Di Hotel

Sesampainya di depan gedung hotel, Thomas pun memarkirkan mobil nya di tempat yang sudah tersedia. Setelah itu, kami berdua pun keluar dari mobil dan berjalan beriringan menuju meja resepsionis.

Selesai memesan kamar, aku dan Thomas kembali melangkah menuju lantai dua, tempat dimana kamar yang sudah kami pesan berada.

Setibanya di depan kamar nomor 25, Thomas pun membuka pintu dengan kunci yang ada di tangan nya. Setelah pintu terbuka, kami berdua pun segera masuk ke dalam lalu mengunci pintu kembali.

"Aku kangen, Honey."

Thomas memeluk ku secara tiba-tiba dari belakang. Ia menenggelamkan wajah nya di ceruk leher ku, dan melingkarkan kedua tangan nya di pinggang ku.

Aku mematung seketika dan membiarkan lelaki selingkuhan ku itu melakukan apa pun yang dia mau.

Setelah puas menciumi ceruk leher ku, Thomas pun mulai melepaskan pelukan nya, kemudian membalikkan tubuhku untuk menghadap kepada nya.

"Honey, apakah kamu juga merindukan ku?" tanya Thomas sembari melingkarkan kedua tangan nya di pundak ku, lalu mengecup mesra dahi ku.

"Iya, Thom. Aku juga merindukanmu," jawab ku tersenyum manis.

"Benar kah, Honey? Kamu sedang tidak berbohong kan?" tanya Thomas seakan-akan tidak percaya dengan pendengaran nya.

"Tidak, Thom. Aku tidak bohong. Aku memang benar-benar merindukan mu," jawab ku tersipu malu.

"Oh, Honey. Aku jadi semakin cinta pada mu."

Thomas mendekap erat tubuh ku. Ia kembali mendaratkan kecupan-kecupan mesra di wajah dan juga bibirku.

Thomas tersenyum penuh kebahagiaan. Ia mengangkat tubuh ku ala bridal style, lalu membaringkan ku ke atas ranjang dengan perlahan.

Thomas menyingkirkan anak rambut yang menutupi sebagian wajah ku dengan lembut, kemudian kembali menciumi wajah ku dengan penuh semangat.

"Thomas... Aahh..."

Aku mencengkram erat punggung Thomas. Suara-suara indah pun mulai bermunculan dari bibir ku. Aku begitu terlena dengan kelembutan dan kemesraan dari sahabat suami ku itu.

Thomas terus melanjutkan kegiatan nya sampai ke leher dan dada ku. Ia menenggelamkan wajah nya di tengah-tengah bukit kembar yang terlihat begitu menantang hasrat nya.

"Geli, Thom. Ahh..."

Lagi... Aku mendes*h dengan mata terpejam, saat bibir Thomas menempel indah di ujung bukit ku. Ia terus menikmati kegiatan nya tanpa memperdulikan rintihan manja yang keluar dari bibir ku.

Dan akhirnya, kamar hotel itu pun menjadi saksi bisu atas pergumulan panas kami berdua. Aku dan Thomas memadu kasih dengan bermandikan keringat dan nafas tersengal-sengal.

Desah*n demi desah*n yang keluar dari bibir kami berdua, terdengar saling bersahutan dan menggema di seluruh sudut kamar.

Setelah berolahraga selama hampir dua jam, aku dan Thomas pun memuncak secara bersamaan.

"Akkhhh..."

Thomas mengeluarkan lahar hangat nya dengan tubuh menegang dan kepala mendongak ke atas.

"Terima kasih ya, Honey."

Thomas mengecup dahi ku lalu menjatuhkan tubuh basah nya di sebelah ku.

"Iya, sama-sama, sayang." Aku tersenyum membalas ucapan nya.

Masih dengan keadaan sama-sama polos dan nafas naik turun tidak karuan, aku dan Thomas pun berbaring telentang di atas ranjang. Kami berdua mengistirahatkan diri tanpa ada nya percakapan apa pun.

Setelah beberapa saat hening, Thomas pun mulai mendudukkan tubuh nya. Ia terus menatap wajah ku dengan senyum sumringah di bibir nya.

"Ada apa? Kenapa kamu senyum-senyum begitu?" tanya ku ikut mendudukkan diri di sebelah nya.

"Tidak ada apa-apa, Honey. Aku hanya sedang bahagia saja," jawab Thomas.

"Bahagia kenapa? Apakah karena istri mu?" tebak ku.

"Bukan, bukan karena dia. Tapi karena dirimu," jawab Thomas kembali mencium dahi ku.

"Aku bahagia karena bisa bertemu dengan mu, Honey."

Thomas membaringkan tubuh nya kembali, kemudian meletakkan kepala nya di atas pangkuan ku.

"Sama, aku juga bahagia bisa bertemu dengan mu, Thom."

Aku membelai lembut rambut Thomas sambil sesekali mencium kening nya. Thomas semakin melebarkan senyum nya melihat tingkah manja ku itu.

"Kalau begitu, ayo kita menikah, Honey! Aku ingin memiliki mu seutuhnya, bukan mencuri-curi seperti ini lagi," ucap Thomas dengan mimik wajah serius.

"Tidak semudah itu, Thom."

Aku menggeleng pelan. Aku menatap lurus ke depan dengan pandangan menerawang, sambil terus membelai rambut nya.

"Kan sudah sering aku katakan, kita sama-sama milik orang lain. Dan kita..."

Aku menghela nafas panjang. Berat rasa nya lidah ini untuk melanjutkan kata-kata itu.

"Kita apa?" sahut Thomas penasaran.

"Kita tidak akan mungkin bisa bersatu," jawab ku lirih.

"Siapa bilang? Aku bisa saja membawa mu pergi jauh dari kota ini. Kita akan menikah di kota lain, dan membina rumah tangga disana," lanjut Thomas.

"Trus, mas Dodi dan Mira mau di kemana kan?" balas ku.

"Tinggal kan saja mereka. Atau kalau perlu, buang saja mereka ke laut, biar di makan hiu sekalian," jawab Thomas dengan santai nya.

Plak...

"Ngaco aja kalo ngomong. Mereka itu manusia, bukan daging ayam. Sembarangan main lempar-lempar ke laut segala," omel ku sembari menepuk jidat Thomas.

"Hehehehe... Bercanda, Honey."

Thomas terkekeh lalu menenggelamkan wajah nya di perut ku dengan gemas.

Aku hanya menggeleng-gelengkan melihat tingkah selingkuhan ku itu.

Sedang asik berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara dering ponsel dari dalam tas selempang ku.

Kring kring kring... Kring kring kring...

"Jangan-jangan... Itu mas Dodi?" gumam ku panik.

"Angkat saja, siapa tau dia sudah pulang ke rumah!" sahut Thomas.

"Oke," balas ku mengangguk.

Aku bergegas turun dari ranjang, kemudian mengambil ponsel yang sedang berdering di dalam tas.

"Ya halo, ada apa, Mas?" tanya ku menerima panggilan dari mas Dodi.

"Kamu lagi dimana, sayang? Kok gak ada di rumah?" balas mas Dodi.

"A-aku... Aku lagi di mini market, Mas."

"Ngapain kamu disana?" tanya mas Dodi heran.

"Ya belanja lah, Mas. Masa nyuci baju," jawab ku sewot sembari melirik ke arah Thomas.

"Hehehehe, iya juga sih. Ya sudah, cepat pulang ya, mas tunggu di rumah! Jangan lupa belikan juga cemilan kesukaan mas," balas mas Dodi terkekeh.

"Baik, Mas."

Aku menutup panggilan dari mas Dodi, lalu menyimpan ponsel kembali ke dalam tas.

"Ayo buruan kita pulang, Thom! Mas Dodi sudah ada di rumah tuh," seru ku sembari berlari kecil ke dalam kamar mandi.

"Oke, Honey."

Thomas mengikuti langkah ku sampai ke dalam kamar mandi dengan membawa dua handuk di bahu nya.

Aku dan Thomas membersihkan diri masing-masing di bawah guyuran air shower yang hangat. Setelah selesai, kami berdua pun kembali berpakaian dan merapikan penampilan masing-masing.

"Kamu sudah siap, Honey?" tanya Thomas sembari memakai sepatu sport nya.

"Sudah," balas ku mengangguk lalu menyampirkan tas di bahu kiri.

"Oke, ayo kita keluar!" ucap Thomas menggandeng tangan ku keluar dari kamar.

"Ya," balas ku kembali mengangguk dan berjalan bersama dengan sahabat suamiku itu.

Setelah menyerahkan kunci kepada resepsionis, aku dan Thomas pun kembali berjalan sampai ke parkiran. Kami berdua masuk ke dalam mobil, dan memasang sabuk pengaman ke tubuh masing-masing.

"Mau aku antar kemana, Honey? Ke rumah atau..." tanya Thomas mulai menjalankan kendaraan nya.

"Ke mini market dekat rumah ku saja," jawab ku.

"Oke, baik lah."

Thomas mengangguk lalu mengeluarkan uang merah dari dalam saku celana nya, kemudian menyerahkan semua uang itu ke tangan ku.

"Nah, ini untuk tambahan uang belanja mu nanti di sana!" ucap Thomas.

"Oke, makasih ya, Thom."

Aku menerima uang itu, lalu menyimpan nya ke dalam tas.

"Sama-sama, Honey."

Thomas mencubit gemas pipi ku, dan menyunggingkan senyum termanis nya pada ku.

🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷

Terpopuler

Comments

neng ade

neng ade

royal banget sih Thomas itu sm Kartika .. pengertian juga ngasih duit nya .. pantas aja Kartika juga jadi bucin

2023-12-08

1

Leo

Leo

next up

2023-12-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!