Mendengar ada nya keributan di lantai atas, Mira yang sedang duduk melamun di ruang tamu pun langsung berlari secepat kilat. Ia menapaki anak tangga dengan sangat terburu-buru.
"Ada apa ini, Mas?" teriak Mira saat tiba di depan kamar.
Mira membelalakkan mata melihat keadaan kamar yang sangat berantakan seperti kapal pecah.
"Tanyakan saja pada sahabat gila mu ini!" jawab Thomas ketus.
Mira mengalihkan perhatian nya kepada Sandra yang masih menangis sesenggukan di depan Thomas. Mira masuk ke dalam kamar dan melangkah perlahan mendekati Sandra.
"Ada apa, Sandra? Kenapa kamu menangis seperti ini? Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Mira penasaran.
"Ti-tidak ada apa-apa, Mir. Lebih baik aku pulang saja," balas Sandra.
Sandra berlari keluar dari kamar dengan perasaan kecewa. Ia meninggalkan Thomas dan Mira begitu saja tanpa memberikan alasan yang jelas.
"Loh, kok malah kabur sih, San? Kamu belum menjelaskan apa pun pada ku," pekik Mira heran melihat tingkah sahabatnya.
Sandra tidak menghiraukan teriakan Mira, ia terus melangkah pergi dengan membawa luka di hati nya. Sementara Thomas, ia tetap acuh dan tidak memperdulikan kepergian sahabat dari istri nya itu.
"Dasar, wanita ular!" Thomas mengumpat Sandra dalam hati sambil terus menatap ke luar jendela kaca.
Mira menghela nafas dalam-dalam. Ia mengamati keadaan kamar lalu kembali bertanya kepada suami nya.
"Apa yang sebenarnya terjadi disini, Mas? Kenapa kamar kita jadi berantakan seperti ini?" ucap Mira dengan kening mengkerut.
Thomas menoleh. Ia memandang ke arah Mira dengan sorot mata tajam. Thomas berjalan perlahan dan berdiri tegak di hadapan sang istri.
"Apa yang sudah kamu katakan kepada sahabat gila mu itu, hah?" tanya Thomas dingin.
"Ti-tidak ada. A-aku hanya mengatakan kalau kamu se-selingkuh," jawab Mira gugup.
Braakkkk...
Thomas memukul meja yang ada di samping Mira dengan sekuat tenaga. Ia tampak begitu emosi setelah mendengar pengakuan sang istri.
Mira terlonjak kaget sembari menutup kedua telinga. Dada nya berdebar-debar hebat melihat kemarahan Thomas.
"Apakah kamu tahu, apa yang sudah dia lakukan pada ku tadi?" tanya Thomas dingin.
"Ti-tidak, aku tidak tahu, Mas. Emang nya apa yang sudah dia lakukan pada mu, Mas?" tanya Mira dengan suara bergetar.
Thomas tersenyum miring. Ia mendekatkan wajah nya ke wajah Mira, lalu berucap...
"Sahabat gila mu itu ingin mencium ku," ucap Thomas.
Duaaarrr...
Bagaikan di sambar petir, hati Mira langsung hancur berkeping-keping mendengar pengakuan suami nya. Ia tidak menyangka jika sahabat yang selama ini menjadi tempat curahan hati nya, malah menjadi musuh dalam selimut di rumah tangga nya.
"APAAAA...? SA-SANDRA INGIN MENCIUM MU...?" pekik Mira dengan mata membulat.
"Ya, dia ingin mencium ku. Dan bahkan, dia juga sudah memeluk ku," jawab Thomas mengangguk.
Lutut Mira lemas seketika. Ia jatuh terduduk di lantai dengan mata berkaca-kaca. Wanita bertubuh gempal itu menunduk dan mulai terisak meratapi nasib nya.
"Kenapa kamu tega melakukan hal itu pada ku, San? Kenapa kamu ingin menusuk sahabat mu sendiri dari belakang? Kenapa, SANDRAAAA? Hiks hiks hiks..." teriak Mira.
Mira menangis sejadi-jadinya. Ia duduk kelesotan di lantai dengan deraian air mata di kedua pipi nya.
Thomas diam dan kembali berjalan ke arah jendela. Ia menatap ke luar dengan pandangan kosong menerawang.
"Sekarang kamu sudah tahu sifat asli sahabat mu itu. Jadi aku minta, kamu jangan pernah lagi berhubungan dengan nya, ngerti!" tegas Thomas dengan penuh peringatan.
Mira tidak menyahut. Ia masih terus menunduk dan menangisi perbuatan sahabat nya.
"Berhati-hatilah dalam memilih teman, karena tidak semua orang memiliki niat baik di hati nya."
"Malah bisa jadi sebaliknya, dia akan menjadi bomerang dalam hidup kita dan menghancurkan rumah tangga kita. Jadi aku harap kamu bisa mengerti arti dari kata-kata ku ini," jelas Thomas panjang lebar.
Selesai berucap, Thomas pun melenggang pergi meninggalkan Mira. Ia membanting pintu kamar dengan cukup kuat, hingga membuat Mira terperanjat kaget di buat nya.
"Astaghfirullah," ucap Mira mengelus dada.
Thomas mengayunkan langkah sampai ke luar rumah. Ia bergegas masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan pekarangan rumahnya.
Thomas terus melajukan mobil nya tanpa arah dan tujuan yang pasti. Ia memainkan stir kemudi dengan tatapan kosong dan pikiran yang sangat kacau.
"Kemana aku harus pergi?" gumam nya lirih.
Thomas mengacak-acak rambut nya dengan frustasi. Ia bingung harus kemana untuk menenangkan hati dan pikiran yang sedang acak adut tidak karuan.
Thomas menghentikan laju kendaraan nya di tepi jalan yang sepi. Ia memukul-mukul stir kemudi dengan geram dan rahang mengeras.
"Sial sial sial..." pekik nya.
"Bisa-bisanya wanita ular itu ingin menjebak ku seperti tadi. Dia kira aku ini lelaki apaan, seenak jidat nya saja ingin menggoda ku?" umpat Thomas geram.
Thomas mengusap kasar wajah nya. Ia benar-benar sangat frustasi atas kelakuan istri dan sahabat istri nya itu.
"Dari pusing mikirin kedua wanita gila itu, mendingan aku menghubungi Honey ku. Siapa tau aja dia ada waktu untuk ku?"
Thomas merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel. Setelah mendapatkan nya, ia pun langsung menghubungi nomor Kartika.
Tut tut tut...
"Ya, ada apa, Thom?" tanya Kartika langsung to do poin.
"Kamu lagi dimana, Honey?"
"Di rumah, emang kenapa?" tanya Kartika balik.
"Suami kamu?"
"Dia lagi di luar, ada urusan penting kata nya," jawab Kartika.
Thomas tersenyum simpul mendengar jawaban Kartika yang sesuai dengan harapan nya.
"Honey..." seru Thomas lirih.
"Ya, kenapa?" balas Kartika lagi.
"Kamu ada waktu gak?" tanya Thomas.
"Hmmmm... Ada sih, tapi gak bisa lama-lama. Soalnya mas Dodi tadi bilang, kalau dia keluar cuma sebentar doang," jawab Kartika.
"Ya, tidak apa-apa. Sebentar juga boleh. Aku jemput ke rumah ya?" ucap Thomas.
"Oke, aku siap-siap dulu."
"Oke," Thomas menutup panggilan nya.
Dengan senyum mengembang di wajah tampannya, Thomas pun kembali menginjak pedal gas dan langsung meluncur ke rumah wanita selingkuhan nya Kartika.
Setelah menemukan perjalanan sekitar 20 menit, mobil yang di kendarai Thomas pun tiba di depan rumah Kartika.
Tin tin...
Thomas membunyikan klakson dua kali untuk memanggil Kartika. Tak lama kemudian, wanita cantik pun keluar dari rumah dengan sedikit tergesa-gesa.
Setelah mengunci pintu, ia bergegas melangkah mendekati mobil Thomas sambil celingukan kesana-kemari.
"Ayo, buruan jalan!" seru Kartika setelah berhasil masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman ke tubuh nya.
"Siap, Honey."
Thomas tersenyum manis dan kembali melajukan kendaraan nya. Ia tampak sangat bahagia karena bisa bertemu dengan wanita pujaan nya itu.
"Kita mau kemana, Thom?" tanya Kartika.
"Ke hotel," jawab Thomas menoleh sekilas.
"APA...? KE HOTEL...?" pekik Kartika dengan mata membulat dan mulut menganga.
"Iyaaaa, Honey ku sayang."
Thomas tersenyum nakal dan membelai pipi Kartika dengan satu tangan nya.
🌷 Terima kasih sudah berkunjung. Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komen setelah membaca ya man teman 🙏🌷
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments
neng ade
ya klo udh ketemu mau kemana lagi klo bukan ke hotel .. 😂
2023-12-08
0
Leo
lanjut Thor
2023-12-08
0