Penolakan Kartika

Belum juga mendapatkan balasan pesan dari ku, Thomas pun kembali mengirimkan pesan, yang isi nya...

"Kok gak di balas sih, Honey? Apa jangan-jangan kamu tidak mau menemui ku disini?"

Aku menghela nafas panjang saat membaca pesan dari Thomas. Aku dilema memikirkan antara mau atau tidak untuk menemui nya.

"Aduuuhhh, bagaimana ini? Aku harus jawab apa sekarang?" batin ku semakin gelisah.

Aku berjalan mendekati jendela kaca yang berada di sudut kiri kamar, kemudian mengarahkan pandangan ku ke bawah.

Mata ku pun langsung membulat sempurna, saat melihat sosok Thomas yang sedang berdiri tegak di bawah pohon rindang, sambil melambaikan tangan ke arah ku.

"Sini, Honey!" panggil Thomas dengan gerakan bibir tanpa bersuara.

"Gak bisa, ada mas Dodi." Aku menggeleng dan juga menggerakkan bibir ku.

"Ayo lah, Honey! Sebentar saja kok, pliiisss...!" ucap Thomas mengatupkan kedua tangan dengan wajah memelas.

"Maaf, Thom. Aku gak bisa," aku kembali menggelengkan kepala.

"Aku mohon, Honey. Keluar lah, aku sangat merindukanmu," ucap Thomas lagi.

"Maafkan ku, Thom. Aku benar-benar tidak bisa," balas ku juga mengatupkan kedua tangan.

Kami berdua saling berkomunikasi tanpa mengeluarkan suara. Hanya dari gerakan tangan dan bibir saja yang kami gunakan untuk saling berbicara satu sama lain.

Tidak ingin memperpanjang percakapan dengan Thomas, aku pun memutuskan untuk menutup tirai jendela dan kembali duduk di tempat semula.

Dan Thomas, ia masih terus berdiri di tempat sambil memandang ke arah jendela kamar ku dengan perasaan kecewa.

Aku tidak menghiraukan Thomas lagi. Aku duduk termenung di tepi ranjang sambil menatap wajah sendiri dari pantulan cermin. Aku menggenggam erat ponsel yang masih ada di tangan ku dengan perasaan bimbang.

"Maafkan aku, Thomas. Aku benar-benar tidak berani untuk menemui mu saat ini," batin ku lirih.

Tanpa sadar, air mata ku mulai menetes di pipi. Aku merasa sedih, karena tidak bisa menemui lelaki selingkuhan ku itu. Aku benar-benar tidak tega melihat wajah sayu Thomas saat mendapatkan penolakan dari ku.

"Sayang... Kamu tidak istirahat?" tanya mas Dodi mulai terjaga dari tidur nya.

Mendengar suara serak mas Dodi, aku pun langsung cepat-cepat mengusap air mata dengan punggung tangan. Setelah itu, aku menoleh ke belakang.

"Loh, kamu sudah bangun, Mas?" tanya ku heran.

"Mas tidak bisa tidur nyenyak, kalau tidak memeluk dirimu, sayang."

"Heleh, alasan!" sungut ku memutar bola mata malas.

"Mas serius, sayang. Sini, kita tidur bareng!" ucap mas Dodi melambaikan tangan.

Karena tidak ingin membuat mas Dodi menaruh curiga dengan ku, akhirnya aku pun mengalah.

"Ya, baik lah."

Aku menurut dan merangkak naik ke atas ranjang. Aku membaringkan diri di samping mas Dodi, lalu memeluk erat tubuh nya.

Mas Dodi pun membalas pelukan ku, kemudian memejamkan mata nya kembali. Kami berdua mulai terlelap dan menjelajah ke alam mimpi masing-masing.

~ Dikamar Thomas ~

Thomas mengusap wajah dengan kasar, saat melihat bayangan Kartika hilang dari balik jendela. Dengan perasaan kecewa akibat penolakan Kartika, Thomas pun kembali melangkah masuk ke dalam villa. Ia terus berjalan sampai ke dalam kamar dengan langkah gontai.

Saat membuka pintu kamar, Thomas pun membuang nafas kasar ketika melihat sang istri yang sedang asik merenung dengan kesendirian nya.

"Huufff, si gendut ini sebenarnya kenapa sih? Asik melamuuuun terus kerjaan nya. Kayak gak ada kerjaan lain saja," gerutu Thomas kesal.

Mira tidak menyadari kehadiran Thomas. Ia tetap duduk santai di balkon kamar sambil menyeruput secangkir kopi hangat.

Mira terus memandangi pegunungan yang sangat indah dengan wajah datar.

"Apa yang sedang kamu pikirkan, Mira?"

Thomas tiba-tiba muncul dari belakang dan berdiri tepat di samping Mira. Ia juga menatap pemandangan yang ada di depan nya, dengan kedua tangan di masukkan ke dalam saku celana.

"Tidak ada, Mas. Aku sedang tidak memikirkan apapun," jawab Mira menggelengkan kepala.

"Bohong," ucap Thomas ketus.

"Beneran, Mas. Aku tidak bohong," balas Mira berusaha meyakinkan suami nya.

Mira kembali menyeruput kopi yang ada di tangan nya, kemudian meletakkan nya kembali ke atas meja kecil yang ada di depan nya.

"Apakah kamu sedang memikirkan untuk bercerai dengan ku?" tebak Thomas.

Degh...

Dada Mira terasa sesak seketika. Ia tidak pernah menduga, jika Thomas akan melontarkan pertanyaan yang sangat menyakitkan itu kepada nya.

"A-apa maksud kamu, Mas? Ke-kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Mira terbata.

"Aku tidak bertanya, Mira. Aku hanya sedang menebak isi hati mu saja," balas Thomas dingin.

Mira terdiam dengan mata yang mulai berkaca-kaca. Ia sama sekali tidak mengerti dengan jalan pikiran lelaki yang ada di samping nya itu.

"Atau jangan-jangan, kamu yang ingin berpisah dengan ku, Mas?" tebak Mira dengan linangan air mata yang mulai membasahi kedua pipi nya.

Thomas tidak menyahut. Ia terus memandang lurus ke depan dengan tatapan yang sulit dijelaskan.

"Jawab, Mas! Kenapa kamu diam saja?" desak Mira dengan suara bergetar.

"Jangan tanya aku, Mira! Tanya kan saja pada diri mu sendiri. Apakah hubungan ini masih bisa berlanjut atau tidak," jawab Thomas ketus lalu melangkah pergi meninggalkan Mira begitu saja.

Thomas terus mengayunkan langkah nya sampai ke lantai dasar dengan frustasi. Sementara Mira, ia mulai terisak sambil terus memandangi kepergian Thomas dengan perasaan hancur berkeping-keping.

"Tega kamu, Mas. Hiks hiks hiks..." rintih Mira dengan tangisan menyayat hati.

Wanita itu kembali meratapi nasibnya. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi mempertahankan rumah tangga nya, yang saat ini sudah berada di ujung tanduk.

Di tempat yang berbeda, Thomas menjatuhkan tubuh kekar nya di atas sofa. Ia mendongak menatap langit-langit ruang tamu dengan wajah masam.

"Seharusnya pergi liburan untuk bersenang-senang. Eeehh, malah jadi berantakan seperti ini. Hufff, apes banget nasib ku," sungut Thomas.

Thomas mengacak-acak rambut dengan kasar. Ia sangat menyayangkan tentang keadaan nya saat ini.

"Andai saja aku bisa menggantikan posisi Dodi, pasti saat ini aku sedang bermanja-manja dengan Honey ku," gumam Thomas kembali mengingat masa-masa indah bersama Kartika.

"Honey... Kemari lah, sayang! Aku sangat menginginkan mu saat ini," batin Thomas tersenyum dan mulai membayangkan wajah cantik dari istri sahabat nya itu.

"Aku ingin sekali memeluk mu, dan merasakan kehangatan tubuh mu, sayang..." lanjut Thomas.

Karena merasa tidak nyaman dengan posisi duduk nya, Thomas pun akhirnya berpindah tempat. Ia merebahkan diri di atas sofa panjang, dan mulai memejamkan mata perlahan.

Tak lama berselang, lelaki tampan itu pun mulai tertidur lelap dengan posisi satu tangan di atas dahi nya.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

Leo

Leo

kasian Mira

2023-12-09

0

neng ade

neng ade

klo Mira hanya bisa menangis karena Thomas selingkuh .. lalu apa kabar dngn Dodi klo tau Kartika selingkuh sm sahabatnya sendiri .. wah .. bakalan saling bunuh kali ya

2023-12-09

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!