh..!"

Serempak semua hadirin dengan kompak.

"Alhamdulillah.. Barakallahu.."

Pak penghulu langsung memanjatkan doa

khusyuk dan panjang karena semua prosesi

sakral ini berjalan dengan baik dan lancar.

Agra menarik napas panjang, sementara Kiran

hanya bisa meneteskan air mata perih. Kenapa

jadi begini ya Allah..?

"Alhamdulillah.. sekarang kalian berdua sudah

sah menjadi suami istri, sah di mata agama

maupun negara.!"

Tegas pak penghulu sambil memandangi kedua

nya yang masih saling terdiam mencoba untuk

meyakini semua kenyataan ini.

"Nah..karena sekarang kalian sudah halal, kalian

bisa melakukan apapun yang kalian mau tanpa

takut terjadi fitnah atau zina.! silahkan Tuan

Agra anda bisa mencium kening istrinya.!"

Ucap Pak penghulu membuat tubuh kedua orang

itu tampak menegang seketika. Orang-orang kini

kembali riuh rendah berbicara tidak jelas. Mereka

memfrovokasi Agra agar segera mencium Kiran.

"Ayo Tuan.. silahkan sentuh istrinya. Dia sudah

menjadi milik anda sekarang.!"

Pak penghulu kembali mengingatkan seraya

menatap heran kearah Agra yang masih terlihat

ragu dalam diam. Istri kepala desa tampak

berbisik di dekat Kiran yang langsung terkejut.

Akhirnya Kiran melirik kearah Agra yang juga

sedang meliriknya. Keduanya saling pandang

dengan sorot mata yang sama-sama kompleks.

Perlahan sedikit bergetar tangan Agra meraih

kening Kiran yang sontak memejamkan mata

saat laki-laki yang tiba-tiba saja menjadi suami

nya itu mencium lembut kening nya, lama..

Keduanya saling memejamkan mata, entah apa

yang kini sedang mereka rasakan. Ada gelenyar

aneh yang mengalir hangat di setiap tetesan

darah mereka dan tidak di sadari keduanya.

Kiran menjerit perih dalam hatinya..Tuhan..

apakah ini semua sudah benar, bagaimana bisa

pria pengawalnya itu menjadi suaminya.!

Bahkan dalam mimpi pun dia tidak pernah

membayangkan bahwa pernikahan nya akan

se tragis ini.!!

******* *******

Setelah semua urusan yang tidak terduga itu

beres, mereka kembali melanjutkan perjalanan

yang sempat tertunda. Keduanya saling membisu dengan isi pikiran masing-masing yang sama-

sama berkecamuk. Saat ini Kiran merasa masih berada di dalam mimpi.

"Aku ingatkan padamu Tuan Agra..biarkan semua

ini hanya di antara kita saja yang tahu.! aku belum

bisa menerima semua ini..!"

Tiba-tiba ucap Kiran dengan suara yang sangat

tertekan dan masih saja tidak terima.

"Lakukan semua sesuai keinginan anda Nona.

Saya tidak akan mengubah apapun yang harus

terjadi selama anda ada di sini.!"

"Aku akan belajar untuk menerima semua ini

secara pelan-pelan.! kalau tidak bisa juga, maka setelah tugasku di tempat ini selesai kita akan

mencari penyelesaian yang terbaik untuk semua

masalah ini.!"

Kembali tegas Kiran mengambil keputusan.

Agra melirik sekilas kearah Kiran, wajahnya

semakin terlihat dingin. Cengkraman tangan

nya di setir mobil semakin kuat.

"Saya hanya bertugas untuk menjaga dan mendampingi anda selama ada di tempat ini.!

silahkan lakukan yang menurut anda benar.!"

Sahut Agra terdengar dingin. Kiran memalingkan

wajahnya kearah jendela. Saat ini dia sudah

kembali berpakaian tomboy hanya saja tidak menggunakan masker karena rasanya itu tidak

di perlukan lagi, mengingat sekarang ini mereka

tidak berada di tempat umum.

Jalanan yang mereka tempuh kini sudah masuk

ke kedalaman hutan yang sangat sunyi. Kiran

mulai merasakan sedikit tidak nyaman dengan suasana di sepanjang jalan yang mereka susuri.

Dia mencengkram sabuk pengaman dengan kuat.

Sedang tatapan Agra saat ini tampak waspada

melihat keadaan sekitar jalanan karena dia mulai

merasakan ada gelagat tidak beres. Dan benar

saja, apa yang di khawatirkan akhirnya nongol

juga. Ada beberapa bayangan yang meloncat

ke tengah jalan.

Agra mengerem mobilnya dengan mendadak

membuat tubuh Kiran terhuyung ke depan.

Mata nya tampak membulat sempurna karena

rasa terkejut. Untung saja dengan sigap telapak

tangan Agra yang kuat menahan kening Kiran

hingga tidak membentur dashboard mobil.

Kiran yang siap menyemburkan omelan nya

pada pengawal sekaligus suaminya itu tiba-tiba

saja menutup mulutnya ketika dia melihat di

depan mobilnya kini ada sekitar 6 orang laki-laki bertopeng dengan tampilan menyeramkan

tengah berdiri menghadang mobil mereka.

Dan yang membuat nyali Kiran ciut adalah

orang-orang itu tidak berdiri dengan tangan

kosong. Berbagai senjata kini ada di tangan

mereka, mulai dari clurit, rantai, pentungan

sampai dengan linggis.

Wajah Kiran tampak sedikit memucat melihat bagaimana seram nya orang-orang itu yang kini

maju mendekat dengan tatapan buasnya.

Namun tampaknya Agra tidak terlihat panik

ataupun takut, dia menatap dingin kearah para

perampok kutu kupret itu dengan wajah datar

tanpa ekspresi apapun. Saat para perampok itu

semakin mendekat Agra mulai bergerak, tapi

terhenti saat Kiran menahan tangannya.

Keduanya saling pandang kuat. Ada sorot mata

penuh kecemasan yang kini terlihat dari mata

indah Kiran.

"Tidak apa-apa Nona, jangan keluar dari mobil.!"

Ucap Agra meyakinkan, Kiran menggelengkan

kepala kuat.

"Berikan saja apa yang mereka inginkan.!"

Agra hanya tersenyum smirk masih menatap

tajam wajah istrinya itu.

"Aku ingatkan sekali lagi, jangan keluar mobil.!"

Tegasnya sambil kemudian membuka pintu

mobil, menguncinya otomatis dari luar. Kiran

hanya bisa menatap cemas kearah pengawal

nya itu yang kini berjalan santai kearah barisan

para perampok yang sedang menatap kearah

nya dengan senyum meremehkan.

Kini Agra sudah berhadapan dengan barisan perampok itu dengan tangan kosong tanpa

senjata apapun di tangannya.

Dia menggerakkan kepala untuk meregangkan otot-otot nya. Kemudian menggerakkan tangan

melemaskan persendian, tatapannya tidak lepas

kearah barisan perampok tadi yang terlihat saling pandang dengan tatapan mengejek kearah Agra.

"Apa yang kalian inginkan.?"

Tanya Agra yang kini sudah berdiri siaga.

"Serahkan barang-barang kalian, maka kalian

bisa lewat dengan aman..!"

"Kalau tidak.?"

Potong Agra dengan tatapan elangnya, dia

memiringkan kepalanya hingga rambutnya

jatuh berantakan di sekitar pelipisnya.

"Nyawa kalian jadi taruhannya.!"

Geram kepala perampok mulai memutar

pentungan menggertak Agra. Yang lain juga

mulia menggerakkan semua senjatanya

berusaha untuk mengintimidasi Agra.

"Ohh..kalau begitu kita lihat saja siapa disini

yang sedang menaruhkan nyawa..!"

Desis Agra sambil tersenyum miring membuat

para perampok itu menggeram.

"Habisi dia..!"

Seru kepala perampok sambil menyerang Agra.

Mereka semua langsung bergerak cepat berusaha

menyerang Agra dari segala arah. Akhirnya pertarungan pun tidak terelakkan lagi.

Kiran menutup wajahnya di penuhi kepanikan

saat melihat Agra kini di kepung oleh 6 orang perampok dengan senjata lengkap.

Namun laki-laki itu ternyata memiliki ilmu bela

diri bukan main-main. Dia terlihat menggerakkan tubuhnya dengan lincah menghindari setiap

serangan brutal dari lawan tanpa gerakan yang

berlebihan. Kemudian langsung melakukan

serangan balik dengan memasukan tendangan

dan pukulan ke berbagai titik vital di tubuh lawan hingga menyebabkan mereka terhuyung ke

belakang, senjata di tangan mereka langsung

di tendang dalam satu gerakan cepat oleh Agra

hingga terpental.

Tanpa memberi jeda untuk mengambil napas

Agra kembali melakukan serangkaian serangan

dengan gerakan kilat membagi pukulan juga

tendangan mematikan ke tubuh para perampok

itu hingga kini mereka terkapar semuanya di

atas jalan dengan kondisi yang cukup parah,

mulut dan hidungnya mengeluarkan darah.

Tubuh mereka hancur babak belur.

 

*********

 

TBC....

Terpopuler

Comments

Dhia Syarafana

Dhia Syarafana

arga Bimantara

2024-12-07

0

Mar Wiyah

Mar Wiyah

Agra mah sudah siap lahir batin ijab kabulnya..

2024-09-20

0

Mar Wiyah

Mar Wiyah

gimana GK hapal soalnya Arga ttp belajar sprtinya🤣🤣

2024-09-20

0

lihat semua
Episodes
1 1. Pendahuluan..
2 2. Permohonan
3 3. Kota Kecil
4 4. Pengawal Aneh
5 5. Di Paksa Menikah
6 6. Suami Istri
7 7. Tiba Di Villa
8 8. Barbie Hidup
9 9. Hari Pertama
10 10. Pondok Sewon
11 11. Serangan Malam
12 12. Tamu Penting
13 13. Tuan Agra Bintang
14 14. Pergi Ke Pasar
15 15. Sentuhan Pertama
16 16. Gugup
17 17. Ancaman
18 18. Pertemuan
19 19. Hukum Adat
20 20. Hipotermia
21 21. Balapan
22 22. Persiapan
23 23. Serangan Fajar
24 24. Akhirnya
25 25. Di Culik Mantan
26 26. Terpuruk
27 27. Terkejut
28 28. Perjumpaan
29 29. Calon Tunangan
30 30. Tertabrak
31 31. Istana Hadiningrat
32 32. Terpaksa Menginap
33 33. Bertemu Nyobes
34 34. Teh Hijau
35 35. Syok
36 36. Datang Malam-Malam
37 37. Godaan Pagi
38 38. Menginginkan Lebih
39 39. Eyang Putri
40 40. Ritual Aneh
41 41. Bermandikan Cahaya Bulan
42 42. Tersirap
43 43. Big Party
44 44. Kecewa
45 45. Masih Butuh Waktu
46 46. Pengumuman
47 47. Prosesi Penjemputan
48 48. Di Boyong Suami
49 49. Setengah Malam
50 50. Nona Muda Hadiningrat
51 51. Hoshi & Sachi
52 52. Hancur
53 53. Kacau
54 54. Bukan Tandingan
55 55. Sebenarnya Sayang
56 56. Sambutan Mengejutkan
57 57. Istana Hiroki
58 58. Makan Malam Mencekam
59 59. Terkena Racun
60 60. Di Restui
61 61. Jamuan Khusus
62 62. Nostalgia
63 63. Sekretaris Baru
64 64. Di Buru Wartawan
65 65. Makan Siang Spesial
66 66. Kehilangan
67 67. Kejutan Di Pagi Hari
68 68. Berkunjung
69 69. Mati Kutu
70 70. Pingsan
71 71. Kabar Gembira
72 72. Malam Istimewa
73 73. Bidadari Sang Bintang
74 74. Masuk Perangkap
75 75. Sapu Bersih
76 76. Candle Light Dinner
77 77. Di Pingit
78 78. Malam Kebahagiaan
79 79. Pergi Ke Pantai
80 80. Happy Ending
Episodes

Updated 80 Episodes

1
1. Pendahuluan..
2
2. Permohonan
3
3. Kota Kecil
4
4. Pengawal Aneh
5
5. Di Paksa Menikah
6
6. Suami Istri
7
7. Tiba Di Villa
8
8. Barbie Hidup
9
9. Hari Pertama
10
10. Pondok Sewon
11
11. Serangan Malam
12
12. Tamu Penting
13
13. Tuan Agra Bintang
14
14. Pergi Ke Pasar
15
15. Sentuhan Pertama
16
16. Gugup
17
17. Ancaman
18
18. Pertemuan
19
19. Hukum Adat
20
20. Hipotermia
21
21. Balapan
22
22. Persiapan
23
23. Serangan Fajar
24
24. Akhirnya
25
25. Di Culik Mantan
26
26. Terpuruk
27
27. Terkejut
28
28. Perjumpaan
29
29. Calon Tunangan
30
30. Tertabrak
31
31. Istana Hadiningrat
32
32. Terpaksa Menginap
33
33. Bertemu Nyobes
34
34. Teh Hijau
35
35. Syok
36
36. Datang Malam-Malam
37
37. Godaan Pagi
38
38. Menginginkan Lebih
39
39. Eyang Putri
40
40. Ritual Aneh
41
41. Bermandikan Cahaya Bulan
42
42. Tersirap
43
43. Big Party
44
44. Kecewa
45
45. Masih Butuh Waktu
46
46. Pengumuman
47
47. Prosesi Penjemputan
48
48. Di Boyong Suami
49
49. Setengah Malam
50
50. Nona Muda Hadiningrat
51
51. Hoshi & Sachi
52
52. Hancur
53
53. Kacau
54
54. Bukan Tandingan
55
55. Sebenarnya Sayang
56
56. Sambutan Mengejutkan
57
57. Istana Hiroki
58
58. Makan Malam Mencekam
59
59. Terkena Racun
60
60. Di Restui
61
61. Jamuan Khusus
62
62. Nostalgia
63
63. Sekretaris Baru
64
64. Di Buru Wartawan
65
65. Makan Siang Spesial
66
66. Kehilangan
67
67. Kejutan Di Pagi Hari
68
68. Berkunjung
69
69. Mati Kutu
70
70. Pingsan
71
71. Kabar Gembira
72
72. Malam Istimewa
73
73. Bidadari Sang Bintang
74
74. Masuk Perangkap
75
75. Sapu Bersih
76
76. Candle Light Dinner
77
77. Di Pingit
78
78. Malam Kebahagiaan
79
79. Pergi Ke Pantai
80
80. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!