Berenang

Sandra semakin melebarkan senyum nya , ketika melihat sosok Thomas yang sedang berdiri tegak di atas balkon kamar bersama istri nya Mira.

"Wah, pucuk dicinta ulam pun tiba. Orang yang di tunggu-tunggu ternyata sudah muncul," gumam Sandra dengan penuh kebahagiaan.

Namun, kebahagiaan itu langsung memudar saat melihat sosok Mira yang sedang duduk di samping Thomas.

"Hadeehh, si gendut ini. Merusak pemandangan saja," sungut nya kesal.

Sandra berdiri di balik tirai jendela sambil terus memperhatikan pergerakan Thomas dari kamar nya. Ia tidak ada bosan-bosannya untuk memandang wajah tampan lelaki incaran nya itu.

Beberapa menit kemudian, Thomas pun masuk ke dalam kamar dan meninggalkan Mira begitu saja.

Sandra pun mengakhiri pengintaian nya, karena lelaki pujaan nya itu sudah tidak terlihat lagi di pandangan mata nya. Ia kembali berjalan ke arah ranjang, lalu mendudukkan bok*ng nya di sana.

"Akhirnya, rasa rindu ku bisa terobati juga, walaupun hanya sebentar," gumam nya girang.

🌷 Flash back of 🌷

~ Kembali kekamar Kartika ~

Setelah beristirahat selama beberapa jam, aku pun mulai membuka mata perlahan. Aku menggeliatkan badan ke kanan dan kiri untuk merenggangkan otot-otot yang kaku.

Begitu pula dengan mas Dodi. Ia juga mulai terjaga dari tidur nya karena merasa terganggu dengan pergerakan ku.

"Mas, bangun, Mas...! Sudah siang nih," ucap ku mengguncang-guncang bahu mas Dodi.

"Mas masih ngantuk, sayang. Satu jam lagi ya, hoaamm..." balas mas Dodi kembali memejamkan mata.

"Ya sudah, terserah kamu saja, Mas. Aku mau berenang saja di kolam," balas ku seraya turun dari ranjang lalu mengganti pakaian dengan lingerie yang sangat minim.

Mendengar penuturan ku barusan, mas Dodi pun langsung membuka mata, lalu bertanya...

"Kamu mau berenang sama siapa?"

"Sendiri," jawab ku.

"Kamu mau berenang pakai baju itu?"

Aku menoleh ke belakang dan menatap heran kepada mas Dodi.

"Iya, emang nya kenapa?" tanya ku.

"Itu kan baju dinas, sayang. Masa iya mau di pakai buat berenang? Aneh-aneh saja kamu," omel mas Dodi.

"Lah trus, aku harus pakai baju apa lagi? Masa iya aku harus pakai celana panjang sama baju kemeja?" balas ku sewot.

"Yaaa, ya gak gitu sih. Emang gak ada baju lain ya, selain baju itu?" tanya mas Dodi masih tetap kekeuh melarang ku.

"Gak ada," jawab ku ketus.

Aku membalikkan badan, lalu mengikat rambut dengan asal.

"Udah ah, gak usah bawel! Kamu mau ikut berenang atau tidak?" tanya ku.

Mas Dodi terdiam sejenak. Seperti nya ia sedang memikirkan ucapan ku barusan. Beberapa detik kemudian, ia pun kembali bersuara...

"Mas ikut saja lah, takut nya nanti si Thomas datang dan mengganggu mu disana," jawab mas Dodi.

Ia bergegas turun dari ranjang lalu mengganti celana panjang nya dengan celana pendek.

"Husstt, cangkem mu itu, Mas! Jangan sembarangan kalo ngomong, nanti kalau Thomas denger gak enak, ngerti!" tegas ku seraya

"Hehehehe...Iya, cereweeettt..."

Mas Dodi terkekeh sambil mencubit gemas pipi ku.

"Ya sudah, ayo kita ke bawah!" seru ku.

"Siap, sayang."

Mas Dodi menggandeng tangan ku dan mengajakku untuk berjalan bersama. Aku dan mas Dodi menapaki anak tangga satu persatu sambil celingukan kesana-kemari.

"Loh, itu si Thomas. Ngapain dia tidur di sofa begitu?" ucap mas Dodi sembari menunjuk ke arah Thomas yang sedang tertidur pulas di sofa ruang tamu.

Aku mendengus kesal mendengar ocehan suamiku.

"Udah lah, biarin aja. Jangan ganggu dia! Biarkan dia beristirahat dengan tenang disana," bisik ku.

"Hmmmm, ya udah deh." Mas Dodi mengangguk menyetujui ucapan ku.

Aku dan mas Dodi terus melangkah melewati Thomas yang masih setia menutup mata nya di atas sofa. Saat hendak membuka pintu utama, tiba-tiba...

"Kalian berdua mau kemana?" tanya Thomas seraya bangkit dari sofa lalu datang menghampiri ku dan mas Dodi.

Thomas memandangi penampilan ku dari atas sampai bawah dengan tatapan aneh. Ia menelan ludah dengan kasar, ketika melihat dua bukit kembar ku yang sedikit menyembul keluar.

"Heh, tuyul! Punya mata itu di jaga, jangan jelalatan kemana-mana," oceh mas Dodi memukul bahu Thomas.

"Eh, iya iya, maaf. Aku gak sengaja." Thomas nyengir kuda.

"Heleh, alasan. Bilang saja kalau kamu memang sengaja. Iya kan, ngaku aja deh!" omel mas Dodi lagi.

"Hehehe... Habis nya istri kamu cantik banget sih, beda banget sama istri ku." sahut Thomas.

Tidak ingin memperpanjang perdebatan di antara mereka, aku pun akhirnya ikut bersuara dan melerai kedua nya...

"Sudah... Sudah... Gak usah pada berisik!" omel ku ketus.

Aku langsung beralih kepada Thomas, lalu bertanya...

"Thom, kamu mau ikut berenang gak?" tawar ku.

"Ya pasti mau, dong. Tunggu sebentar ya, aku ganti baju dulu ke atas!" balas Thomas girang.

Namun, tidak dengan mas Dodi. Ia malah melarang Thomas dan tidak memperbolehkan nya ikut bersama kami.

"E e e e eh... Kamu disini saja, Thom. Lanjutkan saja istirahat mu, tidak usah ikut kami berenang!" tolak mas Dodi.

"Gak mau, pokoknya aku tetap mau ikut, titik."

Thomas langsung berlari ke lantai atas, tanpa memperdulikan tatapan tajam mas Dodi.

"Ini semua gara-gara kamu sih. Ngapain juga harus ngajak dia segala? Bikin rusuh saja," gerutu mas Dodi menekuk wajah nya.

"Sudah lah, Mas. Biarkan saja dia ikut, biar tambah rame."

Aku berusaha membujuk mas Dodi agar mau mengizinkan Thomas untuk ikut berenang bersama kami.

"Tapi nanti kalau dia gangguin kamu, gimana coba?" ucap mas Dodi.

"Gak bakalan, Mas. Percayalah...!" balas ku masih terus berusaha membujuk mas Dodi.

Mas Dodi memalingkan wajah. Ia terlihat sangat kesal atas keputusan ku itu. Aku hanya tersenyum melihat wajah masam nya, dan kembali berucap...

"Kamu tenang saja, Mas. Aku yakin, Thomas tidak seperti yang kamu pikirkan," lanjut ku seraya memeluk tubuh mas Dodi dari samping.

Mendapat pelukan hangat dari ku, mas Dodi pun akhirnya luluh. Ia membalas pelukan ku dengan wajah berbinar. Bukan itu saja, ia bahkan menempelkan bibir nya di bibir ku dan mulai menikmati nya.

Melihat pemandangan yang sangat menyakitkan di depan mata nya, Thomas pun langsung mematung di atas tangga. Ia menatap tajam ke arah kami berdua sambil mengepalkan tangan.

"Cih, menjijikkan sekali mereka berdua!" umpat Thomas mengeraskan rahangnya.

Ia berjalan perlahan mendekati kami dengan wajah memerah.

"Thomas..." gumam ku terkejut.

Aku langsung melepaskan pagutan bibir mas Dodi, ketika melihat kehadiran Thomas yang sudah berdiri tegak di belakang mas Dodi dan tepat berhadapan muka dengan ku.

"Kalian ini apa-apaan sih? Kalau mau mesra-mesraan jangan disini, pergi ke kamar sana!" omel Thomas ketus.

"Heleh, bilang saja kamu iri, ya kan?" cibir mas Dodi.

Aku menyikut lengan mas Dodi untuk menyuruh nya diam, kemudian aku beralih menatap wajah sangar Thomas sembari tersenyum kecut.

"Aduuuhhh, mati aku! Bisa-bisa Thomas marah besar nih, karena ulah mas Dodi tadi," batin ku cemas.

"Bukan iri, tapi tidak pantas. Ini tempat umum, bukan kamar kalian. Jadi aku harap, kalian bisa menjaga perilaku kalian selama disini, paham!" tegas Thomas lalu melenggang pergi menuju kolam renang.

"Iya iya... Cerewet banget sih jadi orang!" balas mas Dodi sewot.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

cemburu nya Thomas apa ga kerasa ya sm Dodi klo sikap nya. aneh

2023-12-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!