🌷Flash back on🌷
~ Di Apartemen Sandra ~
Pranggg...
Alat-alat kosmetik yang ada di atas meja rias jatuh berhamburan di lantai. Sandra meluap emosi nya dengan membabi buta. Ia mengacak-acak isi kamar sambil menjerit histeris.
"Aaaaagghhh..."
"Bajing*n kamu, Thomaaaasss...!" teriak Sandra dengan kemarahan meledak-ledak.
Dengan wajah memerah dan mata menyorot tajam, wanita itu pun terus mengucapkan sumpah serapah nya kepada Thomas, lelaki yang selama ini menjadi incaran nya.
"Awas kau, laki-laki sialan! Aku akan membalas penghinaan mu ini."
"Aku pastikan, kau juga akan merasakan penderitaan yang lebih menyakitkan, dari yang aku rasakan saat ini, hahahaha..."
Sandra tertawa jahat. Ia tampak begitu emosional mengingat kejadian demi kejadian yang sudah ia alami, saat berada di rumah Thomas.
"Lihat saja nanti, aku pasti akan membuktikan ucapan ku ini pada mu, laki-laki biad*b!"
Sandra menjatuhkan tubuh ramping nya di atas ranjang dengan kasar. Ia mengepalkan tangan kemudian memandang langit-langit kamar dengan tatapan penuh kebencian.
"Kau akan menyesal seumur hidup, karena sudah berurusan dengan ku, Thom. Dan aku bersumpah, aku akan menghancurkan hidup mu, sampai sehancur-hancurnya, Thomas. Hahahaha..."
Lagi... Sandra tak henti-henti nya mengumpat dan menyumpahi sosok Thomas. Rasa sakit dan kecewa yang sudah di berikan lelaki pujaan nya itu, sungguh sangat melukai hati nya.
Setelah emosi nya sedikit mereda, Sandra mulai bangkit dari ranjang. Ia membuka seluruh pakaian yang melekat di tubuh nya, kemudian berjalan gontai masuk ke dalam kamar mandi.
Sandra berdiri di bawah guyuran shower hingga membasahi seluruh tubuh nya.
Setelah selesai, ia pun mulai membereskan kamar dan ranjang yang sangat berantakan akibat ulah nya sendiri.
"Hufff, bikin kerjaan ku saja," gerutunya sembari memunguti alat-alat kosmetik yang bertebaran di lantai, lalu menyusun nya kembali ke atas meja rias.
Setelah semua nya tertata rapi, Sandra pun kembali berpakaian dan merias wajah nya.
Selesai merapikan penampilan nya, Sandra tidak langsung beranjak dari tempat duduk nya. Ia terus memandangi kecantikan nya dari pantulan cermin meja rias.
"Apa yang kurang dari diriku ini, Thom? Hingga kau tidak pernah melirik ku sedikit pun?" gumam nya lirih.
Sandra masih kecewa atas perlakuan Thomas. Ia tidak menduga jika Thomas akan bersikap kasar seperti itu terhadap nya.
Walaupun demikian, ia tak patah semangat. Ia terus saja memikirkan cara untuk bisa mendapatkan cinta dari suami sahabat nya itu.
"Apa yang harus aku lakukan untuk meraih hati mu, Thom?"
Sandra mengusap buliran air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata nya.
"Bagaimana aku bisa membuktikan cinta ku pada mu, kalau kau selalu saja mengacuhkan ku dan mengabaikan keberadaan ku, Thom?"
Sandra menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan kasar. Ia bingung dengan perasaan nya sendiri, yang begitu sangat mendambakan sosok seorang Thomas.
Wanita bertubuh seksi itu terus saja membayangkan wajah tampan lelaki pujaan nya dengan wajah sendu.
"Thomas... Aku mencintaimu..."
Kata-kata itu lolos begitu saja dari bibir Sandra. Ia begitu sangat terobsesi untuk mendapatkan cinta dari lelaki yang selama ini telah mengisi relung hati nya.
Setelah beberapa saat termenung di depan cermin, Sandra pun mulai bangkit dari kursi. Ia menyampirkan tas hitam kecil di bahu, kemudian melangkah keluar dari kamar.
"Dari pada pusing mikirin si Thomas gila itu, mendingan aku bersenang-senang dengan para bestie ku," gumam nya sambil terus melangkah keluar dari apartemen pribadi nya.
Setibanya di parkiran, Sandra menyipitkan mata saat melihat mobil Thomas yang sedang melaju kencang tak jauh dari tempat nya berdiri.
"Loh, itu bukan nya mobil Thomas ya? Mau kemana dia? Kok ngebut banget?" gumam Sandra penasaran.
"Aku ikutin, ah."
Sandra bergegas masuk ke dalam mobil. Ia menyalakan mesin kendaraan nya, dan langsung tancap gas untuk mengejar mobil Thomas.
"Sebenarnya dia ini mau kemana sih? Kok arah jalan nya kayak mau ke puncak?" ucap Sandra semakin penasaran.
"Apa jangan-jangan, dia memang ingin liburan ke puncak ya?" lanjut Sandra terus menduga-duga tentang arah tujuan mobil Thomas.
Sandra melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi. Ia tidak ingin lengah dan kehilangan jejak mobil Thomas yang juga melaju kencang di depan nya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar hampir tiga jam, Sandra pun menghentikan kendaraan nya di tepi jalan. Ia terus memperhatikan mobil hitam Thomas yang sudah berhenti di sebuah villa mewah.
"Naah, bener kan dugaan ku tadi. Mereka pasti sedang liburan kesini," gumam Sandra manggut-manggut membenarkan ucapan nya.
Ia terus mengamati gerak-gerik Thomas dari kejauhan. Saat lelaki pujaan nya itu keluar dari mobil, senyum sumringah pun langsung terpancar dari raut wajah Sandra.
Dan di saat sepasang suami istri yang tidak ia kenal juga ikut keluar dari mobil Thomas, mata Sandra pun kembali menyipit.
"Loh, itu siapa? Mereka berdua kok bisa ada di dalam mobil Thomas? Atau jangan-jangan, mereka itu kerabat dekat Thomas ya?" gumam nya menduga-duga.
Sandra mengedarkan pandangan nya ke segala arah. Ia mengamati keadaan sekitar villa untuk mencari tempat penginapan.
Wajah cantik Sandra pun langsung berbinar, kala melihat sebuah bangunan yang hampir sama dengan villa yang di tempati Thomas.
"Wah, kebetulan sekali." Sandra tersenyum lebar hingga menampilkan deretan gigi putih nya.
"Lebih baik, aku juga ikut menginap disini. Agar aku bisa terus berdekatan dengan si ganteng ku itu, hihihi..." ucap Sandra cekikikan di dalam mobil nya.
Setelah melihat Thomas beserta rombongan masuk ke dalam villa, Sandra pun kembali menjalankan kendaraan nya. Ia melewati penginapan Thomas dengan santai dan wajah berseri-seri tentunya.
Sesampainya di tempat yang di tuju, Sandra pun menghentikan mobil nya tepat di depan teras villa. Setelah melepaskan sabuk pengaman dari tubuh nya, Sandra pun melangkah keluar dari kendaraan nya.
Ia celingukan kesana-kemari mencari si empunya villa. Tak lama kemudian, orang yang di cari pun muncul dari balik pintu.
Ceklek...
"Mau cari siapa, Nak?" tanya seorang nenek tua kepada nya.
"Saya mau mencari yang punya villa ini, nek." Sandra tersenyum simpul.
"Oh, kebetulan dengan saya sendiri. Ada perlu apa, Nak? Apakah kamu ingin menyewa villa ini?" tanya sang nenek.
"Iya, nek. Saya ingin menyewa villa ini untuk beberapa hari ke depan," jawab Sandra mengangguk.
"Oh, boleh-boleh. Mari, silahkan masuk! Biar nenek tunjukkan kamar nya," ucap sang nenek yang bernama Ponimi dengan wajah bahagia.
Nenek Ponimi membuka pintu lebar-lebar, lalu mengajak Sandra untuk masuk ke dalam. Ia berjalan tergopoh-gopoh di depan dan di ikuti Sandra dari belakang.
Sesampainya di lantai dua, nenek Ponimi membuka salah satu pintu kamar untuk Sandra tempati.
"Ini kamar kamu, Nak...?"
"Sandra, Nek. Nama saya Sandra," sahut Sandra.
"Oh iya, Nak Sandra." Nenek Ponimi manggut-manggut dan kembali tersenyum.
"Ya sudah kalau begitu, nenek permisi dulu ya, Nak. Kalau kamu butuh sesuatu, bilang saja sama nenek," ucap nenek Ponimi.
"Baik, Nek." Sandra mengangguk.
Nenek Ponimi kembali menuruni anak tangga dan kembali melanjutkan pekerjaan di dapur. Setelah bayangan nenek Ponimi hilang dari pandangan, Sandra pun menutup pintu kembali.
Sandra meletakkan tas kecil nya di atas meja kayu yang ada di samping jendela kaca, kemudian ia pun menatap ke seberang jendela dengan wajah bahagia.
"Thomas... Sampai kapan pun, aku akan terus berusaha untuk mendapatkan cinta mu. Aku tidak akan pernah membiarkan mu di miliki orang lain, termasuk Mira."
Sandra tersenyum miring sambil terus menatap ke luar jendela yang berseberangan dengan jendela kamar Thomas.
🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
Leo
dasar Sandra plin-plan 😒😒
2023-12-09
0
neng ade
bakalan seru nih..
2023-12-09
0