Bab 17 Panggilan Pertama Buat Joanna

Ruangan kamar rumah sakit...,

Udara terasa dingin di sekitar ruang dimana Luvena di rawat.

Joanna memandang teduh ke arah Luvena yang tertidur pulas, tersenyum simpul lalu mengusap lembut kening balita perempuan itu.

Wajahnya yang menggemaskan membuat hati kecil Joanna terharu.

"Mmm...", Luvena bergumam pelan.

Masih terbaring lemas, balita kecil itu menoleh ke arah Joanna.

Untuk pertama kalinya mereka bertemu, dan saling berpandangan, mencoba saling mengingat serta mengenal.

Mungkin bagi Joanna ini untuk pertamanya dia mengenal Luvena tetapi bagi balita kecil itu, dia sudah mengenal Joanna sebagai bibinya.

"Bibi... Joanna...", panggil Luvena.

Joanna tersentak lalu terdiam sembari meraih tangan mungil balita cantik itu.

Terlihat gugup karena baru sekarang Joanna berhadapan langsung dengan Luvena, di tepuknya tangan mungil Luvena sembari berkata.

"Ya, Luvena, sayang...", sahut Joanna.

"Dimana..., aku...", ucapnya.

"Di rumah sakit, sayang", sahut Joanna.

Joanna mencoba tersenyum pada balita kecil itu, kembali dia bertanya.

"Apa yang kamu inginkan ?", kata Joanna.

"Mmm...", gumamnya lirih.

Luvena mengerjapkan kedua matanya yang indah sembari mengusapnya pelan.

Selang infus masih terpasang di tangan Luvena saat balita itu mengusap lembut kedua matanya.

"Ayah... dimana ?", ucap Luvena.

Joanna tertegun sesaat lalu menyahut ucapan Luvena.

"Ayah mu masih keluar menemui petugas rumah sakit yang merawat mu tadi, dia hendak menanyakan kondisi mu sekarang", kata Joanna.

"Mmm... Kepala ku pusing...", keluh Luvena.

Mendadak wajah Joanna berubah memucat bergegas dia langsung bangkit dari tempatnya duduk.

"Ak--aku akan mencari..., perawat..., tu--tunggu aku...", ucapnya panik.

Joanna menggeser kursi yang dia duduki dan terjatuh ke lantai.

KLANG... !

Joanna terburu-buru mengambil kursi dari atas lantai lalu meletakkan nya ke tempat asalnya.

"Ma--maaf, aku tidak memperhatikan nya..., tu-tunggu..., aku akan pergi mencari perawat...", sahut Joanna.

Joanna segera berjalan menuju ke arah pintu, tiba-tiba Luvena memanggilnya.

"Mama...", ucapnya.

Joanna tertegun sejenak, kata-kata untuknya terdengar bagaikan air dingin yang menyejukkan hati kecilnya.

Tidak menyangka dia akan mendapat panggilan dengan sebutan "mama", panggilan yang sangat mengharukan bagi Joanna.

Joanna segera memutar badannya ke arah Luvena yang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit, menghadap lurus dengan pandangan terharu.

"Ya, sayang...", sahut Joanna.

"Mama... Apakah aku boleh memanggil mu mama...", ucap balita kecil itu dengan logat cadelnya.

Joanna mengusap sudut kedua matanya yang berair seraya menganggukkan kepalanya pelan.

"Te--tentu saja, kau bisa memanggil ku dengan panggilan mama, sayang", sahut Joanna.

"Mama...", panggil balita kecil itu.

Joanna segera berhambur memeluk Luvena, menciumi kening balita kecil itu seraya berbisik lembut.

"Tidurlah, beristirahat lah agar kepala mu tidak terasa pusing lagi, sayang...", ucap Joanna.

"Mama... Jangan pergi...", sahut Luvena.

"Iya, sayang..., mama ada disini bersama mu...", bisik Joanna.

Perlahan-lahan balita cantik itu memejamkan kedua matanya yang berbulu mata lentik lalu tertidur pulas.

Suara dengkurannya terdengar lembut saat dia terjatuh tidur dengan nyenyaknya, Luvena kembali terlelap sedangkan Joanna berjalan ke arah pintu bermaksud untuk keluar ruangan kamar untuk menemui perawat.

"Mama... !?"

Batin Joanna dengan tersenyum.

"Rasanya panggilan itu terdengar sangat indah di telinga... Mama, ya... !? Rupanya aku sudah menjadi seorang ibu dan tiba-tiba memiliki anak..."

Ucap Joanna dalam hatinya seraya berjalan pelan seraya tersenyum haru.

KLEK... !

Pintu terbuka saat Joanna hendak melangkah keluar dari ruangan kamar tidur rumah sakit dimana Luvena di rawat.

Muncul Javiero di hadapannya seraya menatapnya dingin.

"Kamu akan kemana ?", ucapnya dengan suara parau.

"Ehk !?", sahut Joanna tersentak kaget.

Joanna langsung melangkah mundur saat Javiero berdiri di depannya.

Pria tampan itu langsung menaikkan kedua alisnya ke arah atas.

"Apa kau akan lari lagi dari ku ?", kata Javiero.

"Ehk !?", sahut Joanna hanya bergumam.

"Apa kau akan kabur dari ku ?", tanya Javiero.

Javiero melangkah cepat ke arah Joanna dengan sorot mata tajam seolah-olah dia hendak mendesak Joanna.

TAP... !

TAP... !

TAP... !

Langkah panjang Javiero membuat Joanna terpojok di sudut dinding kamar sehingga dia tidak dapat bergerak kemana-mana.

Terjepit !

Kata yang cocok untuk Joanna saat ini karena dia terjepit diantara dinding dan Javiero.

Javiero berdiri di hadapannya dengan mimik wajah serius seraya menatap tajam ke arah Joanna Hamilton.

Tidak banyak kata yang dia ucapkan tetapi gerak tubuhnya serta tatapan nya sangat mengandung arti yang dalam.

"Kau pergi secara tiba-tiba, menghilang begitu saja setelah menikah tanpa memberi kabar pada ku lalu muncul juga secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan", ucap Javiero.

Joanna terdiam dan hanya berdiri mematung seraya menatap Javiero dengan gugup.

"Seolah-olah aku ini adalah sebuah hiasan dinding di kamar dan tidak perlu kau anggap sebagai "SUAMI" mu, begitu menurut mu !?", kata Javiero.

Joanna tidak menjawab hanya menatap bingung.

"Oh, iya !? Dan sekarang kamu berlagak bingung, tidak tahu bahwa baru saja menghilang, pergi tanpa pamit pada ku !?", ucap Javiero.

"Maksud mu !?", sahut Joanna.

"Maksud ku !?", kata Javiero.

"Aku tidak memahami mu, Javiero...", ucap Joanna.

"Astaga !?", keluh Javiero sembari memegangi dahinya.

Berseru pelan hampir putus asa dengan sikap Joanna yang terkesan datar, seakan-akan pernikahan tidak pernah terjadi diantara mereka.

"Kau anggap aku apa ?", kata Javiero.

Terdengar nada suara Javiero yang lelah menghadapi sikap Joanna.

"Aku ini apa bagi mu, Joanna ?", kata Javiero.

"Maksud mu !?", sahut Joanna semakin tidak mengerti.

"Maksud mu !? Kamu berkata lagi apa maksud ku !?", sahut Javiero.

"Iya...", jawab Joanna.

"Haruskah aku bertanya pada mu, Joanna ?", kata Javiero.

BRAK !

Joanna tersentak kaget.

Ketika Javiero memukul keras dinding yang ada di belakang Joanna seraya menahan Joanna tepat diantara kedua lengan tangannya.

Wajah keduanya kembali saling berdekatan sedangkan tatapan Javiero terlihat lekat saat memandang Joanna.

Nyaris kedua bibir mereka bersentuhan ketika Javiero menatapnya.

"Pikirkan sekali lagi ! Siapa aku ! Status kita ! Dan apa hubungan kita sekarang ini !", bisik Javiero parau.

"Aku tidak mengerti...", sahut Joanna.

"Tidak perlu menjawab ! Hanya kamu pikirkan saja ! Paham !", ucap Javiero dengan nada berat.

Joanna hanya terdiam seraya menatap Javiero dengan tatapan yang tidak mengerti akan arti ucapan pria tampan itu.

Saat Joanna hendak menjawab, jari jemari tangan Javiero mengusap pelan bibirnya yang merekah merah.

"Seharusnya kamu memahami hubungan kita ini, Joanna ! Dan kita bukan lagi dua orang asing yang tidak saling mengenal melainkan sepasang suami-isteri yang sah !", ucap Javiero dalam.

Tiba-tiba Javiero mencium leher jenjang Joanna hingga memberi bekas merah di sana.

"Uhk !?", desah Joanna tertahan.

Tubuhnya nyaris berguncang hebat saat Javiero menekannya kuat-kuat ke arah dinding di belakangnya sedangkan jari-jemari tangan Joanna menghujam dalam ke arah punggung Javiero.

Javiero menyerangnya ganas dengan kecupan-kecupan panas yang merangsang Joanna untuk kembali tenggelam dalam permainan cinta sang cassanova.

Terpopuler

Comments

🤩😘wiexelsvan😘🤩

🤩😘wiexelsvan😘🤩

jadi panasss dach tuch kamar yg ada karena ulah bang javiero 😁😁😅😅😅

2024-01-03

2

Ratna Anggraeni

Ratna Anggraeni

lanjut,.,.💃💃💃💃

2023-12-29

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Joanna
2 Bab 2 Tugas Yang Mengejutkan
3 Bab 3 Menikah
4 Bab 4 Liar
5 Bab 5 Tersadar
6 Bab 6 Dilema
7 Bab 7 Javiero
8 Bab 8 Menghilang
9 Bab 9 Kalut
10 Bab 10 Sebuah PIN
11 Bab 11 Rahasia Tersembunyi
12 Bab 12 Menemukan
13 Bab 13 Loker META 117
14 Bab 14 Jembatan Corktown
15 Bab 15 Luvena
16 Bab 16 Perkenalan
17 Bab 17 Panggilan Pertama Buat Joanna
18 Bab 18 Rupanya Menikah Rasanya Seperti Ini
19 Bab19 Terpojok
20 Bab 20 Hadirnya Carla Ashford
21 Bab 21 Riak Kecil Itu
22 Bab 22 Pil Pahit Carla Ashford
23 Bab 23 Sedih
24 Bab 24 Misi Di mulai
25 Bab 25 Menuju Atap Gedung
26 Bab 26 Ruang Yang Membingungkan
27 Bab 27 Ketemunya Ruang Arsip
28 Bab 28 Arsip Yang Aneh
29 Bab 29 Bergegas
30 Bab 30 Keterjutan Joanna
31 Bab 31 Suatu Kebetulan Yang Berkesan
32 Bab 32 Berselisih Itu Pasti, Bukan.
33 Bab 33 Aku Dan Kamu
34 Bab 34 Berakhirnya Pewaktu
35 Bab 35 Waktunya Pergi
36 Bab 36 Fokus
37 Bab 37 Joanna Pulang !
38 Bab 38 Kekesalan Joanna
39 Bab 39 Haruskah !?
40 Bab 40 Bertengkar lagi
41 Bab 41 Joanna jatuh demam
42 Bab 42 Kerusuhan Di Kanal Rideau
43 Bab 43 Alarm Meta Pin 117
44 Bab 44 Kecewa !
45 Bab 45 Pergi Ke Tempat Tujuan
46 Bab 46 Siapa Mereka !?
47 Bab 47 Arena Tempur Yang Seru !
48 Bab 48 Tatapan Lain Dari Seseorang
49 Bab 49 Pulang !
50 Bab 50 Ambruknya Joanna
51 Bab 51 Hal-Hal Yang Tak Terduga
52 Bab 52 Pelukan Hangat
53 Bab 53 Situasi Apakah Ini
54 Bab 54 Berdebat Lagi !?
55 Bab 55 Pembicaraan Pagi Hari
56 Bab 56 Menengok !
57 Bab 57 Apa Yang Terjadi !?
58 Bab 58 Lembutnya Hati Ini
59 Bab 59 Romantis Bukan
60 Bab 60 Suasana Genting !
61 Bab 61 Kehadiran Orangtua
62 Bab 62 Canggung
63 Bab 63 Kacau !!!
64 Bab 64 Keadaan Stabil
65 Bab 65 Bolehkah Aku Memelukmu
66 Bab 66 Terjebak Lagi
67 Bab 67 Menerima Hadiah
68 Bab 68 Arti Dari Kedewasaan
69 Bab 69 Saat Bangunnya Luvena
70 Bab 70 Mendekatkan Diri
71 Bab 71 Waktu Bersama
72 Bab 72 Makan Siang Yang Unik
73 Bab 73 Sekotak Cheese Cake
74 Bab 74 Bingkai Foto
75 Bab 75 Cara Unik Untuk Pergi
76 Bab 76 Sebuah Kejutan
77 Bab 77 Misi Di Mulai
78 Bab 78 Sebuah Informasi Penting
79 Bab 79 Apartemen 180 Metcalfe Street
80 Bab 80 Serangan Mendadak
81 Bab 81 Terpengaruh Suasana Hati
82 Bab 82 Mesra
83 Bab 83 Tersadar
84 Bab 84 Rencana Pagi Ini
85 Bab 85 Sekotak Permen Manis
86 Bab 86 Suasana Toko Buku
87 Bab 87 Ku Mau Dia
88 Bab 88 Pizza Perekat Suasana
89 Bab 89 Rencana Kami
90 Bab 90 Tertundanya Rencana
91 Bab 91 Bertemu Rival
92 Bab 92 Beradu perhatian
93 Bab 93 Pengakuan
94 Bab 94 Butik
95 Bab 95 Acara Makan Siang
96 Bab 96 Percakapan Keluarga kecil Joanna
97 Bab 97 Ke Tempat Guru Dansa
98 Bab 98 Mengenal Tarian Dansa
99 Bab 99 Senggang
100 Bab 100 Ups ! Si Pembuat Onar Datang !
101 Bab 101 Sikap Carla Yang Keterlaluan
102 Bab 102 Pertengkaran Kecil
103 Bab 103 Sebuah Negoisasi
104 Bab 104 Keterkejutan Carla
105 Bab 105 Hal Yang Harus Dilakukan
106 Bab 106 Hadirnya Sosok Kruze
107 Bab 107 Basement
108 Bab 108 MODE PENCARIAN BEKERJA
109 Bab 109 Ditemukannya Sebuah Rahasia
110 Bab 110 Pria Itu Pulang !
111 Bab 111 Ternyata Dia ?!
112 Bab 112 Tertangkapnya Sang Penyusup
113 Bab 113 Pulang Ke Rumah
114 Bab 114 Kekecewaan Joanna
115 Bab 115 Rencana "B" Joanna
116 Bab 116 Ide Baru Javiero
117 Bab 117 Membuntuti Istri sendiri
118 Bab 118 Salah Alamat !
119 Bab 119 Suasana Yang Menegangkan
120 Bab 120 Waktu Yang Tersisa
121 Bab 121 Tertangkapnya Pelaku
122 Bab 122 Luvena Merajuk
123 Bab 123 Laboratorium Khusus
124 Bab 124 Introgasi
125 Bab 125 Pengakuan Yang Mengejutkan
126 Bab 126 Lantas Siapa Dia ?
127 Bab 127 Berhasil Kabur
128 Bab 128 Kepedihan Hati Javiero
129 Bab 129 Datangnya Patrick
130 Bab 130 Sebuah Kenangan
131 Bab 131 Penjelasan Luvena
132 Bab 132 Salam Pagi Yang Hangat
133 Bab 133 Penyelidikan Patrick
134 Bab 134 Mengejar Mobil Sport Hitam
135 Bab 135 Terkecoh Lagi
136 Bab 136 Javiero Mulai Kesal
137 Bab 137 Menelusuri Jejak
138 Bab 138 Ke Kota Ontario
139 Bab 139 Secangkir Espresso
140 Bab 140 Rahasia Kecil
141 Bab 141 Informasi Penting
142 Bab 142 Rencana Javiero
143 Bab 143 Rodeway Inn Ontario Mills
144 Bab 144 Mengejar Asa
145 Bab 145 Tolong, Jangan pergi !
146 Bab 146 Panik !
147 Bab 147 Diandra Smith
148 Bab 148 Berhasil Kabur
149 Bab 149 Datangnya Hal Tak Terduga
150 Bab 150 Pembicaraan Kecil Terjadi
151 Bab 151 Lima Pria Suruhan Patrick
152 Bab 152 Bekas Sebuah Restoran
153 Bab 153 Bukti Otentik
154 Bab 154 Mencari Kebenaran
155 Bab 155 Wanita Misterius
156 Bab 156 Siapa Dia ?
157 Bab 157 Melaju Ke Rodeway Inn Ontario Mills
158 Bab 158 Waktu Jeda Untuk Javiero
159 Bab 159 Datang Kerumah Tuan Yanis
160 Bab 160 Rasa Penasaran Javiero
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Bab 1 Joanna
2
Bab 2 Tugas Yang Mengejutkan
3
Bab 3 Menikah
4
Bab 4 Liar
5
Bab 5 Tersadar
6
Bab 6 Dilema
7
Bab 7 Javiero
8
Bab 8 Menghilang
9
Bab 9 Kalut
10
Bab 10 Sebuah PIN
11
Bab 11 Rahasia Tersembunyi
12
Bab 12 Menemukan
13
Bab 13 Loker META 117
14
Bab 14 Jembatan Corktown
15
Bab 15 Luvena
16
Bab 16 Perkenalan
17
Bab 17 Panggilan Pertama Buat Joanna
18
Bab 18 Rupanya Menikah Rasanya Seperti Ini
19
Bab19 Terpojok
20
Bab 20 Hadirnya Carla Ashford
21
Bab 21 Riak Kecil Itu
22
Bab 22 Pil Pahit Carla Ashford
23
Bab 23 Sedih
24
Bab 24 Misi Di mulai
25
Bab 25 Menuju Atap Gedung
26
Bab 26 Ruang Yang Membingungkan
27
Bab 27 Ketemunya Ruang Arsip
28
Bab 28 Arsip Yang Aneh
29
Bab 29 Bergegas
30
Bab 30 Keterjutan Joanna
31
Bab 31 Suatu Kebetulan Yang Berkesan
32
Bab 32 Berselisih Itu Pasti, Bukan.
33
Bab 33 Aku Dan Kamu
34
Bab 34 Berakhirnya Pewaktu
35
Bab 35 Waktunya Pergi
36
Bab 36 Fokus
37
Bab 37 Joanna Pulang !
38
Bab 38 Kekesalan Joanna
39
Bab 39 Haruskah !?
40
Bab 40 Bertengkar lagi
41
Bab 41 Joanna jatuh demam
42
Bab 42 Kerusuhan Di Kanal Rideau
43
Bab 43 Alarm Meta Pin 117
44
Bab 44 Kecewa !
45
Bab 45 Pergi Ke Tempat Tujuan
46
Bab 46 Siapa Mereka !?
47
Bab 47 Arena Tempur Yang Seru !
48
Bab 48 Tatapan Lain Dari Seseorang
49
Bab 49 Pulang !
50
Bab 50 Ambruknya Joanna
51
Bab 51 Hal-Hal Yang Tak Terduga
52
Bab 52 Pelukan Hangat
53
Bab 53 Situasi Apakah Ini
54
Bab 54 Berdebat Lagi !?
55
Bab 55 Pembicaraan Pagi Hari
56
Bab 56 Menengok !
57
Bab 57 Apa Yang Terjadi !?
58
Bab 58 Lembutnya Hati Ini
59
Bab 59 Romantis Bukan
60
Bab 60 Suasana Genting !
61
Bab 61 Kehadiran Orangtua
62
Bab 62 Canggung
63
Bab 63 Kacau !!!
64
Bab 64 Keadaan Stabil
65
Bab 65 Bolehkah Aku Memelukmu
66
Bab 66 Terjebak Lagi
67
Bab 67 Menerima Hadiah
68
Bab 68 Arti Dari Kedewasaan
69
Bab 69 Saat Bangunnya Luvena
70
Bab 70 Mendekatkan Diri
71
Bab 71 Waktu Bersama
72
Bab 72 Makan Siang Yang Unik
73
Bab 73 Sekotak Cheese Cake
74
Bab 74 Bingkai Foto
75
Bab 75 Cara Unik Untuk Pergi
76
Bab 76 Sebuah Kejutan
77
Bab 77 Misi Di Mulai
78
Bab 78 Sebuah Informasi Penting
79
Bab 79 Apartemen 180 Metcalfe Street
80
Bab 80 Serangan Mendadak
81
Bab 81 Terpengaruh Suasana Hati
82
Bab 82 Mesra
83
Bab 83 Tersadar
84
Bab 84 Rencana Pagi Ini
85
Bab 85 Sekotak Permen Manis
86
Bab 86 Suasana Toko Buku
87
Bab 87 Ku Mau Dia
88
Bab 88 Pizza Perekat Suasana
89
Bab 89 Rencana Kami
90
Bab 90 Tertundanya Rencana
91
Bab 91 Bertemu Rival
92
Bab 92 Beradu perhatian
93
Bab 93 Pengakuan
94
Bab 94 Butik
95
Bab 95 Acara Makan Siang
96
Bab 96 Percakapan Keluarga kecil Joanna
97
Bab 97 Ke Tempat Guru Dansa
98
Bab 98 Mengenal Tarian Dansa
99
Bab 99 Senggang
100
Bab 100 Ups ! Si Pembuat Onar Datang !
101
Bab 101 Sikap Carla Yang Keterlaluan
102
Bab 102 Pertengkaran Kecil
103
Bab 103 Sebuah Negoisasi
104
Bab 104 Keterkejutan Carla
105
Bab 105 Hal Yang Harus Dilakukan
106
Bab 106 Hadirnya Sosok Kruze
107
Bab 107 Basement
108
Bab 108 MODE PENCARIAN BEKERJA
109
Bab 109 Ditemukannya Sebuah Rahasia
110
Bab 110 Pria Itu Pulang !
111
Bab 111 Ternyata Dia ?!
112
Bab 112 Tertangkapnya Sang Penyusup
113
Bab 113 Pulang Ke Rumah
114
Bab 114 Kekecewaan Joanna
115
Bab 115 Rencana "B" Joanna
116
Bab 116 Ide Baru Javiero
117
Bab 117 Membuntuti Istri sendiri
118
Bab 118 Salah Alamat !
119
Bab 119 Suasana Yang Menegangkan
120
Bab 120 Waktu Yang Tersisa
121
Bab 121 Tertangkapnya Pelaku
122
Bab 122 Luvena Merajuk
123
Bab 123 Laboratorium Khusus
124
Bab 124 Introgasi
125
Bab 125 Pengakuan Yang Mengejutkan
126
Bab 126 Lantas Siapa Dia ?
127
Bab 127 Berhasil Kabur
128
Bab 128 Kepedihan Hati Javiero
129
Bab 129 Datangnya Patrick
130
Bab 130 Sebuah Kenangan
131
Bab 131 Penjelasan Luvena
132
Bab 132 Salam Pagi Yang Hangat
133
Bab 133 Penyelidikan Patrick
134
Bab 134 Mengejar Mobil Sport Hitam
135
Bab 135 Terkecoh Lagi
136
Bab 136 Javiero Mulai Kesal
137
Bab 137 Menelusuri Jejak
138
Bab 138 Ke Kota Ontario
139
Bab 139 Secangkir Espresso
140
Bab 140 Rahasia Kecil
141
Bab 141 Informasi Penting
142
Bab 142 Rencana Javiero
143
Bab 143 Rodeway Inn Ontario Mills
144
Bab 144 Mengejar Asa
145
Bab 145 Tolong, Jangan pergi !
146
Bab 146 Panik !
147
Bab 147 Diandra Smith
148
Bab 148 Berhasil Kabur
149
Bab 149 Datangnya Hal Tak Terduga
150
Bab 150 Pembicaraan Kecil Terjadi
151
Bab 151 Lima Pria Suruhan Patrick
152
Bab 152 Bekas Sebuah Restoran
153
Bab 153 Bukti Otentik
154
Bab 154 Mencari Kebenaran
155
Bab 155 Wanita Misterius
156
Bab 156 Siapa Dia ?
157
Bab 157 Melaju Ke Rodeway Inn Ontario Mills
158
Bab 158 Waktu Jeda Untuk Javiero
159
Bab 159 Datang Kerumah Tuan Yanis
160
Bab 160 Rasa Penasaran Javiero

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!