Bab 9 Kalut

Di tengah Kota Ottawa...

Tiba-tiba Joanna Hamilton telah berdiri diantara keramaian orang.

Terlihat seperti kebingungan sembari menolehkan kepalanya ke arah sekitarnya, di lihatnya orang-orang yang berjalan acuh.

Lalu lalang orang disekitarnya bagaikan laju angin, sangat cepat.

Joanna melangkah pelan seraya sesekali menoleh ke arah samping kanan dan kiri.

"Apa yang terjadi ?", ucapnya linglung.

Beberapa menit yang lalu Joanna masih terbaring di atas ranjang kamar dengan tubuh tertutup kain.

Dan...

Sekarang, Joanna telah berdiri di tengah keramaian orang-orang yang berlalu lalang.

"Dimana aku !?", gumamnya bingung.

Joanna terus berjalan seperti orang kebingungan sembari mengusap lembut ujung kepalanya.

Udara dingin diluar terasa menusuk tulang sehingga membuat tubuh Joanna sedikit menggigil kedinginan.

Hembusan nafas membentuk lingkaran-lingkaran kecil di udara.

Joanna merapatkan jaket bulu yang dia kenakan sambil berjalan, kedua kakinya tak mengenakan alas kaki saat dia melangkah di atas jalan trotoar.

"Kemana aku harus berjalan !?", ucapnya.

Pandangan Joanna teralihkan ke atas dimana langit turun salju.

Musim salju telah tiba di Ottawa.

Joanna masih menengadahkan kepalanya ke arah atas dengan kedua telapak tangan terbuka ke atas.

Butiran-butiran salju terus turun dari atas langit.

Rambut indah Joanna terselimuti oleh salju, dia berdiri di tengah-tengah salju yang mulai turun perlahan-lahan.

Tepat di bulan Desember ini, kedatangannya di Ottawa.

Joanna tidak mengerti bagaimana dia bisa berada di luar sini sedangkan sesaat yang lalu dia masih terbaring di dalam kamar pengantin.

Merasa asing karena ini pertama kalinya dia datang ke Kota Ottawa.

"Apakah aku melintasi waktu lagi !?", tanyanya sembari menolehkan kepalanya.

Joanna masih bingung dengan keadaannya sekarang, dimana dia, tempat apakah ini, semua terasa asing baginya.

Tiba-tiba muncul di pusat keramaian tanpa tahu dimana dia berada saat ini.

Kembali Joanna merapatkan jaket bulu yang dia kenakan sembari terus melangkahkan kakinya.

Joanna lalu berdiri di dekat tiang lampu jalan yang ada di atas trotoar sedangkan salju terus turun menutupi permukaan tubuhnya yang memakai jaket bulu warna merah muda.

Terdengar alunan musik mengalun merdu dari arah Kapel tua berusia sekitar seratus tahun yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

Jalan Rideau...,

Sebuah papan penunjuk jalan terpasang di atas jalan trotoar dengan tulisan yang meyebutkan nama jalan di tempat ini.

Rupanya Joanna saat ini tengah berada di jalan bernama Jalan Rideau.

Joanna mulai berpikir jalan mana yang harus dia tuju sekarang karena dia sendiri sangat asing dengan jalan-jalan di Ottawa ini.

Terdengar lagi suara lonceng yang berbunyi nayring hingga menggema ke langit-langit di atas sana.

TENG... !

TENG... !

TENG... !

Salju terus turun dari atas langit menambah kesyahduhan suasana Kota Ottawa.

Bulan Desember seluruh kota sedang bersiap-siap menyambut Tahun Baru yang sebentar lagi tiba.

Tak jauh dari tempatnya berdiri, terlihat sebuah kedai berdiri tepat di tepi jalan.

Terburu-buru Joanna melangkah cepat sembari merapatkan jaket bulunya yang berwarna merah muda.

Kaki Joanna yang terbuka tanpa alas kaki, menginjak jalan aspal yang mulai ditutupi oleh timbunan salju saat dia berjalan, dan hendak menghampiri kedai di seberang jalan.

Joanna mempercepat langkah kakinya lalu mendekati kedai di tepi jalan yang sangat sepi.

Hanya ada satu kedai yang terlihat di sekitaran Jalan Rideau.

Kedai itu menjual berbagai makanan hangat, mulai roti hingga minuman. Dan anehnya hanya kedai ini yang ada di sini, tak ada lagi kedai-kedai lainnya disekitaran jalan.

Joanna agak menundukkan kepalanya saat dia berdiri di dekat kedai lalu dia mulai bertanya.

"Permisi, kemanakah aku harus pergi mencari taksi ?" tanyanya.

Seorang wanita yang mengenakan kain penutup kepala berwarna merah menoleh ke arah Joanna.

Tidak ada sahutan dari wanita aneh itu, dia hanya menatap sekilas ke arah Joanna lalu kembali sibuk dengan aktivitasnya membuat adonan roti.

"Mmm... !? Maaf, jika aku menggangu mu...", ucap Joanna.

Joanna kemudian membalikkan badannya dan hendak melangkah pergi dari kedai.

"Tunggu !", kata wanita pemilik kedai.

Joanna dengan cepat-cepat memutar tubuhnya menghadap ke arah kedai yang ada di dekatnya.

"Iya...", sahut Joanna.

Senyum mengembang di wajah Joanna ketika wanita pemilik kedai menyapanya.

"Makanlah roti ini !", ucapnya seraya menyodorkan sebungkus roti burger berisi daging lengkap kepada Joanna.

"Untukku !?", sahut Joanna.

Joanna menerima sebungkus roti burger dari tangan wanita pemilik kedai dengan ragu-ragu.

SREEET... !

Wanita itu menarik tangan Joanna dengan cepat sembari meletakkan roti burger yang terbungkus kertas ke atas tangan Joanna.

"Ambillah ! Dan makanlah !", ucap wanita dengan penutup kain di atas kepalanya.

Kembali wanita pemilik kedai terlihat sibuk di depan kedainya dan tidak melihat lagi ke arah Joanna.

"Tapi..., aku tidak punya uang...", ucap Joanna kemudian.

Tidak ada jawaban dari wanita asing itu, dia hanya berdiri menyibukkan dirinya dengan mengisi roti burger dengan berbagai varian lain.

Joanna masih berdiri dengan tangan menggengam sebungkus roti burger yang tertutup rapat oleh kertas dengan isi daging serta isian pelengkap lainnya.

PLAK !

Wanita aneh itu meletakkan pisau besar di atas meja kedai dengan kasar lalu melirik kembali ke arah Joanna.

"Apa yang kau tunggu, nona ?", katanya mulai tak sabaran.

Joanna agak tersentak kaget kemudian menjawab dengan gugup.

"Ak--aku... Harus... Mengganti dengan apa... Roti burger ini sedangkan aku... Tidak memiliki sepeserpun uang untuk membayar mu...", sahut Joanna.

Wanita itu menghela nafasnya seraya menjawab ucapan Joanna.

"Tidak perlu membayarnya karena aku memberikan Roti burger itu cuma-cuma kepadamu, nona", kata wanita aneh itu.

"Tapi... Aku merasa tidak enak jika menerimanya tanpa membayarnya...", sahut Joanna.

"Tidak masalah bagiku ! Anggap saja sebagai kado menyambut Tahun Baru dariku. Dan makanlah !", kata wanita dengan kain penutup kepala berwarna merah.

Joanna hanya menundukkan kepalanya sembari berkata.

"Terimakasih atas kemurahan hatimu... Semoga Tahun Baru nanti kau mendapatkan limpahan rejeki tak terbatas... !"

Joanna lalu membalikkan badannya untuk pergi dari kedai.

"Sebentar, nona !", ucap wanita pemilik kedai.

Wanita pemilik kedai langsung menahannya agar Joanna tidak pergi dengan memberikannya sebuah kursi lipat kepada Joanna supaya dia duduk.

Senyum menghias wajah Joanna saat menerima kursi dari wanita pemilik kedai.

"Terimakasih, aku ucapkan sekali lagi atas kebaikan mu ini !", kata Joanna.

"Sama-sama...", sahut wanita itu mulai agak tersenyum.

Joanna langsung duduk di atas kursi lipat kemudian dia membuka pembungkus kertas Roti Burger yang ada digenggaman tangannya.

Tersenyum senang lalu mulai melahap Roti Burger isi daging tersebut.

Joanna sangat menikmati Roti Burger pemberian wanita pemilik kedai karena sejak tadi dia memang merasa lapar, rasa Roti Burger itu sangatlah lezat dan beraroma wangi sekali ketika Joanna memakannya, dan dia melahapnya dengan penuh semangat.

Terpopuler

Comments

Qillah julyan

Qillah julyan

seorang wanita mengemban misi rahasia..tp deskripsi yg di perlihatkan pada sosok wanita itu lemah..tdk kuat..tingkahnya yg bingung gugup,kurang berani..rasanya tdk cocok sebagai agen..jauhh...ah..si.penulis nya ngadi2 kek nya

2024-09-30

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Joanna
2 Bab 2 Tugas Yang Mengejutkan
3 Bab 3 Menikah
4 Bab 4 Liar
5 Bab 5 Tersadar
6 Bab 6 Dilema
7 Bab 7 Javiero
8 Bab 8 Menghilang
9 Bab 9 Kalut
10 Bab 10 Sebuah PIN
11 Bab 11 Rahasia Tersembunyi
12 Bab 12 Menemukan
13 Bab 13 Loker META 117
14 Bab 14 Jembatan Corktown
15 Bab 15 Luvena
16 Bab 16 Perkenalan
17 Bab 17 Panggilan Pertama Buat Joanna
18 Bab 18 Rupanya Menikah Rasanya Seperti Ini
19 Bab19 Terpojok
20 Bab 20 Hadirnya Carla Ashford
21 Bab 21 Riak Kecil Itu
22 Bab 22 Pil Pahit Carla Ashford
23 Bab 23 Sedih
24 Bab 24 Misi Di mulai
25 Bab 25 Menuju Atap Gedung
26 Bab 26 Ruang Yang Membingungkan
27 Bab 27 Ketemunya Ruang Arsip
28 Bab 28 Arsip Yang Aneh
29 Bab 29 Bergegas
30 Bab 30 Keterjutan Joanna
31 Bab 31 Suatu Kebetulan Yang Berkesan
32 Bab 32 Berselisih Itu Pasti, Bukan.
33 Bab 33 Aku Dan Kamu
34 Bab 34 Berakhirnya Pewaktu
35 Bab 35 Waktunya Pergi
36 Bab 36 Fokus
37 Bab 37 Joanna Pulang !
38 Bab 38 Kekesalan Joanna
39 Bab 39 Haruskah !?
40 Bab 40 Bertengkar lagi
41 Bab 41 Joanna jatuh demam
42 Bab 42 Kerusuhan Di Kanal Rideau
43 Bab 43 Alarm Meta Pin 117
44 Bab 44 Kecewa !
45 Bab 45 Pergi Ke Tempat Tujuan
46 Bab 46 Siapa Mereka !?
47 Bab 47 Arena Tempur Yang Seru !
48 Bab 48 Tatapan Lain Dari Seseorang
49 Bab 49 Pulang !
50 Bab 50 Ambruknya Joanna
51 Bab 51 Hal-Hal Yang Tak Terduga
52 Bab 52 Pelukan Hangat
53 Bab 53 Situasi Apakah Ini
54 Bab 54 Berdebat Lagi !?
55 Bab 55 Pembicaraan Pagi Hari
56 Bab 56 Menengok !
57 Bab 57 Apa Yang Terjadi !?
58 Bab 58 Lembutnya Hati Ini
59 Bab 59 Romantis Bukan
60 Bab 60 Suasana Genting !
61 Bab 61 Kehadiran Orangtua
62 Bab 62 Canggung
63 Bab 63 Kacau !!!
64 Bab 64 Keadaan Stabil
65 Bab 65 Bolehkah Aku Memelukmu
66 Bab 66 Terjebak Lagi
67 Bab 67 Menerima Hadiah
68 Bab 68 Arti Dari Kedewasaan
69 Bab 69 Saat Bangunnya Luvena
70 Bab 70 Mendekatkan Diri
71 Bab 71 Waktu Bersama
72 Bab 72 Makan Siang Yang Unik
73 Bab 73 Sekotak Cheese Cake
74 Bab 74 Bingkai Foto
75 Bab 75 Cara Unik Untuk Pergi
76 Bab 76 Sebuah Kejutan
77 Bab 77 Misi Di Mulai
78 Bab 78 Sebuah Informasi Penting
79 Bab 79 Apartemen 180 Metcalfe Street
80 Bab 80 Serangan Mendadak
81 Bab 81 Terpengaruh Suasana Hati
82 Bab 82 Mesra
83 Bab 83 Tersadar
84 Bab 84 Rencana Pagi Ini
85 Bab 85 Sekotak Permen Manis
86 Bab 86 Suasana Toko Buku
87 Bab 87 Ku Mau Dia
88 Bab 88 Pizza Perekat Suasana
89 Bab 89 Rencana Kami
90 Bab 90 Tertundanya Rencana
91 Bab 91 Bertemu Rival
92 Bab 92 Beradu perhatian
93 Bab 93 Pengakuan
94 Bab 94 Butik
95 Bab 95 Acara Makan Siang
96 Bab 96 Percakapan Keluarga kecil Joanna
97 Bab 97 Ke Tempat Guru Dansa
98 Bab 98 Mengenal Tarian Dansa
99 Bab 99 Senggang
100 Bab 100 Ups ! Si Pembuat Onar Datang !
101 Bab 101 Sikap Carla Yang Keterlaluan
102 Bab 102 Pertengkaran Kecil
103 Bab 103 Sebuah Negoisasi
104 Bab 104 Keterkejutan Carla
105 Bab 105 Hal Yang Harus Dilakukan
106 Bab 106 Hadirnya Sosok Kruze
107 Bab 107 Basement
108 Bab 108 MODE PENCARIAN BEKERJA
109 Bab 109 Ditemukannya Sebuah Rahasia
110 Bab 110 Pria Itu Pulang !
111 Bab 111 Ternyata Dia ?!
112 Bab 112 Tertangkapnya Sang Penyusup
113 Bab 113 Pulang Ke Rumah
114 Bab 114 Kekecewaan Joanna
115 Bab 115 Rencana "B" Joanna
116 Bab 116 Ide Baru Javiero
117 Bab 117 Membuntuti Istri sendiri
118 Bab 118 Salah Alamat !
119 Bab 119 Suasana Yang Menegangkan
120 Bab 120 Waktu Yang Tersisa
121 Bab 121 Tertangkapnya Pelaku
122 Bab 122 Luvena Merajuk
123 Bab 123 Laboratorium Khusus
124 Bab 124 Introgasi
125 Bab 125 Pengakuan Yang Mengejutkan
126 Bab 126 Lantas Siapa Dia ?
127 Bab 127 Berhasil Kabur
128 Bab 128 Kepedihan Hati Javiero
129 Bab 129 Datangnya Patrick
130 Bab 130 Sebuah Kenangan
131 Bab 131 Penjelasan Luvena
132 Bab 132 Salam Pagi Yang Hangat
133 Bab 133 Penyelidikan Patrick
134 Bab 134 Mengejar Mobil Sport Hitam
135 Bab 135 Terkecoh Lagi
136 Bab 136 Javiero Mulai Kesal
137 Bab 137 Menelusuri Jejak
138 Bab 138 Ke Kota Ontario
139 Bab 139 Secangkir Espresso
140 Bab 140 Rahasia Kecil
141 Bab 141 Informasi Penting
142 Bab 142 Rencana Javiero
143 Bab 143 Rodeway Inn Ontario Mills
144 Bab 144 Mengejar Asa
145 Bab 145 Tolong, Jangan pergi !
146 Bab 146 Panik !
147 Bab 147 Diandra Smith
148 Bab 148 Berhasil Kabur
149 Bab 149 Datangnya Hal Tak Terduga
150 Bab 150 Pembicaraan Kecil Terjadi
151 Bab 151 Lima Pria Suruhan Patrick
152 Bab 152 Bekas Sebuah Restoran
153 Bab 153 Bukti Otentik
154 Bab 154 Mencari Kebenaran
155 Bab 155 Wanita Misterius
156 Bab 156 Siapa Dia ?
157 Bab 157 Melaju Ke Rodeway Inn Ontario Mills
158 Bab 158 Waktu Jeda Untuk Javiero
159 Bab 159 Datang Kerumah Tuan Yanis
160 Bab 160 Rasa Penasaran Javiero
Episodes

Updated 160 Episodes

1
Bab 1 Joanna
2
Bab 2 Tugas Yang Mengejutkan
3
Bab 3 Menikah
4
Bab 4 Liar
5
Bab 5 Tersadar
6
Bab 6 Dilema
7
Bab 7 Javiero
8
Bab 8 Menghilang
9
Bab 9 Kalut
10
Bab 10 Sebuah PIN
11
Bab 11 Rahasia Tersembunyi
12
Bab 12 Menemukan
13
Bab 13 Loker META 117
14
Bab 14 Jembatan Corktown
15
Bab 15 Luvena
16
Bab 16 Perkenalan
17
Bab 17 Panggilan Pertama Buat Joanna
18
Bab 18 Rupanya Menikah Rasanya Seperti Ini
19
Bab19 Terpojok
20
Bab 20 Hadirnya Carla Ashford
21
Bab 21 Riak Kecil Itu
22
Bab 22 Pil Pahit Carla Ashford
23
Bab 23 Sedih
24
Bab 24 Misi Di mulai
25
Bab 25 Menuju Atap Gedung
26
Bab 26 Ruang Yang Membingungkan
27
Bab 27 Ketemunya Ruang Arsip
28
Bab 28 Arsip Yang Aneh
29
Bab 29 Bergegas
30
Bab 30 Keterjutan Joanna
31
Bab 31 Suatu Kebetulan Yang Berkesan
32
Bab 32 Berselisih Itu Pasti, Bukan.
33
Bab 33 Aku Dan Kamu
34
Bab 34 Berakhirnya Pewaktu
35
Bab 35 Waktunya Pergi
36
Bab 36 Fokus
37
Bab 37 Joanna Pulang !
38
Bab 38 Kekesalan Joanna
39
Bab 39 Haruskah !?
40
Bab 40 Bertengkar lagi
41
Bab 41 Joanna jatuh demam
42
Bab 42 Kerusuhan Di Kanal Rideau
43
Bab 43 Alarm Meta Pin 117
44
Bab 44 Kecewa !
45
Bab 45 Pergi Ke Tempat Tujuan
46
Bab 46 Siapa Mereka !?
47
Bab 47 Arena Tempur Yang Seru !
48
Bab 48 Tatapan Lain Dari Seseorang
49
Bab 49 Pulang !
50
Bab 50 Ambruknya Joanna
51
Bab 51 Hal-Hal Yang Tak Terduga
52
Bab 52 Pelukan Hangat
53
Bab 53 Situasi Apakah Ini
54
Bab 54 Berdebat Lagi !?
55
Bab 55 Pembicaraan Pagi Hari
56
Bab 56 Menengok !
57
Bab 57 Apa Yang Terjadi !?
58
Bab 58 Lembutnya Hati Ini
59
Bab 59 Romantis Bukan
60
Bab 60 Suasana Genting !
61
Bab 61 Kehadiran Orangtua
62
Bab 62 Canggung
63
Bab 63 Kacau !!!
64
Bab 64 Keadaan Stabil
65
Bab 65 Bolehkah Aku Memelukmu
66
Bab 66 Terjebak Lagi
67
Bab 67 Menerima Hadiah
68
Bab 68 Arti Dari Kedewasaan
69
Bab 69 Saat Bangunnya Luvena
70
Bab 70 Mendekatkan Diri
71
Bab 71 Waktu Bersama
72
Bab 72 Makan Siang Yang Unik
73
Bab 73 Sekotak Cheese Cake
74
Bab 74 Bingkai Foto
75
Bab 75 Cara Unik Untuk Pergi
76
Bab 76 Sebuah Kejutan
77
Bab 77 Misi Di Mulai
78
Bab 78 Sebuah Informasi Penting
79
Bab 79 Apartemen 180 Metcalfe Street
80
Bab 80 Serangan Mendadak
81
Bab 81 Terpengaruh Suasana Hati
82
Bab 82 Mesra
83
Bab 83 Tersadar
84
Bab 84 Rencana Pagi Ini
85
Bab 85 Sekotak Permen Manis
86
Bab 86 Suasana Toko Buku
87
Bab 87 Ku Mau Dia
88
Bab 88 Pizza Perekat Suasana
89
Bab 89 Rencana Kami
90
Bab 90 Tertundanya Rencana
91
Bab 91 Bertemu Rival
92
Bab 92 Beradu perhatian
93
Bab 93 Pengakuan
94
Bab 94 Butik
95
Bab 95 Acara Makan Siang
96
Bab 96 Percakapan Keluarga kecil Joanna
97
Bab 97 Ke Tempat Guru Dansa
98
Bab 98 Mengenal Tarian Dansa
99
Bab 99 Senggang
100
Bab 100 Ups ! Si Pembuat Onar Datang !
101
Bab 101 Sikap Carla Yang Keterlaluan
102
Bab 102 Pertengkaran Kecil
103
Bab 103 Sebuah Negoisasi
104
Bab 104 Keterkejutan Carla
105
Bab 105 Hal Yang Harus Dilakukan
106
Bab 106 Hadirnya Sosok Kruze
107
Bab 107 Basement
108
Bab 108 MODE PENCARIAN BEKERJA
109
Bab 109 Ditemukannya Sebuah Rahasia
110
Bab 110 Pria Itu Pulang !
111
Bab 111 Ternyata Dia ?!
112
Bab 112 Tertangkapnya Sang Penyusup
113
Bab 113 Pulang Ke Rumah
114
Bab 114 Kekecewaan Joanna
115
Bab 115 Rencana "B" Joanna
116
Bab 116 Ide Baru Javiero
117
Bab 117 Membuntuti Istri sendiri
118
Bab 118 Salah Alamat !
119
Bab 119 Suasana Yang Menegangkan
120
Bab 120 Waktu Yang Tersisa
121
Bab 121 Tertangkapnya Pelaku
122
Bab 122 Luvena Merajuk
123
Bab 123 Laboratorium Khusus
124
Bab 124 Introgasi
125
Bab 125 Pengakuan Yang Mengejutkan
126
Bab 126 Lantas Siapa Dia ?
127
Bab 127 Berhasil Kabur
128
Bab 128 Kepedihan Hati Javiero
129
Bab 129 Datangnya Patrick
130
Bab 130 Sebuah Kenangan
131
Bab 131 Penjelasan Luvena
132
Bab 132 Salam Pagi Yang Hangat
133
Bab 133 Penyelidikan Patrick
134
Bab 134 Mengejar Mobil Sport Hitam
135
Bab 135 Terkecoh Lagi
136
Bab 136 Javiero Mulai Kesal
137
Bab 137 Menelusuri Jejak
138
Bab 138 Ke Kota Ontario
139
Bab 139 Secangkir Espresso
140
Bab 140 Rahasia Kecil
141
Bab 141 Informasi Penting
142
Bab 142 Rencana Javiero
143
Bab 143 Rodeway Inn Ontario Mills
144
Bab 144 Mengejar Asa
145
Bab 145 Tolong, Jangan pergi !
146
Bab 146 Panik !
147
Bab 147 Diandra Smith
148
Bab 148 Berhasil Kabur
149
Bab 149 Datangnya Hal Tak Terduga
150
Bab 150 Pembicaraan Kecil Terjadi
151
Bab 151 Lima Pria Suruhan Patrick
152
Bab 152 Bekas Sebuah Restoran
153
Bab 153 Bukti Otentik
154
Bab 154 Mencari Kebenaran
155
Bab 155 Wanita Misterius
156
Bab 156 Siapa Dia ?
157
Bab 157 Melaju Ke Rodeway Inn Ontario Mills
158
Bab 158 Waktu Jeda Untuk Javiero
159
Bab 159 Datang Kerumah Tuan Yanis
160
Bab 160 Rasa Penasaran Javiero

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!