BAB 1 [Siapa Dia?]

Pada akhirnya, Ruri tak bisa menyembunyikan dirinya lagi karena Gradenia yang kini melekat padanya.

Dan saat ini, Ruri membawa dua gadis itu pergi makan siang. Dia terlihat seperti seorang kakak yang sedang menjadi penjaga kedua adiknya.

"O..Iii Ulli.., siapa namamu Tukang Syair? Aku lupa" Tanya Gradenia sambil mengingat-ngingat dan melahap makanannya.

"Luciel" Jawab Ruri.

"Oh ya! Ushiiii!!" Tegas Gradenia sambil kembali menepuk pipi Ruri yang menganti wujudnya menjadi Nao.

Devina yang berada di hadapan mereka berdua mengertakkan sendoknya. "Jadi, dia gadis yang katamu kau sukai itu saat menjadi Steve?" Devina cepat tanggap.

"Suka denganku?" Tanya Gradenia sambil melihat Ruri dan menunjuk dirinya sendiri.

"Aku tidak akan menyangkal itu. Memang dari awal itulah yang terjadi" Jawab Ruri sambil memasukkan makanan ke dalam mulut Gradenia.

"Umm, tapi aku sukanya dengan Aosora" Jawab Gradenia.

Ruri membekap mulut Gradenia. "Itu karena kutukan Aosora. Dasar bodoh" Ucap Ruri sambil melepaskan bekapannya.

Gradenia makan dengan lahap makanan di hadapannya.

"Jadi, itu bukanlah rasa suka yang sebenarnya, guru?" Tanya Devina.

Ruri melihat ke arah Devina dan menujukkan senyumannya. "Kenapa? Merasa lega untuk Arthur?" Tanya Ruri untuk meledek Devina.

Devina langsung diam dan perlahan wajahnya menjadi merah.

"Sudah makanlah yang banyak. Kita biarkan Arthur agar lebih akrab dengan Felix. Sebelumnya, kalian sudah dapat penginapan?" Tanya Ruri sambil memberikan ikan miliknya kepada Gradenia.

Gradenia menarik piringnya karena takut Ruri mengambil makanannya. Setelah menyadari kalau Ruri memberikannya lauk, dia kembali mendorong piringnya dan mengambil lauk itu.

"Sudah, Guru. Kami menginap hanya 5 hari. Apa Guru mau bergabung juga?" Tanya Devina.

"Tidak. Rahasiakan ini dari mereka berdua. Dan untukmu, anggaplah ini sebagai liburanmu. Aku akan mengawasi Arthur. Aosora saat ini, sangat berbahaya bagi dia dan Felix" Jelas Ruri.

Gradenia mengangguk. "Aku akan ikut dengan Ushi"

"Jangan memanggilku dengan nama itu. Kau kalau tak bisa diam, mending gak usah ikut" Jawab Ruri sambil melahap makanannya.

"Aku bisa diam kok. Aku juga bisa membantumu dengan sihirku" Gradenia berusaha meyakinkan Ruri.

"Aku 10 kali lebih kuat darimu" Ucap Ruri.

Bibir Gradenia langsung manyun. "Percuma kuat kalo psikopat" Lirih Gradenia.

"Apa? Coba ulangi lagi" Ucap Ruri sambil memegang kepala Gradenia.

Gradenia membekap mulutnya sendiri dengan kedua tangannya sambil mengeleng.

Devina terkekeh. "Baiklah, aku akan bersantai disini selama dua hari. Kalau Arthur tak kunjung datang lusa yang akan datang, aku akan menyusul kalian" Ucap Devina.

"Gak bisa gitu dong. Kau harus ikut" Jawab Gradenia sambil menusuk-nusuk pipi Ruri dengan sendok miliknya.

"Berhenti menyentuh wajahku. Usiamu sudah hampir seabad" Ucap Ruri yang setuju dengan perkataan Gradenia.

Akan lebih berbahaya apabila Devina di tinggal sendirian.

"Huh?! Seabad? Aku baru 18 tahun!" Tegas Gradenia sambil mencubit pipi Ruri sangking kesalnya. "AAKH, jangan mencubit wajahku" Ucap Ruri sambil mencubit punggung tangan Gradenia yang mencubit pipinya.

...----------------●●●----------------...

"Ushi, Ushi. Apa kau punya cerita baru?" Lirih Gradenia kepada Ruri saat baru memasuki area Aosora.

"Mau cerita apa?" Tanya Ruri.

Devina seperti melihat dirinya di masalalu.

"Um, aku penasaran dengan masa depan. Apa aku akan menikah?" Tanya Gradenia.

"Ya, kau akan menikah denganku" Jawab Ruri.

"Huh? Tapi, aku maunya dengan Aosora" Jawab Gradenia sambil bersembunyi di belakang Ruri karena melihat ada banyak sekali orang yang lalu lalang.

"Dasar kau ini. Sudah ku katakan, kau begitu karena kutukan. Nanti juga, kau akan menyukai seseorang. Mungkin, seperti Felix?" Lirih Ruri.

Gradenia membulatkan matanya lebar-lebar. "Aku menyukai monyet itu? Huh, tidak mungkin. Jelas api dengan air tak akan pernah cocok" Ucap Gradenia.

Devina sudah tidak paham dengan topik pembicaraan mereka.

"Tidak cocok bagaimana? Bukankah, jantungmu selalu berdebar saat di dekatnya. Dan juga, kau merasa nyaman karena kehangatan itu kan?" Tanya Ruri sambil menarik Gradenia agar tidak di belakangnya.

Gradenia terkejut. "Bagaimana kau tau?! Apa kau bisa membaca batinku?" Gaya bicara Gradenia sungguh dramatis. Dia menutup kedua dadanya dengan kedua tangannya.

"Haha" Ruri terkekeh. "Mangkanya, lebih baik menikah saja denganku" Ucap Ruri.

"Duh, mama aku takut. Ada om-om yang ngebet nikahin bocil" Ledek Gradenia.

"Dih, om-om? Wajahku saja masih terlihat seperti usia 20 tahun" Jawab Ruri sambil menunjukkan senyuman senangnya.

Di belakang mereka, Devina sungguh kaget karena melihat Ruri bisa tertawa dan bercanda seperti itu. Selama ini, Ruri seperti boneka pajangan yang tak pernah tersenyum.

"Aku seperti nyamuk disini. Kira-kira dimana Arthur dan Felix sekarang?"

...----------------●●●----------------...

Arthur dan Felix saat ini....

"MUEHEHEHE! AKU INGIN NAIK SATU KALI LAGI!" Ucap Felix sambil mengeluarkan koin peraknya.

Arthur sudah pucat dan lemas. "Felix, kasihani aku, URGGHMM BLARGGHH" Perut Arthur terasa di aduk-aduk setelah naik salah satu wahana lempar disana. Arthur memuntahkan sarapan di kapal itu.

Felix manyun dan melihat ke arah Arthur. "Ya, kau payah sekali, Arthur" Ucap Felix sambil menepuk-nepuk punggung Arthur.

Arthur mengusap bibirnya. "Kita naik lagi nanti, sambil ngajak yang lainnya" Arthur mengalungkam lengan kanannya pada bahu Felix.

Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka.

"Istana Aosora, harusnya tidak jauh dari ini" Ucap Arthur sambil melihat sekitarnya yang sudah banyak berubah.

Lapangan yang dulunya hijau kini sudah menjadi pemukiman. "Kenapa sudah banyak sekali rumah dalam jangka waktu tiga tahun?" Lirih Arthur dan dia dilihati oleh beberapa orang karena warna rambut mereka berdua yang unik.

Hingga seorang anak kecil yang kurang lebih berusia 8 tahun berdiri menatap Arthur dan menghalangi jalannya.

Anak itu memiliki tiga tahi lalat yang membentuk segitiga di wajahnya (ujung alis kanan, lereng hidung kanan dan bawah mata kiri). Anak itu menatap Arthur.

"Anda Aosora Arthur, yang asli kan?" Ucapan itu terceletus dengan jelas dari bibir bocah laki-laki berusia 8 tahun itu.

Felix dan Arthur di buat terkejut olehnya. Felix langsung berdiri di hadapan anak itu. "Kau salah orang, dik" Jawab Felix.

"Tidak, aku tidak salah lagi. Kakak yang tiga tahun yang lalu di rumah itu kan? Kakak yang berambut biru gelap. Iya kan? Tolong bilang iya" Bocah itu langsung mendatangi Arthur dan membuat beberapa orang melihatnya.

Arthur mengingat bocah yang mati-matian membelanya saat teman-temannya mencemooh Arthur.

"Benarkan?" Mata anak itu, berlinang dan memegang tangan Arthur. Telapak tangannya terasa dingin. "Kalau itu memang kau, tolong bantu aku kak. Semua orang di negri ini, sudah dihipnotis oleh dia!" Tegas bocah itu.

"Hipnotis?"

"Terlalu banyak orang disini, akan lebih baik kalau berbicara di tempat yang sepi" Batin Arthur.

Arthur mengendong bocah itu. "Kakak akan mengantarmu pulang" Ucap Arthur sambil mengusap air mata bocah itu.

Felix membelikan bocah itu minum. Bocah itu menangis hingga sesegukkan. "A.. Ayah dan Ibuku percaya kalau dia bukanlah Anda, Pangeran. Mereka di bunuh di hadapanku. Tolong selamatkan aku. Hanya orang-orang yang percaya denganmu yang terbebas dari hipnotis itu"

Artinya para Titisan tak terkena hipnotisan itu. Sehingga, perlakuan para Titisan sangat sensisif dengan keberadaan Arthur sangat mereka harapkan.

"Lalu kau sekarang tinggal dengan siapa dik?" Tanya Arthur.

"A.. aku tinggal di panti asuhan. Kalau Anda sungguh Pangeran Aosora, tolong bebaskan kami" Ucap bocah itu.

Arthur dan Felix saling melihat. Mereka berdua mengangguk bersamaan. "Baiklah, tolong tetap percaya padaku ya dik. Rahasiakan pertemuan ini. Kami, akan segera membebaskanmu"

"PFFT! BHAHAHAHA" Sosok berambut biru langit tertawa dengan keras di Istana Aosora.

"Oh, Aosora Arthur-ku yang malang, Aku ingin sekali bertemu denganmu dan akan ku buat orang-orang itu kehilangan harapan. Aku sungguh tak sabar menantikanmu" Ucapnya.

Episodes
1 BAB 1 PROLOG [Kilas Balik Ruri-Ashel]
2 BAB 1 [Kegunaan Otak]
3 BAB 1 [Demi Uang]
4 BAB 1 [Adopsi]
5 BAB 1 [Alasan]
6 BAB 1 [Ikatan]
7 BAB 1 [Kilas Balik Ruri-Ashel_Usai]
8 BAB 1 [Time-Skip Aosora Arthur]
9 BAB 1 [Adek?]
10 BAB 1 [Pertemuan Dengan Protagonis ke-2]
11 BAB 1 [Tanpa Hubungan]
12 BAB 1 [Kemajuan]
13 BAB 1 [Kabar Arden]
14 BAB 1 [Menuju Arden]
15 BAB 1 [Gradenia]
16 BAB 1 [Surat Izin]
17 BAB 1 [Tukang Syair]
18 BAB 1 [Siapa Dia?]
19 BAB 1 [Tertangkap]
20 BAB 1 [Ancaman Dan Persetujuan]
21 BAB 1 [Monster]
22 BAB 1 [Ketidakpastian]
23 BAB 1 [Pikiran]
24 BAB 1 [Jalan Lain]
25 BAB 1 [Pembuktian]
26 BAB 1 [Malah Minta Izin]
27 BAB 1 [Tonggak keadilan]
28 BAB 1 [Pengorbanan]
29 BAB 1 [BAH]
30 BAB 1 [Pertemuan Yang Tak Terduga]
31 BAB 1 [Pertarungan Alex]
32 BAB 1 [Flash Back Alex: Ikatan]
33 BAB 1 [Flash Back Alex: Kepribadian]
34 BAB 1 EPILOG [Flash Back Alex: Kontrak-Selesai]
35 BAB 2 [Perawalan]
36 BAB 2 [Kepekaan]
37 BAB 2 [Candaan Tentang Perasaan]
38 BAB 2 [Trauma?]
39 BAB 2 [Spirit Api]
40 BAB 2 [Antusias]
41 BAB 2 [Siapa Dia?]
42 BAB 2 [Pengusik Baru]
43 BAB 2 [CELA]
44 BAB 2 [Yang Dihiraukan]
45 BAB 2 [Pengerogotan]
46 BAB 2 [Debaran]
47 BAB 2 [Ledekan]
48 BAB 2 [Kegegabahan]
49 BAB 2 [Akibat Penyesalan]
50 Bab 2 [Perasaan]
51 BAB 2 [Sensitivitas]
52 BAB 2 [Harga]
53 BAB 2 [Harapan Di Balik Kesemuan] Selesai
54 BAB 3 [Mimpi Panjang]
55 BAB 3 [Kesalahpahaman]
56 BAB 3 [Kedatangannya]
57 Bab 3 [Ketatapan]
58 BAB 3 [Kedatangan Tuan Muda]
59 BAB 3 [Sosokmu]
60 BAB 3 [Keanehan]
61 BAB 3 [Petaka]
62 BAB 3 [Keputusan]
63 BAB 3 [Louis]
64 BAB 3 [Merasuk]
65 BAB 3 [Titisan Kehancuran]
66 BAB 3 [Kehidupan Louis]
67 BAB 3 [Muncul Juga Akhirnya]
68 BAB 3 [Misterius]
69 BAB [Tekanan]
70 BAB 3 [Keluar]
71 BAB 3 [Pertemuan Kembali Ashel]
72 BAB 3 [kematian Yang Menghampiri]
73 BAB 3 [Kemenangan Mutlak]
74 BAB 3 [Aku Mencintaimu, Pangeran Aosora] TAMAT
75 SIDE STORY [LOUIS]
76 SIDE STORY [TSUHA]
77 SIDE STORY [FELIX]
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1 PROLOG [Kilas Balik Ruri-Ashel]
2
BAB 1 [Kegunaan Otak]
3
BAB 1 [Demi Uang]
4
BAB 1 [Adopsi]
5
BAB 1 [Alasan]
6
BAB 1 [Ikatan]
7
BAB 1 [Kilas Balik Ruri-Ashel_Usai]
8
BAB 1 [Time-Skip Aosora Arthur]
9
BAB 1 [Adek?]
10
BAB 1 [Pertemuan Dengan Protagonis ke-2]
11
BAB 1 [Tanpa Hubungan]
12
BAB 1 [Kemajuan]
13
BAB 1 [Kabar Arden]
14
BAB 1 [Menuju Arden]
15
BAB 1 [Gradenia]
16
BAB 1 [Surat Izin]
17
BAB 1 [Tukang Syair]
18
BAB 1 [Siapa Dia?]
19
BAB 1 [Tertangkap]
20
BAB 1 [Ancaman Dan Persetujuan]
21
BAB 1 [Monster]
22
BAB 1 [Ketidakpastian]
23
BAB 1 [Pikiran]
24
BAB 1 [Jalan Lain]
25
BAB 1 [Pembuktian]
26
BAB 1 [Malah Minta Izin]
27
BAB 1 [Tonggak keadilan]
28
BAB 1 [Pengorbanan]
29
BAB 1 [BAH]
30
BAB 1 [Pertemuan Yang Tak Terduga]
31
BAB 1 [Pertarungan Alex]
32
BAB 1 [Flash Back Alex: Ikatan]
33
BAB 1 [Flash Back Alex: Kepribadian]
34
BAB 1 EPILOG [Flash Back Alex: Kontrak-Selesai]
35
BAB 2 [Perawalan]
36
BAB 2 [Kepekaan]
37
BAB 2 [Candaan Tentang Perasaan]
38
BAB 2 [Trauma?]
39
BAB 2 [Spirit Api]
40
BAB 2 [Antusias]
41
BAB 2 [Siapa Dia?]
42
BAB 2 [Pengusik Baru]
43
BAB 2 [CELA]
44
BAB 2 [Yang Dihiraukan]
45
BAB 2 [Pengerogotan]
46
BAB 2 [Debaran]
47
BAB 2 [Ledekan]
48
BAB 2 [Kegegabahan]
49
BAB 2 [Akibat Penyesalan]
50
Bab 2 [Perasaan]
51
BAB 2 [Sensitivitas]
52
BAB 2 [Harga]
53
BAB 2 [Harapan Di Balik Kesemuan] Selesai
54
BAB 3 [Mimpi Panjang]
55
BAB 3 [Kesalahpahaman]
56
BAB 3 [Kedatangannya]
57
Bab 3 [Ketatapan]
58
BAB 3 [Kedatangan Tuan Muda]
59
BAB 3 [Sosokmu]
60
BAB 3 [Keanehan]
61
BAB 3 [Petaka]
62
BAB 3 [Keputusan]
63
BAB 3 [Louis]
64
BAB 3 [Merasuk]
65
BAB 3 [Titisan Kehancuran]
66
BAB 3 [Kehidupan Louis]
67
BAB 3 [Muncul Juga Akhirnya]
68
BAB 3 [Misterius]
69
BAB [Tekanan]
70
BAB 3 [Keluar]
71
BAB 3 [Pertemuan Kembali Ashel]
72
BAB 3 [kematian Yang Menghampiri]
73
BAB 3 [Kemenangan Mutlak]
74
BAB 3 [Aku Mencintaimu, Pangeran Aosora] TAMAT
75
SIDE STORY [LOUIS]
76
SIDE STORY [TSUHA]
77
SIDE STORY [FELIX]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!