BAB 1 [Adopsi]

Seminggu berlalu.

Drama itu hampir usai dan ini saat-saat klimaks dari pertarungan dalam drama bergenre sekolah dan mafia itu. Ponsel Ashel berdering saat Ashel akan berganti tempat dengan Edris.

Ashel melihat layar ponselnya yang memiliki papan nama Luna sedang meneleponnya. Ashel mengangkat telponnya.

"Shel! Lu mulai besok dah boleh masuk. Anjir! Lu tau kagak?!"

"Kak, aku akan menghubungimu lagi-TUT" Ashel mematikan telpon itu.

Di tempat lain, Luna syok dengan Ashel yang baru pertama kalinya seperti itu padanya. Dia tersenyum jahil sambil mengetik sesuatu di ponselnya.

[Aelah, apa ini? Adek kecil ini dah punya pacarkah?]

[Ummm, apa kakakmu yang manis ini, pantas di beginikan?🥹]

Ashel membaca pesan itu. Dia merinding karena emoticon yang dikirimkan oleh Luna.

"Sejak kapan kau jadi Kakakku?" Pesan suara dari Ashel kemudian mematikan ponselnya.

Ashel sudah memakai seragam putih SMA yang sama dengan Edris. Dia juga, memakai wig yang selaras dengan rambut Edris. Dari belakang, mereka akan nampak seperti dua remaja yang kembar.

"BAGGH!!!"

Tidak tanggung-tanggung. Orang yang mengambil peran Villain di drama itu, menghantam tengkuk Ashel menggunakan kayu dengan sungguhan.

Pandangan mata Ashel sempat gelap.

Ashel langsung membalik tubuhnya dan menendang artis tersebut dengan sungguhan seperti yang orang itu lakukan padanya.

Edris menepuk bahu Sutradara itu untuk menghentikannya. Sutradara itu, menginginkan hal yang baik untuk dramanya. Dia tidak peduli meski darah terlihat di punggung Ashel yang mengalir dari tengkuknya.

Ashel hampir saja kelewatan batas dan hampir mendaratkan tinjuannya ke arah harta tertinggi artis yakni wajahnya.

Ashel yang berada di perut tokoh peran Villain itu, terjatuh setelah mendapatkan pukulan pada rahangnya.

Ashel tergeletak di tanah karena kehilangan keseimbangannya. Untuk pertama kalinya, Ashel melihat langit malam yang penuh bintang itu.

Telinga Ashel berdengung dengan kencang.

Sutradara itu, menghentikan rekaman. Dia menyuruh staffnya untuk memeriksa kondisi Ashel. Edris mendatangi Ashel karena khawatir.

"Kau baik-baik saja?" Tanya Edris sambil mengulurkan tangannya pada Ashel.

Ashel duduk tanpa menerima uluran tangan itu.

"Tengkukku gatal" Ucap Ashel sambil mengosok tengkuknya. Dia terkejut saat menyentuh tengkuknya yang berair.

Darah terlihat jelas di telapak tangannya.

Ashel melihat pemeran tokoh Villain itu. Dia langsung berdiri dan memukul meja tokoh itu yang tengah beristirahat. Edris mengikuti Ashel karena dia sungguh khawatir.

"Hei. Apa kau sungguh berniat membunuhku?" Tanya Ashel sambil menatap tajam remaja laki-laki di depannya itu.

"Itu tidak sengaja"

Raut wajah tokoh itu telihat tengaj bercanda saat mengatakannya. "Sialan, apa salahku padamu?" Tanya Ashel saat dirinya mulai di bersihkan oleh Staff disana.

"Pakek nanyak. Pikirin sendiri, dasar bocah Panti"

Ashel sungguh geram. Dia mengepalkan tangan kanannya dengan kuat dan hampir memukul artis itu. Edris menepuk bahu Ashel.

"Duduklah dulu. Kepalamu masih berdarah" Ucap Edris.

"Andai saja kalau kau bukan artis, sudah ku pastikan hidungmu akan bengkok" Ashel meninggalkan Artis remaja itu.

Sutradara mulai mengeluarkan ancaman bagi pemeran tokoh antagonis itu.

Ashel tak kenal takut dan lelah. Dia kembali menjadi penganti peran Edris untuk adegan tersebut.

Ashel menelepon Luna kembali setelah syuting itu usai. Luna menanyakan tentang bagaimana kelanjutan cerita miliknya yang di berikan olehnya dalam bentuk file itu.

Ashel lupa membacanya.

"Maaf Kak, aku akhir-akhir ini ada sambilan. Mungkin, minggu depan aku baru bisa membacanya. Kau tak perlu mengajiku bulan ini, tak masalah" Ucap Ashel sambil tiduran di kasurnya.

[Gak gitu Shel. Gua mah, kagak keburu. Lagian, lu sekarang sambilan dimana sampe kagak sempet ke toko gua minggu ini]

Hanya suara napas yang di dengar oleh Luna.

"Shel..., lu tidur? Bangs*t nih anak. Jangan kecapean. Lu masih SMP. Pikirin aja sekolah lu. Shelll?" Luna memanggil Ashel sekali lagi.

Ashel tertidur karena kelelahan.

"Ya, gua tutup telponnya" Luna menutup telpon itu.

Pagi hari, Ashel mendapatkan kabar kalau hari ini syuting di tunda. Senyum tipis mengembang di wajah Ashel. Dia menelepon Luna.

"Kak, aku ke toko mu ya" Ucap Ashel di dalam telpon.

"Ya, kesini aja. Sekalian, gua mau liatin ilustrasi Ruri"

"Ruri lagi? Apa bagusnya tokoh menjengkelkan itu?" Tanya Ashel di dalam telpon sambil berjalan menuju toko Luna.

Luna tertawa dengan kencang. Ashel terus mengobrol dengan Luna hingga dia sampai di toko loak itu.

Ashel yang baru masuk ke dalam toko, tiba-tiba Luna mengejutkannya dan memeluknya.

Ashel cukup terkejut dengan tingkah Luna. "Ada apa ini?" Tanya Ashel yang serba salah meletakkan tangannya.

"Gua! Menang Slot!" Tegas Luna sambil menarik wajah Ashel dan mencium kedua pipi Ashel.

Mata Ashel terbelalak. Dia terkejut dengan apa yang di lakukan Luna. "Dah, mumpung lu disini, apa yang pengen lu makan? Gua beliin!" Tegas Luna dengan nada yang melambung tinggi.

Kecupan di kedua pipi Ashel masih melekat. Dia memegang ke dua pipinya. "Ayam?" Ucap random Ashel.

"Gas! Gua pesenin sekarang!" Luna langsung memainkan ponselnya.

Ashel duduk di meja miliknya. Dia melirik ke arah Luna sambil memegang wajahnya yang terasa berat. "Apa-apaan dia itu?" Batin Ashel sambil membuka ponselnya untuk membaca kelanjutan novel itu.

Sore itu, Luna terus tersenyum sepanjang malam.

Ashel membaca novel di ponselnya hingga ketiduran. Luna menyelimutkan selimut kepada Ashel dan menutup toko.

"Huuft,... padahal kau anak yang cukup tampan. Tapi, kenapa kau selalu pulang dalam keadaan terluka?" Luna membiarkan Ashel tertidur disana.

Ashel terbangun setelah dua jam dia ketiduran. Dia melihat layar ponselnya. Saat ini, pukul setengah 1 malam.

Ashel memijat tengkuknya yang tegang karena tidur dalam keadaan duduk. Empat panggilan tak terjawab dari Ibu Panti. Ashel menelepon sosok itu.

"Maaf bu, Ashel ketiduran di rumah temen" Ucap Ashel.

"Iya, Ashel pulang sekarang. Apa ada yang Ibu titipkan?" Tanya Ashel.

"Tidak ada Shel. Pulanglah sekarang. Ibu mau menyampaikan kabar baik untukmu"

Ashel akhirnya kembali ke panti. Mata Ashel terbelalak saat mendengar berita yang di sampaikan oleh Ibu panti.

"Saya..?? Di adopsi?" Ashel sungguh terkejut.

"Iya, Kau akan dijemput dengan keluarga barumu dua minggu lagi. Setelah ujian akhir semestermu selesai, mereka akan membawamu ke kota. Kau akan memulai kehidupan yang lebih baik disana. Putra mereka memiliki wajah yang rupawan. Saat aku melihatnya, ku kira dia adalah seorang malaikat. Katanya, dia mengenalmu" Cerita sang Ibu Panti.

"Siapa namanya bu?" Ashel takut apabila itu salah seorang dari teman yang membencinya.

"Mereka orang baik. Dan mereka tidak ingin Ibu menyebutkan namanya. Jadi bersabarlah"

Episodes
1 BAB 1 PROLOG [Kilas Balik Ruri-Ashel]
2 BAB 1 [Kegunaan Otak]
3 BAB 1 [Demi Uang]
4 BAB 1 [Adopsi]
5 BAB 1 [Alasan]
6 BAB 1 [Ikatan]
7 BAB 1 [Kilas Balik Ruri-Ashel_Usai]
8 BAB 1 [Time-Skip Aosora Arthur]
9 BAB 1 [Adek?]
10 BAB 1 [Pertemuan Dengan Protagonis ke-2]
11 BAB 1 [Tanpa Hubungan]
12 BAB 1 [Kemajuan]
13 BAB 1 [Kabar Arden]
14 BAB 1 [Menuju Arden]
15 BAB 1 [Gradenia]
16 BAB 1 [Surat Izin]
17 BAB 1 [Tukang Syair]
18 BAB 1 [Siapa Dia?]
19 BAB 1 [Tertangkap]
20 BAB 1 [Ancaman Dan Persetujuan]
21 BAB 1 [Monster]
22 BAB 1 [Ketidakpastian]
23 BAB 1 [Pikiran]
24 BAB 1 [Jalan Lain]
25 BAB 1 [Pembuktian]
26 BAB 1 [Malah Minta Izin]
27 BAB 1 [Tonggak keadilan]
28 BAB 1 [Pengorbanan]
29 BAB 1 [BAH]
30 BAB 1 [Pertemuan Yang Tak Terduga]
31 BAB 1 [Pertarungan Alex]
32 BAB 1 [Flash Back Alex: Ikatan]
33 BAB 1 [Flash Back Alex: Kepribadian]
34 BAB 1 EPILOG [Flash Back Alex: Kontrak-Selesai]
35 BAB 2 [Perawalan]
36 BAB 2 [Kepekaan]
37 BAB 2 [Candaan Tentang Perasaan]
38 BAB 2 [Trauma?]
39 BAB 2 [Spirit Api]
40 BAB 2 [Antusias]
41 BAB 2 [Siapa Dia?]
42 BAB 2 [Pengusik Baru]
43 BAB 2 [CELA]
44 BAB 2 [Yang Dihiraukan]
45 BAB 2 [Pengerogotan]
46 BAB 2 [Debaran]
47 BAB 2 [Ledekan]
48 BAB 2 [Kegegabahan]
49 BAB 2 [Akibat Penyesalan]
50 Bab 2 [Perasaan]
51 BAB 2 [Sensitivitas]
52 BAB 2 [Harga]
53 BAB 2 [Harapan Di Balik Kesemuan] Selesai
54 BAB 3 [Mimpi Panjang]
55 BAB 3 [Kesalahpahaman]
56 BAB 3 [Kedatangannya]
57 Bab 3 [Ketatapan]
58 BAB 3 [Kedatangan Tuan Muda]
59 BAB 3 [Sosokmu]
60 BAB 3 [Keanehan]
61 BAB 3 [Petaka]
62 BAB 3 [Keputusan]
63 BAB 3 [Louis]
64 BAB 3 [Merasuk]
65 BAB 3 [Titisan Kehancuran]
66 BAB 3 [Kehidupan Louis]
67 BAB 3 [Muncul Juga Akhirnya]
68 BAB 3 [Misterius]
69 BAB [Tekanan]
70 BAB 3 [Keluar]
71 BAB 3 [Pertemuan Kembali Ashel]
72 BAB 3 [kematian Yang Menghampiri]
73 BAB 3 [Kemenangan Mutlak]
74 BAB 3 [Aku Mencintaimu, Pangeran Aosora] TAMAT
75 SIDE STORY [LOUIS]
76 SIDE STORY [TSUHA]
77 SIDE STORY [FELIX]
Episodes

Updated 77 Episodes

1
BAB 1 PROLOG [Kilas Balik Ruri-Ashel]
2
BAB 1 [Kegunaan Otak]
3
BAB 1 [Demi Uang]
4
BAB 1 [Adopsi]
5
BAB 1 [Alasan]
6
BAB 1 [Ikatan]
7
BAB 1 [Kilas Balik Ruri-Ashel_Usai]
8
BAB 1 [Time-Skip Aosora Arthur]
9
BAB 1 [Adek?]
10
BAB 1 [Pertemuan Dengan Protagonis ke-2]
11
BAB 1 [Tanpa Hubungan]
12
BAB 1 [Kemajuan]
13
BAB 1 [Kabar Arden]
14
BAB 1 [Menuju Arden]
15
BAB 1 [Gradenia]
16
BAB 1 [Surat Izin]
17
BAB 1 [Tukang Syair]
18
BAB 1 [Siapa Dia?]
19
BAB 1 [Tertangkap]
20
BAB 1 [Ancaman Dan Persetujuan]
21
BAB 1 [Monster]
22
BAB 1 [Ketidakpastian]
23
BAB 1 [Pikiran]
24
BAB 1 [Jalan Lain]
25
BAB 1 [Pembuktian]
26
BAB 1 [Malah Minta Izin]
27
BAB 1 [Tonggak keadilan]
28
BAB 1 [Pengorbanan]
29
BAB 1 [BAH]
30
BAB 1 [Pertemuan Yang Tak Terduga]
31
BAB 1 [Pertarungan Alex]
32
BAB 1 [Flash Back Alex: Ikatan]
33
BAB 1 [Flash Back Alex: Kepribadian]
34
BAB 1 EPILOG [Flash Back Alex: Kontrak-Selesai]
35
BAB 2 [Perawalan]
36
BAB 2 [Kepekaan]
37
BAB 2 [Candaan Tentang Perasaan]
38
BAB 2 [Trauma?]
39
BAB 2 [Spirit Api]
40
BAB 2 [Antusias]
41
BAB 2 [Siapa Dia?]
42
BAB 2 [Pengusik Baru]
43
BAB 2 [CELA]
44
BAB 2 [Yang Dihiraukan]
45
BAB 2 [Pengerogotan]
46
BAB 2 [Debaran]
47
BAB 2 [Ledekan]
48
BAB 2 [Kegegabahan]
49
BAB 2 [Akibat Penyesalan]
50
Bab 2 [Perasaan]
51
BAB 2 [Sensitivitas]
52
BAB 2 [Harga]
53
BAB 2 [Harapan Di Balik Kesemuan] Selesai
54
BAB 3 [Mimpi Panjang]
55
BAB 3 [Kesalahpahaman]
56
BAB 3 [Kedatangannya]
57
Bab 3 [Ketatapan]
58
BAB 3 [Kedatangan Tuan Muda]
59
BAB 3 [Sosokmu]
60
BAB 3 [Keanehan]
61
BAB 3 [Petaka]
62
BAB 3 [Keputusan]
63
BAB 3 [Louis]
64
BAB 3 [Merasuk]
65
BAB 3 [Titisan Kehancuran]
66
BAB 3 [Kehidupan Louis]
67
BAB 3 [Muncul Juga Akhirnya]
68
BAB 3 [Misterius]
69
BAB [Tekanan]
70
BAB 3 [Keluar]
71
BAB 3 [Pertemuan Kembali Ashel]
72
BAB 3 [kematian Yang Menghampiri]
73
BAB 3 [Kemenangan Mutlak]
74
BAB 3 [Aku Mencintaimu, Pangeran Aosora] TAMAT
75
SIDE STORY [LOUIS]
76
SIDE STORY [TSUHA]
77
SIDE STORY [FELIX]

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!